
Nabil meninggalkan meja makan,
‘’nabil, antar papa ke kamar’’, mama nadira mencoba mendekatkan kembali nabil dan papanya.
‘’baiklah’’, nabil segera menggandeng tangan papanya dan membantunya berjalan menuju kamar.
Papanya duduk di tempat tidur, saat nabil hendak keluar papanya menggenggam tangannya.
‘’tidak bisakah kamu tinggal di rumah seperti dulu?’’. Nabil duduk di samping papanya.
‘’aku akan sering nginap di sini’’, nabil memeluk papanya.
‘’jika kamu sudah bosan tinggal sendiri, kamu bisa pulang kapanpun. Rumah ini adalah milikmu, jadi jangan kemana-mana’’.
‘’baiklah. Aku ke kamar dulu pa’’, nabil membaringkan papanya dan keluar dari kamar menutup pintu.
Alexa mengaktifkan kembali ponsel yang ia ambil dari kamar nabil setelah mengisi daya baterainya, ada pesan masuk alexa membukanya.
‘’siapapun yang pegang ponsel ini tolong di kembalikan. Anda bisa menghubungi nomor ini’’, pesan itu dari amelia.
Tak lama setelah itu, Panggilan masuk dari amelia,
‘’halo, halo’’.
Alexa mematikan pangilannya.
Amelia kembali memanggil, dan alexa mengirim pesan dari ponsel zoya.
‘’kemana gue harus antar ponsel ini?’’.
‘’kamu siapa?, tinggal dimana?, aku akan ketempatmu untuk ambil posel’’.
‘’gue akan antar langsung, bisakah kita ketemu?’’.
‘’baiklah, besok kita ketemu di depan Universitas Tirtayasa, kamu bisa datang kapanpun’’.
‘’baiklah’’. Alexa tersenyum kecut.
‘’jadi benar dia anak Tirtayasa!’’, alexa kembali menonaktifkan ponselnya.
Alexa melakukan panggilan vidio pada nabil dan brian,
‘’kalian gak main game?’’.
‘’gue ngantuk exa, gue gak ikut yah, besok aja main gamenya’’, brian yang wajahnya masih sangat lesu.
‘’gue juga enggak lah, gue masih sakit kepala nih’’, nabil pun masih terlihat berbaring di tempat tidurnya.
‘’baiklah, sampai ketemu besok’’. Tak lama setelah panggilan vidio di matikan, alexa kembali menghubungi nabil.
’’ada apa ale?, gue gak mau main game’’.
‘’gue gak bisa tidur’’.
‘’tidurlah, cuma satu lagu yah’’.
‘’baiklah’’.
__ADS_1
‘’dan kau hadir merubah segalanya, menjadi lebih indah, kau bawa cintaku setinggi angkasa, membuat ku merasa sempurna dan membuatku untuk kuat menjalani hidup, berdua denganmu selama-lamanya kaulah yang terbaik untukku, ku percayakan seluruh hatiku padamu kasihku satu janjiku kau lah yang terakhir bagiku’’, nabil melihat ponselnya,
‘’halo, halo, ale lo udah tidur?’’, alexa sudah tak menjawab, nabil mematikan panggilannya.
Keesokan harinya, alexa datang di kampus semobil dengan angel diantar oleh sopirnya. Angel kakaknya adalah mahasiswi semester 6 di jurusan ekonomi. Angel saat kecil sakit-sakitan sehingga dia sempat berhenti sekolah setelah Smp, dan masuk Smk bersamaan dengan alexa.
‘’mau ikut gue sarapan di kantin?’’, angel mengajak adiknya, namun alexa menolak dengan cueknya.
‘’gak, gue mau langsung ke tempat latihan’’.
Angel dan alexa berjalan ke arah yang berlawanan, angel melambaikan tangannya, namun alexa mengabaikannya. Angel begitu menyayangi alexa, namun alexa tidak peduli dengan angel, bahkan cenderung cuek dan kasar. Hal itu memang wajar, sebab angel memperoleh perlakuan istimewa dari orang tua mereka, sehingga alexa merasa cemburu dan iri. Mamanya adalah direktur rumah sakit Jakarta Angel, dimana nama angel diambil dari nama anak sulungnya. Dirumah dan di manapun, mamanya selalu baik terhadap angel namun tidak peduli kepada alexa, itulah yang membentuk karakter keras dan kasar dari alexa. Alexa juga memiliki tempramen yang sangat buruk, dia bisa marah 100 kali dalam sehari.
Alexa tiba di tempat latihan. Setelah berganti pakaian dia menunggu pelatihnya datang sembari menghubungi brian.
‘’lo belum bangun?’’.
‘’emm, aku masih ngantuk. Ada apa?’’.
‘’bee lo gak ke tempat latihan?’’.
