Cinta Karena Membenci

Cinta Karena Membenci
Bab 21 Kekonyolan Seina


__ADS_3

Beberapa menit kemudian akhirnya mereka berdua sampai di rumah.


"Oma, ini jagung rebus yang oma minta. Maaf jika Seina lama, tadi Seina harus pergi, karena ada urusan penting.ujar Seina kepada oma.


Seina menanti jawaban oma, dengan ekspresi merasa bersalah. Ia berharap, jika oma tidak sampai kesal kepadanya.


"Iya tidak apa-apa."oma kemudian mengambil satu jagung rebus untuk memakannya.


" Wah enak sekali, oma sudah lama tidak memakannya. Kamu mau Seina?" oma menawarkan jagungnya kepada Seina.


"Tidak oma, oma saja yang makan. Oh ya oma, Seina ke atas dulu ya. Seina mau membersihkan diri dulu." ucap Seina.


"Iya, kamu bersihkan diri kamu, setelah itu istirahat." balas oma.


Di dekat oma masih ada Arfan. Ia masih mematung dari tadi. Sedangkan Seina sudah menuju ke atas.


"Arfan, oma tau bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. Tetapi oma selalu berdoa, agar kamu dan Seina berjodoh." ucap oma.


"Apa yang oma maksud?, aku dan Seina hanya akan menjalani pernikahan selama 6 bulan. Apalagi oma sekarang sudah tahu, bisa saja kupercepat proses perceraiannya." ucap Arfan.


"Kamu sudah terlanjur masuk lubang, lebih baik sekalian masuk jurang. Asalkan kamu mau berusaha, jurang itu tidak bisa memisahkan kalian. Ini hanya karena jarak, bahkan jika waktupun tidak bisa memisahkan kalian." oma memberi wejangan kepada Arfan, untuk mempertahankan pernikahannya.


"Jika aku saja yang berusaha, apa bisa bersatu oma? " tanya lagi Arfan.


"Dengarkan, kita itu hanya manusia biasa. Jika kamu memperjuangkan, tapi Seina tidak, itu adalah hukum sementara. Orang itu bisa berubah kapanpun. Tugasmu hanya berusaha dan berdoa. Selama kamu memiliki niat baik, tujuanmu pasti akan tercapai. Sudah, sekarang kamu ke atas!" ujar oma panjang lebar.


Jika di bawah paksaan ini, tidak membuatmu menjadi baik, maka hindarilah Arfan. Tetapi, jika efeknya menjadi baik, berarti itu keberuntunganmu di atas paksaan ini. Oma memaksamu menikah hanya demi kebaikanmu. Oma tidak memilihkanmu, kamu sendiri yang memilih. Karena takdirmu sudah ada padamu, dan ditentukan oleh Tuhanmu.


***


Di sebuah kamar terdapat sosok pria yang sedang merenung. Dia memikirkan sesuatu yang tidak ia sangka, akan dirasakannya.


Aku tidak berharap, jika aku berjodoh denganmu. Ini semua murni atas pikiranku, bukan dari hatiku. Tetapi, jika aku terus di dekatmu, aku takut mencintaimu.


Seina yang dari tadi berada di kamar mandi, akhirnya muncul.


Arfan sangat terkejut, dengan apa yang dilihatnya. Dia melihat Seina berpakaian tidak seperti biasanya. Dia memakai pakaian yang tipis dan seksi.

__ADS_1


"Pak Arfan, apa pak Arfan tidak menginginkan diriku?" ucap Seina yang sudah menghampiri Arfan di tempatnya.


Kali ini Seina benar-benar nekat. Ia memutuskan untuk mengawali rencananya dengan menggoda Arfan. Tapi ia tak memikirkan kedepannya.


Dengan tangan yang bergetar, Seina memberanikan diri untuk menyentuh tangan bosnya itu. Tetapi, ia bagai artis yang sedang syuting tingkahnya.


"Seina, apa yang kamu lakukan, berhenti sekarang." Arfan menghentikan apa yang dilakukan Seina kepadanya.


Seina sebenarnya takut, tapi ia masih terus berusaha untuk menjalankan aksinya itu, dengan tujuan Arfan tergoda. Kemudian Arfan akan mencintainya, setelah itu, Seina akan memanfaatkannya untuk menggulingkan perusahaan milik Arfan.


Saya takut sekali. Tuhan jika ini salah, hentikan saya sekarang. Tetapi, jika ini benar tolong lancarkan semuanya.


