Cinta Karena Membenci

Cinta Karena Membenci
Bab 25 Permintaan maaf Arkan


__ADS_3

***


Pagi telah datang


drtt... drttt...


Bunyi ponsel terdengar di dekat telinga seseorang.


Siapa sih pagi-pagi seperti ini sudah menelepon, mengganggu saja. Eh, tapi ada baiknya juga sih, jadi saya bisa bangun lebih awal. Terimakasih yang menelepon saya saat ini.


Seina kemudian mengambil ponselnya, ia lalu memencet panggilan hijau di layarnya.


Kayla...


"Halo Kay." Seina lebih dulu menyapa.


"Halo Sein, bagaimana kabarmu?" tanya Kayla.


"Baik Kay, kamu sendiri bagaimana?" tanya balik Seina.


"Ya begini Sein, alhamdulillah baik. Tapi juga bisa dibilang, sedikit tidak baik sih." kata Kayla.


"Haa, kenapa Kay?, ada masalah apa kamu?" sambung Seina.


"Nanti saja aku ceritakan Sein, kamu hari ini ada waktu tidak?" tanya Kayla kepada Seina.


"Oke Kay, hari ini kita ketemu di kafe harmoni ya. Mungkin sekitar jam pulang kerja." balas Seina.


"Oke Sein, sampai ketemu nanti. Daaah.. " ucap Kayla, dengan kata perpisahan teleponnya.


"Daah... " Seina membalas dengan kata yang sama.


Seina tak membuang waktu, ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Aku merasa sungkan dengan oma. Setelah aku masuk kerja, tidak pernah membantu melakukan pekerjaan di rumah ini, bahkan menyiapkan makanan juga sudah tidak pernah kulakukan. Mulai besok, aku akan mengubahnya. Aku akan bangun sebelum subuh, dan melakukan semua pekerjaan.


Setelah selesai bersiap, Seina lalu keluar dari kamar. Kemudian sarapan, lalu berangkat menuju kantor. Sedangkan Arfan sudah berangkat lebih dulu ke kantor.


"Seina, kamu nanti ada waktu gak?" tanya Edo.


"Aduh maaf do, nanti saya sudah ada janji dengan teman saya." balas Seina.


Edo pun membalas perkataan Seina. "Oo... yasudah Seina tidak apa-apa."

__ADS_1


Seina kemudian melanjutkan pekerjaannya hingga selesai.


**"Di ruangan Arfan.


"Pak, jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Riko.


"Sepertinya, kita harus mempersiapkan diri untuk meluruskan isi yang akan tersebar." balas Arfan kepada Riko.


Mereka berdua melakukan diskusi panjang dengan serius.


***Di kantin


Hari ini aku belum melihat pak Arfan sama sekali di kantor. Apa dia benar-benar sibuk ya. Kenapa juga aku memikirkannya.


Seina menyantap makanannya dengan dibebani pikiran yang ada di kepala saat ini. Tak terasa waktu istirahat telah usai. Seina dan teman-temannya yang lain bergegas untuk ke tempat kerja mereka.


***


Di taman


Hari ini juga aku harus meminta maaf kepada Seina. Aku juga akan langsung memintanya menjadi istriku. Aku tidak bisa membuang waktu lagi. Aku akan ke kantor hari ini, untuk menjemputnya.


Arkan menggerakkan kakinya, sedangkan mulutnya diam. Sambil memikirkan rencana Arfan sesekali menenggak minuman yang ia bawa.


Seina, aku tidak menyangka, jika kamu berada di sini. Baiklah, aku tidak perlu jauh-jauh menjemputmu ke kantor. Itu kan Kayla. Jadi Seina ke sini dengan Kayla. Kenapa mereka kelihatan serius ya.


Kafe harmoni memang terlihat jelas dari taman, apalagi dindingnya terbuat dari kaca, itu akan mempermudah siapapun melihat.


Arfan masih mengamati Seina dari taman. Ia kemudian bangkit dari duduknya. Ia berjalan menuju kafe harmoni.


***


Di kafe


"Maaf Kay, aku tidak memberitahu kamu tentang ini. Karena semuanya serba dadakan, jadi aku tidak mengundangmu." ucap Seina.


"Tidak apa-apa Sein, aku sangat senang kamu bisa menikah. Meskipun bisa dikatakan menikah kontrak, tapi kamu benar-benar menikah secara hukum dan agama." balas Kay.


"Iya Kay, tapi aku berharap waktu berputar cepat." Seina mengatakan seolah menanti harapan yang lain.


Kayla belum mengetahui rencana Seina untuk menghancurkan perusahaan ARFU. Ia memilih tidak menceritakannya, karena dia tidak mau temannya kepikiran atas masalahnya.


"Kay, jadi bagaimana selanjutnya?, apa kamu mau coba melamar pekerjaan lain?" tanya kepada Kayla.

