
Zoya dan amel yang keluar kelas sekitar jam 3 sore, mereka berjalan bersebelahan, lalu mereka berhenti di depan perpustakaan, duduk di sebuah bangku panjang.
‘’nonton apaan sih?, serius banget!’’, zoya berusaha mengintip apa yang sedang di nonton oleh amel, hingga ia tak berkedip.
‘’ada deh!’’, amel menjauhkan ponselnya dari zoya.
‘’coba lihat. Kasih lihat gak!’’, zoya masih tetap memaksa amel menunjukkan yang dia nonton.
‘’aku nonton siaran langsungnya brian’’.
Amel dan zoya menonton bersama vidio siaran langsung di instagram brian.
‘’apa hebatnya si brian sih sampai kamu lihatin vidionya?’’, zoya penasaran karena amel baru pertama kali ini menyebut nama brian.
‘’lo gak kenal brian?’’.
‘’emang dia siapa?, aktor?’’.
‘’cececeh, kamu ngaku cinta tanah air tapi kamu gak tau nama atlet yang udah mengharumkan bangsa indonesia. Dia itu atlet renang yang jadi juara satu di Sea Games 2 tahun yang lalu. Dan brian adalah si cowok paling tampan sejagat’’.
Zoya terdiam sejenak, mencoba mengingat tentang brian si atlet renang.
‘’gak pernah dengar namanya tuh’’.
‘’itu loh zoya, yang sahabatnya nabil dan alexa si balerina’’.
‘’oh, sahabatnya nabil dan alexa?’’.
‘’iya, udah tau kan?’’.
‘’enggak!, nama mereka aja aku baru dengar’’.
‘’hah?, dasar yah bucinnya adam, emang hanya adam yang ada di otak dan hatimu, nama cowok lain mana tau’’.
‘’aku tau sih tentang si atlet renang itu, tapi aku gak tau kalau namanya brian. Emang kamu suka sama dia?’’.
‘’aku sangat ingin menjadi pacarnya, meskipun bakal putus aku akan tetap pacaran dengannya. Akan ku pertaruhkan segalanya demi mendapatkan dia’’.
‘’aku yang kurang update apa emang kamu yang kepo sama hidup dia?’’. Tanya zoya yang mulai penasaran.
‘’kamu benar dua-duanya. Kamu kurang update dan aku yang terlalu kepo dengan hidup dia’’.
‘’uhh, dasar!. penguntit’’.
__ADS_1
Amel mencari akun alexa dan memperlihatkan fotonya pada zoya.
‘’ini loh yang namanya alexa si balerina, ini yang ku bilang sahabatnya brian’’.
‘’ah, kayaknya aku ingat sekarang. Aku tadi gak sengaja nabrak dia di dekat perpustakaan, dan cowok yang sama itu pasti brian yang kamu maksud’’.
‘’belum tentu yah, cowok yang selalu sama alexa itu brian, soalnya ada lagi sahabat mereka yang namanya nabil’’.
‘’aku yakin kok cowok yang sama dia itu brian, kan aku masih ingat banget sama wajahnya’’.
‘’gimana?, tampan kan?’’.
‘’emmm, banget!’’, zoya tersenyum yang juga ikut mengagumi ketampanan brian.
‘’selera kita sama’’.
‘’tapi bukan berarti aku suka dia yah, aku hanya bilang dia sangat tampan’’.
‘’iya, iya aku paham, kalau kamu kan hanya suka sama adam’’.
Amel dan zoya berjalan kedepan gerbang,
‘’mel, coba telfon lagi ponselku, sapa tau diangkat!’’.
‘’iya’’, amel segera menelfon di ponsel zoya.
‘’coba telfon lagi!’’, amel terus menelfon di ponsel zoya berkali-kali namun tak ada jawaban.
‘’taksi yang kupesan udah datang, aku langsung pulang ya?’’, amel melambaikan tangannya sambil membuka pintu mobil taksi di depan kampus.
‘’ok, telfon terus di nomerku ya!, sampai ketemu besok!’’, zoya membalas lambaian tangan amel lalu berjalan menemui adam di halaman belakang kampus.
‘’jam 15.45, masih nunggu lama dong’’, zoya duduk di bangku belakang perpustakaan sambil menunggu adam datang.
