Cinta Karena Membenci

Cinta Karena Membenci
Bab 56 Rencana Yang Mendadak


__ADS_3

"Kay bagaimana perkembangan hubunganmu dengan pak Riko?"


"Tidak ada perkembangan Sein, kali ini benar-benar vakum." Ujar Kayla.


"Vakum?, maksudnya?"


"Iya hubungan kita stuck tidak ada perkembangan,"


"Memang apa kendalanya?"


"Tidak tau aku sendiri juga bingung." Memasang wajah sedih.


"Oke nanti coba aku akan bantu,"


"Memang kamu mau membantu bagaimana?"


"Tunggu saja nanti, percayalah jika cinta sejati pasti akan mengikuti pemiliknya, kamu dan pak Riko akan menerima cinta sejati di waktu yang tepat."


"Terimakasih ya Sein, kamu memang sahabat terbaikku,"


"Iya sama-sama, ya sudah aku pulang dulu ya di rumah Reyna pasti sudah mencari ku,"


"Oke, hati-hati ya,"


Melihat punggung temannya hingga tidak terlihat sedikitpun.


***


"Oke rencana akan segera kita laksanakan besok,"


"Ayo kita bersulang,"


Dua gelas kecil berisi bir saling beradu dan membenturkan kaca belingnya.


Resa dan Rey rupanya sudah menyusun rencananya dengan baik. Mereka berdua siap melaksanakan aksi buruknya itu kepada Seina dan Arfan.


"Sayang, apa hubungan kita hanya sebatas ini, kita sepasang kekasih, tapi hanya banyak menghabiskan waktu untuk berbisnis dalam menghancurkan Seina dan Arfan saja,"


"Apa kamu ingin aku nikahi?" Ucap Rey.


"Bagus, tepat sekali tanpa aku jelaskan kamu sudah mengerti. Lalu harus menunggu sampai kapan lagi?"


"Baiklah jika itu mau mu aku akan segera menikahi mu,"


Wajah Desa terlihat sumringah setelah mendengar jawaban sang kekasih.


***


Di kantor


"Permisi, apa boleh saya masuk?" Ketukan pintu dari luar dibarengi suara seseorang.


"Oh iya silakan masuk," Pak Riko mempersilakan masuk, setelah mengetahui bahwa itu suara Seina.


"Ada apa, tidak biasanya kamu kemari?"


"Ehhm, maaf sebelumnya pak saya ingin membicarakan sesuatu,"


"Iya katakan,"

__ADS_1


"Saya sebenarnya tidak ingin berurusan dengan kehidupan pribadi pak Riko, tapi saya harus melakukannya demi sahabat saya Kayla."


"Saya tidak keberatan, jadi apa yang ingin kamu luruskan sebenarnya, kenapa menyangkut dengan Kayla?"


"Jadi Kayla sering bercerita kepada saya tentang hubungannya dengan pak Riko, saat ini Kayla benar-benar bingung karena merasa digantung perasaannya oleh pak Riko."


"Oke sebenarnya saya sendiri yang tidak ingin melanjutkan hubungan ini, saya pikir untuk apa, Kayla kan sudah memiliki pasangan,"


"Pasangan?, setau saya Kayla tidak memiliki kekasih pak,"


"Terus Edo bagaimana?"


"Edo itu hanya teman biasa Kayla,"


"Tapi saat pesta pernikahan ia datang bersama dengan Edo, ia bahkan berdansa bersama, apa itu bukan sepasang kekasih namanya,"


"Oh waktu pesta itu, saya ingat kebetulan saya sempat mengobrol dengan Edo dan Kayla, saya sempat terkejut mengapa mereka datang bersama, ternyata yang sebenarnya Edo meminta bantuan kepada Kayla untuk menjadi pasangan pura-pura nya untuk datang ke pesta pernikahan saudaranya itu, Edo merasa malu jika datang sendiri karena ledekan beberapa anggota keluarga kepadanya, maka dari itu ia mengajak Kayla."


"Oh ceritanya begitu, berarti aku salah paham selama ini kepada Kayla,"


"Lebih baik pak Riko selesaikan sekarang supaya lebih jelas," Ujar Seina.


"Iya, terimakasih Seina,"


"Ada apa?" Tiba-tiba seseorang datang dari balik pintu luar.


"Ini aku hanya ingin meluruskan kesalahpahaman pak Riko dengan Kayla sayang,"


"Kenapa kamu tidak memberitahuku?" Menyelidik.


"Aku tadi mencari mu, ternyata kamu sedang sibuk jadi aku tidak ingin mengganggumu, aku langsung datang menemui pak Riko sendiri."Jelas Seina.


