Cinta Karena Membenci

Cinta Karena Membenci
Bab 12 Rencana Honeymoon


__ADS_3

***


Pagi yang cerah telah tiba. Semua anggota keluarga telah di bawah, mereka telah menempati tempat duduk mereka untuk menanti menu sarapan tiba.


"Mama, kak Seina dimana? " tanya Alea.


"Kak Seina masih ada di kamarnya sayang, mungkin sebentar lagi turun. " jawab Teri dengan lembut.


Teri adalah wanita yang baik, ia menjaga anak dan suaminya dengan sabar, meskipun terkadang ada rasa kesal dan lelah itu adalah normal. Hampir dua tahun ini Teri menghabiskan waktunya hanya di rumah. Tetapi sekarang ia menghabiskan sebagian waktu untuk bekerja sebagai model, walaupun begitu ia tetap membagi waktu luangnya bersama Alea putri kecilnya.


"Itu dia kak Seina dan paman Arfan." tunjuk Teri memperlihatkan kepada putrinya.


Alea yang mengetahuinya, langsung memanggil. "Kak Seinaaa... "


"Iya sayang." Seina menjawab langsung dengan suara yang dibuat halus.


Setelah sampai bawah, Alea segera menghampiri Seina, lalu memeluknya sambil merengek dengan manja. "Kak Seina, Alea ingin bermain."


"Iya Alea, tapi sebelumnya kita sarapan dulu ya, biar nanti kita kuat saat main, oke. " Seina berusaha membujuk Alea agar main setelah sarapan selesai.


Alea kemudian menjawab dengan gemas. "Oke kak."


"Ih lucunya." Kata Seina sambil memegang dagu Alea.


Semua orang kemudian langsung melahap makanan mereka masing-masing. Dan beberapa saat kemudian, semua sudah mulai melakukan rutinitas pekerjaan mereka. Hanya tersisa oma, Arfan, Seina, dan Alea.


Oma tiba-tiba memulai pembicaraan. "Apa kalian kemarin tidur dengan nyaman?"


"Iya oma." balas Arfan.


Sementara Seina hanya diam, dia membalas dalam hatinya bahwa kemarin ia tidur dengan kegelisahan.


"Bagaimana Seina denganmu, apa Arfan menyakitimu?"tanya oma kepada Seina.


" Tidak oma, kemarin Seina tidur dengan nyaman." terpaksa berbohong.


"Begini, oma sudah membelikan kalian tiket untuk honeymoon di sebuah kota yang indah. Dan besok kalian harus berangkat, semua sudah oma pesankan, mulai dari hotel menginap dan yang lainnya." Ucap oma dengan jelas.


"Apaaa, bagaimana dengan pekerjaanku oma, Arfan harus mengurus kantor." Kata Arfan.

__ADS_1


"Oma sudah mengkonfirmasi kepada Riko, katanya untuk beberapa hari ke depan jadwal masih bisa ditangani Riko sendiri untuk sementara." oma membalas ucapan Arfan yang menentang.


Seina yang mendengar, refleks terbelalak matanya. Ia tak menyangka hari-harinya nanti akan menjadi sebuah penjara yang mengerikan. Ia tidak bisa membayangkan selalu tidur sekamar dengan bosnya selama 3 hari. Apalagi ini ditambah rencana honeymoon.


"Maaf oma, Seina kan juga harus bekerja." timpal Seina dengan nada lembut kepada omanya.


"Kamu tenang saja, oma sudah meminta Riko untuk membuat surat ijin kamu. Lagipula kamu sudah menjadi seorang istri Arfan, kamu tidak perlu bekerja lagi Seina." Jawab oma.


Seina yang mendengar hal itu, seperti tidak terima hatinya, ia pun langsung membalas. "Itu mimpi Seina oma, Seina mohon agar oma mengijinkan saya untuk tetap bekerja."


"Baiklah Seina, tapi kamu juga jangan terlalu lelah, nanti misalnya kamu sudah hamil, kamu harus hati-hati ya. Oma menanti cucu buyut oma segera hadir." Kata oma yang pasti akan membuat syok mereka berdua yang mendengar.


Di antara waktu yang mengejutkan itu, Alea tiba-tiba menyelamatkan mereka berdua. "Ayo kak Seina kita main."


"Ayo sayang." kata Seina kepada Alea.


"Oma Seina ingin ijin keluar dulu bersama Alea untuk bermain." Pinta Seina.


"Iya, Alea kamu baik-baik ya dengan kak Seina." timpal oma kepada Alea.


Dengan lucu dan lugunya Alea menjawab. "Iya oma."


