
"Pak saya sudah memaafkan pak Arfan. Lagi pula ini bukan salahmu, semua terjadi dengan tiba-tiba."
Arfan yang mendengar perkataan segera memeluk Seina.
"Terimakasih Seina hatimu begitu besar menerimaku."
Saat mereka saling meneteskan air mata. Arkan dan Kayla juga ikut dalam drama di sore itu.
Seina lalu membuka pelukannya bersama Arfan, dan kemudian Seina menghampiri Kayla.
"Kay terimakasih ya, kamu sudah membantuku beberapa minggu ini."
"Iya santai saja Sein, kamu itu adalah temanku sekaligus keluargaku. Jadi tidak perlu sungkan."
Setelah Kayla mengatakannya, lalu memeluk Seina.
"Ya sudah ayo kita pulang!" Arfan berkata kepada Seina.
"Kay terimakasih karena kamu telah memberi tempat tinggal Seina." ucap Arfan sebelum pergi.
"Iya Pak, sama-sama. Aku juga berhutang budi kepada Seina yang telah membantuku bekerja di perusahaan ARFU."
"Sungguh?, aku berharap kamu bisa betah di perusahaan ARFU. " Arfan mengatakan setelahnya tersenyum.
Kayla pun mengangguk dan membalas senyuman itu.
*** Keesokan harinya di kantor
"Maaf Pak saya terlambat." ucap Kayla yang terlihat kusut berantakan.
Ada apa dengannya?, kenapa penampilannya seperti itu?
"Iya tidak apa-apa, tetapi lain kali tolong jangan ulangi lagi." ucap Pak Riko.
"Siap pak."
Seina kemudian pergi dari mata pak Riko. Ia menuju ke kamar mandi.
Pagi-pagi begini kenapa sudah ada preman ya?, apa mereka tidak bisa menunggu sing atau malam. Efektifnya kan malam, lebih aman. Tuhan terimakasih engkau hari telah memberikanku kekuatan lebih untuk menghindari mereka. Mereka ternyata sangat keji, apapun mereka lakukan demi kepuasan. Baik masalah materi atau kebutuhan biologis, yang mereka salurkan melalui para korban wanita.
Di saat Kayla sedang menghadap kaca, tiba-tiba seseorang muncul.
"Kayla, kamu kenapa?, haaa kenapa penampilan kamu seperti ini?"
Ternyata yang masuk Seina, dia terlihat khawatir terhadap temannya ini.
__ADS_1
Flashback
Pagi itu Kayla sangat bersemangat berangkat menuju kantor. Ia berangkat dengan taksi. Saat menunggu taksi datang, mulutnya tiba-tiba ditutup kain yang mengandung obat bius. Karena hal itu Kayla langsung tidak sadarkan diri. Mungkin sebelumnya dia sudah diincar, sehingga penjahat itu tau posisi keberadaan Kayla. Selanjutnya Kayla akan rudal paksa oleh para preman itu. Untungnya Kayla membawa parfum. Ia lalu menyemprotkan parfum kepada preman itu. Setelah mereka merasa kepedihan, Kayla segera menendang alat kelamin mereka dan kemudian berhasil kabur.
"Ya begitulah Sein ceritanya, tadi aku benar-benar sangat tidak beruntung, maka dari itu hari ini aku terlambat."
"Kayla, kamu tidak apa-apa kan?" Seina menangis sambil memeluk temannya itu.
"Tenang saja Kay, aku sudah melakukan praktik ini dari pembelajaran kita dulu. Ingat tidak, dulu kita sering membuat cerita pendek yang absurd, ternyata cerita itu benar ada Sein dunia nyata." jelas Kayla panjang lebar.
"Oh iya ya, ya Tuhan Sein." Seina menanggapi sambil mengingat momen itu dulu.
*** Di ruangan Arfan
Saat itu Arfan dan Riko sedang berdiskusi. Tiba-tiba ada seseorang yang ingin masuk. Arfan pun mengijinkan orang itu untuk masuk.
"Ada apa?" Arfan dengan senang hati menyambut istrinya.
"Begini pak, maaf aku mengganggumu. Ini soal Kayla."
