
Amel pergi melambaikan tangannya, zoya pun membalas. Zoya kembali masuk ke toilet, lalu menangis sendirian. Di kini di jauhi teman-temannya, bahkan amel pun rasanya juga ikut menjauh. Zoya keluar dari toilet dan pergi keruangannya, dia melihat amel sedang bercanda gurau dengan yang lain, lalu seketika diam saat zoya masuk ruangan. Amel menatap zoya dengan wajah sedih, namun amel tak berpindah dari duduknya untuk menghampiri zoya, begitupun dengan zoya yang hanya menatap amel dari kejauhan.
Nabil tidak datang ke kampus dan alexa juga tidak pernah datang latihan selama beberapa hari, mereka juga sudah tidak saling menghubungi. Brian terus menghubungi mereka, namun tak satupun dari mereka yang menjawab panggilannya. Hal itu membuat brian tidak fokus latihan, sering melamun dan rekornya terus menurun sehingga setiap hari dia di marahi oleh pelatih. Brian mengirim pesan pada nabil.
‘’temui alexa dan bicarakan baik-baik apa yang sebenarnya terjadi. Berikan dia penjelasan dan pemahaman, tolong lakukan apapun untuk menjaga persahabatan kita tetap utuh, mengalahlah dan jangan keras kepala’’.
Membaca pesan itu, nabil menjadi sangat berfikir apa yang harus pertama kali ia ucapkan untuk mengajak alexa bicara baik-baik. Namun nabil tidak juga menemui alexa hingga berhari-hari. Amel dan zoya pun sudah tidak saling bicara, amel yang mulai menjauh dan zoya yang tidak ingin mencari tau apa alasan amel menjauhinya.
Selama dua hari ini, nabil terus menghubungi alexa, namun ponselnya tidak pernah aktif. Nabil pergi ke kampus setelah satu minggu tidak pernah datang, dia melihat suasana kampus yang sangat berbeda dari biasanya, di tempat parkir dia melihat amel yang berjalan sendiri tanpa zoya. Nabil pun datang ke tempat latihan alexa untuk meminta maaf, namun alexa tidak kelihatan, nabil pun menanyakan pada salah seorang temannya.
‘’alexa belum datang?’’, nabil bercakap-cakap.
‘’dia mungkin tidak datang lagi’’.
‘’lagi?’’.
‘’sudah seminggu lebih dia tidak pernah ke tempat latihan’’.
‘’oh, baiklah’’.
Di mobil, nabil melihat vidio zoya yang di rundung banyak orang di kampus, melihat komentar jahat orang-orang kepada zoya, komentar-komentar itu juga mengatakan bahwa zoya telah kehilangan sahabatnya, amel menjauhinya.
Nabil mengendarai mobilnya menuju asrama zoya. Beberapa kali mengetuk pintu, zoya akhirnya membukakan pintu. Zoya melihat nabil dan hendak kembali menutup pintu, nabil menahannya. Nabil memaksa untuk masuk ke kamar asrama zoya dan memeluknya.
‘’maaf, gue sudah nyakitin elo’’.
zoya tidak berkata apa-apa, dia berusaha melepaskan pelukan nabil, namun nabil memeluknya dengan erat. Zoya menjadi sangat sedih dan tidak bisa lagi menahan air matanya, dia menangis terisak-isak, menangisi betapa sedihnya dia kehilangan amel. Nabil masih memeluknya dengan perasaan sedihnya. Perlahan, zoya melepaskan pelukan nabil darinya, lalu duduk di sofa dekat kamarnya. Menutup wajahnya dengan bantal dan masih terus menangis. Nabil mengikutinya, duduk di sampingnya dan menyandarkan kepala zoya ke tubuhnya.
‘’maaf, gara-gara gue lo jauh dari sahabat lo dan lo di rundung banyak orang’’.
‘’aku membencimu’’.
‘’benarkah?’’, nabil memegang wajah zoya dan menatapnya dengan sangat dekat sehingga zoya tidak berani menatapnya.
‘’haha, pertemuan kita selalu lucu. Setiap kali kita bertemu pasti lo lagi nangis dan mata lo bengkak’’.
Zoya membuka matanya dan masih melihat wajah nabil di hadapannya, diapun kembali menutup matanya.
‘’lepaskan!, jangan menatapku begitu’’.
‘’kenapa?, lo malu? Atau lo deg-degan?’’.
‘’tidak, hanya aku tidak nyaman’’.
