
Alexa yang mendengar percakapan mereka langsung datang menghampiri, menuangkan teh panas pada wajah adam.
‘’bukannya elo yang lebih gila, memukul perempuan dan perempuan itu masuk rumah sakit’’. Adam berdiri hendak memukul alexa, nabil menghentikannya dengan meraih tangannya.
‘’lo mau lengan lo juga patah?’’. Teman-teman adam mengajak adam pergi dari kantin.
‘’udahlah, ayo kita pergi aja’’, ucap teman yang lain.
‘’iya, gak ada gunanya melawan dia, elo yang akan celaka’’, sambung temannya lagi.
Adam meninggalkan kantin bersama teman-temannya. Di pintu kantin, zoya berpapasan dengan adam.
‘’adam kamu kenapa?’’, zoya mengambilkan tissu dan membersihkan wajah adam di depan teman-temannya.
‘’biar gue aja yang bersihkan’’, adam mengambil tissu dan berjalan meninggalkan zoya.
‘’siapa cewek itu?, pacar baru lo?’’, tanya teman adam.
‘’bukan dong, dia itu fans berat gue’’, ucap adam sambari membersihkan wajahnya.
‘’wah, dasar lo yah, udah terkenal playboy tapi masih banyak juga yang naksir sama elo’’, sambung temannya.
‘’semakin kita buaya, semakin banyak yang mendekat’’, adam melihat ke belakang, melihat ke arah zoya yang sudah sangat jauh.
Zoya meminta amel untuk menemaninya menemui adam di ruangannya, mereka pun pergi bersama dan menunggu adam di taman depan fakultas. Di ruangan adam sedang mengerjakan tugas berdua dengan nay.
‘’emm, bisa tolong panggilin adam, bilang aja ada yang nunggu dia di taman depan fakultasnya’’, zoya meminta agar teman kelas adam memanggilkan adam di ruangan.
‘’baiklah’’.
Teman itu memanggil adam, namun adam tak mau pergi.
‘’bilang aja tunggu sebentar’’, ucap adam.
Teman kelas adam kembali.
‘’adam lagi ngerjain tugas, katanya lo di suruh nunggu sebentar’’.
‘’oh baiklah, terimakasih’’.
Zoya dan amel menunggu cukup lama, zoya dan amel pun menghampiri adam di ruangannya. Tiba di pintu, mereka melihat adam di ruangan berdua dengan nay, tidak mengerjakan tugas dan malah saling menggoda, adam membelai rambut nay.
‘’adam’’, zoya memanggilnya lirih.
‘’kenapa zoya?’’, adam masih tetap duduk di bangkunya.
Zoya yang hendak masuk ke ruangan, tiba-tiba amel menarik tangannya.
‘’dosen sudah masuk, sebaiknya kita kembali ke ruangan sekarang’’.
Dengan hati menggebu gebu, Zoya keluar dari pintu, dan berpapasan dengan nabil yang hendak masuk ke ruangan. Amel dan zoya berlari menuju ruangannya, di koridor, amel bertabrakan dengan brian dan keduanya terjatuh. Brian berdiri dan mengulurkan tangannya pada amel, amel meraih tangannya.
‘’terimakasih’’, amel tersenyum namun brian berjalan begitu saja.
__ADS_1
Amel dan zoya pun masuk ke ruangan dan mengikuti mata kuliah. Amel dan zoya sama-sama tidak fokus, amel memikirkan kebahagiannya dimana brian mengulurkan tangannya untuk membantunya, sedangkan zoya memikirkan kekecewaannya pada adam yang tak menghiraukannya saat bersama nay. Di manapun adam terus bersama dengan nay dan mengabaikan zoya meskipun mereka bertemu. Zoya yang di perlakukan tidak adil merasa sangat sedih.
‘’kenapa adam berubah ya mel?, zoya menulis di kertas dan memberikannya pada amel.
‘’kalian tidak sedang bertengkar?’’.
‘’tidak, hubungan kita baik-baik aja’’.
‘’mungkin karena kamu nggak kelihatan menjenguk dia saat dia di rumah sakit’’.
‘’dia tau kok kalo aku datang’’.
‘’berarti memang dia sedang mengabaikanmu, entah karena dia kembali menyukai nay atau karena memanfaatkan nay’’.
‘’kembali menyukai?, apa maksudnya?’’, zoya menegakkan pandangannya.
‘’apa mereka pacaran?’’, tambahnya.
‘’mereka pernah berpacaran, tapi entah masih berpacaran atau sudah berakhir’’.
‘’carikan informasi tentang hubungan mereka yah, emm?’’.
