CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
DEMI MELINDUNGI SESEORANG


__ADS_3

Adam mencengkeram leher alexa ke tiang parkiran, zoya hanya diam dan terus menangis, antara senang karna adam membelanya atau takut kalau adam akan menyakiti alexa.


‘’harusnya lo tanya dia, kenapa gue sampai bilang kalau dia itu ******, bukan malah marah ke gue’’.


Adam melepaskan tanganya dari leher alexa, dia mengambil helm di atas motornya dan memukulkannya ke wajah alexa. Alexa terjatuh pingsan di lantai. Nabil yang melihat kejadian itu dari belakang langsung berlari menolong alexa yang terjatuh di lantai.


‘’exa bangun exa’’. Nabil merapikan rambut alexa dan melihat darah di wajahnya, nabil berdiri dan langsung menghajar adam.


‘’bangsat sialan!’’, nabil benar-benar melampiaskan marahnya terhadap adam yang selama ini ia pendam.


Dia mengingat bahwa adam memukulinya di depan bar, dia mengingat adam yang memukul brian di toilet restoran, dan dia mengingat adam yang berani memukul alexa di depannya. Dia menendangnya dan memukul wajahnya berkali-kali, zoya berusaha melerai mereka, nabil memberikan pukulan terakhirnya, tepat di hidungnya,


‘’mati aja lo brengsek!’’.


‘’berhenti, tolong hentikan!’’.


Zoya menghalanginya dengan berdiri di antara nabil dan adam, dia menutup matanya dan menghadap ke nabil yang sedang mengepal tangannya ingin memukul wajah adam. Nabil menahan pukulannya dan melepaskan adam, dia segera menolong alexa yang masih tak saarkan diri.


‘’urusan kita belum selesai’’, nabil menatap sinis ke adam yang sedang tergeletak di lantai.


Nabil membawa alexa kerumah sakit dengan mobilnya, sedangkan zoya membawa adam kerumah sakit, sebab adam juga mengalami luka yang cukup serius. Tak lama setelah nabil pergi, brian tiba di bioskop. Brian masuk ke bioskop sendirian, brian menonton sambil terus menghubungi nabil dan alexa, namun tak ada yang mengangkat telfonnya. Beberapa kali menelfon nabil, akhirnya nabil menjawab panggilan itu.


‘’nabil lo dimana sih?’’.


‘’gue di rumah sakitnya alexa, lo kesini sekarang ya’’.


Nabil mengakhiri panggilannya, brian segera keluar menuju rumah sakit milik keluarga alexa. Brian melihat nabil dan memegangi tangan seseorang yang sedang terbaring, brian mendekat, di lihatnya wajah alexa.


‘’exa kenapa bil?’’.


‘’adam mukul dia’’.


‘’kenapa bisa?, dimana?’’.


‘’di tempat parkir’’.


‘’lo hubungi keluarganya exa, biar mereka melaporkan adam ke kantor polisi’’.


‘’gue sudah menghubungi angel, dia bilang dia akan segera kesini’’.


‘’emang mamanya exa gak ada di ruangannya?’’.


‘’gue udah kesana tapi dia bilang dia sibuk’’.


Adam dan zoya juga datang ke rumah sakit yang sama dengan alexa, setelah dokter memeriksanya, adam di haruskan untuk menginap di rumah sakit karena wajahnya yang mengalami cidera serius, dia mengalami patah tulang hidup dan luka robek di bibir serta kelopak matanya. Adam yang terbaring tak sadarkan diri karena masih dalam pengaruh obat anti nyeri, zoya menemaninya dan menghubungi keluarganya.


Angel datang dari kampus ke rumah sakit menemui alexa,


‘’alexa kenapa bil?’’.

__ADS_1


‘’dia di pukul adam’’.


‘’apa kata dokter?, dia nggak kenapa-napa kan?’’.


‘’ada keretakan di bagian tulang pipinya dan rahang, kemungkinan besok wajahnya akan lebam dan memer, untuk beberapa hari dia akan kesulitan membuka mulut, terutama berbicara dan makan’’.


‘’apa nyokap gue udah kesini?’’.


‘’ehh.....ehh, gue belum bilang. Iya, gue belum bilang ke mama lo’’.


Angel pergi menemui mamanya di ruangannya,


‘’ma, exa ada di rumah sakit’’.


‘’benarkah?’’.