"Oma, kalau begitu Arfan berangkat kerja dulu ya." pamit Arfan.


"Kamu kan kemarin baru saja menikah, kenapa sekarang sudah masuk? " tanya oma.


"Ada pekerjaan yang harus Arfan selesaikan oma, lagipula oma kan sudah membuat ijin untuk honeymoon Arfan dan , jadi hari ini Arfan harus memantau semuanya sebelum Arfan tinggal besok." tegas Arfan.


"Ya sudah kalau begitu, tapi jangan lama-lama ya." ucap oma


"Iya oma." Arfan pun mulai beranjak dari tempatnya.


***


Di sisi lain, di sebuah kamar ada tontonan yang menegangkan. Dua sejoli yang terlihat harmonis terlihat saling adu mulut.


"Mau kamu apa Arkan?, kamu sendiri kan yang mengijinkan aku untuk melanjutkan mimpiku sebagai model? " pertanyaan terlontar dengan nada kesal.


"Iya, tapi kamu sudah kelewatan, kamu sudah berjanji pada oma untuk pulang jam 5 sore, tapi kamu jam 8 malam baru sampai, dan sebelumnya tidak mengabari jika pulang telat." balas Arkan kepada istrinya.

__ADS_1


"Iya aku memang salah waktu itu sudah lalai, aku terhanyut dengan pekerjaan sampai lupa memberi kabar. Tapi aku kan sudah meminta maaf, apa itu masih tidak cukup untuk membuka diam kamu? " sanggah Teri.


"Tidak, sepertinya kamu harus berhenti dari pekerjaanmu Teri." Arkan memutuskan tiba-tiba.


Sementara Teri tidak terima atas keputusan suaminya itu. " Tidak, aku tidak akan berhenti, aku akan tetap melanjutkan mimpiku."


"Baiklah kalau itu mau kamu, aku sudah tidak akan mengurusi kehidupanmu lagi, aku sudah muak selalu menuruti kemauanmu." tegas Arkan.


Teri yang mendengar, kemudian menjatuhkan air matanya yang masih mengalir di pipi, sedangkan Arkan langsung pergi dari matanya.


Di sisi lain dari pertengkaran tadi, terlihat anak kecil yang sangat bahagia bersama Seina. Mereka bermain gelembung busa. Bulatan yang dihasilkan busa betebaran di area taman itu.


"Kak Seina aku mau yang lebih besar." Pinta Alea.


Seina pun menuruti apa kemauan Alea. "Iya sayang."


Arfan dari kejauhan melihat aktivitas yang dilakukan Alea dan Seina. Senyuman terpancar dari wajah Arfan, tetapi tiba-tiba hilang begitu saja setelah ia menyadarinya. Ada apa denganku. Sambil sedikit menggelengkan kepalanya. Tak selang lama ia masuk mobil, kemudian memasukinya. Lalu mobil pun menghilang dari tempat itu selanjutnya.


Di taman Seina mulai melamun, ia berpikir tentang apa yang dibicarakan oma tadi. Ia masih butuh waktu untuk menjalankan misinya, tapi ia bingung kenapa saat ia ingin memulai selalu ada halangan.


Alea yang sebelumnya berada di kejauhan kemudian menghampiri Seina. "Kak Seina Alea sudah capek."


"Ya sudah kalau begitu kita masuk sekarang mau?" dengan wajah ceria Seina berkata pada Alea.


Alea pun menurut dan menjawabnya dengan cepat. "Mau."


Sesampainya di dalam Seina diperlihatkan wajah murung dari Teri. Ia langsung menghampirinya.


"Hai Teri, apa ada masalah?" tanya Seina.


"Tidak, aku hanya merasa lelah saja Seina." Teri menjawabnya.


"Kalau begitu saya akan membantu pekerjaan kamu." balas Seina.


"Tidak, bukan pekerjaan rumah tapi hal lain. Sebentar, aku mau mengecek Alea dulu ya Sein." mengalihkan pembicaraan dengan pergi ke kamar putrinya.


Kenapa Teri?, dia seperti terlihat habis menangis?, Apa dia bertengkar dengan Arkan?, Arkan tadi juga tidak ikut sarapan bersama?, apa itu karena aku?, Ah sudah cukup aku tidak peduli dengan Arkan lagi, yang terpenting Teri, aku harus tau apa yang dirasakannya saat ini, mungkin aku bisa membantunya. Kenapa fokusku terpecah ya, di sisi lain ada oma, Alea dan sekarang Teri.


Pikiran Seina saat ini berkecamuk dengan hatinya.

__ADS_1


__ADS_2