Arfan yang otaknya sudah tidak berjalan, ia memaksa untuk menghindari Seina. Ia memutuskan untuk keluar dari kamar.


Kenapa dia bertingkah seperti itu. Apa tujuannya, sehingga menggodaku seperti itu. Bukankah dia ingin membalas dendam, kenapa harus membuang harga dirinya seperti itu?


Arfan yang masih shock dengan yang dilakukan Seina tadi, lalu menuju ruang tengah.


"Ada apa denganmu kak?" tanya Arkan yang mengetahui kakaknya belum tidur.


"Duduklah!" Arfan berkata lagi, dan meminta adiknya untuk duduk di sampingnya.


"Tubuhku sangat lelah, aku ingin istirahat kak." ucap Arkan, yang menolak duduk dengan kakaknya.


"Kenapa kamu masih sama seperti dulu? , dengan kekuatan ego yang tinggi."ucap Arfan kepada Arkan.


"Ada apa denganmu kak, aku tidak ingin kita bertengkar di waktu malam seperti ini. Aku sudah cukup lelah menghadapi Teri, sekarang ganti kakak." ucap Arkan dengan emosi.


Setelah Arkan berbicara, ia kemudian pergi meninggalkan kakaknya, tanpa melihat sekalipun.


Dia masih seperti anak-anak.


Arfan yang mengetahui perlaku adiknya, hanya mampu bersabar.


*** Di sebuah kamar


Apa ini?, semua gagal. Pak Arfan tidak tergoda, ia malah memarahi saya. Harga diri sudah saya relakan. Tetapi, pak Arfan malah menang. Sebenarnya, ada untungnya bagi saya, saya tidak jadi tidur bersamanya, tapi di sisi lain saya sangat malu, jika harus bertatap muka dengannya lagi. Tuhan kenapa rencana saya buruk sekali.

__ADS_1


Seina yang kesal dengan dirinya sendiri, kemudian masuk ke kamar mandi untuk berganti baju. Karena terlanjur merasa kesal, ia melempar lingerie tadi, hingga entah tersangkut dimana.


*** Pagi hari


Arfan sudah bangun sejak tadi. Ia sekarang sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja. Sedangkan Seina masih tertidur di tempatnya. Ia membungkus tubuhnya dengan selimut, supaya Arfan tidak bisa melihatnya.


Kenapa belum berangkat, pak Arfan. Saya akan menunggunya hingga keluar, setelahnya saya baru bisa bangun. Lebih baik saya tetap pura-pura tidur seperti ini.


Arfan yang belum mandi, segera melakukannya. Ia kemudian masuk dengan santai. Ketika di dalam, ia dikejutkan dengan pakaian tipis kemarin tersangkut di gagang shower.


Dengan pelan-pelan, ia kemudian menyingkirkan pakaian itu.


Benar-benar kelewatan. Untung saja kemarin aku bisa mengendalikan. Kalau tidak, bisa kacau semuanya. Masih lima bulan lagi, aku bercerai dengannya. Apa aku kuat?, atau kupercepat saja waktunya.


Arfan saat ini sudah selesai, ia kemudian keluar dari kamarnya. Dan tidak mempedulikan Seina sama sekali.


Seina yang mengetahui Arfan sudah pergi, segera keluar.


Ah, syukurlah dia sudah pergi. Aku akan mandi sekarang.


Seina juga bersiap untuk pergi bekerja. Ia sekarang tinggal mengoleskan lipstik pada bibirnya. Ia sekarang berada di posisi depan kaca. Dia membubuhkan beberapa warna pada bibirnya. Di saat tahap terakhir ia akan mengoleskan lipstiknya, tiba-tiba. . .


Ngekkk....


Suara pintu terbuka.


Seina yang terlanjur panik, tidak sengaja memberi lipstik yang tidak pas dengan bibir. Lipstiknya kemana-mana, dan tidak ada bentuknya sama sekali.


Arfan yang berhasil masuk langsung melihat Seina, begitupun sebaliknya. Mereka saling menatap, tanpa berbicara.


Arfan kemudian mengalihkan matanya, untuk mengambil sesuatu. Ponselnya ternyata tertinggal di sofa, maka dari itu ia kembali ke kamar.


Seina yang sudah mengetahui Arfan pergi masih mematung membelakangi kaca.


Ada apa dengan bibirnya, apa dia baru saja disengat lebah?, bibirnya berwarna tebal, dan membentuk seperti bibir ikan lohan.


Arfan berjalan menuju mobilnya, sambil menahan tawa karena penampilan bibir Seina.

__ADS_1


__ADS_2