CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
CINTA ATAU PEMBODOHAN


__ADS_3

Di asrama zoya mandi, berpakaian rapi, memakai rok panjang dan kemeja abu-abu lalu naik taksi untuk pergi ke kampus. Asramanya agak jauh dari kampus, karena asrama yang dekat kampus harganya jauh lebih mahal. Di kampus zoya menemui amelia, dia adalah sahabat zoya dan berada di jurusan serta ruangan yang sama.


‘’kamu tadi malam kemana sih, adam nelfon aku nyari kamu’’.


‘’jadi kamu bilang apa?’’.


‘’ya aku bilang, kalau kamu sempat datang ke rumahku, tapi gak nginap’’.


‘’padahal aku baru mau minta tolong supaya kamu bohong ke adam kalo aku nginap di rumahmu’’.


‘’ya tadi malam tuh pas adam nelfon terus nanya gitu, aku sempat nelfon kamu, tapi nomer kamu gak aktif, ya udah aku jujur deh sama adam’’.


‘’terus adam bilang apa?’’.


‘’ya dia nanya kira-kira kamu nginap dimana, aku bilang aja gak tau. Emang kamu sama adam kenapa lagi?’’.


‘’aku bertengkar sama adam tadi malam’’.


‘’dan kamu kabur dari asrama karena gak mau ketemu adam gitu?’’.


‘’begitulah’’.


‘’zoyaku tersayang, kalo kamu bertengkar omongon, jangan kabur, itu gak akan menyelesaikan masalah’’.


‘’pokoknya ini lebih rumit mel, makanya aku menghindar dulu dari adam’’.


Dosen datang menuju ruangan, amel dan zoya segera masuk kedalam. Amel dan zoya adalah mahasiswi semester enam jurusan biologi di Universitas Tirtayasa. Mereka berteman sejak masih sekolah, karena pada saat itu amel tinggal di rumah neneknya yang tak jauh dari rumah zoya di jogja. Dosen sedang menerangkan materi selama kurang lebih 2 jam.


‘’akhirnya dosen keluar juga, uhh, udah sakit nih pinggangku’’. Ucap amel seraya membolak balikkan badannya ke kanan dan ke kiri.


‘’aku ke toilet dulu yah mel’’, zoya mengambil tas dan berdiri meninggalkan amel.


Keluar dari toilet, adam melihat zoya dan menariknya berbicara di halaman belakang kampus.


‘’lo semalam gak pulang kan?, gue nelfon terus di nomer lo tapi gak aktif, lo kemana?’’.


‘’aku bermalam di rumah teman’’.


‘’siapa?’’.


‘’bukan urusan kamu’’.


‘’oh, jadi sekarang gitu yah, bukan urusan gue lagi’’.

__ADS_1


‘’aku tuh masih males banget ketemu kamu, aku masih marah’’.


‘’yang seharusnya marah itu gue, lo yang selingkuh!’’.


‘’apa?, bukannya minta maaf kamu malah nuduh aku selingkuh?, luar biasa ya kamu itu!’’.


‘’gue minta maaf soal kemarin, tapi kita jangan putus yah’’.


‘’aku pikirin dulu’’.


‘’lo masih sayang kan?’’.


‘’iya masih, tapi bukan berarti aku bakal mudah kembali’’.


‘’lo itu udah gue kenalin ke mama gue loh, masa lo semudah itu sih mau putus’’.


‘’iya, kita gak jadi putus’’.


‘’emm, gitu dong dari tadi. Nanti jam 4 ketemu disini yah, gue antar lo pulang’’.


‘’iya’’. Adam melambaikan tangan ke zoya lalu berlari pelan meninggalkan zoya.


Zoya memukul mukul kepalanya,


‘’ponselku kemana?’’, zoya mulai panik, dia berjalan tanpa memperhatikan yang ada di depannya, hingga ia menabrak seseorang.


‘’aah’’, suara teriakan zoya dan orang yang bertabrakan dengannya.


‘’maaf, aku gak lihat, maaf’’, zoya menundukkan kepalanya lalu pergi begitu saja.


‘’yak, lo nabrak gue dan lo pergi gitu aja, lo kira minta maaf aja udah cukup’’, yang bertabrakan dengannya adalah alexa, dan brian yang berdiri di sampingnya.


