CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
MY QUEEN


__ADS_3

Beberapa saat kemudian taksi berhenti, nabil dan zoya keluar dari taksi, nabil mengajak zoya masuk kesebuah gedung apartemen. Nabil masuk ke lift dan zoya mengikutinya. Mereka tiba di lantai 10, apartemen nomer 008 adalah tempat tinggal nabil. Zoya melihat sekeliling, lorong apartemen sangat sunyi, dia melihat ke atas dan melihat beberapa cctv terpasang di sekitar apartemen, jadi dia merasa sedikit lega. Nabil menyuruh zoya masuk di apartemennya.


‘’ini tempat tinggal kamu?’’, tanya zoya tercengang melihat dia berada di depan pintu apartemen.


‘’iya, gue tinggal di sini’’.


‘’aku gak jadi nginap, aku pulang, permisi!’’, zoya berbalik mengepalkan kedua tangannya dan berjalan dengan sangat cepat.


‘’gimana kalo aku nanti perkosa dan di bunuh, bodohnya aku percaya dengan orang yang baru pertama kali ku temui’’, zoya mulai berlari perlahan meninggalkan nabil.


Nabil mengejar zoya dan menghadangnya, mata zoya membelalak.


‘’aada apa?’’, tanya zoya.


‘’lo takut?, gue bukan orang jahat kok, sumpah!’’, nabil berusaha menjelaskan.


Zoya tak bergeming,


‘’jika seseorang menjelaskan dia bukan orang jahat bukankah itu malah sebaliknya?, apakah dia melakukan itu supaya aku percaya dan dengan sukarela masuk ke apartemennya?, tapi jika aku melawannya tanpa strategi bukankah dia akan menikamku?, jika aku berteriak akankah orang lain mendengarku?, aku benar-benar sangat takut!’’, zoya menggenggang kedua sisi celananya, ingin berlari pulang dan meninggalkan tempat itu.


Zoya hanya diam tak berani menatap nabil dan tubuhnya gemetar karena takut.


‘’ini dompet gue ambil aja sebagai jaminan gue bukan orang jahat. Tunggu disini, gue bakal panggilin sepupu perempuan gue supaya lo gak takut lagi. Tunggu gue ok!’’.


Nabil berlari masuk apartemennya dan mengetuk pintu kamar sepupunya,


‘’luna, keluar dulu dong dari kamar, ada sesuatu yang penting’’.


‘’iya tunggu’’, luna membuka pintu kamarnya,


‘’ada apa?’’, tanya luna dengan wajah galaknya.


‘’ayo ikut gue sebentar’’, nabil menarik tangan luna menghampiri zoya.


Disisi lain zoya sedang melihat isi dompet nabil, dilihatnya banyak uang tunai jadi dia kembali menutup dompet itu. Zoya di kenalkan dengan sepupu perempuan nabil.


‘’ini sepupu gue, namanya luna, dia yang tinggal serumah sama gue‘’, nabil menyodorkan tangan luna agar bersalaman.


‘’hay, gue luna’’, luna menyapa.


Zoya hanya tersenyum dan menjabat tangan luna.

__ADS_1


‘’luna, nanti dia tidur sama lo yah’’. Nabil menambahkan.


‘’gak bisa. Gue lagi bertengkar sama pacar gue, jadi gue mau tidur sendiri, gak apa-apa kan?’’.


‘’emm lo gak apa-apa kan tidur sendiri?, lo bisa tidur di kamar gue, gue bakal tidur di kamarnya’’, luna menunjuk kearah nabil, berbicara senyaman mungkin agar tidak menyinggung zoya.


‘’baiklah, tapi pinjamkan baju lo buat teman gue yah, bajunya basah’’, nabil berusaha membujuk luna agar memperlakukan zoya dengan baik.


‘’ok, ayo masuk’’, luna mengajak zoya untuk masuk dan berganti pakaian.


Nabil meletakkan barang belanjaannya di dapur lalu masuk di kamar untuk berganti pakaian. Dia mengambil ponselnya dari kantong celananya lalu mengaktifkan ponselnya dan meletakkan di meja kamarnya. Ponselnya berdering


‘’ya ale’’.


‘’kesini sekarang, cepetan!’’.


‘’ok, gue sampe dalam 15 menit!’’.


Nabil mengambil kunci mobil dan jaketnya hendak meninggalkan apartemen. Luna yang berada di luar kamarnya berteriak pada nabil.


‘’pergi beli makan sekarang yah, pizza!’’.


‘’lo kan bisa pesan sendiri, gue buru-buru mau keluar’’, nabil berteriak sembari mengambil sepatu di rak samping pintu masuk.


