
Mama nabil masuk ke kamarnya membawa makanan dan obat untuk nabil,
‘’oh ada brian, udah lama datangnya?’’.
‘’baru datang kok buk nadira’’. Mamanya membangunkan nabil lalu menyuapinya.
‘’ehm, gak usah panggil ibu, panggil aja tante’’.
‘’emm, iya buk, ehh, tante’’, brian tersenyum bingung, ia yang sering memanggilnya ibu karna dia adalah gurunya, sekarang harus membiasakan memanggil tante karna menjadi mama temannya.
‘’minum obat dulu baru istirahat yah’’. Mama nabil mengambilkan segelas air untuk nabil,
‘’brian mau minum apa?’’.
‘’gak usah tante, aku mau pulang sekarang’’. Brian mendekat ke nabil dan melakukan tos persahabatan,
‘’gue pulang yah, lo cepet sembuh, sampai ketemu di tempat nongkrong’’.
‘’ok, sipp!’’.
‘’saya permisi tante’’, brian keluar dari kamar nabil.
Di kampus, amel dan zoya sedang berada di kantin, menyantap makan siang sebelum kembali masuk belajar mata kuliah selanjutnya.
‘’gimana pertemuan lo sama nabil?’’, amel berpura-pura tidak tau kalo yang zoya temui adalah alexa.
‘’bukan nabil, tapi temennya yang cewek’’.
‘’alexa?’’.
‘’iya dia. Dia benar-benar wanita yang amat jahat’’.
‘’emang kamu diapain?’’.
‘’ponsel gue di banting sampe pecah, jahat banget kan?’’.
‘’kamu serius?. Kok bisa, kenapa?’’.
‘’dia tau kalo aku pernah nginap di apartemennya nabil, jadi dia marah’’.
‘’wahh, nabil kenapa juga mesti cerita tentang hal itu ke alexa, jelas aja alexa marah’’.
‘’ya kenapa juga dia mesti marah, kan dia bukan pacarnya’’.
‘’tapi aku dengar-dengar emang mereka pernah pacaran dan masih saling menyukai’’.
‘’suka sama cewek kayak alexa?, yang benar aja!, dia gak ada pantas-pantasnya buat nabil’’.
‘’kenapa?, itukan kisah cinta mereka, jangan-jangan lo mulai suka ya sama nabil?’’.
‘’apaan sih. Ya bukannya gitu, perempuan berhati dan bersikap lembut banyak kenapa nyari yang galak’’.
‘’alexa itu cewek lembut tau, dia cantik, pintar dan berkelas’’.
‘’iya, orang melihatnya begitu, tapi aku udah melihat sisi asli dari alexa’’.
‘’tau lah!, penilaian terhadap orang lain pasti beda-beda’’.
Mereka melanjutkan makannya, adam datang menemui zoya dan duduk di sampingnya,
‘’belum selesai makannya?’’, adam merangkulkan tangannya ke pundak zoya.
‘’apaan sih, kalo ada yang liat gimana?’’, zoya melepaskan tangan adam dari pundaknya.
__ADS_1
‘’ya kenapa memangnya?, lo kan pacar gue’’.
‘’ehm, ehm, ya iya yang pacaran serasa dunia milik berdua, aku mah cuma dianggap nyamuk’’, amel cemberut karena mereka sibuk pacaran di depannya.
‘’gak gitu amel, kamu mah tetep ada sebagai pembatas tipis antara aku dan adam, hehe’’.
‘’wah resek, kamu pikir aku tukang nyelip gitu, emm!’’.
‘’aku bercanda kok!’’.
‘’udah, amel jangan ngambek, makannya nambah sana, gue yang bayar’’.
‘’beneran?’’.
‘’iya’’.
Amel dan adam tertawa kecil, zoya senang mereka akhirnya bisa akur, padahal selama ini amel dan adam gak pernah saling bicara. Adam memegang tangan zoya,
‘’jangan gitu, aku malu kalo ada yang liat’’.
‘’mau sampai kapan malu, kan kita udah lama pacaran’’.
‘’ya kan kamu sendiri yang bilang kalo gak suka mengumbar-umbar hubungan’’.
‘’iya sih, tapi itu dulu, sekarang malah pengen ngumbar-umbar’’. Zoya tersenyum bahagia menatap adam, begitupun dengan adam yang menatap zoya penuh cinta.
‘’bdw, tumben bayarin aku dan amel makan?, apa gak boros’’.
‘’sekarang gue udah kerja, jadi gue punya uang’’.
‘’kerja dimana?’’.
