Cinta Karena Membenci

Cinta Karena Membenci
Bab 33 Resa


__ADS_3

"Rumah kamu dimana?" tanya Arfan.


Seina bingung harus menjawab, rumah kontrakannya dulu sudah lama ia tidak bayar. Mungkin sekarang rumah kontrakan itu sudah ada penghuni baru. Seina bingung harus tinggal dimana. Aku harus kemana ya, aku kan tidak memiliki rumah. Apa aku ke rumah Kayla saja ya.


Seina kemudian menunjukkan alamatnya Kayla. Dan mereka langsung meluncur ke sana.


"Terimakasih ya pak, karena harus repot mengantar saya."


"Oke tidak masalah."


Arfan kemudian pergi mobilnya meninggalkan Seina.


Tokk. tokk.. tokk


"Kay.. "


"Iya Sein sebentar." jawab Kayla.


Ngekk...


"Aaaa, astaghfirullah Kay kamu mengagetkan saja."


"Hehe iyaSein aku sedang memakai masker wajah?, serem ya? "


"Bukan lagi serem, tapi mengerikan."


Mereka berdua lalu masuk dan saling berbincang satu sama lain.


"Kenapa Sein, bukannya terakhir aku lihat kamu sangat bahagia?"


"Iya Kay, tapi tidak lama kemudian kebahagiaan mulai luntur."


"Memang ada apa sih Sein, apa kamu bertengkar dengan pak Arfan sampai harus kabur seperti ini?"


"Bukan aku yang kabur, melainkan aku diusir secara halus oleh pak Arfan. Itu tapi dalam keadaan yang tidak sadar ingatannya."


"Loh kok bisa begitu?"


"Sebenarnya aku dan pak Arfan baru saja mengalami kecelakaan Kay, kemudian pak Arfan sempat kritis dan ada pendarahan di bagian otaknya. Karena itu sekarang pak Arfan hilang ingatan.


" Apa maksud kamu amnesia?"


"Iya Kay."


"Terus apa sama sekali tidak mengingat apapun?"


Ia masih mengingat sebagian. Jadi yang hanya diingatnya adalah saat satu tahun ke belakang, untuk momen di tahun ini tidak ingat sama sekali, termasuk aku."


"Sabar ya Sein, tunggu saja mungkin semakin berjalannya waktu ingatannya akan kembali."


"Iya Kay, terimakasih ya malam kamu sudah membantuku."


"Aishhh, tenang saja Sein."


Mereka berdua lalu bergegas untuk tidur.


****


Di kantor


Seorang wanita cantik kan seksi memasuki kantor. Ia berjalan lenggak-lenggok bak model. Badannya ramping, kulitnya putih, hidungnya mancung, matanya besar, dan rambutnya panjang berwarna coklat.


*** Flashback kemarin


"Kamu diminta pak Arfan untuk kembali ke kantor mulai besok. Ini hanya kontrak, besok saya buatkan surat perjanjian di atas materai. Saya minta kerjasamanya, karena saat ini pak Arfan sedang hilang ingatan, tolong hentikan pikiranmu untuk mencari kesempatan dalam hal ini." >>> mengirim pesan kepada Resa.

__ADS_1


"Oke." >>> kirim ke pak Riko.


***


Kembali saat ini di perusahaan ARFU.


"Pak Riko, bagaimana kabarmu?"


"Syukur baik."


"Apa pak Arfan sudah datang?"


"Belum. Langsung saja ini surat perjanjiannya, langsung tanda tangan di sini."


"Oke."


Wanita itu melakukan apa yang diminta Riko. Tidak. aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, aku harus bertindak cepat. Jangan sampai Arfan sudah mengingat semua, tapi aku tidak mendapat apa-apa.


"Dimana ruanganku pak?"


"Disana."


Resa kemudian berjalan menuju ruangannya di antara beberapa karyawan lain.


"Hai semua, perkenalkan aku Resa. Aku adalah karyawan disini jauh sebelum kalian. Dulu aku pernah bekerja di sini, dan kemudian berhenti. Tapi sekarang pak Arfan menginginkanku kembali."


Resa berbicara seolah dia ratu yang tak pantas dibuang.


Seina dan Kayla yang ada didekatnya hanya saling menatap heran.


Tidak lama kemudian Arfan datang.


"Selamat pagi pak."


Semua karyawan saling memberi hormat kepada pak Arfan. Dan pak Arfan hanya membalasnya dengan tersenyum.


