
Alexa bergegas merapikan rambut dan memakai gaun pemberian nabil di hari ultahnya. Alexa mengirim pesan kepada nabil.
‘’lo harus pergi ke acara makan malam keluarga, ok’’.
Nabil yang awalnya tak berniat ikut namun akhirnya ikut juga karena alexa menyuruhnya untuk pergi. Saat makan malam hampir usai, mama angel memulai pembicaraan.
‘’bagaimana dengan perjodohan anak kita?’’, angel, alexa, nabil dan naysila terperangah mendegar pembicaraan itu.
‘’perjodohan?’’, alexa bertanya lirih tak percaya apa yang di katakan mamanya.
‘’pa, maksudnya apa?’’, nabil juga penasaran dengan kalimat itu.
‘’benar, papa akan menjodohkanmu dengan putri ibu margareth’’.
‘’baguslah jika kita bisa menjadi keluarga, aku harap angel akan menjadi adik iparku’’, naysila tersenyum manis dan menatap sinis pada alexa.
‘’tentu saja, nabil dan angel kan sudah saling kenal sejak lama, apa salahnya jika mereka di satukan sebagai pasangan’’, mama angel juga tersenyum.
‘’maaf tante, tapi saya punya pacar’’, dengan santai nabil mengucapkan bahwa dirinya sedang berpacaran di depan keluarganya dan keluarga alexa. Alexa pun menatap nabil dengan kekecewaan dan rasa penasaran.
‘’pacar?, nabil punya pacar?’’, ucapnya dalam hati.
Papa nabil terlihat marah,
‘’nabil hubungan keluarga jauh lebih penting bukan?, daripada urusan pribadimu?. Papa harap kamu tidak akan mengecewakan papa dan mama alexa, mama dari sahabatmu’’.
Alexa terdiam, berusaha membendung amarah dan air matanya. Kekecewaannya berlipat ganda, mendengar nabil yang memiliki kekasih dan papa nabil yang mempertahankan perjodohan nabil dengan angel.
‘’nabil dengan angel?’’, alexa tersenyum kecut.
‘’nabil, bukankah pacaran hanya perasaan sementara, kamu juga bisa mulai berpacaran dengan angel untuk memantapkan hati kamu’’.
‘’ma, aku tidak mau di jodohkan’’, angel mulai kesal dengan mamanya.
‘’bukankah kamu tidak punya alasan untuk menolak perjodohan angel?’’.
Angel terdiam, tak bisa berfikir apa lagi yang harus ia katakan untuk menolak perjodohan itu. Alexa hanya terus meminum anggur dan tidak dapat berkata-kata, hatinya sakit pikirannya kacau. Makan malam usai, nabil naik taksi menuju apartemennya, namun iya berhenti sejenak di toserba untuk membeli rokok. Dia melihat zoya sedang makan mi instan di bangku depan toserba, nabil duduk di depannya.
‘’hei, belikan gue juga dong seperti yang lo makan itu’’.
Zoya diam, dia hanya terus makan, nabil masih terus menganggunya.
‘’yak!, beliin gue yang lo makan itu sekarang’’.
‘’pop mie?’’.
‘’iya, pop mie’’.
‘’kamu bisa beli sendiri kenapa menyuruhku’’, zoya terus makan mienya.
‘’gue gak tau caranya bikin mie lembek’’.
__ADS_1
‘’apa?, mie lembek?. Maksudnya kamu gak tau caranya masak mie?’’.
‘’begitulah’’.
‘’jangan bilang kamu belum pernah makan mie instan?’’.
‘’belum pernah, kenapa?’’.
‘’tidak ada, tunggu aku akan membelikanmu’’.
Zoya duduk kembali memberikan pop mie yang telah di seduh air panas.
‘’selamat makan’’, nabil tersenyum pada zoya namun zoya mengabaikannya.
Setelah makan mereka berdua berjalan-jalan ke taman, nabil duduk dan menyandarkan punggungnya di bangku taman.
‘’rasanya aneh saat taman menjadi ramai’’.
‘’justru aneh jika taman sepi dan hanya ada kita berdua’’.
Nabil terdiam, tersenyum melihat kebahagian orang-orang di taman. Setelah berdiam beberapa saat, zoya mulai kembali mengingat sakit hatinya di tinggal adam, nabil yang melihat ke arah zoya pun berusaha menghiburnya.
‘’ayo pacaran!’’. Zoya memalingkan wajahnya menatap nabil.
‘’kenapa?’’, tanyanya dengan wajah sedih.
‘’apa yang kenapa?’’.