‘’baiklah’’.
Sepulang kuliah zoya membeli ponsel baru, dia merasa bahwa adam mulai menjauh karena sudah tidak bisa berkomunikasi dengannya. Zoya mengirim pesan pada adam.
‘’maaf jarang mengabari, aku sudah beli ponsel baru’’.
‘’sudah lo lakukan yang gue minta?’’.
‘’kasih gue waktu, gue mau bicara langsung sama dia’’.
‘’terserahlah’’.
Malam hari, sekitar jam 8 malam, adam menghubungi zoya, zoya mengangkat panggilannya.
‘’halo adam’’.
Adam terdiam, wajahnya datar merasa senang bisa mendengar suara zoya, namun terlihat sedih.
‘’ayo kita ketemu, kita makan bareng yah, ada yang mau gue bicarakan. Tapi gue gak bisa jemput, jadi lo duluan saja ke cafe memories’’, adam mematikan telfonnya.
Zoya bergegas menuju kedai memories untuk bertemu dengan adam, dia hanya memesan jus, karena dia akan makan jika adam sudah datang. Tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras, setelah beberapa jam menunggu, hujan masih deras dan adam pun tak kunjung datang, masuk pesan dari adam.
Zoya membaca pesannya, dia kemudian membayar minumannya dan keluar menerjang hujan, berlari dan menghentikan taksi, namun tak ada satu taksipun yang lewat. Dia terus berjalan, tidak peduli derasnya hujan. Sementara itu, orang tua brian dan nabil bertemu untuk makan malam bersama di rumah nabil, mereka berbincang-bincang cukup lama.
‘’siapa sangka kamu ternyata anak mbak raden ayu widya ningsih, pantas saja kamu cantik dan mirip dengannya’’, mama brian berbicara ramah.
‘’saya pun baru tau, kalau mas alex ternyata teman dekat suami tante mega’’.
‘’benar, senang rasanya bisa bertemu lagi dengan kamu, terakhir tante melihat kamu saat kamu masih Smp, bagaimana kabar ibundamu nadira?’’.
‘’ibu sehat kok tante. Aku juga masih ingat saat terakhir mengunjungi jogja’’.
__ADS_1
‘’oh iya, kalian sekarang tinggal di mana?, bagaimana kabar nay, dia pasti sudah besar bukan?’’.
‘’kami tinggal di jakarta tante, gak jauh kok dari sini. Nay sudah besar, dia sudah semester 6’’.
‘’oh benarkah, padahal saat itu dia masih sd ya’’.
‘’iya, sebentar lagi nay datang kok, dia tinggal bersamaku disini’’.
Tak lama kemudian, nay datang bersamaan dengan nabil.
‘’selamat malam tante’’, nabil menyapa orang tua brian.
Nay langsung masuk ke kamar untuk berganti pakaian.
‘’kok brian gak ikut?’’, sambung nabil yang duduk bersama mereka.
‘’dia gak ikut, tadi ada temannya datang’’.
‘’oh, begitu. Saya ke kamar dulu tante, mau ganti pakaian’’.
‘’iya, silahkan nabil’’.
‘’kamu sangat beruntung punya anak yang baik seperti nabil’’, ucap papa brian.
‘’kamu juga sangat beruntung punya anak brian. Syukurlah karena mereka bersahabat’’.
Nay pun datang menyapa dan hendak pergi.
‘’nay duduklah’’. Ujar kakanya.
‘’oh, ini nay. Dia sangat cantik lebih dari mamanya’’, nay hanya tersenyum.
‘’kenalkan ini tante raden ayu kahyang mega, adiknya mama’’.
‘’salam kenal tante, saya nay. Maaf tidak mengenali tante soalnya mama gak pernah cerita’’, nadira menendang kaki nay di balik meja, lalu menatapnya dengan tajam.
‘’ah, tentu saja, kamu kan jarang di rumah jadi mama gak pernah cerita sama kamu’’.
Nabil mengambil kunci mobil,
‘’pa aku pergi yah. Tante saya permisi mau pergi kerumah tante ketemu brian dan alexa’’.
‘’oh tentu, datanglah kapanpun nabil’’, ucap papa brian.
‘’tapi ini hujan nabil’’, papa nabil menasehati.
‘’kan aku naik mobil pa, gak kehujanan. Aku pergi’’.
Nabil mengendarai mobilnya menuju rumah brian. Lampu merah menyala, nabil menghentikan mobilnya. Dia melihat zoya sedang menyebrang jalan dalam derasnya hujan.
‘’tuh cewek udah gila kali ya?’’.
BERSAMBUNG....
__ADS_1