
zoya bertengkar dengan adam dijalan. Saat itu sedang turun hujan, mereka berhenti di halte dekat toserba. Adam menghentikan motornya di tepi jalan, mereka bertengkar hebat, saling adu mulut.
‘’aku gak suka kamu datang dan pulang dari kampus sama nay, dia itu perempuan, kalo kamu terus-terusan perhatian sama dia jelas dong dia akan baper’’.
‘’dia itu teman jurusan gue, gue kenal dia sejak masih sekolah, apa salah kalo gue baik sama dia’’, bantah adam dengan nada tinggi.
‘’gak salah, aku cuma minta kamu gak pergi sama dia setiap hari, itu aja!’’.
‘’gue cuma jemput dan ngantar dia pulang, itu aja!’’.
‘’haruskah setiap hari?’’.
‘’haruskah lo marah cuma karna dia. Lo itu cemburu gak beralasan’’.
‘’jadi apa salah kalo aku cemburu?’’.
Zoya bertanya perlahan dan sudah tak bisa lagi membendung air matanya. Setetes demi setetes air matanya jatuh, namun ia masih berusaha menahan air matanya.
‘’salah. Dia bukan orang yang pantas lo cemburui, toh dia bukan mantan pacar gue’’.
‘’bisa jadi dia pacar kamu, atau akan jadi pacar kamu. Aku terlalu sering lihat kamu bareng dia di kampus’’.
‘’ya itu karna dia teman jurusan gue, jadi wajarlah kalo gue sama dia sering bareng’’.
‘’aku bakal terus kalah berdebat sama kamu’’, ucap zoya dengan kesal.
Di toserba, nabil sedang berbelanja rokok dan beberapa keperluan kamar mandinya, maklum dia berbelanja sendiri karena dia sudah lama tidak tinggal dirumahnya, sejak ayahnya menikah lagi tiga tahun yang lalu. Dia memiliki pembantu tapi hanya bekerja saat siang dan tidak menginap di apartemennya. Sementara nabil menyerahkan belanjaan di kasir, dia mendengar suara seseorang yang sedang bertengkar, dia mendengarkan pertengkaran mereka yang tak terlalu jelas, sambil menunggu mbak kasir menghitung harga belanjaan.
‘’ada coklat dengan harga promo, beli 2 gratis 1, apa anda berminat?’’.
__ADS_1
Nabil mengambil 2 coklat dan memasukkannya dalam daftar belanjaan, mbak kasir menambahkan 1 coklat kedalam kantongan.
‘’totalnya 420 ribu ya, punya kartu member?’’.
‘’gak ada’’, nabil menyerahkan uang tunai ke kasir.
Nabil keluar dari toserba,
‘’ais, hujan sudah turun’’, dia kembali masuk ke toserba membeli payung.
Zoya yang mulai meredakan emosinya, kembali mempertegas bahwa dia tidak ingin adam terus menempel pada naysila, teman satu jurusan adam di kampus.
‘’bisa ngak sih sekali aja lo gak marah tentang nay’’, adam mencoba menenangkan zoya, memegang kedua tangannya.
‘’entahlah!. Entah aku yang lelah atau emang kamu yang bosan. Setidaknya kalo kamu udah capek atau bosan ngomong, biar aku persiapkan hatiku untuk sakit. Aku gak tau lagi mesti ngomong apa, ini udah kesekian puluh kali kita bertengkar tentang hal ini’’, zoya terlihat amat kesal, semua yang ada di fikirannya ia bicarakan, rasa curiga, cemburu, marah, bosan, takut dia campur menjadi satu.
‘’harusnya gue yang ngomong gitu, kalo lo bosan bilang, jangan bisanya cuma mencari-cari masalah gak penting, menyudutkan gue seolah-olah gue yang bersalah’’, adam mulai menaikkan nada bicaranya.
Zoya berjalan meninggalkan adam, adam mengejar dan mencoba mempertahankan hubungannya dengan zoya. Adam menghentikan langkah zoya dengan memegang pundaknya di bawah hujan.
‘’apa maksud lo bilang putus?, lo punya orang lain kan?, lo selingkuh kan?, marah sama nay cuma sebagai alasan kan?, jawab zoya!’’, adam mencengkeram kedua pundak zoya, begitu marah dengan perkataan zoya yang meminta putus.
