Cinta Karena Membenci

Cinta Karena Membenci
Bab 47 Menjadi Papa Sehari


__ADS_3

"Pak saya hari ini mohon ijin pulang lebih awal,"


"Iya, tapi kenapa?"


"Saya sedang tidak enak badan pak,"


"Mau saya antar,"


"Tidak, tidak pak,"


Lalu kemudian Kayla pulang dengan keadaan badan yang lemas. Ia memaksakan pergi, agar bisa mengistirahatkan tubuhnya di rumah.


Sebuah mobil terlihat mengikuti taksi yang ditumpangi Kayla dari belakang.


Kenapa aku tidak tenang ya, apa Kayla saat ini baki-baik saja, Seorang pria berkata dalam hatinya.


Pria itu tidak lain adalah pak Riko, ia akhir-akhir ini memang sering memperhatikan Kayla.


Tiba-tiba, cittt...


"Ada apa pak?"


"Tidak tau mbak, akan saya terlebih dahulu,"


Kayla menunggu di dengan tubuhnya yang lemas. Ia memaksakan diri untuk turun ikut bersama pak sopir.


"Bannya kempes mbak," Pak sopir memperlihatkan ban yang kempes kepada Kayla.


"Jadi bagaimana pak,"


"Harus diganti dulu mbak, bengkel sudah saya hubungi, katanya diminta menunggu selama 30 menit, karena masih ada pekerjaan di tempat lain."


"O begitu ya pak, ya sudah saya naik kendaraan lain saja pak, ini,"


Kayla memberi uang beberapa lembar kepada pak sopir, lalu menyusuri jalan ke depan siapa tau ada ojek atau taksi lain lewat.


Sebuah mobil dari belakang berjalan pelan, lalu berhenti tepat di samping Kayla.


"Kayla kamu bisa naik mobil saya,"


"Tidak perlu, saya akan menunggu taksi atau ojek saja,"


"Lupakan itu, sekarang masuk, lihatlah wajahmu sudah pucat seperti itu,"


Kayla akhirnya menuruti perintah Riko.


***


"Seina hari ini aku akan nenebus waktu yang sangat berharga bagiku, aku tidak ingin berhutang budi banyak padamu. Rasa lelahmu selama tanpa diriku akan aku tebus hari ini."


"Apa maksudnya pak," Seina bertanya penasaran.


"Hari ini aku akan menjadi ayah sekaligus ibu bagi Reyna."


Seina bereaksi kaget dan senang, lucu saja suaminya mau mengganti pekerjaannya sebagai ibu.


"Oke pak Arfan, bolehlah."

__ADS_1


"Jadi apa saja yang harus saya lakukan?"


Seina menjelaskan dengan rinci tugas-tugas yang harus dilakukan suaminya itu. Setelah itu Seina bersantai di taman tanpa ada yang mengganggu. Ia saat ini sedang menikmati buah dan minuman jus yang begitu segar. Akhirnya ia bisa menikmati kehidupan yang santai tanpa beban.


Tunggu, sampai berapa lama pak Arfan bisa melakukan semua tanpa bantuan ku. Ia tertawa cekikikan.


"Sein enak sekali, lagi libur ya,"


"Iya nih Ter, mau gabung ayo sini, Alea dimana?"


"Oke, Alea ikut Arfan mencuci mobil,"


"Wah kebetulan kita sama ya, sama-sama menjadi mama enjoy. "


"Betul sekali Sein, biarkan para lelaki merasakan apa yang kita rasakan."


"Oh iya mbak Ningsih kapan kembali?"


" Katanya sekitar seminggu lagi,"


"Ooo, Mau tidak?" Seina menyodorkan beberapa potongan buah kepada Teri. Dan Teri langsung menyomotnya dan memasukkan ke dalam mulutnya yang kecil itu.


Hari ini mama muda sedang berbahagia. Dan papa muda sedang sengsara.


"Nak jangan ke sana nak, ayo tidur sama papa, ini sudah waktunya tidur lo," Arfan masih mode sabar tingkat dia.


Reyna tidak menghiraukan, ia malah berlarian di kamar dan melempar beberapa boneka kepada Arfan.


"Reyna cantik ayo nak,"


Arfan mencoba meningkatkan kesabarannya, dari tadi ia masih dengan suasana seperti ini bersama Reyna. Arfan dengan kedua tangannya menangkap tubuh putrinya saat itu juga.


