
"Seina kamu bisa ikut ke ruangan saya!" pinta Arfan.
"Iya pak."
Seina mengikuti di belakang Arfan.
Untuk apa pak Arfan memanggilku?
"Jadi saya ingin meminta tolong kepadamu. Apa kira- kira kamu bisa menjadi bridesmaid nya Resa besok?"
Deg.
Seina masih diam.
"Seina."
"Iya pak." Seina terpaksa menyetujuinya.
"Oh ya, kamu bisa katakan kepada Kayla sekalian nanti."
"Baik pak."
Seina kemudian buru-buru keluar dari ruangan itu.
Jangan menangis Seina, ku mohon.
Seina berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya.
"Ada apa Sein!?" tanya Kayla kepada Seina.
"Besok aku dan kamu diminta pak Arfan untuk menjadi bridesmaid nya Resa."
"Apa, sungguh ini tidak bisa dibiarkan lagi. Kita harus bicara dengan Resa." ajak Kayla kepada Seina.
"Tidak Kay, percuma kita bicara dengan Resa jika ingatan pak Arfan belum kembali." ujar Seina.
*** Keesokannya
Saat itu acara pernikahan dilakukan dengan khidmat. Para tamu undangan menyaksikan pasangan pengantin yang sedang menuju tempat ijab qobul.
"Apa anda sudah siap?" tanya pak penghulu.
Arfan pun mengangguk, lalu berkata iya.
Ijab qobul pun segera dilakukan.
Penghulu : "Saya nikahkan engkau dengan Ananda Resa Praditya binti Almarhum Suraja dengan mas kawin emas seberat 250 gram dibayar tunai."
Semua orang merasa tegang saat itu, apalagi keluarga Arfan terutama Seina. Saat itu ia hanya berdoa dan berdoa memastikan nasibnya.
Arfan : Saya terima nikah dan kawinnya Ananda Resa Praditya binti Almarhum Suraja dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
Penghulu : Sah.
Semua orang : Sah.
Saat itu juga hati Seina menggelegar bagai disambar petir.
Kayla yang berada didekatnya hanya bisa menenangkan temannya itu.
"Seina, tumpahkan semua nanti, tolong tahan dulu."
__ADS_1
Seina hanya mengikuti arahan Seina. Saat itu hatinya benar-benar remuk, ia tak bisa berbuat apa-apa. Kepahitan sudah mulai menyambutnya.
Keadaan tidak menyertainya saat ini. Temaramlah yang ada bersamanya.
***Di apartemen
Sejoli ini memasuki apartemen. Mereka berdua mulai membersihkan diri. Resa terlihat sudah siap dengan pakaian seksinya. Ia sangat sensual. Sementara Arfan masih di dalam kamar mandi.
Akhirnya, aku akan mendapatkan semua yang kuinginkan. Tak kulepas dia sebelum aku menimbun hartanya di rekeningku.
Arfan tiba-tiba muncul dari kamar mandi. Ia berjalan menghampiri Resa. Resa berposr begitu seksi di hadapan Arfan. Arfan lalu mendekatinya. Saat itu Arfan mencoba menempelkan bibirnya ke bibir Resa. Ketika bibir itu semakin mendekat, tiba-tiba Arfan merasa pusing kepalanya. Resa pun sangat kesal karena Arfan merusak momen itu. Saat ingin memulai kembali aktivitas tadi, Arfan terlihat kaget. Ia tidak menyangka bahwa tubuhnya sangat dekat dengan tubuh Resa. Arfan kemudian ke belakang untuk menjauh.
"Resa apa ini sebenarnya?, kenapa kamu berada di apartemenku?"
"Pak, aku adalah istrimu."
"Tidak, istriku adalah Seina. Kenapa kamu muncul lagi, berani sekali kamu." ucap Arfan dengan kemarahannya.
Resa yang sedikit resah, lalu menunjukkan beberapa foto dan buku nikah untuk meyakinkan bahwa ia adalah istrinya.
"Bagaimana, apa pak Arfan percaya?"
"Tidak, aku tidak mungkin melakukan itu. Aku harus pergi, aku harus tau apa yang sebenarnya terjadi."
Resa dengan keras mencoba menghentikan Arfan keluar, tapi ia tidak berhasil. Arfan sekarang sedang menuju kediaman dirgantara.
***
Di rumah dirgantara
"Apa ini oma, kenapa Arfan seperti ini?, Arfan sangat bingung kenapa Arfan bisa bersama dengan Resa."
