CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
TAK SEMANIS EKSPEKTASI


__ADS_3

Amel berhenti menulis dan menatap zoya,


‘’ah, aku dapat pesan dari orang yang pegang ponselmu’’.


‘’dia bilang apa?’’.


‘’selamat pagi anak-anak’’, dosen mata kuliah sudah datang, amel dan zoya menghentikan percakapannya.


‘’pagi pak!’’, semua mahasiswa menjawab serentak.


Kuliah berakhir, zoya dan amel tetap di dalam kelas,


‘’kamu udah baikan sama adam?’’, amel membereskan buku-bukunya dan memasukkannya kedalam tas.


‘’ya begitulah’’.


‘’oya lanjut, yang pegang ponselmu minta buat ketemu hari ini di depan kampus, tapi gak tau dia bisa datangnya kapan’’.


‘’kamu mau gak temuin dia?’’, zoya mecoba mengajak amel untuk menemuinya bersama.


‘’berdua atau sendiri?’’.


‘’terserah kamu, soalnya dompetnya ada di aku’’.


‘’dompet apaan?’’.


‘’dompet orang yang megang ponselku’’.


‘’tunggu, tunggu, jadi maksudmu ponselmu itu gak hilang?, dan kamu saling kenal gitu sama dia?. Coba dong jelasin!’’.


Zoya menjelaskan bahwa ia menginap di apartemen seorang laki-laki asing setelah bertengkar dengan adam.


‘’wah!, wah!, kamu nginap di apartemennya cowok yang bahkan gak kamu kenal?’’.


‘’tapi jangan bilang siapapun, kalo adam tau bisa mati aku!’’.


‘’kamu gak di apa-apain kan sama cowok itu?’’.


‘’heh, ya gak lah. Aku malah di tinggalin di apartemennya sendiri gara-gara dia nemuin teman-temannya itu’’.


‘’kalo gitu kita pergi berdua yah nemuin dia’’, amel berniat untuk menemani zoya.


‘’baiklah. Kirim pesan ke dia kita ketemu sekarang’’.


Nabil berada di dalam mobilnya menunggu alexa di depan kampus, ponselnya berdering, my queen memanggil.


‘’ya honey, gue....’’.


‘’honey maaf, gue gak jadi pergi, gue sementara ada latihan penting dan gak bisa di tinggalin, maaf!’’.


‘’uhhh, apaan sih, santai aja kali. Gue masih dirumah, gue malah baru bangun. semangat my queen’’.


‘’gue tutup telfonnya’’.


Alexa kembali masuk mengikuti latihan balet. Dia teringat ucapan papanya, bahwa akan melarangnya bertemu dengan teman-temannya jika bolos latihan lagi. Jadi, mau gak mau dia harus nurutin apa kata papanya agar masih bisa berteman dengan mereka. Nabil menghubungi brian,


‘’halo, lo dimana sih?, gue sendirian nih, gue sakit!’’, brian memaki nabil karna tak kunjung datang menjenguknya yang terbaring lemah di kamar.


‘’tunggu gue kesitu sekarang, lo mau di beliin apa?’’.


‘’bawa wine’’.

__ADS_1


‘’gak!, selain itu!’’.


‘’es krim oreo grape dan vanila blue mint’’.


‘’gak boleh es krim, selain itu’’.


‘’ahhh, bawakan aku pizza jamur’’.


‘’ok, gue matiin telfonnya’’. Nabil bergegas membelikan pesanan brian.


Alexa membalas pesan dari amelia di ponsel zoya,


‘’temui gue jam 12 di kedai Memories’’. Amel dan zoya bergegas ke kedai tempat mereka bertemu, amel duduk dan zoya memesan 2 es kopi blender.


‘’sumpah aku deg-degan banget mau ketemu cowok yang bawa ponselmu’’.


‘’kenapa kamu yang grogi aku aja santai kok’’.


‘’ya aku penasaran, siapa gitu. Siapa tau dia tampan, kan lumayan bisa membuat mata segar’’.


‘’sebenarnya, dia itu tampan banget’’, zoya berbisik pada amel.


‘’eeeee’’, amel dan zoya berteriak kegirangan membayangkan akan bertemu nabil.


Beberapa saat kemudian adam masuk ke kedai itu bersama naysila, adam memesan 2 es kopi blender sedangkan nay menunggu di kursi sebelah luar. Adam menghampiri zoya,


‘’lo ngapain disini?’’, adam berdiri di depan zoya.


‘’kamu sendiri ngapain?’’.


‘’gue emang sering nongkrong disini, gue kesini pesan minum’’.


‘’sama naysila?, berduaan?’’.


Amel mengambil pesanan mereka di meja pelayanan, lalu menyodorkan kopi blender ke zoya.