" Ya, ayo nak kita tidur ya,"


Ketika Arfan menggendong Reyna, tiba-tiba ia merasakan basah di tangannya. " Reyna," Iya ternyata Reyna sedang buang air kecil, tak sampai itu Reyna juga buang air besar.


"Ueek, uekk," Arfan yang pertama kali melakukan itu begitu masih awam, ia merasakan mual di perutnya.


"Umhh," Hidungnya sampai menyengir karena aroma khas yang diberikan pada feses Reyna.


Kali ini tingkat kesabaran diriku sudah pada puncaknya, aku tidak kuat, lebih baik aku minta bantuan Seina.


"Seina, aku boleh minta bantuan sebentar, " Arfan pergi ke bawah dengan mencari keberadaan istrinya.


Seina dan Teri masih berada di taman, mereka cekikikan mengetahui Arfan sedang mencari bantuan.


"Lihatlah Sein laki-laki memang tidak seperti perempuan, pasti mereka tidak akan kuat, ya sudah cepat sana Sein kasihan kak Arfan. Hhh" Teri tertawa dengan apa yang sedang terjadi.


"Iya Ter kasihan, tapi biarlah, aku akan ke sana lima menit lagi," Seina tertawa setelah mengatakan.


***


Di rumah sakit


"Bagaimana dok dengan keadaannya?"


"Saat ini ibu Kayla sedang mengalami gejala tifus, ia harus beristirahat total dan harus makan makanan yang lembut seperti bubur atau makanan lain yang lunak."

__ADS_1


"Baik don, terimakasih,"


Riko kemudian masuk ke dalam ruangan Kayla.


"Pak apa saya bisa pulang sekarang?"


"Dokter tidak mengijinkan, kamu harus tinggal beberapa hari di rumah sakit ini,"


"Apa?, tidak pak saya sudah tidak apa-apa pak," Kayla menentang untuk menjalani opname.


"Jang begitu Kay, dokter mengatakan jika kamu butuh istirahat lebih maka menurutlah," Riko berkata dengan tegas.


" Terus pekerjaan saya bagaimana pak,"


"Kamu tenang saja, nanti akan saya urusi,"


Kayla mau tak mau harus menurut demi kesehatannya.


***


Lama sekali Seina.


Arfan masih dengan mode tenang tapi merasa jijik melihat penampakan yang berada di bawah pantat putrinya. Dengan menggunakan sarung tangan dan masker Arfan akhirnya melakukannya sendiri tanpa bantuan Seina. Dengan berusaha ia membuang pampers yang kotor itu ke tempat yang semestinya.


Ternyata begini ya perjuangan seorang ibu yang membesarkan anaknya, memang luar biasa seorang ibu itu. Seina aku mencintaimu.


"Bagaimana pak, apa sudah selesai?"


"Baru saja selesai,"


"Apa pak Arfan saat ini sudah lelah?"


"Tidak, aku tidak lelah," Menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya.


Seina lalu pamit pergi lagi menuju suatu tempat. Seina merasa lucu di dalam hatinya. Ha ha, kasihan pak Arfan ia terlihat sangat lelah meladeni Reyna.


"Pa Alea mau itu," menunjuk sesuatu.


"Iya,"


Setelah mencuci mobil mereka tidak langsung pulang karena mencari makanan untuk Alea yang sedang kelaparan.


"Pa, Alea tidak bisa makan sendiri,"


Arkan lalu dengan tangan yang kamu menyuapi putrinya.


"Pa Alea ingin mmakan bakso di taman,"


Arkan lalu menurutinya.


"Pa Alea ingin balon itu," Lagi-lagi Arkan menurutinya.


" Pa Alea minta itu," Menunjuk kepada pedagang arum manis.


"Sayang kamu sudah berapa kali kamu minta papa, ini yang terakhir ya." Alea hanya mengangguk saja, yang sebenarnya tidak ia masih ingin lagi yang lain ketika melihat sesuatu lagi.


Hari ini para papa sangat bekerja keras, apalagi Arfan sampai mengganti pampers anaknya. Benar-benar papa sejati. Hari ini pula para mama penuh dengan senyuman, Teri dan Seina masih menghabiskan waktunya untuk bersantai. Saat ini mereka berdua sedang menonton drama romantis Korea. Mereka menonton dengan tenang tanpa ada halangan. Hi Hi benar-benar beruntung mama muda hari ini.

__ADS_1


__ADS_2