
Pagi hari nabil terbangun dan menelfon brian untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Lalu dia membuka pintu kamarnya, dilihatnya beberapa pelayan wanita berdiri di depan kamarnya, membawakan handuk dan pakaian ganti. Nabil mengambil handuknya dan segera mandi. Setelah mandi dan berpakaian rapi, nabil ikut sarapan bersama orang tua brian,
‘’itu foto keturunan keraton semua ya?’’.
‘’iya, itu silsilah keluarga kami, mulai dari keturunan pertama hingga keturunan saat ini’’.
‘’setauku tante hanya dua bersaudara, ternyata empat!’’.
‘’iya, tante memiliki 2 kakak perempuan dan satu adik perempuan’’.
‘’tapi kenapa yang ada fotonya hanya tante dan mama nay, yang lain kok gak ada?’’.
Mama dan papa nabil saling memandang, hendak menjawab pertanyaan nabil namun ragu.
‘’karena mereka sudah meninggalkan keraton’’.
‘’oh, maaf, saya menanyakan urusan keluarga tante’’.
‘’gak apa-apa, tantepun hanya bisa memberitahumu sampai disitu’’.
Nabil meminta izin pada orang tua brian karena tidak akan pulang malam ini, sebab dia akan merayakan tahun baru. Nabil menjemput zoya di depan rumahnya, mereka pun pergi jalan-jalan mengelilingi kota jogja dan menikmati kuliner yang nabil tidak pernah makan.
‘’aku mau posting foto kita dan ngetag kamu, boleh kan?’’, tanya zoya.
‘’ee, jangan!. Kamu boleh mempostingnya tapi jangan ngetag gue, ok!’’.
‘’kenapa?’’.
‘’brian sama alexa itu pemarah, terutama alexa. dia bakal marah dan mengomel jika dia tau gue pergi jalan sama wanita’’.
‘’ini kan hidupmu, kenapa kamu mau diatur sama alexa’’.
‘’bukannya gitu, gue cuma selalu kalah kalau berdebat sama dia. Dan apapun itu, gue gak akan bisa menyampaikan kebenaran ke alexa, karena alexa tidak mudah menerima keputusan orang lain’’.
‘’kok kamu tahan sih bersahabat dengan mereka kalau hidupmu sampai di kekang begitu?’’.
‘’yah, mereka itu ada di saat senang maupun susah, mereka bahkan lebih dekat daripada keluarga gue. Hanya saja, gue mesti benar-benar sabar menahan emosi pada alexa, menutupi perasaan gue dan mengikuti kemauannya, dan selalu mendukung apapaun yang dia lakukan walau itu menyakiti orang lain’’.
‘’teman harus saling mengingatkan bukan?, bukan hanya sekedar mendukung dan membela’’.
‘’iya, lo benar, tapi hati gue luluh saat lihat alexa, apalagi saat dia menangis, gue cuma gak tahan lihat dia kecewa, jadi gue menahan segalanya untuk membuatnya bahagia’’.
‘’jadi kamu sudah tidak menyukai alexa sebagai wanita?’’.
Nabil terdiam, dia sangat menyukai zoya, namun iya juga tidak paham tentang perasaannya pada alexa sebenarnya seperti apa. Nabil meminta izin orang tua zoya untuk mengajaknya camping di gunung.
__ADS_1
Brian mengambil ponselnya dan menghubungi alexa, alexa sedang mempersiapkan diri untuk segera tampil beberapa jam lagi.
‘’brian, selamat ulang tahun!’’.
‘’ngucapin selamat ulang tahun tapi gue yang nelfon, bener-bener lo!’’.
‘’kado yang gue kirim udah nyampe?’’.
‘’udah, terimakasih. Kado nabil juga udah nyampe, barengan sama paket lo’’.
‘’oh ya!, padahal gue gak janjian mau kirim kado’’.
‘’yah, mungkin kebetulan aja!. Jangan cemas, meskipun gue gak bisa lihat lo tapi gue bakal terus doakan elo agar gak grogi diatas panggung’’.
‘’emm, baiklah!’’.
‘’oh iya, nabil bakal datang buat lihat lo, jadi jangan sedih dan semangatlah!’’.
‘’benarkah nabil akan datang?’’.
‘’emm, kemarin dia nelfon gue dan bilang dia akan datang’’.
‘’baiklah, gue mau siap-siap dulu yah!’’.
‘’bye bye!’’.
Jam 10 malam tiba, alexa memasuki panggung dan menampilkan swan lake, sembari menarikan dengan tarian yang indah, pandangannya tak henti melihat ke kursi penonton untuk mencari nabil, namun dia belum menemukan nabil dalam pandangannya. Nabil melihat jam tangannya, dia teringat bahwa malam ini alexa akan tampil, dia meninggalkan zoya di gunung dan mengendarai mobilnya menuju jakarta untuk melihat pertunjukan alexa di atas panggung.
