
Angel datang kerumah sakit sendirian, di kamar alexa ada jaket papanya yang di letakkan di sofa.
‘’ini jaket papa gue?’’, tanya angel pada brian yang sedang menjaga alexa.
‘’iya’’.
‘’dia sekarang dimana?’’.
‘’gak tau, tadi dia pergi begitu saja, gak ngomong mau kemana’’.
‘’lo bisa panggilkan papa gue gak, mungkin dia di toilet. Kalau tidak ada coba lihat di ruangan nyokap gue, lo tau kan?’’.
‘’iya gue tau kok. Nabil mana?’’, tanya brian sambil membuka pintu.
‘’dia bilang dia masih punya urusan, jadi gue pulang sendiri’’.
‘’oh, begitu. Baiklah, gue panggilin papa lo dulu’’.
Brian mencari om hermanto, papa angel dan alexa di toilet namun tak ada, lalu brian menuju ruangan direktur rumah sakit, margaret, mama angel dan alexa. Di pintu, brian berhenti, karena nampaknya mama dan papa angel sedang berdebat.
‘’kamu aja yang datang menjenguk, kenapa mesti aku juga ikut’’.
‘’karena kamu adalah mamanya, tolong jenguk dia!’’.
‘’hah?, mamanya?. kamu juga papanya, papa kandungnya, jadi tidak ada yang salah bukan jika hanya kamu yang menjenguknya’’.
‘’tolonglah, perlakukan dia dengan baik seperti kamu memperlakukan angel’’.
‘’jangan meminta sesuatu yang lebih, aku menerimanya hidup denganku saja harusnya kamu sudah bersyukur’’.
‘’kamu boleh membenciku sebanyak yang kamu mau, tapi tolong jangan benci alexa, dia tidak salah apa-apa’’.
‘’aku tidak membencinya, tapi bukan berarti aku akan menganggap dia sama dengan angel anakku’’.
Mama angel keluar dari ruangannya, brian segera bersembunyi di koridor di dekat ruang staf. Papa angel nampak kesal lalu berjalan menuju kamar alexa. brian mengikutinya dari jauh agar mereka tidak curiga bahwa brian dari tadi ada di dekat mereka.
‘’alexa anak kandung tapi bukan saudara angel, apa maksudnya?, atau gue salah dengar’’, brian terus memikirkan perkataan orang tua alexa tentangnya.
Papa angel membuka pintu kamar alexa,
‘’oh angel, kamu dari mana?’’.
‘’aku dari kantor polisi pa, aku sudah melaporkan adam’’.
‘’baguslah. Teman alexa tadi mana?’’.
‘’tadi aku suruh panggil papa, mungkin masih sementara nyari papa kali’’.
Brian datang dan membuka pintu kamar,
‘’halo om, tadi saya nyari om tapi gak ketemu’’.
‘’oh benarkah?, masuklah’’.
‘’saya mau permisi pulang om, karena orang tua saya datang dari jogja’’.
‘’oh, terimakasih banyak ya, salam untuk orang tua kamu’’.
‘’iya om, saya pamit’’.
‘’hati-hati ya brian’’, ucap angel dari dalam kamar.
Brian pulang kerumahnya dengan hati sedih, meninggalkan alexa yang terbaring sakit. Zoya yang tengah berjalan menuju asramanya, dia terus memikirkan betapa menyesalnya dia sudah mengatakan hal yang sebenarnya pada nabil.
__ADS_1
‘’bisakah waktu kembali di 2 jam yang lalu, aku benar-benar menyesal sudah mengadu tentang alexa’’. dia menggigit-gigit jarinya, menggaruk-garuk kepalanya dan terus berbcara sendiri di sepanjang jalan.
Brian yang melihat zoya sedang berjalan menghampirinya,
‘’lo tau gue kan?’’.
‘’iya’’.
‘’masuklah, ada yang mau gue bicarakan’’. Zoya masuk ke mobil brian dengan perasaan cemas.
‘’mungkin dia akan memarahiku’’, ucapnya dalam hati.
‘’lo masih pacaran sama adam?’’.
‘’iya, masih’’.
‘’lo tau adam mukul alexa?’’.
‘’iya, aku tau’’.
‘’mungkinkah kalau lo ada di sana saat kejadian itu?’’.
‘’iya, aku ada di sana. Maafkan aku, adam mukul alexa karena aku, nabil tidak salah, dia hanya membela temannya’’.
‘’nabil?, nabil kenapa?’’.
‘’nabil mukul adam sampai dia masuk rumah sakit’’.
‘’coba ceritakan bagaimana kejadiannya?, gue gak tau kalau nabil mukulin adam’’.