‘’diminum, biar hatimu adem’’.


‘’iya iya, tenang aja, aku mah sekarang masa bodo sama adam’’. Zoya mendapat pesan dari adam,


‘’kebelakang perpustakaan sekarang’’, zoya bingung apakah dia harus meninggalkan amel sendiri atau mengabaikan adam.


‘’mel, aku pergi dulu yah, adam ngajak ketemu sekarang!’’.


‘’iya kamu pergi aja’’. Zoya keluar dari kedai, berpapasan dengan alexa di pintu, mereka tak saling memperhatikan.


Alexa duduk sendiri mengamati orang-orang yang berada di kedai, menebak-nebak yang mana orang yang bernama amelia. Alexa mengambil kertas berisi daftar nama mahasiswi yang bernama amelia, data itu lengkap dengan foto mereka satu persatu.


Setelah beberapa menit, alexa akhirnya tau wanita yang bernama amelia, dia pun memperhatikannya lumayan lama. Alexa menghampirinya, dan duduk tepat di kursi depan amel.


‘’alexa?’’, amel terperangah tak menyangka alexa menghampirinya,


‘’ada apa alexa?’’, sambungnya.


‘’lo kenal gue?’’, alexa menjadi heran karna ternyata amel mengenalnya.


‘’bukankah lebih heran jika aku tidak mengenalmu, kamu itu kan terkenal’’.


Alexa tersenyum,


‘’baiklah, gue akan baik sama elo’’, alexa berucap dalam hati.

__ADS_1


Alexa yang awal tujuannya datang adalah untuk memaki amel, tapi mengurungkan niatnya karna amel memuji-muji dirinya.


‘’ini ponsel lo?’’, alexa memperlihatkan ponsel milik zoya.


‘’bukan, itu milik temanku’’.


‘’kenapa dia nggak ikut kesini?’’.


‘’tadi dia disini, tapi dia punya urusan lain jadi buru-buru pergi’’.


‘’siapa nama teman lo itu?’’.


Amel terdiam, takut kalau-kalau alexa akan menyakiti zoya jika dia tau namanya.


‘’maaf, kenapa bertanya?’’.


‘’hanya ingin tau saja, nabil nyuruh gue untuk memberikan langsung kepadanya’’.


‘’nabil?’’.


‘’iya nabil, sahabat gue. Lo gak kenal?’’.


‘’aku jelas tau dia, hanya saja aku kaget karena temanku ternyata nginap di apartemen nabil’’.


‘’jadi dia yang nginap?, berarti dia juga dong yang di anterin sampai telat ke bandara’’, alexa mencoba memecahkan rahasia nabil darinya.


‘’bdw siapa nama teman lo?’’, alexa kembali bertanya.


‘’namanya zoya’’, amel menjawabnya lirih.


‘’oh, jadi namanya zoya. Dia satu kampus sama lo?’’.


‘’iya, dia teman jurusanku di jurusan biologi’’.


‘’oh, begitu rupanya. Santai aja, gue gak makan orang kok!. Ah, nabil gak masuk kuliah hari ini jadi dia minta gue untuk mengembalikan ponsel teman lo, jadi gue yang datang’’.


Alexa berbohong kepada amel demi menggali informasi lebih banyak tentang zoya.


‘’iya, gak apa-apa. Oh ya, dompet nabil terbawa lagi sama zoya, padahal tadi dia mau nitipin dompetnya ke aku, tapi pasti dia lupa karena buru-buru’’.


‘’dompet nabil?’’, alexa mengingat ucapan nabil saat melakukan rekaman vidio.


‘’oh, jadi dompet lo di dia, bukan di nabila’’, alexa terus bergumam dalam hati.


‘’oh, bagaimana ya, nabil bilang gue harus ambil dompetnya baru gue kembaliin ponselnya’’.


‘’eh, bisakah kita ketemu lagi. Aku akan ajak zoya atau membawakan dompetnya’’.


‘’baiklah, gue bisa kok temuin lo lagi. Tapi gue belum bisa kembaliin ponsel teman lo sekarang yah’’.


‘’iya gak apa-apa. Alexa bisa minta foto bareng gak?’’.


‘’baiklah, tapi gue punya permintaan, bisa?’’.


‘’apa itu?’’.


‘’kalo kita bertemu lagi, lo pastiin buat ajak teman lo yah, gue mau ketemu langsung sama dia’’.


‘’iya aku janji akan ajak dia’’.


‘’ini nomer telfon gue, lo bisa menghubungi gue disini, tapi jangan memberikannya pada siapapun, ok!’’.

__ADS_1


‘’baiklah, trimakasih banyak’’.


BERSAMBUNG....


__ADS_2