Alexa yang sedari tadi mendengar dering ponsel dari kamar nabil akhirnya menjadi sangat penasaran, lalu ia masuk kamar nabil dan memeriksanya. Alexa mencari-cari ponsel yang berdering, di laci, di lemari, di rak, di tempat tidur dan ia mendengar ponsel dari bawah bantal di tempat tidur nabil. Alexa mengambilnya dan dia melihat panggilan tak terjawab dari amelia.
Alexa mengambil ponsel itu dan membawanya keluar kamar. Brian dan nabil benar-benar mabuk, lalu alexa memanggil sopir brian untuk membawanya pulang dan memintanya agar mengantar nabil pulang kerumahnya.
‘’paman, bawa juga ini teman brian yah, tolong antar kerumahnya’’.
‘’baiklah, nanti saya antar’’. Sopir brian membawa brian masuk ke mobil, alexa dan pembantu nabil membawa nabil ke mobil brian.
‘’non alexa gak sekalian mau saya antar?’’, tanya sopir brian.
__ADS_1
‘’gak usah, saya naik taksi saja’’.
Alexa yang berada di dalam taksi terus melihat ponsel yang ia temukan di kamar nabil.
‘’punya siapa?, pacar nabil?’’, alexa terus berfikir tentang siapa pemilik ponsel itu.
Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering lagi, amelia memanggil. Alexa mengangkat panggilannya.
‘’halo... halo.... em, aku ....’’, amelia berbicara di telfon, saat alexa hendak berbicara, ponselnya mati karna baterainya kosong.
‘’seorang wanita, tapi siapa?’’, alexa semakin penasaran, tentang siapa yang menelfon dan siapa pemilik ponsel.
‘’amelia siapa?’’. Alexa nampak begitu kesal, lalu dia menyimpan ponsel itu di dalam tasnya.
Alexa menelfon Brian, namun tak ada jawaban, lalu ia menghubungi luna yang merupakan sepupu perempuan nabil. Luna yang saat itu sedang berada di dalam perpustakaan kampus akhirnya mengabaikan panggilan dari alexa, namun alexa terus menghubunginya sehingga luna pun keluar berjalan ke samping perpustakaan, dan mengangkat telfon dari Alexa.
‘’halo exa, ada apa?’’.
‘’Luna gue mau minta tolong, carikan daftar mahasiswi atas nama amelia, lengkap dengan jurusan, alamat dan nomer telfonnya, bisa?’’.
‘’mana bisa sih gue minta daftar mahasiswi di tirtayasa?, kalo di tanya untuk apa gue mesti jawab apa coba?, aneh-aneh aja!’’.
‘’gue nemuin ponsel atas nama amelia, tapi gue gak tau amelia siapa jadi gue butuh informasi ini’’.
‘’ya kenapa juga lo gak nyuruh nabil buat nyari daftar namanya’’.
‘’nabil gak mau gue suruh, jadi gue minta tolong sama lo’’.
‘’ya nantilah, gue usahakan. Nanti gue coba minta di papa nabil’’.
‘’em, jangan bilang sama nabil yah, kalo gue nyuruh lo kayak gini, solanya nabil bakal merasa gak enak kalo sampe dia tau gue minta tolong sama elo’’.
‘’ok!’’.
‘’makasih luna. Gue tutup yah!’’.
Nabil tiba di depan rumahnya, ada satpam yang membantunya keluar dari dalam mobil brian hingga di depan pintu rumahnya. Tak lama kemudian mama nabil keluar dan membantunya masuk hingga ke kamar.
‘’bisa-bisanya kamu datang di rumah saat seperti ini’’, mama nabil membuka sepatu dan kaos kaki nabil yang sudah terlentang tak sadarkan diri. Mamanya lalu mengelus wajah nabil.
‘’mama senang kamu pulang’’. Mamanya melepaskan kemeja nabil dan menggantinya dengan baju kaos, lalu meninggalkannya di kamar agar beristirahat. Mama nabil masuk ke kamarnya, menemui papa nabil yang sedang terbaring sakit.
‘’nabil sudah datang, tapi dia sedang tidur di kamarnya’’, mama nabil menggenggam tangan papa nabil.
__ADS_1
‘’suruh kesini jika dia sudah bangun’’, suara papanya terdengar sangat lemah.
BERSAMBUNG....