
Nabil mengurangi kecepatan mobilnya,
‘’brian, menurut lo apa alasan seorang wanita masih mau diajak balikan?’’.
‘’ya apalagi, itu karna mereka ****!’’.
‘’bener banget, dia pasti ****!’’.
‘’siapa yang lo maksud?’’.
‘’ada, temen gue’’.
Masih berada di jalan, mengendarai mobil, nabil kembali terfikirkan apa yang sebaiknya ia katakan pada alexa saat bertanya tentang ponsel.
‘’brian, gue mesti ngomong apa ke ale?’’.
‘’sebaiknya lo jujur, kita temen bukan?’’.
‘’lo tau kan ale itu bertanduk, gue gak berani jujur’’.
‘’itulah, makanya pepatah mengatakan, jangan berbohong karna kamu akan menciptakan kebohongan yang lain’’.
‘’kalo gue jujur, besoknya adalah hari pemakaman gue, ahhhh!’’.
‘’tenang aja, gue bakal beliin bunga krisan se indonesia buat melayat di pemakaman elo, hahaha’’.
‘’heh, inini, makanya pepatah mengatakan, teman ada 2 tipe, yang mentertawakan di kala sedih, atau mendekat di kala dia sulit. Lo banget pokoknya yang kena ini pepatah’’.
‘’mending mulai sekarang lo pake rompi anti peluru, terutama kalo mau ketemu exa’’.
‘’lo itu bukannya ngasih solusi tapi malah nambah beban fikiran gue’’.
Alexa tepat waktu tiba dirumahnya, di juga pulang semobil dengan angel, jadi hari ini dia tidak dapat omelan dari mamanya. Alexa melewatkan makan malam karna berlatih, sebulan lagi dia akan mengikuti seleksi nasional. Setelah lama berlatih, hidung alexa mimisan, dia membersihkannya dengan tisu lalu beristirahat. Alexa berbaring di kamarnya, melihat isi dompet nabil. Dia melihat foto nabil dan dirinya ada di dompet, melihat foto nabil dan ibu kandungnya ada di dompet, dan melihat foto guru Bk terselip di dompet.
‘’lo masih nyimpen foto bareng dia?, alexa berbicara sendiri.
‘’nabil, gimana sih perasaan lo ke gue?, seandainya kita bukan teman, mungkin gue akan dengan mudah bilang bahwa gue menyukai lo’’, alexa membaringkan tubuhnya, memeluk dompet nabil dengan erat.
Zoya menangis tersedu-sedu di kamarnya, dia masih teringat perkataan alexa yang mengatakan bahwa dia adalah wanita ******. Dia juga menangis karna ponselnya kini telah rusak total, layar ponselnya hancur karna alexa. Alexa juga mengalami hal serupa, dia menangis, hatinya sedih karna nabil membohonginya, dan dia juga sedih telah memperlakukan zoya dengan kasar.
__ADS_1
‘’kenapa gue jadi begini?, gak bisa ngontrol emosi jika itu menyangkut wanita yang mengenal nabil. Bisa saja itu hanya kebetulan, kenapa gue mesti bilang kalo dia wanita ******, kenapa gue mesti marah?, harusnya gue dengerin dulu penjelasan dari dia’’, alexa memeluk boneka beruang besar pemberian dari nabil.
Nabil dan brian juga sama-sama sedang memikirkan alexa. brian mengunci kamarnya, mengupas apel, brian teringat masa-masa dia pertama kenal alexa. Saat itu brian adalah murid baru saat kelas dua semester satu, brian pindah kesekolah, tempat dimana atlet renang yang ia kalahkan berada. Brian anak yang pintar, namun tak pandai bergaul, hingga akhirnya di sekolah dia di bully oleh adam dan teman-temannya. Brian sering di pukuli, hingga suatu hari, brian sedang di pukuli di gudang sekolah oleh mereka. Alexa melihat kejadian itu, lalu menolongnya, sampai-sampai alexa di pukul dan jatuh pingsan.
Nabil yang selalu mengikuti alexa akhirnya datang dan menghajar mereka. Perkelahian mereka membuat adam dan teman-temannya di paksa pindah dari sekolah, sehingga brian sudah aman dari pengganggu. Hingga suatu hari, brian di hadang oleh preman suruhan adam, nabil dan alexa yang melihat hal itu langsung membantunya. Kejadian itu membuat alexa masuk rumah sakit karna tertikam.
