
Zoya meletakkan sepedanya di bawah pohon, lalu mengajari nabil mengendarai sepeda. Setelah beberapa jam belajar, nabil sudah sedikit bisa, tiba-tiba ponselnya berdering.
‘’alexa nelfon, gue angkat dulu yah?’’.
‘’emm’’.
Nabil pergi menjauh dari zoya, zoya pun mengambil sepedanya dan mengendarainya.
‘’emm, ada apa?’’.
‘’lo dimana?, gue bete nih’’.
‘’gue di taman’’.
‘’gue kesitu ya?’’.
‘’jang..’’, alexa mengakhiri panggilannya.
‘’benar-benar alexa merusak suasana aja, ngapain juga dia nyusulin gue di taman’’.
Alexa menuruni taksi tiba di taman, lalu memasang headset mendengarkan musik, sambil terus menatap ponselnya mengirim pesan pada nabil.
‘’lo di sebelah mana?’’.
‘’nabil awas, sepedanya tidak bisa di rem’’.
Nabil yang berada di depan alexa segera berlari menyelamatkan alexa dari zoya yang hendak menabraknya dari belakang. Nabil dan alexa jatuh bersama, nabil mendekap dan melindungi alexa dari benturan. Zoya menabrak sebuah pohon dan terlempar dari sepeda. Dia terjatuh dan samar-samar ia melihat nabil yang memilih menyelamatkan alexa dari pada dirinya. Nabil berdiri dan membantu alexa.
‘’lo gak apa apa?, kaki lo gak sakit?’’.
Nabil memeriksa seluruh tubuh alexa, memastikan bahwa dia tidak terluka. Dia juga melihat kaki alexa untuk memastikan bahwa kakinya tidak cedera. Kaki alexa adalah anggota tubuh yang paling berharga baginya karena dia seorang balerina. Apalagi, sebentar lagi dia akan segera pergi untuk seleksi pertunjukannya. Nabil khawatir kaki alexa terluka.
Zoya berdiri sendiri, lalu menyandarkan sepedanya, tiba tiba penglihatannya gelap dan dia jatuh pingsan. Nabil yang melihat hal itu tentu tak bisa langsung menolongnya, orang orang di taman pun berkerumun menolongnya.
‘’lo sebaiknya pulang yah, gue panggilkan taksi’’.
‘’lo gak nganter gue pulang?’’.
‘’gue belum bisa pulang soalnya masih ada yang gue tunggu’’.
‘’baiklah, maaf gak jadi nemanin elo di taman’’.
‘’kapan-kapan kita bisa kesini bersama lagi’’.
Nabil membukakan pintu taksi dan melihat alexa pulang, dia segera melihat zoya yang terbaring di bangku taman di tengah kerumunan orang-orang.
‘’permisi permisi, saya temannya’’. Nabil membawa zoya masuk ke dalam mobilnya.
__ADS_1
‘’zoya, zoya, lo bisa dengar gue?’’.
zoya membuka matanya perlahan.
‘’aku kenapa?’’.
‘’lo pingsan karena terjatuh, lo gak ingat?’’.
‘’emm, aku ingat dengan jelas’’.
Zoya memalingkan wajahnya dari nabil, merasa kesal karena kejadian yang baru saja terjadi.
‘’kenapa?, apa ada yang sakit?, dimana?’’.
‘’hatiku yang sakit’’.
Nabil menyetuh wajah zoya, dilihatnya bibir, hidung dan telinga berdarah.
‘’lo berdarah, kita kerumah sakit sekarang!’’.
Nabil melajukan mobilnya menuju rumah sakit, zoya masih memalingkan wajahnya dari nabil dengan wajah yang terlihat sedih. Alexa ternyata menghentikan taksi dan dia melihat nabil yang mengendarai mobilnya dengan seorang wanita, alexa sangat sedih, dia menghubungi nabil namun panggilannya tidak di jawab. Alexa mengirim pesan pada nabil.
‘’gue tunggu lo di tempat ngumpul kita, jam berapapun gue bakal nunggu sampe lo datang’’.
Alexa menunggu nabil sekitar 6 jam, nabil yang baru datang langsung menemui alexa yang sedang minum anggur sendirian, nabil mengambil gelas di tangan alexa.
‘‘lo punya pacar?’’, alexa menatap tajam pada nabil.
Nabil terdiam lama, sedang berfikir jawaban apa yang sebaiknya ia berikan ke alexa.
‘’darimana dia tau?’’, gumamnya dalam hati.
‘’gue tanya apa bener lo punya pacar?’’, alexa menjadi kesal dan marah.
