Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 32


__ADS_3

Pagi itu di pesantren Al Faish..


Farrel tampak berbincang dengan teman temannya.


Raihan berjalan dan duduk di sebelahnya..


" Farrel , kamu krasan di sini??" tanya Raihan.


Farrel terkejut dengan pertanyaan Raihan.. karena keluarganya sendiri saja gak pernah menanyakan pertanyaan itu, karena walaupun gak krasan dia tetap gak boleh pulang.


" emang kenapa kak, kalau Farrel gak krasan emang kak Raihan bisa bantu Farrel keluar dari sini.." tanya Farrel yang membuat Raihan melotot kepadanya.


" Ya gak gitu , kakak cuma tanya aja, kok kakakmu lama gak ke sini.." jawab Raihan.


Farrel mendengus kesal


" kirain mau bantuin Farrel, ternyata ada maunya, emang ya di dunia ini gak ada yang tulus.. semua pasti mau ganti rugi.." ucap Farrel.


" nah itu kamu tau di dunia ini gak ada yang tulus dan gratis, kamu dah nyiapin bekal apa belum buat kau tuker dengan akhirat..kakak gdk ngomongi surga terlalu jauh untuk kita menginginkanya ,siapalah diri kita... akhirat saja belum tentu selamat.. makanya Farrel kamu benar benar belajar di dunia, serius untuk bekal kita di akhirat.." ucap Raihan.


" oke pak ustadz..." jawab Farrel dengan sedikit kesal.


Raihan tersenyum miring.


kringgg 🎵🎵


ponsel Raihan berdering..


" tunggu rel, kakak belum selesai bicara " ucap Raihan mengancam Farrel.


kemudian Raihan berjalan dan mengangkat panggilan ponselnya.


" assalamualaikum, iya Umi"


[ waalaikumsalam, Raihan kamu di mana nak]


" aku ada di pesantren umi, ada apa.."


[ bisa gak kamu pulang sekarang, ada yang mau umi kenalin ke kamu nak , katanya kamu ingin ketemu dulu sama calon istri kamu]


" umi ... Raihan males dah gak usah ketemu lah , suka atau gak suka tetap gak ada bedanya kan, tetap umi maksa Raihan nikah sama dia..udah umi Raihan sedang ada urusan penting"


[ eh...awas lo ya nyesel lo nanti , setelah kamu lihat gadisnya kalau mau dibatalkan juga gak apa apa , ya umi gak maksa ..]

__ADS_1


" emang bisa umi...?, ok Raihan pulang, dan kalau masih ada pilihan lebih baik dibatalkan saja Raihan sudah punya seseorang yang Raihan ingin jadikan istri.."


[ oke umi dan abah menunggumu , sekarang anak gadisnya juga sudah berada di sini , aku harap walaupun nanti kamu menolaknya kamu tetap bersikap baik jangan sampai melukai hatinya..paham]


" iya umi"


kemudian panggilan di tutup.


Raihan kembali menatap Farrel dan duduk di sampingnya..


" o iya rel, nanti kalau kakak kamu ke sini kabari aku ya, panggil aku di rumahku ya aku ada urusan penting.." ucap Raihan yang hanya dijawab anggukan oleh Farrel.


" baiklah, kakak pergi dulu..o iya ini umiku buatkan cemilan untukmu.."


ucap Raihan sambil menyodorkan sebuah kotak berisi makanan ringan.


" wahh...enak nih...ok kak siap nanti Farrel panggil ke rumah kakak.." jawab Farrel sambil membuka makanannya dan mengambilnya satu lalu memakannya dengan nikmat.


Dengan hati berdebar Raihan pun beranjak dan berjalan menuju rumahnya yang berada di sebelah bangunan pesantren tersebut.


Raihan berjalan dengan cool dan sedikit buru buru..


Tiba tiba ada seorang ustad memanggil nya.


" iya, kenapa.."


" ini ada paket untuk umi bisa minta tolong anda bawa sekalian ke rumah.." ucap ustadz Malik sambil menyodorkan paket yang baru saja diterimanya dari kurir.


Raihan tersenyum dan mengangguk


" baiklah ustadz " jawab Raihan kemudian menerima paket tersebut.


Raihan pun kembali berjalan menuju rumahnya...sambil memegangi paket untuk uminya, sebenarnya juga penasaran dengan isinya.


sesampainya di rumah , rasa berdebar tidak karuan di rasakan Raihan, penasaran sekali siapa yang bakalan jadi istrinya..


"assalamualaikum "


"waalaikumsalam "


semua orang menoleh dan menatap ke arah Raihan.


Raihan pun terbelalak melihat gadis cantik yang tertunduk di sudutnya kursi ruang tamu..

__ADS_1


Gadis itu pun kemudian memberanikan diri menoleh dan betapa terkejutnya dengan apa yang dilihatnya..


" Tiara...."


" Raihan.."


Umi dan abah tersenyum.


" umi, apa maksudnya ini tolong jelaskan umi" pinta Raihan.


" iya , Tiara ini calon istri kamu "


Raihan pun kaget sampai paket yanf dibawanya terjatuh karena gugup, antara percaya dan tidak.


begitu juga dengan Tiara, yang sangat terkejut bahwa calon suaminya adalah Raihan, cinta pertamanya.


melihat paket yang berada di tangan Raihan terjatuh, umi pun menghampiri Raihan dan mencubit pipinya..


" aduh umi......"


kedua mata Tiara dan Raihan saling bertemu dalam tatapan yang tak bisa diartikan.


Tatapan mereka begitu dalam.


"astaghfirullah, sudah..dosa tau " ucap umi sambil menggandeng Raihan dan menyuruhnya masuk ke dalam..


Tiara pun langsung menunduk.


" ehm... Tiara pamit dulu umi ,mau nemuin adek Tiara, kasiha dia pasti sudah menungguku... assalamualaikum"


" waalaikumsalam"


Tiara pun segera beranjak keluar dari rumah umi Salamah dan menuju ke pesantren.


Hatinya sungguh tak karuan.. entahlah tak bisa digambar..


bayangin saja , cinta pertama sudah pergi selama 3 tahun, dan kembali lagi akan menjadi suaminya..


Sementara Raihan yang berada di dalam rumahnya, masih tak percaya dengan apa yang barusan terjadi.


" gimana sekarang, mau dibatalkan, oke umi batalkan saja ya.." goda umi Salamah.


" eh eh umi ,ya jangan dong umi... Raihan siap berumah tangga dengan Tiara.." jawab Raihan.

__ADS_1


Umin Salamah beserta Abah pun tersenyum.


__ADS_2