
"Pak aku titip Reyna ya,"
Arfan menerima dengan memaksa hatinya.
"Iya,"
Seina kemudian meninggalkan mereka berdua.
"Sayang sama papa, jangan nakal nanti kalau nakal papa panggilkan harimau, raurrrr."
Reyna hanya mengangguk takut dengan yang dikatakan papanya akan terjadi.
Arfan lalu menggendong Reyna dengan telaten, ia membawa putrinya ke ruang tengah menonton televisi. "Alea sini temani Reyna menonton kartun, lihatlah," Alea yang baru saja turun pun tertarik dengan ajakan pamannya.
***
"Kau apa kamu sibuk hari ini?"
"Tidak pak, ada apa ya pak?"
"Saya kemarin terlanjur membeli dia tiket menonton bioskop, tapi teman saya tiba-tiba tidak bisa karena ada kepentingan mendadak,"
"Oh, sayang juga ya pak tiketnya,"
"Kamu mau menggantikan teman saya?"
"Yang benar pak, kalau saya ditawari ya mau saja pak," Tanpa basa-basi memberi nilai tinggi untuk harga dirinya.
"Oke nanti jam 7 ya, saya tunggu."
"Baik pak."
Wah mimpi apa aku semalam diajak pria tampan ke bioskop, berdua lagi, aduh nanti kalau yang ketiga setan bagaimana?
"Aaaaa,," Kayla memeluk Riko.
"Eee maaf Pak, saya takut menonton film horor,"
"Oh jadi kamu tidak suka ya, mau keluar sekarang?"
"Tidak perlu, ini kan juga sudah setengah jalan,"
Beberapa menit kemudian mereka berdua keluar dari ruang bioskop. Kayla terlihat lesu setelah menonton adegan yang membuatnya ketakutan.
"Bagaimana kalau kita makan dulu,"
Kayla pun menurutu ajakannya.
"Maafkan saya karena membuat kamu ketakutan, salah saya memang, harusnya saya memberitahu terlebih dahulu tentang filmnya,"
"Sudah lupakan pak, yang terpenting sekarang saya sudah tidak berada di bioskop melihat hantu tadi," Kayla masih merinding mengingatnya.
"O iya apa kamu sudah memiliki kekasih?"
Untuk apa pak Riko menanyakan hal asmara, bukankah dia adalah pria dingin, kenapa sibuk mencari tau privacy orang lain,
"Belum pak,"
"O, iya," Hanya itu jawabannya.
***
"Cie, cie baru saja ada yang kencan," Ledek Seina di dekat telinga Kayla.
Sementara Kayla meresponnya dengan senyum malu-malu, ia kemudian menceritakan yang terjadi kepada Seina.
__ADS_1
"O ya Kay rencana minggu aku dan pak Arfan beserta Reyna mau pergi liburan, kamu ikut ya,"
"Boleh Sein mau sekali,"
***
"Pak Arfan, rencana liburannya aku mengajak sahabatku Kayla, bolehkan?"
"Pasti boleh,"
"O iya bagaimana kalau kamu juga mengajak pak Riko, sepertinya merupakan berdua ada chemistry yang cocok, hemm," Pinta istrinya.
"Baiklah, besok aku akan bicara kepada Riko."
***
Seminggu kemudian
"Wah indahnya," Kayla menikmati keindahan pantai yang berada di depannya.
Aku mau foto ah,
"Pak Riko bisa minta tolong foto kan saya," Kayla tiba-tiba menghampiri pak Riko yang berada di kejauhan.
Pak Riko kemudian menangkap gambar Kayla yang berpose seksi sekali. Kayla bergaya ala ayam yang pantatnya ke belakang, "Bisakah pose yang lebih sopan," Pak Riko menegurnya.
Dia sama sekali tidak tertarik dengan tubuhku yang seksi ini, lalu kenapa dia menanyakan aku sudah punya kekasih atau belum,
"Hehe iya pak," Ia lantas mengubah gayanya menjadi manis.
"Iya bagus, 1 2 3, cekrek, cekrek, cekrek cekrek cekrek," Pak Riko menangkap gambar Kayla tiada henti.
"Apa sudah cukup, ini fotonya sudah lebih dari lima belas kali," Berkata dengan sedikit tegas.