Arfan yang melihat Resa kemudian menghampirinya. Tak sampai disitu, Arfan lalu memeluknya.


"Aku baru tadi kembali pak. Bagaimana kabar pak Arfan?"


"Baik hanya saja aku selalu kepikiran terhadapmu, kenapa kamu pergi begitu saja tanpa kabar. Bahkan pertunangan kita belum berlangsung."


"Aku pergi ke kota asalku, untuk menemui keluargaku pak." jawabnya berbohong.


"Ouhhh. Ya sudah aku masuk dulu, nanti kita makan siang bersama."


"Oke." balas Resa yang singkat.


Saat itu semua karyawan melihat dengan bingung, ada beberapa karyawan dulu yang masih ada hingga sekarang. Mereka bingung kenapa Resa bisa kembali, padahal kan Resa sudah dipecat beberapa tahun yang lalu.


Saat ini yang paling bingung adalah Seina. Ia mematung sambil memikirkan itu tanpa henti.


Ada apa ini?


Siapa dia?


Kenapa dia terlihat akrab dengan pak Arfan?


Kenapa pak Arfan bilang bahwa ia calon tunangannya?


Tuhan apa ini sebenarnya?


Kayla yang mengetahui temannya nge bug segera menyadarkan. "Sein, Srin, Seinaa."


"Ehh, apa sih Kay, kenapa teriak begitu?"

__ADS_1


"Itu karena kamu melamun dari tadi."


Seina hanya diam mendengarkan Kayla.


"Sein apa ini juga salah satu yang masuk dalam ingatan pak Arfan?"


"Iya, aku juga berpikir begitu Kay. Sepertinya pak Arfan pernah akan melangsungkan pertunangan dengan Resa, lalu kemudian batal."


"Iya aku juga berpikir begitu."


Tiba-tiba Resa datang merusak pembicaraan mereka berdua. Resa kembali setelah dia dari kamar mandi tadi.


"Apa yang kalian bicarakan? kelihatannya seru." Resa berkata.


"Emm, ini kami sedang membicarakan tentang film." balas Kayla.


"Oh, kalian juga suka nonton."


Seina dan Kayla mengangguk bersama.


"Ternyata kita sama, aku juga suka nonton." ucap Resa.


Jam makan siang pun tiba, Resa yang sudah membuat janji kepada Arfan, segera menghampiri Arfan ke dalam ruangannya.


"Let's go baby." Resa berkata tiba-tiba.


"Ayo, makan dimana kita?"


"Terserah aku ikut saja."


Mereka berdua lalu keluar bersama dengan naik mobil.


Seina melihat kepergian mereka berdua dengan perasaan sedih. Beginikah yang namanya patah hati?


"Sein ayo kita makan!" ajak Kayla.


"Kamu saja Kay, aku tidak selera makan."


"Hei, bagaimana jika kamu nanti sakit?, kamu harus kuat menghadapi semua ini. Kalau kamu sakit, semua pasti akan hancur Sein. Ayo jangan lemah."


Kayla menggandeng temannya itu menuju kantin.


***


Di kamar mandi


Kayla sedang menunggu antriannya untuk masuk.


"Kayla sedang apa kamu disini?"


"Mau ke kamar mandi pak."


Pak Riko menatap Kayla dengan perasaan aneh, lalu berkata: " Ini kamar mandi pria, untuk wanita berada disana."


Haaa, apa?, oh Tuhan tutuplah wajahku saat ini, aku ingin pak Riko melihat wajahku.


"Eeee, iya pak. Maaf saya kira ini kamar mandi wanita. Ya sudah permisi pak."


Kayla kemudian pergi dari depan pak Riko. Ia merasa sangat malu. Untung saja pak Riko memberitahunya, kalau tidak ia pasti sudah masuk.


Sementara pak Riko menatap punggung Kayla yang sudah menjauh. Ia tersenyum dengan hatinya berkata. Ada-ada saja dia.


Kemudian dia tersadar tiba-tiba. Ada apa Riko, kamu tidak biasanya memikirkan hal sepele seperti ini.


Sepertinya pak Riko mulai ada hati dengan Kayla. Tapi ia menepisnya, karena merasa malu sendiri. Dia membuat label yang mahal untuk dirinya. Maka dari itu, ia tidak mau baper hanya karena melihat tingkah Kayla.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian jam istirahat sudah selesai. Semua karyawan sudah mulai kembali ke kantor. Begitu juga dengan Arfan dan Resa. Mereka berdua terlihat bahagia sambil melempar senyum.


__ADS_2