‘’gue sakit nih!’’, brian terdengar sangat kelelahan.
‘’sakit apa?, gue kesitu sekarang yah?’’.
‘’gue sakit demam. Iya, lo kesini ya, gue mau di temani dan di sayang-sayang’’.
‘’ok, gue telfon nabil dulu baru kesitu’’.
Alexa bergegas kembali berganti pakaian lalu mengambil tasnya dan menaiki taksi. Dia menghubungi nabil, panggilan pertama dan kedua tak ada jawaban, panggilan ketiga.
‘’lo baru bangun?’’.
‘’iya, kenapa nelfon?’’.
‘’honey lo gak masuk kuliah?’’.
‘’gue gak bisa datang, kepala gue masih sakit nih!. Kenapa?’’.
‘’brian sakit, lo mau gak kesana sekarang?’’.
‘’dia sakit apa sih?’’.
‘’cuma demam sih, tapi kan lo tau brian pasti cuma sama pembantunya, pasti dia kesepian. Kita kesana ya?’’.
‘’lo mau bolos latihan lagi?, kemarin kan lo udah bolos’’.
‘’brian lebih penting bukan?’’.
‘’baiklah. Gue jemput lo 2 jam lagi. Gue mau tidur dulu sejam, ok!’’.
‘’gak usah jemput gue di tempat latihan, jemput aja gue di kampus lo, gue ada urusan’’.
‘’ok’’.
Alexa tiba di kampus hendak mencari luna untuk menanyakan soal amelia. Alexa berjalan menuju ruangan direktur, seorang laki-laki menabrak pundaknya, dan berjalan begitu saja mengabaikannya, alexa melihat ke arah laki-laki itu.
‘’aissh, untung aja gue gak lagi marah, coba mood gue buruk udah gue hajar lo!’’. Adam menemui zoya.
__ADS_1
‘’itu kan cewek yang nabrak gue kemarin, dan sekarang pacarnya yang nabrak gue!. Dasar pasangan yang aneh!’’.
Alexa meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ruangan direktur, papa nabil. Luna selalu ikut ke kampus bersama papa nabil. Ponsel alexa berdering, luna menelfon.
‘’exa lo dimana?’’.
‘’gue menuju ke ruangan bokapnya nabil’’.
‘’gue di perpustakaan, kesini sekarang ya!’’.
‘’ok’’.
Alexa berjalan memutar arah menuju perpustakaan untuk menemui luna. Tak lama kemudian mereka bertemu di depan prpustakaan.
‘’gimana, lo udah dapat yang gue minta?’’.
‘’nih, semua daftarnya ada disini. Jangan minta tolong hal sulit lagi!’’, luna memberikan beberapa lembar kertas kepada alexa.
‘’trimakasih luna, ehm, ingat!, jangan bilang ke nabil yah kalo gue nyuruh lo begini’’.
‘’iya iya’’.
Alexa meninggalkan perpustakaan dan menabrak zoya, kertas yang alexa bawa berhamburan di lantai.
‘’maaf, aku gak sengaja’’, zoya memungut kertas itu satu persatu dan tak sengaja melihat daftar nama amelia di kertas itu, zoya menatap ke alexa dan memberikan kertasnya.
‘’lo lagi lo lagi’’, alexa mengambil kertasnya dan meninggalkan zoya. Zoya menatap alexa dari belakang.
‘’kenapa dia nyari orang dengan nama amelia?’’.
Zoya kembali berjalan menuju ruangannya. Beberapa menit sebelum kuliah berlangsung, amel datang dan mengejutkan zoya dari belakang.
‘’door!’’, zoya terperajak kaget.
‘’hah, kamu jahat banget sih. Senang yah kamu kalo aku kena serangan jantung’’, zoya pura-pura kesal dengan amel.
‘’maaf, aku sengaja!’’, amel tertawa kecil meledek zoya.
‘’ehh, dasar!’’.
‘’mana tugasmu?, liat dong!’’. Zoya melirik sinis ke amel lalu menyodorkan buku tugasnya.
‘’ngomong-ngomong, siapa nama cewek yang balerina itu?’’, amel sedang mencatat tugas dan di ganggu oleh zoya yang terus bertanya.
‘’alexa, kenapa?’’.
‘’dia kenal gak sih sama kamu?’’.
‘’jelas tidak. Mana mungkin dia mengenalku. Kenapa?’’.
‘’gak ada, tapi kamu gak pernah kan punya masalah dengan dia?’’.
‘’gak pernah, lagian dia itu terlalu cuek untuk jadikan aku sebagai masalah’’.
Namun zoya masih merasa ada sesuatu yang aneh yang akan terjadi, dia terus memikirkan nama amelia ada di kertas yang alexa bawa.
BERSAMBUNG....
__ADS_1