"Iya,"
Kayla berucap dalam hatinya,Yah pak Riko kembali lagi ke mode es, emmh,
"Pak Riko apa tidak mau untuk foto,? Ucapnya.
"Tidak, saya tidak suka dengan foto,"
"Bagaimana kalau dengan saya pak, ayolah pak buat kenang-kenangan,"
Setelah dengan paksaan Riko menurut untuk foto dengan Kayla.
Cekrek, cekrek, jarak mereka begitu dekat sehingga menimbulkan reaksi lebih.
Kenapa jantungku berdetak ya dekat dengan Kayla, apa ini yang namanya cinta?
Setelah selesai menikmati keindahan pantai, mereka lalu pergi.
***
"Pak apa boleh saya bertanya sesuatu, "
"Iya ada apa Riko?"
"Bagaimana ciri orang yang sedang jatuh cinta?"
Arfan diam sejenak, ia lalu berpikir.
"Eh, yang saya rasakan ketika jatuh cinta kepada Seina, jantung saya berdetak sangat cepat ketika di dekatnya," ucap Arfan.
"Oh begitu," Balasannya.
__ADS_1
"Apa kamu sedang jatuh cinta Rik?"
"Iya sepertinya,"
"Oke semoga sukses dengan asmaramu, sudah waktunya kamu menikah, segera menyusulku, nanti anak kita supaya bisa bermain bersama,"
Riko hanya sedikit tersenyum membalas perkataan Arfan.
***
"Sein kamu tau tidak tadi dekat sekali dengan pak Riko,"
"Terus,"
"Iya aku foto berdua dengannya, jantungku rasanya ingin copot Sein,"
"Itu namanya sedang jatuh cinta kamu Kay,"
"Benarkah?" Kayla matanya sangat berbinar saat itu.
***
"Reyna sayang kita tidur ya,"
Reyna kemudian jatuh ke pelukan Seina.
"Pak kamu ingat tidak," Belum menyelesaikannya Seina sudah disambar Arfan.
"Cukup, mulai sekarang panggil aku sayang, oke,"
"Iya sayang,"
"Ya begini lebih nyaman didengar,"
"Kamu ingat tidak kita dulu pernah datang ke sini untuk honeymoon?"
"Hmmm,"
"Kita dulu masih berjauhan, kamu saat listrik mati, dulu aku sangat ketakutan,"
"O itu, iya saat itu aku sebenarnya melihat tubuhmu tanpa baju, tapi aku berpura-pura jika tidak melihatnya, hahahaha sangat lucu,"
"O kamu berarti bohong ya, dasar kamu,"
"Kenapa, apa dosa?, kat kan sudah dah menjadi istriku,"
Mereka berdua masih mengenang masa indah dan lucu saat mereka pernah datang ke sini.
Bintang terlihat bersinar terang di antara langit yang gelap, bulan pun tak kalah dengan cahaya nya yang menyebar ke seluruh alam di bumi ini.
Aku tidak menyangka kebencian ku membuahkan rasa cinta yang tulus. Aku dulu membenci sekarang mencintai, Tuhan memang sangat maha hebat, bisa membolak-balikkan hati manusia.
Seina aku harap kamu akan selalu sehat dan bisa menemaniku di hari nanti, aku ingin suka duka selalu bersamamu. Aku mencintaimu,
Seina bergumam di dalam hatinya sambil meletakkan kepala di dada Arfan, sedangkan Arfan terbaring menjadi alas kepala istrinya. Mereka sangat menikmati keromantisan disaksikan malam beribu cahaya yang terang dengan dihiasi oleh bulan dan bintang.
Sedangkan sejoli yang ini masih memikirkan perasaan di kamar masing-masing.
Apa benar yang dikatakan pak Arfan, terus apa yang harus kulakukan sekarang, apa aku memintanya menjadi kekasihku segera, oh tidak, jangan gegabah Riko,
Riko masih bingung memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk menunjukkan perasaannya kepada Kayla.
Haaa, aku jatuh cinta, apa aku tembak saja ya pak Riko segera, hmmmm, semoga pak Riko juga memiliki perasaan yang sama denganku.
Sedangkan Kayla saat ini secara gamblang tidak menghalangi pikirannya untuk segera menyatakan perasaan, ia sangat yakin bahwa dirinya benar-benar mencintai pak Riko.
__ADS_1