Cinta Karena Membenci

Cinta Karena Membenci
Bab 49 Hidup Yang Baru


__ADS_3

"Sayang, nama berangkat dulu ya,"


"Hiksss," Reyna menangis.


"Sayang sebaiknya kamu tenangkan dulu Reyna,"


Seina pun menggendong putrinya dan juga memeluknya.


"Reyna peri kecil mama, mama kerja dulu ya, nanti mama janji akan pulang cepat lalu mama akan temani Reyna,"


Bibir Reyna masih dalam mode mewek, ia seperti tak bisa ditinggal mamanya.


"Reyna kamu dengan oma ya di rumah, biar mama kerja, oke sayang,"


"Itu ada temannya oma, Alea juga di rumah bisa kamu ajak main boneka, oke sayang."


Akhirnya dengan berbagai cara Reyna luluh juga.


***


"Ayo berangkat bersama,"


"Tidak pak, saya naik taksi saja,"


"Sekalian Kay, kita kan juga memiliki tujuan yang sama, daripada kamu harus naik taksi,"


Benar juga ya, apa yang dikatakan pak Riko, hitung-hitung sama hemat, hehe.


Mereka berdua lalu pergi ke kantor bersama menggunakan mobil Riko.


"Sayang, apa aku boleh mengatakan sesuatu?"


"Kenapa harus bertanya, kalau mau mengatakan ya katakan saja sayang,"


Mereka berdua memang sangat romantis akhir-akhir ini, sejak setelah liburan minggu lalu.


"Apa tidak sebaiknya kamu di rumah saja menjaga Reyna,"


"Jadi maksudnya aku tidak bekerja lagi di kantor?"


"Yah begitu,"


"Tunggu sayang, apa aku boleh memiliki permintaan khusus sebelum aku mengambil keputusan ini,"


"Silakan, it's okay,"


"Jika memang itu demi kebaikan putri, aku setuju tapi bolehkah setelah Reyna berumur 7 tahun, aku boleh lagi bekerja di kantor,"


"Emm, tentu boleh"


"Oke jadi mulai besok aku akan di rumah,"


"Terimakasih sayang, karena kamu bisa mengerti keadaan,"


Seina membalasnya dengan senyuman yang cantik dan manis, membuat Arfan semakin salah tingkah setelah melihatnya.


***


Di kantor


"Riko, apa sudah kamu urus mengenai laporan yang akan kita gunakan untuk meeting nanti?"


"Sudah pak, semuanya sudah siap, hanya perlu berangkat sekarang,"


"Ayo,"


Arfan dan Riko teman kerja yang kompak, yang satu memimpin dan yang satu mendukung.

__ADS_1


"Rik, apa ada perkembangan tentang hubungan mu dengan Kayla?"


"Kenapa pak Arfan membahas itu,"


"Sudahlah Rik, sekarang panggil aku nama saja, sekarang kita sudah keluar dari kantor bukan, lebih sekali-kali kita lakukan lagi momen seperti dulu saat kita berbicara dan bercanda,"


"Baiklah, kenapa dan, aku dengan Kayla baik-baik saja,"


"Aku tau kamu mencintai Kayla kan,"


"Apa sih Fan, berhenti tidak perlu membahas hal privacy lagi,"


"O ceritanya sekertarisku sedang ngambek, seperti Reyna saja Rik,"


"Kamu bandingkan aku dengan anak kecil i, dasar kamu Fan,"


Dua pria seperti anak muda saja, bahkan logat mereka masih sama seperti dulu. Riko bahkan bisa terjun payung sedrastis itu, itu juga kan karena perintah Arfan, agar Riko bisa sesekali bicara yang non formal seperti biasanya."


"Kay ini enak sekali lo,"


"Coba Sein, wah benar-benar enak Sein seperti yang kamu katakan,"


"Apa aku bilang,"


"Sein kita sudah lama tidak di mall, "


"Emm boleh, lagipula ini juga hari terakhir aku bekerja di sini Kay, besok aku sudah tidak masuk,"


"Loh kenapa,"


"Pak Arfan memintaku untuk di rumah sementara waktu menjaga Reyna. Tapi aku akan kembali lagi di kantor ini setelah umur Rey mencapai 7 tahun."


"Ya sudah tidak apa-apa Sein itu kan juga demi putrimu,"


"Terimakasih ya Kay, kamu memang sahabat terbaikku, dulu kita sama-sama pejuang hidup, dan saat ini syukurlah hidup kita lebih baik."