"Bagaimana sekarang sudah selesai?"


Arfan yang mendengar pun mengangguk setuju dengan harapan Seina.


***


"Ayo makan nak, aaa," Mencoba membujuk Reyna agar mau membuka mulutnya.


"Anak papa pintar sekali,"


"Iya pasti pa, Reyna memang pintar." Seina menimpali dengan pujian.


"Ma adik bayinya mana?" Tanya Reyna.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi pasti adik bayi akan keluar, dia ada di dalam sini," Menunjukkan perut buncitnya kepada Reyna.


Reyna kemudian mencium perut mamanya. "Adik kecil,kamu cepat keluar ya, nanti kita main bersama,"


"Iya kak Reyna," Jawab Seina dengan suara kecil.


***


Malam hari


Assalamu'alaikum, Kayla apa kamu bisa bertemu denganku besok setelah pulang dari kantor? > Dari : Riko.


Kenapa dia belum membalasnya? Gelisah menunggu balasan pesan dari Kayla.

__ADS_1


Hari ini dingin sekali, Gumam wanita yang sedang melamun di dekat jendela. Ia terlarut dengan lamunannya, sampai ponselnya yang menunjukkan notifikasi pesan tidak ia perhatikan.


"Tok tok tok," Kayla tersadar dengan suara ketukan itu, lalu ia berdiri dan melangkah menuju arah suara.


"Ngekek, pak Riko,"


"Iya ini aku, maaf aku mengganggu istirahat mu,"


"Tidak apa-apa pak, ada perlu apa pak Riko kemari?"


"Aku tadi sempat mengirim pesan kepadamu, tapi belum ada balasan darimu,"


"Benarkah?, oh iya," Mengecek ponselnya.


"Ngomong-ngomong pak Riko kenapa bertemu saya besok, bukannya sekarang kita sudah bertemu,"


"Iya tadinya aku ingin menemui Kamu besok, tapi ku urungkan karena kamu tidak membalas, jadi aku menemui saja di sini."


"Oh begitu, sebentar pak akan saya buatkan minum dul, "


"Iya,"


Beberapa saat kemudian minuman telah tersaji oleh Kayla, pak Riko lalu mencicipi minuman yang dibuat Kayla.


"Apa bisa kita mulai pembicaraannya?" Bertanya setelah menyelesaikan minumnya.


"Iya pak silakan, pak Riko mulai saja,"


"Jadi sebenarnya ada kesalahpahaman antara kita berdua, aku dari beberapa bulan yang lalu sempat kagum dan suka kepadamu, kemudian aku mencoba memperbaiki diri, agar kita bersanding dan bisa hidup bersama, namun saat waktu pendekatan kita aku salah sangka kepadamu dengan Edo, aku pikir kalian sedang menjadi pasangan.


'Iya pak tidak masalah,"


"Saya ingin meminta maaf atas semuanya, sehingga membuat kamu menjadi berpikir lebih dalam lagi."


"Iya saya maafkan," Mengatakan dengan senyuman.


"Saya ingin bertanya pak sebelumnya, apa hubungan pak Riko dengan Sinta? "


"Aku dan Sinta tidak menjalin hubungan khusus, kami hanya sebatas teman kerja,"


Kayla mendengar dengan ekspresi terharu, "Oke, jadi saya juga sedang salah paham, maafkan saya pak? "


"Kayla aku mencintaimu, apakah kamu mau menjadi istriku?" Ucap Riko dengan kata-kata puitis dan juga lembut.


"Menikah?" Kayla terkejut dengan tawaran menikah yang secara tiba-tiba.


Tuhan mimpi apa aku semalam, pangeran itu sedang melamar,


Riko menunggu dengan harap cemas, ia tidak bisa menerima jika penolakan oleh Kayla.


"Bagaimana, sekali lagi apa kamu mau menikah denganku?"


"I-ya aku menerima pernikahan ini pak," Mengatakan dengan perasaan campur aduk antara sedih atau senang.


"Baiklah kalau begitu aku akan segera memberitahu keluargaku, besok rencana aku ingin fitri baju untuk persiapan pernikahan kita, bagaimana? " Ucap pak Riko.


"Apa?, memang harus mendadak seperti ini pak?" Kata Kayla.


"Iya, lebih cepat kan lebih baik,"

__ADS_1


"Baik pak, saya akan mengikuti pak Riko saja,"


"Ehhmm," Beberapa menit kemudian pak Riko pamit pergi keluar ruangan.


__ADS_2