Cinta Karena Membenci

Cinta Karena Membenci
Bab 55 Hampir Celaka


__ADS_3

Dari timur menuju barat matahari mulai bergerak pada porosnya. Cahaya yang terang berubah menjadi hitam gelap. Sepasang suami-istri ini sedang sibuk memilih perlengkapan bayi.


"Yang ini lucu sayang."


Pria di belakangnya hanya mengikuti keinginan sang istri.


"Reyna mau ini?" Arfan menawarkan sesuatu.


Reyna yang tengah asyik menikmati keberadaannya di dalam troli pun bereaksi. "Iya Reyna mau."


Sebuah bungkusan plastik yang terlihat menarik membuat Reyna ingin segera membukanya. "Reyna mau," Memegang bungkusan itu.


Seina kemudian membantu membukakan bungkusan itu dan memberikan kepada Reyna ketika berhasil terbuka.


"Ini sayang," Menyodorkan.


"Enak, emmm," Reyna mengomentari sesuatu yang telah ia masukkan ke dalam mulutnya dari dalam bungkusan plastik tadi. Bungkusan itu berisi biskuit cokelat yang lezat.


Arfan dengan telaten terus mendorong troli dan menjaga Seina dari belakang.


Seina terlihat sangat bergembira melihat banyak barang-barang mungil nan lucu. Satu barang sangat begitu menarik perhatiannya. Ia lalu melangkah menuju ke tempat barang itu berada. Saat langkahnya berakhir kurang satu langkah sampai di tempat barang yang inginkan, tiba-tiba ia terpeleset kakinya karena merasakan lantai yang sangat licin.


"Aaaaa," Seina berteriak."


Arfan yang berada di belakangnya segera menangkap tubuh Seina. "Kamu tidak apa-apa sayang, hati-hati ya,"


"Lantainya sangat licin," Ucap Seina dengan kekesalan.


"Iya, ya sudah kamu mau yang mana akan aku ambilkan," Arfan pun mengambil barang yang Seina incar sedari tadi.


"Sial gagal," Ucapan seorang wanita dari kejauhan.


"Sepertinya kita harus menjauhkan mereka berdua supaya rencana kita bisa berjalan dengan lancar," Kata seorang pria di samping wanita itu.


"Iya tapi bagaimana cara memisahkan mereka,"


"Sebentar aku punya ide," Pria tersebut akhirnya mengeluarkan ide dengan membisikkan ke telinga si wanita itu.


"Bagus, ayo kita lakukan sekarang,"


Dua orang itu saling bekerja sama untuk melakukan hal buruk kepada Seina dan Arfan. Yang tak lain adalah Resa dan Rey, dua R ini saling menyimpan dendam untuk menghancurkan Seina dan Arfan.


"Let's go,"

__ADS_1


"Yeah let's go,"


***


Saya ingin berbicara dengan kamu, apa ada waktu? Pesan terkirim.


Iya Pak bisa, saya kebetulan tidak melakukan kegiatan apapun saat ini. Beberapa saat kemudian terbalas oleh Kayla.


Oke, keluarlah aku menunggumu di depan, kita akan ke kafe. Terkirim yang kedua kali.


Iya Pak. Membalas pesan.


"Apa Pak Riko sudah lama menunggu?" Tiba di luar kamar.


"Tidak, aku juga baru beberapa menit keluar,"


Mereka kemudian berjalan menuju ke tempat yang ingin dituju.


"Loh itu bukannya Kayla dengan Pak Riko?"


"Oh iya benar, sedang apa mereka berduaan?"


Yang satu menggeleng kepala, dan yang satu mengangkat kedua tangan merasa tidak tahu apa-apa.


Mereka berdua adalah karyawan di perusahaan ARFU, yang sedang mampir di sebuah kafe untuk melakukan tongkrongan ala anak muda.


"Privacy, iya benar juga, lagipula aku juga ada jadwal kencan dengan si doi setelah ini,"


"Iya iya yang punya kekasih, aku sih masih tahap pendekatan ya menerima saja, seperti Kayla dan Pak Riko yang sedang melakukannya." Menunjuk kepada mereka berdua dengan isyarat matanya.


Dua orang pria gaul itu lalu pergi, mereka sudah cukup lama berada di kafe itu, bukan karena ada Pak Riko dan Kayla alasan mereka untuk pergi, tapi memang karena kepentingan lain yang harus mereka lakukan.