"Oke,"


Lalu Seina dan Kayla pergi ke mall di pusat kota ini.


"Ini keren juga ya Sein,"


"Bagus sekali Kay, aku memilih ini saja,"


Satu demi satu toko mereka datangi, tapi mereka tak sampai di situ begitu saja, mereka berdua ikut bergabung dengan anak-anak untuk bermain. Kali ini Kayla melawan Seina bertanding badmintoon,


"Ayo Kay," Ucap Seina "


***


Yeee, ma ma,"


"Iya sayang mama pulang membawa apa untuk kamu,"


"Boneka,"


Bukan, terus apa ya yang mama bawa, ini dia,"


Reyna sangat terpukau melihat kotak musik, ia sangat bahagia melihat seorang peri cantik berputar mengikuti arus.


"Papa belum pulang?"


Reyna hanya menggeleng kepalanya.


***


Malam hari

__ADS_1


"Happy sekali putri papa, sedang bermain apa nak,"


"Barbie,"


"Oke anak yang beranjak dua tahun seperti ini perkembangannya luar biasa, mereka benar-benar responsif dan sangat nyambung ketika diajak ngobrol."


Seorang anak ingatannya sangat luar biasa, dengan baru masuk ke dunia luar. Reyna lalu memasang ekspresi yang menggemaskan, bahkan sekarang Arfan belum berhenti mencium putrinya.


***


Di apartemen,


Apa ini sesuatu yang disebut menggantung, hubunganku belum ada perkembangan lagi,


"Tok.. tok.. tok,"


"Iya ada apa," Kayla berkata lebih tegas kepada orang yang sedang ingin masuk.


Tiba-tiba yang muncul Riko, lantas saat ini Kayla sangat terkejut karena melihat pak Riko ingin memasuki kamarnya."


"Eh pak Riko, maaf Pak saya pikir tadi pelayan, maaf Pak saya sedang badmood karena datang bulan."


Bodoh Kayla, akhirnya sifat aslimu ketauan,


"Jangan berpikir macam-macam, itu memang hsl yang biasa di alami manusia, santai saja,"


Karismanya semakin menjadi, aku begitu terpesona setelah melihatnya.


"Apa ada sesuatu di wajahmu, kenapa kamu tersenyum sendiri begitu!?"


"Tidak pak, hanya saja indah, hehe,"


Apa maksud Kayla, wajahku dia katakan indah,


"Sebenarnya saat ini saya ingin memberitahukan kepadamu, besok itu kan ada pertemuan dengan klien penting, tapi sayang pak Arfan tidak bisa datang, oleh karena itu aku diminta menggantikan pak Arfan, dan kamu juga ditunjuk pak Arfan untuk ikut denganku besok,"


"Apa, saya kan belum berpengalaman pak,"


"Tidak masalah, tugasmu besok hanya menemaniku saja dan membawakan laporan yang akan kugunakan untuk presentasi,"


"Ooo," Ucap Kayla singkat.


"Mudah bukan, apa kamu setuju?"


"Iya pak saya setuju,"


"Ya sudah kalau begitu saya mau ke kamar saya dulu, selamat istirahat, selamat malam."


"Selamat malam juga pak," Deh, ternyata Kayla hanya melamun, padahal pak Riko tidak mengucapkan selamat malam untuknya, tapi ia malah membalas perkataan itu.


Selamat malam, apa dia sedang tidak apa-apa, aku padahal tidak mengucapkan selamat malam kepadanya. "Oke selamat malam,"


Tuhan ceroboh sekali aku, aku malu Tuhan kepadanya,


Gara-gara itu Kayla jadi terjaga tidurnya, sekarang sudah mulai pukul sebelas lebih tiga puluh menit, tapi ia tak kunjung tidur.


Dua sangat lucu ya ternyata, kepribadiannya bisa melengkapi kepribadianku, Kayla aku akan lebih mengenalmu lagi.


Saat itu apartemen masih begitu ramai, meskipun begitu tidak kompak.


"Kenapa harus sekarang, tidak nanti saja ketika di rumah,"


Kayla kemudian lari terbirit-birit menuju kamar pak Riko, karena kamar mandinya sedang ada kabel yang bergelantung di dekat shower.


"Tutt," Suara kentut Kayla.


Aduh malu aku,

__ADS_1


Kayla malam itu mengalami diare, tapi ternyata listrik di kamarnya masih diperbaiki, apalagi jjika ada kabel yang bergelantungan di sekitar shower, itu bisa membahayakan.


__ADS_2