Zoya menceritakan bagaimana kejadian itu bisa terjadi, dia juga mengatakan bahwa dia sangat menyesal dan merasa bersalah karena menjadi penyebab perkelahian itu terjadi.
‘’jadi sekarang adam di rawat dimana?’’.
‘’tolong maafkan alexa, dia sebenarnya baik, hanya saja dia kadang berbicara sesuai apa yang ada di fikirannya, dia tidak pandai memendam amarah’’.
‘’aku sebenarnya sedih karena alexa memanggilku ******, tapi karena apa yang di katakan alexa itu mungkin benar, jadi aku sangat tersinggung’’.
‘’begitukah?, gue rasa gue juga bakal berpikir hal yang sama, bisa-bisanya kamu menginap di tempat laki-laki yang kamu temui untuk pertama kalinya’’.
‘’itulah yang ku maksud, alexa mengatakan kebenaran tapi aku berusaha menyangkalnya, jadi aku marah pada diriku sendiri, tapi aku melampiaskannya pada orang lain’’.
‘’ternyata lo lucu juga, bdw orang tua lo tinggal di mana?’’.
‘’keluargaku tinggal di jogja’’.
‘’jogja?, berarti lo kenal dong sama keluarga keraton?’’.
‘’aku hanya tau mereka, tapi belum pernah bertemu’’.
‘’benarkah?, mungkin lo bakal segera kertemu sama keluarga keraton’’.
‘’aku akan sangat bahagia jika bisa bertemu langsung dengan mereka’’.
‘’gue suka sama lo!’’, brian seolah tak sadar dengan apa yang dia ucapkan, entah hanya sekedar guarauan atau serius. Zoya terdiam,
‘’anggap saja aku gak pernah dengar apapun hari ini’’, zoya menjadi canggung.
Brian berhenti di depan gerbang asrama zoya,
‘’darimana kamu tau kalau aku tinggal disini?’’.
‘’ahh, itu... itu karena gue yang ngantar nabil pas ketemu elo’’.
__ADS_1
‘’oh, begitu. Baiklah aku turun, terimakasih tumpangannya’’.
‘’sama-sama’’.
Amel ada di depan kamar zoya sedang membuang sampah dari kamar zoya,
‘’kamu darimana?’’, tanya amel yang sementara memperhatikan mobil yang mengantarnya.
‘’aku dari rumah sakit’’.
‘’kenapa?, siapa yang sakit?’’.
‘’adam’’.
‘’kamu di antar siapa pulang?’’.
‘’brian yang mengantarku karena dia ingin mengatakan sesuatu yang penting’’.
‘’oh, begitukah’’.
‘’kamu gak cemburu kan?’’, amel dan zoya masuk ke kamar dan menutup pintu.
‘‘kamu kenapa lagi kok nginap disini?’’, tambah zoya.
‘’biasa, di rumahku lagi banyak orang. Bdw adam sakit apa?’’.
‘’dia berkelahi dengan nabil’’.
‘’nabil?, kenapa bisa?, apa yang teradi?’’.
‘’entahlah’’.
Sesampainya di rumah, para pengawal dan pembantu serta orang tuanya menyambutnya, brian membuka pintu, berbagai kejutan sudah disiapkan namun brian tidak terlihat senang, dia hanya diam tanpa ekspresi lalu duduk di ruang nonton, ibunda dan ayahandanya mengikuti brian dan duduk di sampingnya.
‘’raden ada apa?, kenapa wajahnya terlihat sedih?’’.
‘’tidak ada ibunda, saya hanya lelah’’.
‘’apa kamu tidak merindukan ibundamu ini?’’.
‘’saya sangat merindukan ibunda’’. Brian memeluk mamanya dengan erat, ingin menangis tapi tak bisa.
Polisi menghubungi orang tua nabil,
‘’halo, saya dari kepolisian polsek kemayoran, apa benar ini orang tua nabil?’’.
‘’iya benar, saya ibunya, ada apa?’’.
‘’anak ibu atas nama nabil terlibat perkelahian dan sekarang ada di kantor polisi, jadi wali tolong segera ke kantor polisi untuk memberikan jaminan’’.
‘’baiklah, saya akan segera kesana’’. Mama nabil segera masuk ke kamarnya dan memberitahu suaminya.
‘’pa, nabil ada di kantor polisi’’.
‘’ada masalah apa?’’.
‘’polisi bilang dia berkelahi, ayo kita kesana’’.
‘’tenanglah ma, papa akan keluarkan nabil dari sana’’.
‘’tapi kita juga harus datang dong pa, dia pasti takut berada di sana sendirian’’.
‘’baiklah, mama bersiap sana, baru kita pergi’’.
__ADS_1
BERSAMBUNG....