
Nabil mengetuk-ngetuk jendela mobil brian, mencoba membujuk alexa yang masih tak mau keluar dari dalam mobil.
‘’ale, maafin gue dong, emm?’’.
Tak ada respon, alexa masih duduk terdiam di dalam mobil. Nabil duduk di lantai, bersandar pada pintu mobil brian dimana alexa duduk. Nabil terus mengetuk-ngetuk kaca pintu dan memohon agar di maafkan. Berjam-jam nabil tetap tak menyerah, begitupun dengan alexa yang masih tak ingin keluar dari dalam mobil.
FLASBACK
5 tahun yang lalu
Saat itu nabil berada di kelas 2 semester pertama. Dia menyukai guru Bk yang baru masuk seminggu yang lalu, dia pun selalu mencari akal untuk menimbulkan masalah agar masuk ke ruang Bk. Dia membawa rokok kesekolah hasil malak dari teman sekolahnya yang ia dapati merokok sepulang sekolah beberapa hari yang lalu. Nabil masuk ke Lab Biologi dan merokok di dalam ruangan Lab, tiba-tiba Guru Biologi masuk ke Lab dan mendapati nabil sedang berada di dalam di dekat jendela.
‘’kamu ngapain disitu nabil?’’.
‘’ahh, saya.... saya.....hanya berdiri’’.
Guru Biologi berjalan ke arah nabil, nabil mengeluarkan tangannya ke jendela di belakangnya dan membuang rokok yang dia pegang. Guru Biologi melihat belakang nabil, memeriksa tangan dan kantongnya, lalu melihat kejendela.
‘’keluar sana, tanpa pengawasan guru siswa dilarang masuk kesini’’.
‘’baik buk, saya permisi’’.
Nabil berjalan cepat lalu berhenti terengah-engah setelah berada jauh dari Lab. Bel masuk berbunyi, dia pun berjalan lambat memasuki kelas. Di dalam kelas, wali kelas telah membawa tongkatnya dan menyuruh siswa berdiri di depan kelas, lalu menyuruh ketua kelas memeriksa tas para siswa satu persatu.
‘’ketua kelas, periksa tas seluruh siswa tanpa terkecuali, keluarkan semua barang-barang yang tidak berkaitan dengan sekolah’’.
‘’baik pak’’.
Ketua kelas memeriksa satu persatu tas milik teman kelasnya, dan tak ada satupun tas yang luput dari pemeriksaan. Dia menemukan sisir dan alat make up lainnya.
‘’siapa pemilik tas itu?’’, tanya wali kelas. Salah satu siswa perempuan mengangkat tangannya.
‘’kesini!’’.
__ADS_1
‘’baik pak’’.
Siswa tersebut berjalan ke arah pintu dekat dengan wali kelas berdiri. Selanjutnya ketua kelas menemukan bungkus rokok dan puntungnya.
‘’mengaku sekarang!, siapa yang punya rokok itu?’’.
Alexa sangat kaget melihat ketua kelas mendapat rokok dari dalam tasnya, secara alexa adalah siswa paling rajin dan pintar di sekolah. Alexa mengangkat tangan dengan ragu.
‘’saya pak!, itu tas saya tapi bukan saya yang punya rokok itu!’’.
‘’ikut bapak sekarang!’’.
Dua siswa yang bermasalah ikut wali kelas ke ruang guru, lalu wali kelas memarahi mereka. Nabil juga menjadi sangat terkejut melihat rokoknya berada di dalam tas alexa.
‘’naysila karena kamu membawa alat make up kesekolah, maka hukuman kamu adalah memungut sampah setiap pagi selama seminggu. Dan kamu alexa, bapak tidak habis fikir kenapa bisa ada rokok di dalam tas kamu. Bapak akan menghukummu membersihkan aula dan merapikan gudang olahraga setiap hari selama seminggu, paham kalian?’’.
‘’paham pak!’’.
‘’kembali ke kelas’’.
‘’pak, seharusnya kita mencari dulu siapa pemilik rokok itu. Itu bukan milik saya pak!’’.
‘‘Kalau kamu mau mencari siapa pemiliknya silahkan!, yang bapak lihat, rokok itu berada di tas kamu jadi kamu harus tetap di hukum. Jangan membantah lagi!’’.