Tarian terakhir dengan tema swan lake pun berakhir, alexa yang seharusnya melompat sebanyak 10 kali ternyata hanya mampu melompat 3 kali karena kakinya terkilir, lalu dia mengakhiri tariannya duduk di lantai dan mengangkat tangan serta pandangannya, berpura-pura bahwa seperti itulah gerakannya. Semua penonton berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah, penampilan alexa dan tim balerina hari ini sangat bagus. Setelah tim balerina berada di belakang panggung, alexa segera di beri pereda nyeri dan dia menolak untuk di bawa kerumah sakit sebab dia harus pergi ke bangku penonton mencari nabil.
Tepat pukul 00.00 kembang api di seluruh negeri menyala, brian menyaksikan pergantian tahun di asrama bersama peserta atletik lalu memberi alexa ucapan selamat ulang tahun lewat pesan. Brian menghubungi nabil dan alexa namun keduanya mengabaikan panggilan dari brian. Brian pun mulai cemas dengan hubungan persahabatan mereka yang mulai renggang dan semakin menjauh. Alexa sibuk mencari nabil di kursi penonton di setiap sudut stadion, melihat dan mendatangi penonton satu persatu untuk memastikan bahwa nabil memang benar datang ke pertunjukannya. Sementara nabil sedang melaju kencang mengendarai mobilnya.
Brian yang mulai curiga dengan retaknya persahabatan mereka, dia pun mencoba menghubungi amel sahabat zoya untuk memberinya informasi.
‘’amel gue brian, lo sekarang sama zoya gak?’’.
‘’tidak, ada apa?’’.
‘’selama gue gak ada, apakah ada sesuatu yang penting terjadi?’’.
‘’apa kamu tidak tau?’’.
‘’tentang apa?’’.
‘’zoya berpacaran dengan nabil, bahkan mereka selalu bersama di kampus’’.
__ADS_1
‘’selain itu?’’.
‘’sepertinya nabil dan alexa tidak berbaikan, mereka tidak pernah bersama, berbicara atau saling menyapa’’.
‘’apa lagi yang penting selain itu?’’.
‘’entah ini penting atau tidak, aku sudah tidak berteman lagi dengan zoya’’.
‘’kenapa?’’.
‘’zoya menyembunyikan banyak hal, tentang hubungannya dengan nabil, tentang dia yang tinggal bersama nabil, dia bahkan tidak bertanya apapun padaku tentang alasan aku mendiamkannya, dia malah sibuk dengan nabil setiap saat’’.
‘’semua akan baik-baik saja, tunggu gue balik, gue akan memperbaikinya’’.
‘’terimakasih’’.
Nabil tiba di tempat pertunjukan alexa, namun penonton sudah berhamburan pulang dan panggung sudah di rapikan. Nabil berlari ke belakang panggung mencari alexa namun tidak melihatnya, nabil menghubungi alexa namun ponselnya tidak aktif. Nabil terduduk di belakang panggung, menangis karena mneyesal tidak melihat alexa. dia pun kembali ke jogja untuk menjemput zoya.
Pagi hari di tanggal 1 januari brian mengirimkan paket kue ulang tahun kepada alexa, paket itu sampai di asrama alexa. Alexa yang sedang mengemasi barang-barangnya karena akan kembali kerumah, membuka kotak yang bertuliskan nama brian diatasnya. Alexa pun tersenyum lalu meneteskan air mata, merindukan brian dan nabil yang bersama-sama dengannya setiap ulang tahunnya. Salah satu balerina pun mendekat ke alexa.
‘’alexa kenapa?, kok sedih?’’.
‘’nggak ada, gue hanya terharu’’.
‘’wah, kue ultah. Lo ultah sekarang?’’.
‘’iya’’.
‘’teman-teman kesinilah mendekat, alexa ulang tahun, mari kita rayakan bersama ulang tahun alexa’’.
Balerina yang lain mendekat dan memberikan ucapan selamat ulang tahun pada alexa, lalu menyalakan lilin dan menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. alexa menutup mata dan berdoa, berharap semuanya akan kembali seperti sediakala, tentang persahabatannya.
‘’tuhan, aku harap saat aku kembali, semua akan baik-baik saja. Aku harap persahabatanku baik-baik saja, nabil tidak akan meninggalkan aku dan brian, aku hanya berharap itu saja tuhan, tolong kabulkan’’.
Alexa meniup lilin, siapa sangka dia merayakan ulang tahunnya yang ke 22 tahun dengan teman-teman balerinanya.
Nabil menghentikan mobilnya di depan keraton, hendak mengambil kopernya yang masih berada di rumah brian.
‘’kenapa berhenti disini?, kamu mau mati?’’, ucap zoya.
‘’tunggu aja disini!’’.
Nabil kembali sambil membawa kopernya, lalu ia masukkan ke bagasi mobilnya. Zoya terperangah melihat nabil, terus bertanya sebenarnya nabil itu siapa.
‘’itu rumah gue, udah jangan bertanya lagi’’.
__ADS_1
‘’jadi nabil anak keraton?’’, pikir zoya dalam hati.
BERSAMBUNG....