‘’ma, kita harus ke kantor polisi dan melaporkan adam, dia mukul alexa sampai bikin dia bakal sulit bicara’’.


‘’tidak usah memperkeruh suasana, alexa pasti juga sembuh beberapa hari lagi’’.


‘’ma, alexa di pukul orang dan mama gak keberatan?, dia anak mama!’’.


Mama angel mendekat dan menepuk pundak angel,


‘’sekali-sekali biarkan dia belajar dari kesalahannya, supaya dia juga lebih bisa menyeleksi siapa yang layak dari temannya’’.


‘’itu karena kamu dan alexa adalah dua orang yang berbeda’’.


‘’apa maksud mama?’’.


‘’karena dia adalah alexa’’.


‘’aku gak ngerti dengan apa yang mama omongin’’.


Angel pergi meninggalkan ruangan mamanya, dia kembali menemui nabil dan mengajaknya ke kantor polisi.


‘’brian, gue titip exa yah?’’.


‘’baiklah, gue akan jaga dia sampai lo datang’’.


Brian menunggu alexa, duduk dan memegangi tangannya.


‘’jangan sakit exa, lo kelihatan jelek kalau lagi baring begini, lihat tuh wajah cantik lo di perban sana sini’’. Angel dan nabil sementara melaporkan adam di kantor polisi.


Angel dan nabil berjalan meninggalkan kantor polisi, angel membuka pintu mobil nabil.


‘’angel’’, nabil menghentikan langkahnya.


‘’ya, ada apa?’’.

__ADS_1


‘’bisa lo pulang naik taksi?, gue harus bikin laporan lain’’.


‘’baiklah, sampai ketemu di rumah sakit’’. Angel menghentikan taksi dan meninggalkan nabil sendiri di kantor polisi.


Nabil kembali, membuka pintu dan duduk membuat laporan,


‘’ada apa lagi?’’.


‘’saya mau mebuat laporan lain pak’’.


Polisi segera mendatangi rumah adam dan keluarganya, namun rumah itu kosong, ayah dan ibu adam sudah pergi kerumah sakit menemui anaknya. Di koridor rumah sakit, zoya bertemu orang tua adam.


‘’adam kenapa zoya?’’.


‘’dia di pukul orang tante’’.


‘’terus apa kata dokter?, kenapa wajahnya di perban?’’.


‘’tulang hidungnya patah’’.


Ibu adam terjatuh lemas mendengan kondisi anaknya, ayah adam membantunya duduk di kursi.


‘’siapa yang memukulnya?, anak genk?, preman?, mana orangnya?’’.


‘’bukan tante bukan, dia berkelahi dengan teman kuliahnya’’.


‘’siapa namanya?, aku akan laporkan dia di kantor polisi’’.


‘’tapi dia temannya adam tante, dia teman kelasnya’’.


‘’memangnya kenapa kalau dia teman kelasnya, aku akan tetap melaporkannya’’.


‘’tapi mereka berkelahi karena adam memukul teman orang itu hingga pingsan, dia perempuan’’.


‘’terus kenapa kalau dia mukul orang, apa dia mukul orang sehingga dia pantas di pukuli?. Zoya kamu bisa pulang, biar tante yang jaga adam’’.


‘’baiklah, saya permisi tante’’.


Zoya pergi ke atap rumah sakit, dia menangis tersedu-sedu, dia tidak tau harus ada di pihak siapa, adam bersalah karena dia memukul alexa hingga pingsan, tapi nabil pun bersalah karena memukuli adam hingga tulang hidungnya patah. Dan adam pun memukul alexa karena berniat membelanya, dia melakukan itu sebagai kekasihnya.


‘’ini semua gara-gara aku, coba saja aku tidak marah dan mengatakan pada nabil tentang alexa, semua tidak akan begini’’.


Zoya duduk dan menutup wajahnya dengan kedua lengannya,


‘’ini semua salahku, karena ucapanku, 3 orang terluka’’.


Zoya menenangkan perasaannya, dia masuk ke lift turun dari atap, tiba di lantai 2, tempat adam di rawat, lift terbuka, ada naysila berdiri di depannya. Mereka bertatapan dengan wajah kesal, naysila yang tau kalau zoya adalah pacar baru adam, sedangan zoya melihat postingan foto naysila berpelukan dengan adam yang kemungkinan mereka juga saling menyukai.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2