__ADS_1
‘’kenapa tidak nyaman?’’.
‘’aa, itu, eee karena, emm, tidak ada, hanya aku tidak merasa nyaman’’.
‘’lo takut gue cium?’’.
‘’tidak, bukan begitu’’.
‘’haha, jadi lo mau gue cium’’.
‘’yak!, lepaskan!’’.
Wajah zoya memerah, dia benar-benar malu jika berbicara tentang ciuman, apalagi nabil masih menatapnya dan memegangi wajahnya dengan sangat dekat. Nabil tersenyum geli melihat tingkah lucu zoya, dia pun tak henti-henti menggodanya. Nabil melepaskan tangannya dan menyandarkan tubuhnya di sofa, melipat kedua tangan dan menutup matanya.
‘’gue mau tidur, bangunkan gue jam 6 sore’’.
‘’yak!, kamu kan bisa tidur dirumahmu, pulang sana!’’.
‘’gue benar-benar ngantuk, gue gak bisa bawa mobil kalau ngantuk’’.
Nabil sedang tertidur si sofa, zoya memperbaiki posisi nabil, dia membaringkan nabil perlahan. Zoya berganti pakaian dan berbelanja di supermarket untuk makan malam, dia mengunci pintu dan meninggalkan nabil di asramanya sendiri.
Cuaca sangat mendung, setelah selesai berbelanja hujan pun turun. Zoya yang tidak membawa payung kehujanan saat mencoba menghentikan taksi. Setelah beberapa saat dia pun sampai di asramanya dengan keadaaan basah kuyub. Zoya membuka pintu dan sangat kaget melihat nabil yang berdiri di depan pintu.
‘’astaga, ouhh, ngapain kamu berdiri di pintu?’’.
‘’ya makanya aku pergi belanja karena di kamar gue gak ada makanan apapun, maaf lama soalnya hujan’’.
‘’masuklah, cepat ganti bajumu’’.
Nabil mengalihkan pandangannya dari zoya sebab zoya memakai pakaian berwarna putih dan basah karena hujan, jadi nabil menyuruhnya untuk segera berganti pakaian. Zoya mandi dan segera keluar untuk memasak.
‘’lo mau ngapain?’’.
‘’mau masak’’.
‘’lo gak ngeringin rambut lo dulu?, rambut lo kan basah’’.
‘’nanti saja kalau sudah selesai masak’’.
Zoya memotong-motong daun bawang dan cabai, lalu memotong tahu dan ayam lalu mencucinya dengan bersih. Nabil mendekat pada zoya,
‘‘lo tetap masak, biar gue yang keringin rambut lo’’.
__ADS_1
‘’emang lo bisa?’’.
‘’entahlah, tapi gue sering lihat alexa ngeringin rambut tuh, kalau lo ngajarin gue, gue pasti langsung bisa’’.
‘’baiklah’’.
Zoya masuk ke kamarnya mengambil hairdryer dan memberikannya kepada nabil. Dia menjelaskan cara menggunakannya, dan zoya duduk di kursi untuk memotong-motong bahan masakan lainnya, sembari nabil mengeringkan rambutnya. Mereka bercerita banyak tentang keseharian mereka, tertawa saling meledek, saling menjaili dan mereka menjadi sangat akrab.
Nabil selesai mengeringkan rambut zoya, dan zoya telah selesai memasak, mereka membawa makanan ke meja makan dan saling berhadapan makan bersama.
'’ini masakan apa?’’.
‘’lo gak tau tahu?’’.
‘’aku tahu’’.
'’hahaha, bukan mengetahui tapi tahu, makanan yang terbuat dari kedelai’’.
‘’keledai?’’.
‘’kedelai nabil!’’.
‘’gue gak pernah lihat dan gak pernah makan yang seperti ini’’.
‘’makanya lo harus coba masakan gue, dan lo harus habiskan semuanya’’.
‘’kalau enak, gue bakal habisin’’.
Zoya memasak opor ayam, sup tahu, dan membuat bakwan. Nabil sama sekali belum pernah memakan makanan itu sebelumnya, yang dia tau hanya ayam. Nabil mencicipi satu persatu, namun dia tidak terlalu menyukainya, jadi dia hanya makan sedikit. Setelah makan, nabil bergegas pulang.
‘’besok gue kesini lagi ya?, dan berangkat bersama ke kampus, mau kan?’’.
__ADS_1
‘’emm, baiklah’’.
BERSAMBUNG....