***


Di rumah dirgantara


"Halo Sein aku boleh menitip untuk membelikan ku arum manis?," Ucap Teri di telepon.


"Iya Ter, aku belikan nanti, ini untuk Alea ya?" Balas Seina masih di telepon.


"Iya tadi dia merengek ingin dibelikan arum manis, tapi aku carikan di tempat penjual terdekat tidak ada karena penjualnya hari ini absen tidak berjualan."


"Oke Ter, tenang saja nanti aku dapatkan arum manis itu, pantang pulang sebelum dapat,"

__ADS_1


"Bisa saja kamu, ya sudah makasih ya Sein."


"Iya sana-sama,"


"Stop," Seina berteriak tiba-tiba.


"Ada apa sayang?"


"Di sana ada penjual arum manis, aku harus membelinya untuk AleaAlea, bisa tolong ganti memangku Reyna sayang," Ucap Seina.


"Tentu sayang,"


Seina kemudian menyerahkan Reyna ke dalam pangkuan Arfan, sementara Seina turun membeli arum manis.


***


"Saya meminta kamu untuk pergi bersama saya ke sini adalah dengan maksud tertentu." Mengatakan serius di depan Kayla.


"Apa Pak, kelihatannya serius sekali," Kayla merespon dengan santai.


"Sebelumnya saya ingin menanyakan sesuatu, apa boleh?"


"Silakan,"


"Apa kamu memiliki hubungan yang spesial dengan Edo?"


"Edo, ya tentu lah Pak, dia itu dekat dengan saya, kenapa Pak Riko bertanya tentangku dan Edo,"


"Tidak, saya hanya memastikan saja,"


"Oke, emm Pak apa ada hal lain lagi yang ingin dibicarakan?"


"Tidak hanya itu saja, sekarang makanlah,"


Kayla merasa tidak puas dengan jawaban Pak Riko. Kenapa dia tidak melanjutkannya, apa dia hanya gabut dan bermain saja denganku, huhhf.


Sepertinya benar, Edo dan dirinya sedang menjalin hubungan, Rupanya Pak Riko sedang dalam mode tidak fokus dan salah memahami jawaban dari Kayla tadi. Yang sebenarnya Kayla tadi menegaskan tentang hubungannya dengan Edo sebatas teman dekat bukannya pasangan kekasih, tapi Pak Riko sudah terlanjur menangkap kesalahpahaman di pikirannya, ditambah lagi bukti akurat yang dilihatnya sewaktu di pesta pernikahan beberapa hari yang lalu. Hal ini membuat pikiran Pak Riko semakin yakin bahwa Kayla adalah kekasihnya Edo.


Sudah, cukup sampai di sini, aku tidak ingin membebani pikiranku lagi, sudah waktunya untuk kembali ke rutinitas seperti dulu. Riko kamu harus tetap fokus, jangan jadikan momen ini sebagai momen patah hati, tapi jadikan momen ini sebagai momen berharga yang menghasilkan pembelajaran di kelanjutan hari berikutnya.


"Ya sudah saya pamit ya Pak, terimakasih atas makanannya,"


"Iya silakan, sama-sama," Mengatakan sambil tersenyum.

__ADS_1


Dua insan yang semakin jauh karena kesalahpahaman. Hanya waktu yang bisa membuktikan apa yang sebenarnya terjadi. Tak ada tenang yi mereka berdua rasakan, yang ada hanya gelisah yang menerpa saat ini. Tidak biasanya Pak Riko gelisah seperti ini, ia juga merasakan kesedihan di hatinya. Ia sangat gelisah jika suatu saat ia akan melihat Kayla berada di pelaminan bersama orang lain, ia juga sangat sedih karena ia berpikir Kayla mencintai pria lain, ia terlihat lemah seperti orang dengan cinta bertepuk sebelah tangan.


Sedangkan Kayla merasa kecewa dengan ekspektasinya, ia berharap lebih dengan Pak Riko, tapi ternyata harapannya pupus ketika Pak Riko mulai menyadari kesalahpahaman tentang dirinya. Keadaan ini membuat mereka berdua rumit di dalam menjalankan beberapa aktivitas, termasuk tidur.


__ADS_2