‘’sini lo!’’, alexa melambaikan tangannya, menatap zoya dengan geram. Zoya mendekat.


‘’lo gak liat, gara-gara lo nabrak gue es krim yang gue makan jatuh ke baju gue, dan lo cuma bilang maaf!’’.


‘’oh, maaf, maaf sekali!. Aku bersihkan baju kamu yah’’.


Zoya mengambilkan tissu dari dalam tasnya. Zoya mencoba membersihkan baju alexa yang terkena noda es krim, alexa mendorong zoya hingga jatuh.


‘’ups!’’, alexa dan brian pergi meninggalkan zoya yang masih terduduk di lantai.


Brian mengajak alexa masuk ke mobilnya,

__ADS_1


‘’exa yang cantik, udah dong jangan marah terus. Kita udah cari nabil kemana-mana tapi dia gak ada, pasti dia punya alasan kenapa dia sampai gak datang, kita pulang aja yah!’’.


Alexa diam, menggigit bibirnya, sangat merasa kesal tapi tau tau harus berkata apa.


‘’kalau itu urusan tentang keluarganya, gue bakal maafin nabil, kalau bukan, entahlah!’’, mata alexa berkaca kaca, tapi dia tetap memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja.


‘’kita pergi ke apartemennya nabil aja yah, emm?’’, brian mencoba menenangkan alexa.


Alexa adalah gadis yang jarang banget nangis, di juluki berhati batu karena tak pernah sedih dengan apapun yang dia alami atau di alami orang lain, tapi ketika dia marah berarti dia kecewa, dan jika dia menangis berarti hatinya benar-benar terluka. Sementara mobil melaju menuju apartemen nabil, brian masih tetap menghibur alexa.


‘’kita tuh udah sahabatan 5 tahun, gak mungkin banget kan kita mau bubar cuma karena hal kayak gini, emm?, jangan marah lagi sama nabil ya?, gue telfon nabil ya?, gue akan tanya dia dimana, dan setelah kita ketemu dia, gue akan langsung hajar dia, emm?’’.


‘’justru karna kita udah sahabatan selama 5 tahun, gak pernah kan satupun dari kita melewatkan perayaan anniversary persahabatan kita?, baru sekarang terjadi’’, alexa menaikkan nada bicaranya, meluapkan rasa kesalnya pada brian yang terus membujuknya untuk memaafkan nabil.


‘’baiklah, marah lah susuka hati lo, bicarakan semua yang mau lo bicarakan, kalo lo masih kesal sama nabil lo boleh mukul gue sebanyak-banyaknya, apapun yang bikin lo lebih baik, lakuin aja, gue bakal tetap ada buat lo!’’, brian mengusap kepala alexa, mencoba memahaminya dengan segala cara.


Brian dan alexa tiba di apartemen nabil jam 11 siang, alexa masih tak mau keluar dari dalam mobil, brian turun sendiri dan mengetuk pintu. Nabil membuka pintu.


‘’brian’’, nabil memeluk brian dengan hati sangat senang.


‘’maaf, gue terlambat datang’’, sambungnya.


‘’ah, taulah!, gue marah tapi hanya level seribu, noh exa marah level sejuta. Urus dia sana, atau lo bakal jadi abu besok’’.


‘’abu?, kenapa?’’.


‘’itu tandanya lo bakal mati hari ini ****!. Cepat minta maaf sana’’.


‘’alexa dimana?’’.


‘’dia di mobil. Ah, jangan terlalu mendekat, ok!. Dia mengantongi pistol, tanduk iblisnya sudah keluar dari kepalanya’’.


‘’tenang aja, dia pasti maafin gue!’’.


Nabil berlari keluar menemui alexa, brian masuk ke kamar nabil dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur, dan tak segaja memegang ponsel yang berada di atas tempat tidurnya.


‘’ponselnya nabil ada dua?’’, brian memegang sebuah ponsel yang terlihat bukan milik nabil, lalu dia mengaktifkan ponsel itu.


‘’ponsel cewek!, pacarnya?’’, brian melihat foto zoya di layar ponsel yang ia pegang.


‘’bukannya ini cewek yang tadi nabrak exa di kampus?’’, sambungnya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2