"Apa ingat?"
"Iya, beberapa minggu yang lalu kamu dan Seina mengalami kecelakaan. Kemudian kamu mengalami amnesia." ucap oma.
"Apa amnesia?, kemudian apa maksudnya oma, kenapa aku bersama Resa!?"
Oma yang mendengar pertanyaan itu terlihat sedih, kemudian oma mencoba menjelaskan kepada Arfan.
"Saat amnesia yang kamu ingat hanya momen setahun kebelakang, untuk momen tahun kamu tidak mengingat sama sekali. Maka dari itu, kamu memutuskan untuk melanjutkan pertunangan dengan Resa, dan sekarang kamu sudah menikah dengannya. Kamu baru saja menikah tadi siang." oma mengatakan dengan jelas.
Arfan yang mendengar begitu syok.
Oh Tuhan apa yang telah kulakukan.
"Seina sekarang dimana oma? "
"Seina sudah pergi dari rumah ini."
"Dimana oma Seina tinggal?"
"Di rumah Kayla temannya Seina. Ia tadi juga menjadi bridesmaid Resa di pernikahan.
Apa yang dikatakan oma semakin membuat hati Arfan merasa bersalah. Saat itu juga Arkan muncul.
" Kak Arfan, syukurlah kamu sudah sadar. Lebih kita ke pengadilan agama sekarang, untuk mengurus pembatalan pernikahan. Sebelum terlambat, ayo! "
"Iya, kamu benar Arkan. Ayo!"
Adik berkakak itu pergi dengan terburu-buru. Arkan kali ini yang menyetir mobil. Ia tak membiarkan kakaknya menyesal seumur hidup. Ia ingin kakaknya bahagia dengan orang yang dicintainya.
__ADS_1
Semua akhirnya sudah diurus. Sekarang tinggal Arfan dengan Seina. Mereka harus segera dipertemukan.
"Arkan antar aku kepada Seina."
"Iya kak."
Mereka berdua segera meluncur ke tempat Seina.
***Di rumah Kayla
"Sein ayo makan yuk, dari pagi kamu belum makan lo. Nanti kamu kamu sakit." Kayla perhatian dengan temannya itu. Lalu ia menatap dengan nanarnya.
Kasihan kamu Sein, kehidupanmu seperti roller coasters yang tak ada hentinya. Aku berjanji akan selalu menjadi teman baikmu
Tok.. tok.. tok..
Tiba-tiba ada yang mengetuk. Kayla kemudian menuju pintu untuk mengetahui siapa orang yang datang.
Ngekkk.... pintu terbuka.
Alangkah terkejutnya Kayla melihat siapa yang datang. Ia tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Ia masih dengan mode freeze.
"Kay, Seina mana?" tanya Arkan.
"Sseina, di dalam." Kayla menjawab dengan terbata sambil menunjuj dalam.
Dua orang itu akhirnya masuk ke dalam rumahnya.
Seina masih dengan kemurungannya. Ia tidak menghiraukan siapa orang yang memperhatikannya saat itu.
Seina maafkan aku, kamu seperti ini karena diriku.
Arfan terlihat merasa bersalah atas kesedihan yang dirasakan Seina saat ini.
"Seina." satu kata dilontarkan oleh mulutnya.
Lalu Arfan mendekat ke arah Seina.
Seina mengenali suara itu. Ia kemudian menengok ke arah suara.
Apa ini bayangan?, tidak mungkin kan pak Arfan sekarang berada disini.
"Apa kamu jelmaan pak Arfan yang ingin menipuku?" Seina bertanya dengan konyol.
Ia mengucek kedua matanya dengan tangannya. Ia kemudian memelototkan matanya.
Saat Arfan mendekati Seina. Seina tak tinggal diam, ia memegang bahu Arfan.
Oh Tuhan dia memang benar pak Arfan.
"Seina maafkan aku."
"Pak Arfan sudah ingat?" tegas Seina.
"Iya sekarang aku sudah kembali ingat dan aku ingin meminta maaf kepadamu Seina. Apa kamu mau memaafkan aku?"
*** Di apartemen
Sial. Kesempatanku ternyata tidak menetap kepadaku, melainkan hanya singgah sebentar. Bangunan yang kokoh ini ternyata sangat mudah dihancurkan. Umpat Resa dalam hati.
Resa lalu cepat-cepat pergi dari apartemen itu. Ia baru saja mengangkat telepon. Mungkin ia akan bertemu dengan seseorang.
__ADS_1