‘’hanya bilang’’.
‘’haa a a a a a’’, zoya menangis dengan keras, hatinya sakit karena di tinggalkan dan sekarang dia merasa nabil mempermainkan perasaannya.
‘’kkenapa lo?’’, nabil merasa malu karena orang-orang di taman melihat ke arahnya.
‘’woii, jangan nangis lo. Gue tinggal nih!’’, nabil berdiri merasa panik harus berbuat apa dengan zoya yang tak mau berhenti menangis.
‘’gue salah apa?, kenapa lo nangis’’, tambahnya.
Zoya menenangkan hatinya, mencoba menahan tangisnya. Dia mengelap elap air matanya dan mulai berbicara lagi.
‘’kenapa lo ngajak gue pacaran, kenapa?’’.
‘’gue cuma main main kok!’’. Zoya berdiri dan menatap nabil dengan kejam.
‘’maksudmu, kamu sedang mempermainkanku dengan ngajak aku pacaran?. Haaa a a a a a’’, zoya kembali menangis.
‘’oow, bbukan begitu. Maksud gue adalah gue gak maksa lo buat terima gue, tapi gue gak main-main bilang begitu. Udah dong jangan nangis’’.
Nabil tersenyum ramah kepada orang-orang yang melihat kearahnya, menjelaskan kepada mereka bahwa bukan dia yang membuat zoya menangis.
‘’bukan saya’’.
__ADS_1
‘’jangan salah paham’’. Nabil mendekat ke zoya dan menepuk nepuk pundaknya.
‘’maaf kalau gue salah ngomong, gue gak punya maksud buat nyakitin elo’’.
‘’aku menangis bukan karena tersinggung ucapanmu, maaf membuatmu merasa tidak nyaman’’.
‘’apa lo bertengkar sama pacar lo lagi?, soalnya gue tadi di kampus sempat lihat lo sama adam bertengkar’’.
‘’gue di putusin, dan dia balikan sama naysila. Dia bilang aku menggodanya, dan hubunganku selama ini hanyalah rasa kasihannya’’, zoya kembali menangis namun hanya perlahan tak sampai membuat orang melihat ke arahnya.
‘’berarti, waktunya pas dong tentang yang ajakan gue tadi?’’.
‘’maksudmu ajakan buat pacaran?’’.
‘’emm, gimana?’’.
Zoya terdiam, seolah ucapan nabil hanyalah omong kosong.
‘’1 jam yang lalu aku menagis karena patah hati, dan sekarang kamu ngajak aku pacaran?, kamu sehat?’’.
‘’haah’’, nabil menghela nafas panjang.
‘’apa yang salah?’’, sambung nabil.
‘’ini hatiku yang terluka, bukan jari tanganku. Jari tangan yang terluka saja butuh beberapa hari untuk sembuh, apalagi hati’’.
‘’lo tau kenapa luka susah sembuh?’’.
‘’kenapa?’’.
‘’karena di tutup dengan rapat. Seandainya di buka pasti akan cepat sembuh. Begitu juga dengan hati, jika karena lo sakit hati terus lo menutup hati lo buat orang lain, itu justru tidak membuatnya cepat sembuh, tapi membuatnya susah sembuh. Jadi maksud gue adalah saat lo sakit hati cobalah untuk membiarkan luka itu, cobalah untuk membuka hati lo untuk orang lain, maka pasti akan lebih cepat sembuh’’.
Zoya tertegun dengan ucapan nabil, namun dia menyadarkan diri bahwa dia tidak menyukai nabil.
‘’kamu bercanda kan?’’.
‘’entahlah’’.
‘’kamu pasti mempermainkanku’’.
‘’susah deh ngomong sama lo, bawannya curiga terus. Jangan salah menilai, meskipun gue tampan dan baik tapi gue bukan cowok seperti itu’’.
‘’jika kamu serius, aku jawab tidak bisa’’.
‘’gue anggap itu bukan penolakan, tapi penantian jawaban’’.
‘’maksudnya apa?’’.
‘’gue pastikan lo bakal bilang iya’’.
Sampai di asrama, zoya tidak bisa tidur, dia terus memikirkan ucapan nabil yang mengajaknya pacaran. Dia berbaring menutup tubuhnya dengan selimut, membolak balikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri hingga ia terjatuh dari tempat tidurnya. Nabil pun mengalami hal yang sama, dia tidak bisa fokus bermain game, dan akhirnya berpindah ke ruangan alat musiknya, memainkan gitar, memainkan piano, memainkan drum, dan akhirnya menyerah kembali ke kamarnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....