‘’di rumah sih, soalnya bokap gue beli restoran, jadi gue yang kerja jadi karyawannya’’.
‘’waah, bisa sering-sering dong traktir aku dan amel’’.
‘’gimana mel?’’. Amel terdiam, fikirannya melayang,
‘’adam membeli restoran,sedangkan ayahku menjual restorannya’’.
‘’mel’’, panggil zoya.
‘’emm, ya apa?’’, amel kaget dan lamunannya menghilang.
‘’kenapa?, kok melamun?’’.
‘’gak ada, aku cuma kekenyangan’’.
Amel, adam dan zoya berjalan bersama menuju kelas masing-masing, adam melihat nay dari jauh,
‘’kalian duluan aja ya, gue mau ke toilet dulu’’, adam menghentikan langkahnya.
‘’baiklah’’, zoya melambaikan tangannya dan kembali berjalan menuju ruangannya.
Adam berdiri di samping toilet, naysila menghampirinya,
‘’kenapa lo udah gak pernah telfon gue, lo udah bener-bener gak mau kembali?’’.
‘’maaf nay, gue udah bener-bener gak bisa’’.
‘’kasih gue alasan dam, kenapa?’’.
‘’udah ada orang lain di hati gue, maaf!’’.
__ADS_1
‘’siapa?’’.
‘’lo gak perlu tau. Udah ya, kita sampai disini aja!’’.
Adam melepaskan tangan nay dan kembali masuk ke kelasnya. Nay masuk ke toilet dan menangis, hatinya sakit di tinggalkan oleh lelaki yang sudah menjadi pacarnya selama 2 tahun itu demi wanita lain.
Alexa bangun tidur, mencari ponselnya dan dia membaca pesan dari nomer baru,
‘’kapan bisa mempertemukanku dengan brian?’’.
Alexa yang jiwanya belum sepenuhnya kembali ke raganya, merasa bingung, siapa gerangan yang mengiriminya pesan seperti itu, dia mengabaikannya dan bergegas bangun mencuci mukanya. Dia kembali melihat ponselnya dan membaca ulang pesan yang dia terima.
‘’oh, ini nomernya si amelia’’, alexa menyimpan kontaknya dengan nama kura-kura. Alexa menghubungi brian,
‘’lo dimana?’’.
‘’dimana lagi, gue dirumah. Ada apa?’’.
‘’lo udah jenguk nabil?’’.
‘’udah, gue baru aja pulang’’.
‘’nabil sakit apa?’’.
‘’dia luka-luka karna di pukuli orang’’.
‘’benarkah?, seberapa parah?’’.
‘’gak parah kok, Cuma memar di wajahnya dan di bagian lainnya, gak sampe bikin dia amnesia’’.
‘’baguslah!. Bdw lo bisa gak keluar nanti malam?’’.
‘’kemana?, kalo sama lo gue bisa’’.
‘’baiklah, entar gue smsin tempat dan waktunya, gak usah pake baju mewah dan gak usah kelihatan tampan , ok!’’.
‘’baiklah, baiklah!’’.
Alexa menghubungi pegawai restoran yang ingin ia datangi, ia melakukan reservasi untuk meja. Setelah itu, alexa mengirim pesan pada nabil dan amelia.
‘’kita ketemu di restoran honeybee jam 8 malam, meja nomor 11’’.
‘’aku tidak akan terlambat’’, balas amelia.
‘’sampai ketemu disana bee’’, balasan pesan dari brian.
Alexa sedang makan malam dengan keluarganya,
‘’kenapa kamu bolos lagi exa?’’, ayahnya memasang wajah kesal.
‘’aku jenguk nabil kerumah sakit tapi dia sudah di bawa pulang’’.
‘’terus kenapa kamu tidak kembali ke tempat latihan setelah menjenguknya, kamu malah pulang dan tidur seharian’’.
Alexa diam, karna jika ia menjawab dan memberi alasan semua hanya akan makin bertambah panjang.
‘’mama memblokir kartu kredit kamu mulai hari ini, kartu kredit kamu akan kembali mama aktifkan setelah pertunjukan baletmu selesai dan kamu menang’’.
‘’tapi ma, apa hubungannya kartu kredit dengan pertunjukan baletku?’’.
‘’supaya kamu tidak bolos latihan lagi dan tidak terus-terusan menghamburkan uang’’.
‘’tapi ma, itu keterlaluan!’’.
__ADS_1
‘’alexa, ikuti apa kata mamamu’’, ayahnya memukul meja dan menatap alexa dengan wajah marahnya. Alexa berdiri meninggalkan meja makan kembali ke kamarnya.
BERSAMBUNG....