‘’iya, aku selingkuh, kenapa?, aku bosan, aku gak tau lagi mesti ngomong apa sama kamu. Aku sudah bilang berkali-kali untuk tidak dekat sama nay tapi kamu selalu membela dia daripada aku, saat dia nelfon kamu langsung akan berlari dengan kecepatan 100 km perjam dan ninggalin aku begitu saja dimanapun dan kapanpun, kamu selalu menomorduakan aku, dan selalu nay yang jadi prioritas, jadi mending kita putus aja’’, zoya menangis dan marah, perasaannya tak karuan, entah mengapa dia sangat tidak menyukai naysila.
Adam menampar zoya. Air matanya mengalir, dia terdiam tak bicara, memegangi pipi bekas di tampar adam, tak sanggup memandang adam, dia hanya menundukkan pandangannya dengan wajah kesal dan amat sangat marah.
‘’gue minta maaf, gue marah karena lo bilang bahwa lo selingkuh dan punya pacar, lo selalu membandingkan diri lo sama dia, dan gue marah karena setiap kita bertengkar lo selalu minta putus. Maafin gue yah, gue benar-benar gak sadar bakal nampar lo’’, adam memegang kedua pundak zoya dan menatapnya dengan wajah sangat bersalah.
Zoya hanya diam tak tau apa yang ada di fikirannya, antara marah, kecewa, menyesal atau sedih. Ini pertama kalinya adam kasar pada zoya selama 2 bulan lebih mereka pacaran. Adam terus meminta maaf, tapi zoya masih terdiam dengan tatapan kosong, rasa sakit yang ia rasakan di wajahnya tak sebanding dengan rasa sakit yang saat ini menggerogoti hatinya. Air mata masih terus mengalir, rasa kecewa yang membuatnya tak mampu lagi berkata apa-apa.
__ADS_1
Nabil yang keluar dari toserba datang menghampiri mereka. Suara langkah nabil yang pelan membuat mereka tidak memperhatikan kehadiran nabil, dia berdiri di belakang zoya, menatap adam dengan tajam.
‘’jangan kasar sama cewek lo!’’.
‘’ini urusan gue sama dia, jangan ikut campur. Pergi lo!’’.
‘’gue cuma gak bisa diam kalo lihat laki-laki yang main fisik sama perempuan, jadi gue datang’’.
‘’pergi aja lo bil!, lo cuma datang mengganggu’’.
‘’iya, gue bakal pergi, gue cuma datang mengingatkan bahwa jangan mukul perempuan, itu aja’’.
‘’urusan lo apa, gue mau mukul dia apa enggak, lagian lo kan gak tau apa masalahnya, udah jangan ikut campur!, pergi sana!’’.
‘’ok gue pergi. Tapi kalo lo sampai mukul dia lagi, gue bakal balik lagi buat mukul lo’’.
Nabil berjalan beberapa langkah meninggalkan mereka,
‘’ooh, atau jangan-jangan lo selingkuh sama pacar gue, makanya lo datang membela’’.
Mendengar hal itu, nabil menghentikan langkahnya. Adam terlihat kesal, wajahnya yang semula melihat kearah nabil sekarang ia palingkan ke arah zoya.
‘’ini yang lo bilang selingkuhan elo?. Pantes aja ya lo selalu ngancam minta putus, sudah ada yang lain rupanya’’, ucap adam sambil menatap sinis ke zoya.
‘’jangan mengalihkan pembicaraan. Disini lo yang salah, lo udah nampar dia. Lo mau gue tuntut di kantor polisi?’’.
‘’eh bil, jangan sok baik deh lo, lo kira gue gak tau kalo lo bahkan lebih brengsek dari gue. Urus saja urusan lo. Dia aja gak keberatan kok lo yang sewot’’, adam mendorong-dorong nabil, tapi nabil tak melawan sedikitpun.
‘’pergii!!, atau aku akan nuntut kamu karena memukulku’’, zoya berteriak kepada adam dan zoya kembali menangis terisak-isak.
__ADS_1
‘’urusan kita belum selesai, lo gak akan gue biarin lepas gitu aja!’’, adam mencengkeram baju nabil, lalu melepaskannya.
BERSAMBUNG....