‘’lo mau makan apa?’’, luna bertanya pada zoya yang masih sementara membuka pintu kamar.


‘’emm, terserah aja’’, zoya mendekat ke luna.


‘’dia kemana?’’, zoya melihat sekeliling mencari nabil yang sudah tak terlihat di rumah.


Luna berjalan menuju meja makan, lalu duduk sambil melihat layar ponselnya untuk memesan pizza, zoya mengikutinya dari belakang.


‘’sepupu kamu dimana?’’.


‘’dia udah keluar, gak tau kemana’’.


‘’emang gak pamit?’’, zoya menatap ke arah luna yang masih sementara menatap layar ponselnya.


‘’pamit sih, tapi dia cuma ngomong lagi buru-buru, dia pasti mau ketemu my quennnya’’, luna berbicara serius sambil menatap kearah zoya.


‘’oh begitu’’, zoya nampak agak kecewa mendengar jawaban dari luna, dia teringat panggilan masuk dari my queen saat di taman.

__ADS_1


‘’mungkin pacarnya’’, ucapnya dalam hati.


Seseorang mengetuk pintu, luna berjalan membuka pintu, layanan pesan antar datang untuk mengantar pizza. Luna kembali ke meja makan lalu dia mengambil piring dan makan bersama zoya.


‘’bdw lo udah lama kenal sama sepupu gue?’’, ucap luna.


zoya bingung mau jawab apa, terasa aneh jika dia menjawabnya baru kenal beberapa jam yang lalu tapi sudah menginap di tempatnya.


‘’em, gak juga’’.


‘’gimana bisa kenal?, soalnya dia tipe yang gak sering dekat sama cewek. Setau gue sih gitu’’, luna kembali menanyakan pertanyaan sulit untuk zoya.


‘’ee, dia nolongin aku’’, zoya tersenyum kecut, takut kalau jawabannya akan menimbulkan pertanyaan baru.


‘’lo pacarnya ya?’’, luna tersenyum penuh curiga.


‘’ahh, bukan, bukan pacaranya’’, zoya amat sangat kaget dengan pertanyaan itu,


‘’pacar apaan, kenal aja baru beberapa jam yang lalu’’, sambungnya dalam hati.


Nabil baru tiba pukul 23.15 di rumah brian, si anak keraton yang merupakan cucu laki-laki pertama selama 5 generasi, dia adalah sahabat nabil sejak sekolah. Nabil segera menuju lantai dua, ruangan yang menjadi tempat nongkrong mereka setiap hari. Brian tinggal sendiri di rumah mewah yang amat besar, hanya di temani oleh puluhan penjaga dan beberapa pembantu. Dia tinggal sendiri di jakarta karena dia merupakan atlet renang yang aktif mengikuti pelatihan. Nabil membuka pintu.


‘’sorry gue baru datang, soalnya tadi gue di luar terjebak hujan’’, nabil membaringkan tubuhnya di sofa panjang yang merupakan tempat duduk favoritnya, sementara brian sedang bermain game dengan alexa, mereka tak menggubris kedatangan nabil.


‘’ale, lo marah?’’, nabil menendang-nendang kursi yang di duduki alexa.


‘’lo marah ya?, sorry my queen. Udah dong main gamenya, gue udah datang nih’’.


Nabil mencoba membujuk-bujuk alexa yang nampak sedang kesal karena nabil datang terlambat.


‘’ale, udah dong mainnnya, gue pulang nih kalo lo masih main’’, nabil berdiri memijat-mijat pundak alexa yang masih tak menghiraukannya.


Brian mengakhiri bermain game, dia membalikkan kursinya dan mendekat ke nabil.


‘’hello nabil, disini ada kita bertiga dan lo cuma bicara sama alexa seolah gue itu gak ada di hidup lo. Lo cuma nanya alexa apa dia marah, dan lo gak nanya gue?. Lo pikir gue ini gak marah apa karena lo datang telat, hah?’’.


‘’hahahah’’, nabil tertawa terbahak-bahak mendengar brian yang merengak hanya karna dia tak diajak bicara,


‘’ups, sorry, soalnya hanya alexa yang ada di mata gue. Lo kelihatan samar-samar’’.


‘’maksud lo?, eiissh, si bocah sialan ini, lo mau di hajar ya?, udah bosen hidup lo ya?’’, brian berdiri dan memiting leher nabil, nabil hanya tertawa sambil terus menghindari aksi brian.

__ADS_1


‘’ya, ya, maaf, maaf, gue cuma bercanda kali, udah ah. A, aaa, aaaa, sial sakit woi’’, brian menjambak rambut nabil, begitupun sebaliknya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2