Nabil mengantar alexa pulang kerumahnya. Di perjalanan pulang alexa merasa sakit pada kakinya, namun ia mengabaikan sakit itu, dia hanya menatap jendela mobil, sedangkan nabil hanya terus memandangi alexa yang tak juga mau bicara dengannya.
‘’ale, ayolah itu hanya kebohongan’’, nabil yang berusaha menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
Alexa yang percaya dengan kata-kata nabil mulai menghawatirkan cara membatalkan pertunangan.
‘’setidaknya kebohongan nabil harus di lanjutkan’’, ucapnya dalam hati.
‘’ok lah itu kebohongan, tapi bukannya lo juga harus mempersiapkan segalanya agar terlihat lebih nyata?’’, alexa mulai mau berbicara.
‘’orang tua kita sudah tidak akan membahas itu lagi, percayalah!’’.
‘’gak mungkin, mereka tetap akan memaksa lo bertunangan dengan angel’’.
__ADS_1
‘’angel dan gue kan sama-sama gak setuju’’.
‘’gak setuju bukan berarti hal itu akan di batalkan, sebaiknya kita yang harus membatalkannya’’.
‘’caranya?’’.
‘’lo harus bilang kalau pacar yang lo maksud adalah gue’’.
‘’hah?, sudahlah, buang rencana konyol lo itu!’’.
‘’kenapa konyol?, kalo mereka tau kita pacaran, angel jelas punya alasan untuk menolak perjodohan, orang tua gue dan orang tua lo bakal tetap bekerja sama sesuai rencana, dan mereka tidak akan saling menghianati karena anak mereka bertunangan, gue dan elo’’.
‘’rencana lo terlalu beresiko, gimana kalau nyokap lo justru marah karena lo merebut calon tunangan kakak lo?’’.
‘’gue gak peduli soal itu, gue rasa itu memang jalan satu-satunya’’.
‘’gue peduli sama elo, jadi tolong khawatirkan diri lo sebelum lo khawatir sama gue’’.
‘’kenapa?, lo suka sama angel?, bilang aja kalau lo sebenarnya mau kan di jodohkan sama dia?’’.
Sesampai di rumah, ponsel alexa berdering, tapi dia mengabaikan panggilan dari nabil, lalu dia meminum pil tidur. Nabil yang mulai cemas dan gelisah karena alexa tidak mengangkat telfon darinya, nabil terus menghubungi alexa puluhan kali, namun masih saja tidak ada respon. Nabil menyanyikan lagu dan mengirimkannya pada alexa.
‘’dekaplah tubuhku kasih, bawalah aku melayang bersamamu, menyusuri ruang hati yang penuh kasih, berhiaskan cinta abadi, berikan aku cinta suci, yng terdalam dari hatimu, berikan aku kasih putih yang tulus dari hatimu’’.
Setelah beberapa jam menunggu alexa tak juga membuka pesan suara dari nabil, hingga jam 3 malam nabil pun baru tertidur.
Keesokan harinya, 30 November, alexa dan tim baletnya besiap-siap menuju lokasi seleksi nasional, pelatih balet mengabsen dan memberikan motivasi kepada para peserta.
‘’Miracle girls, kita sudah latihan semaksimal mungkin selama beberapa bulan ini, saya harap kalian melakukan yang terbaik di atas panggung. Bagi alexa mungkin ini bukan yang pertama kalinya mengikuti seleksi, namun bagi peserta yang lain ini adalah langkah awal untuk menjadi balerina terbaik. Buktikan kerja keras kalian, semangat’’.
‘’semangat’’, para peserta menaiki bis menuju gedung seleksi.
Setelah tiba, alexa dan timnya menuju ruang makeup, memakai kostum dan bersiap untuk tampil. Nabil yang merasa tidak tenang karena alexa benar-benar marah, akhirnya memutuskan untuk menemui alexa di ruangan makeup. Nabil menggendong gitar yang dia bawa dari rumahnya, lalu menemui alexa di belakang panggung.
‘’honey, kenapa lo gak angkat telfon gue!’’.
Alexa mengabaikan nabil, nabil pun masuk ke ruangan dan berdiri di depan alexa, memegang tangan alexa yang sementara merapikan pakaiannya. seperti biasa, teman-teman alexa melihat nabil dengan hati berdebar dan riang, mengagumi betapa tampannya nabil.
‘’lo kenapa tadi malam gak angkat telfon gue, lo tau gue nelfon berapa kali, 35 kali!’’.
‘’gue tau!’’.
‘’terus kenapa lo belum buka rekaman lagu yang gue kirim’’.
‘’apa pentingnya?’’.
‘’ale!’’.
__ADS_1
BERSAMBUNG....