__ADS_1


Kayla adalah teman Seina dari masa kuliah. Setelah selesai kuliah, Kayla memutuskan untuk menjadi seorang penyanyi seperti Seina dulu. Ke sana dan ke mari ia menerima undangan untuk mengisi acara. Tidak hanya itu, ia juga berprofesi sebagai guru vokal. Suaranya sangat bagus dan berteknik. Maka tak heran jika ia menjadi guru vokal. Tapi seiring berjalannya waktu, tiba-tiba pekerjaannya dalam masalah. Ia harus merelakan pekerjaannya demi ibunya. Ibunya mengalami kecelakaan mobil, dan keadaannya koma setelah itu. Kayla tidak tega meninggalkan ibunya dalam keadaan seperti itu. Maka dari itu, ia keluar dari pekerjaannya. Ia mengganti pekerjaannya dengan menjadi penyanyi cover di youtube, seperti yang pernah Seina lakukan dulu. Lalu, setelah satu bulan koma, ibunya menghembuskan nafas terakhirnya seminggu yang lalu. Sekarang Kayla tidak memiliki siapapun. Ayahnya sudah lebih dulu meninggal, nenek dan kakeknya juga sudah tiada. Mungkin hanya ada bibi dan pamannya saja, itupun berada di kota lain.


"Sein, aku berencana ingin melamar ke sebuah perusahaan. Aku ingin menggunakan ijazahku untuk mencari pekerjaan." jelas Kayla.


"Kay, bagaimana kalau kamu melamar di perusahaan ARFU, kemarin sepertinya ada yang resign, siapa tahu kamu bisa diterima. Ya sudah besok aku coba bicara dengan pak Arfan." tawaran Seina kepada Kayla.


"Boleh Sein, makasih ya kamu sudah mau membantuku." ucap Kayla.


"Ah santai Kay, kita kan sudah berteman lama, jadi tidak ada rasa sungkan di antara kita. Ini sudah menjadi kewajibanku sebagai temanmu." ujar Seina sambil memeluk Kayla.


Di momen bahagia pembicaraan mereka, tiba-tiba Arkan muncul.


"Hai Sein, Hai Kay." sapa Arkan.


"Hai, Arkan. Sedang apa kamu disini?" tanya Kayla.


"Aku ingin menemui Seina." jawab Arkan.


Seina yang mendengar hanya diam.


"Kay, bolehkah aku berbicara empat mata dengan Seina?" ucap Arkan.


"Oke, Sein aku pergi dulu ya." pamit Kayla.


Seina yang berat jika harus berdua dengan Arkan pun terpaksa mengangguk dan mengucapkan perhatiannya kepada temannya itu. "Hati-hati Kay."


"Sein aku ingin meminta maaf atas apa yang kulakukan kepadamu dulu. Aku sangat menyesal, aku telah menyakiti hatimu." ucap Arkan.


"Aku sudah melupakan itu, aku tidak mau berurusan dengan mu lagi. Lebih sekarang kamu pergi dari hindari aku, kecuali ketika bersama di rumah." ucap Seina dengan ketua.


"Aku tidak bisa Seina, beberapa minggu ini aku dibuat gila olehmu. Aku selalu memikirkanmu." ucap Arkan dengan nada memelas.


"Apa maumu sebenarnya?, kamu sudah memiliki keluarga, kenapa kamu bertingkah seperti ini, sudahlah Arkan. Masa lalu biarkan berlalu." tegas Seina.


"Sein aku ingin menikah denganmu, setelah kontrakmu dengan kak Arfan nanti selesai. Aku mencintaimu. Sebentar lagi aku juga akan bercerai dengan Teri." berkata dengan ambisi yang lebih.


"Tidak Arkan, apa kamu tidak kasihan melihat putri kecilmu. Aku tidak mencintaimu dan aku tidak ingin menikahimu. Jalan kita sudah berbeda. Sekarang aku mohon batalkan perceraian kamu dengan Teri, dan berhenti untuk memikirkanku." Seina berbicara dengan lantang.


Seina yang masih di ambang amarah, kemudian pergi meninggalkan Arkan dari kafe itu. Setelah keluar, Seina kemudian masuk ke dalam taksi.


Di dalam taksi Seina menjatuhkan air matanya. Ia tidak menyangka jika lukanya datang kembali. Ia tidak terluka sendiri, tapi banyak korban yang terluka karenanya. Alea dan Teri ikut terluka karena dirinya. Ia merasa sangat bersalah.


Kenapa aku harus berurusan dengan pak Arfan Tuhan?, sekarang semuanya jadi rumit. Aku serba salah, saat ingin melangkah. Bantulah aku Tuhan, agar rencanaku segera selesai dan aku segera pergi dart kehidupan keluarga ini.

__ADS_1


Di sebuah mobil di dekat kafe harmoni ada seorang pria yang mengkntai Seina. Apa yang dilakukan Seina selama di kafe, sudah terekam dengan baik di otaknya. Ia saat ini sedang menghubungi seseorang. Tiba-tiba saat itu juga, teleponnya harus dihentikan, karena ada mobil di belakangnya mengklakson dengan keras, sepertinya mobil itu ingin keluar.


__ADS_2