Alexa keluar dari ruang Guru dengan hati dongkolnya, dia sangat merasa kesal. Dia bertabrakan dengan nabil di pintu masuk ruang Guru, alexa jatuh duduk di lantai lalu ia mulai menangis. Nabil membantunya berdiri.
Setiap hari saat jam istirahat alexa menyusun setiap alat olahraga yang telah di pakai di gudang. Dengan hati yang kesal sehingga dia terus mengomel.
‘’dasar brengsek, lihat saja gue pasti bakal menemukan pemilik rokok itu. Gue bakal bunuh dia dengan tangan gue sendiri, aaaaaaa!’’, nabil mendengarkan jeritan alexa dan langsung menghampirinya.
‘’lo kenapa?’’.
‘’kenapa?, gue gak kenapa-napa, pergi sana!’’, alexa jutek.
__ADS_1
‘’gue bantu!’’.
Nabil memasukkan bola sepak, bola voli dan bola basket ke dalam keranjangnya masing-masing. Alexa menyusun raket dan mengumpulkan kook, bola tenis menjadi satu di tempatnya masing-masing. Semuanya menjadi cepat selesai, alexa meninggalkan nabil tanpa berkata apapun. Sepulang sekolah alexa masuk ke aula, mulai menyapu lalu mengepel lantainya.
‘’haa a a a a a....’’, alexa duduk di lantai dan menangis lagi.
Nabil datang dan membantu alexa ngepel lantai tanpa berkata apapun. Lalu mereka pulang sekolah bersama.
‘’lo kenapa bantuin gue?’’.
‘’nggak ada alasan, gue cuma kasihan’’.
‘’lo kasihan?, gue teman kelas elo, sejak kapan lo bisa kasihan dan bantuin orang lain, kecuali lo merasa bersalah’’.
‘’enggak, kalo lo gak suka ya udah, gue gak bakal bantuin lo lagi’’.
Besoknya disekolah saat jam istirahat, alexa kembali merapikan alat-alat olahraga kedalam gudang, kali ini dia merapikan sendiri, nabil sudah tidak membantunya lagi. Saat pulang sekolahpun alexa masih membersihkan aula, dan nabil juga sudah tidak membantunya lagi. Alexa merasa butuh bantuan pada saat-saat melelahkan seperti itu, lalu brian datang menghampiri alexa. Brian adalah murid baru di sekolah itu, dia masuk bersamaan dengan guru Bk.
‘’sini gue bantu’’, brian tersenyum ramah dan berbicara dengan lembut.
‘’terimakasih’’, alexa membalas senyumnya dengan tulus.
Alexa dan brian menjadi dekat, mereka sering bersama dan saling membantu. Nabil pun memperhatikan kedekatan mereka dan dia menjadi marah. Setiap hari dia hanya memandangi alexa dan brian yang bersama-sama membersihkan aula dan gudang olahraga. Sepulang sekolah, nabil menunggu alexa di depan kelas.
‘’ale, gue pernah ngebantuin elo ngebersihin aula tapi lo gak pernah bilang terimakasih sama gue, tapi kenapa pas brian yang bantu, lo berterimakasih dan menjadi akrab sama dia. Apa bedanya dia sama gue?’’.
‘’karena dia itu sopan dan lembut, dia tulus. Nah elo kebalikannya’’.
Nabil menjadi benci dengan brian, lalu dia meminta papanya selaku pemilik sekolah untuk mengeluarkan brian dari sekolah. Namun papanya menolak karena ayah brian adalah sahabat papa nabil. Nabil pun mencari cara lain untuk mengambil hati alexa yaitu dengan berpura-pura baik kepada brian, namun pada akhirnya nabil dan brian betul-betul bersahabat. Mereka berdua menjadi dekat dengan alexa dan memutuskan untuk menjadi sahabat.
Mendengar cerita dari nabil, alexa mulai terharu, kesalnya sudah hilang.
‘’alexa, sebenarnya yang punya rokok saat itu adalah gue, tapi entah kenapa rokok itu bisa ada di tas lo. Sumpah, gue gak tau apa-apa. Gue gak berani mengaku soalnya lo galak dan jutek, jadi gue fikir tidak mengatakannya tidak menjadi masalah. Maaf ale, gue baru bisa ngomong soal itu sekarang, karena gue gak mau lo tau yang sebenarnya dan lo jadi benci sama gue, gue mau kita terus bersahabat sampai kapanpun walau apapun yang terjadi’’.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....