"Tenang saja, ada apa dengannya? "
"Jadi hari ini dia terlambat hampir 2 jam, karena dia mengalami musibah tadi."
"Iya, ini sedang kubicarakan dengan Riko. Aku ingin memberi peringatan kepadanya dengan memberi tambahan waktu baginya. Supaya dia bisa tau arti tanggung jawab."
Arfan dan Riko mendengar cerita Seina dengan seksama.
Riko pun ikut prihatin dengan yang menimpa Kayla. Ia lalu bergumam dalam hatinya. Pantas tadi penampilannya seperti itu. Kasihan dia.
"Oke karena aku mengetahui kebenarannya, aku tidak jadi memberinya tugas tambahan." ucap Arfan.
Seina merasa lega bisa memberitahukan yang sebenarnya. Ia lalu pergi meninggalkan dua priapria yang berada di dalam itu.
*** Di rumah dirgantara
"Alea sayang, ayo kita tidur, ini sudah malam besok kita main lagi ya." ucap Seina.
"Iya benar, ayo Alea sayang!, lihatlah kak Seina sudah lelah. Itu lihat! "ucap Teri yang menunjuk ke arah Seina.
Alea pun menengok ke wajah Seina. Kemudian ia mau mengikuti perkataan Seina dan mamanya itu.
Malam sudah larut, semua sudah ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Terutama sejoli yang baru saja bersatu ini.
" Pak apa aku boleh bicara?" Seina meminta ijin karena Arfan masih sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
"Iya bicaralah, aku akan mendengarkan."
"Bagaimana jika kita beri tempat tinggal kepada Kayla di apartemen. Di sana kan masih banyak yang kosong."
" Boleh, tidak masalah." uca Arfan.
"Syukurlah jika kamu menyetujuinya, aku akan beritahu Kayla besok." Seina terlihat sangat senang.
Kayla memang sebelumnya tinggal di pemukiman yang bisa di bilang sedikit kumuh. Dan diantara tetangganya masih banyak yang kehidupannya belum sejahtera. Maka dari itu banyak dengan mudah dijumpai preman, pemulung, dan lain-lain lagi.
"Ayo kita tidur!"ucap Arfan setelah berhasil menyelesaikan tugasnya.
Seina pun mengikuti suaminya menuju tempat tidur.
Mereka berdua tidur berdampingan dengan saling berpelukan. Setelah beberapa minggu tidak bertemu, mereka berdua saling melepas rindu. Dan saat itu juga kegiatan suami istri dilakukan.
***
Pagi hari
"Seina apa kamu sudah ada tanda-tanda?" tanya oma di tempat yang berbeda dari orang- orang yang sedang sarapan.
"Tanda apa oma?" mengatakan dengan polos.
"Tanda hamil." ucap oma langsung.
"Belum oma."balas Seina dengan yakin.
" Aku sudah tidak sabar menunggu cicit keduaku. Apa perlu oma kirim kalian berdua bulan madu lagi?" tanyanya.
"Tidak oma, itu tidak perlu. Tenang saja oma. Seina pasti akan berusaha dengan pak Arfan."
Oma mendengar jawaban Seina merasa senang. Ia tersenyum lalu memeluk Seina dengan erat.
Seina pun kembali ikut sarapan bersama semuanya.
Arfan sangat menikmati makanannya. Ia tidak mempedulikan apapun yang terjadi. Ia bahkan tidak memperhatikan Seina yang sedang mengobrol dengan oma tadi.
"Hari ini berangkat bersama ya." ucap Arfan.
"Tidak pak, saya hari ini berangkat bersama Kayla. Aku akan ke rumahnya dulu." balas Seina.
"Oke." Arfan menjawab singkat.
Aku tidak tenang setelah ada kejadian Kayla kemarin, Lebih baik aku mengikuti Seina dari belakang.
__ADS_1
Mobil Arfan saat itu sudah pergi dari rumah dirgantara, dan berhenti di tepi jalan yang agak jauh dari rumah. Sementara Seina sudah menaiki taksi menuju rumah Kayla. Arfan yang mengetahui taksi melewati mobilnya pun segera mengikuti dari belakang.