‘’seandainya kita bukan teman, mungkin gue bakal bilang kalo suka sama lo exa. Perasaan ini bukan sekedar karna rasa terimakasih tapi karna gue benar-benar sayang’’.
Nabil pergi ke bar, meminum banyak alkohol hingga mabuk.
‘’alexa maaf, gue gak bermaksud buat bohong. Gue cuma gak mau lo salah paham kalo lo tau gue bawa perempuan ke apartemen gue buat nginap. Seandainya kita bukan teman, mungkin hubungan kita gak akan serumit ini. Gue mesti apa sekarang?’’.
Nabil berjalan keluar dari bar dengan tubuh sempoyongan, dia menabrak segerombol orang di depan bar.
‘’eissh, kalo jalan liat-liat dong lo!’’, ucap nabil yang melampiaskan rasa kesalnya.
‘’pergi lo!, jangan gangguin gue ****!’’.
‘’wah, udah bosan hidup lo ya?’’.
Nabil menyerang salah seorang dari mereka, mencengkeram kerah bajunya dan memukulnya. Dia di pukul balik oleh orang itu, nabil kembali memegang kerah bajunya, dan tiba-tiba nabil muntah di baju orang itu. Mereka memukuli nabil bersama-sama, nabil yang saat itu mabuk tak bisa apa-apa, tak bisa menghindar apalagi melawan.
‘’apa nabil sudah pulang ke apartemennya?’’, ayah nabil bertanya pada istrinya.
‘’tidak’’. Dia tidak bilang mau nginap di apartemennya’’.
‘’coba telfon dia, dimana dia sekarang?, kenapa belum pulang’’.
‘’istirahatlah, aku akan menghubunginya dan menunggunya sampe dia pulang’’.
‘’baiklah, aku ke kamar dulu’’. Ayahnya berjalan menuju kamar, sedangkan mamanya mengambil ponsel di dekat televisi.
‘’halo’’.
‘’halo ini siapa?’’.
‘’saya perawat, pemilik ponsel ini sedang ada di rumah sakit’’.
‘’rumah sakit mana?, saya mamanya’’.
__ADS_1
‘’di rumah sakit jakarta angel’’.
‘’trimakasih, tolong jaga anak saya sampai saya datang’’.
‘’iya’’.
Mama nabil segera menuju kamar untuk memberitahu suaminya, namun suaminya sudah terlelap tidur,
‘’apakah aku harus membangunkannya?’’.
Mama nabil mengambil tas dan kunci mobil, ia segera menuju ke rumah sakit. Tiba dirumah sakit, mama nabil segera mencarinya di meja infomasi, lalu melihat anaknya yang terbaring di tempat tidur rumah sakit.
‘’anak saya kenapa?’’.
‘’sepertinya anak ibu berkelahi. Tapi kami belum tau pasti karna dia sudah tidak sadarkan diri karna pengaruh alkohol, seseorang menemukannya tergeletak di depan bar. Sekarang dia sedang tidur. Kalau begitu saya permisi’’.
‘’iya, trimakasih’’. Mama nabil memegang tangannya,
‘’nabil bangun, ini mama’’, mamanya duduk dan tertidur di samping nabil.
Pagi hari, angel dan mamanya sarapan di rumah, papanya berjalan mendekat ke meja makan,
‘’kok tumben sarapan dirumah?’’, papanya mengelus rambut angel yang sedang menyantap nasi goreng.
‘’iya, soalnya alexa gak pernah mau diajakin sarapan, jadi mending kita sarapan dirumah aja biar sama-sama’’, angel mengambilkan papanya nasi goreng. Alexa berjalan, mengambil segelas air,
‘’aku pergi duluan’’.
‘’kamu sebaiknya duduk dan ikut sarapan’’, papanya mengajak alexa sarapan bersama. Alexa duduk dan hendak mengambil nasi goreng,
‘’jangan lupa berterimakasih pada angel yang sudah berbuat baik karna mengajak kita sarapan bersama’’, mamanya berbicara sinis pada alexa, mereka saling menatap.
‘’aku gak jadi sarapan. Aku pergi’’, alexa menarik kursinya dan meninggalkan mereka.
‘’mama apa-apaan sih’’, angel juga ikut meninggalkan mereka,
‘’tunggu exa’’, angel mengejar alexa dan mengajaknya pergi bersama.
BERSAMBUNG....
__ADS_1