
Nabil mengambil dompetnya dari tangan alexa, zoya pergi meninggalkan mereka. Nabil tak bisa berkata apa-apa lagi, rasa kesalnya dengan alexa ia tahan, begitu juga rasa penasarannya terhadap zoya yang begitu membencinya. Alexa menggandeng tangan nabil dan berjalan menuju mobilnya. Alexa meminta nabil untuk mengantarnya ke tempat latihan. Zoya melihat ke arah mereka, di lihatnya nabil membukakan pintu untuk alexa dan mereka pergi bersama.
Jam makan siang, adam mengajak zoya makan siang di cafe memories, tiba disana ternyata disana ada nabil, alexa dan brian. Mereka duduk di meja yang agak berjauhan, sesekali nabil memandang ke arah zoya. Setelah cukup lama disana, amel atang menghampiri.
‘’hay’’, suara amel mengagetkan zoya, zoya berbalik dan berdiri dari bangkunya.
‘’amel’’, balas zoya.
Nabil melihat ke arah mereka, lalu tersenyum. Brian yang memperhatikan nabil, mengagetkannya.
‘’lo kenapa bil senyum-senyum gak jelas’’, brian menepuk pundak nabil.
‘’ah, apa?, kenapa?’’, nabil mengalihkan pandangannya dari zoya.
‘’lo lupa minum obat anti depresi?’’.
‘’apaan, lo pikir gue gila’’.
‘’terus kenapa lo senyum-senyum’’.
‘’siapa yang senyum, aneh-aneh aja lo’’. Brian melihat ke arah yang sama dengan nabil,
‘’haaaaaa!, exa itu cewek yang gue temuin’’.
Alexa juga ikut memandang ke arah zoya dan amel yang duduk di bangku dekat adam.
‘’iya itu amel, kenapa memangnya?’’.
‘’ayo pergi dari sini’’, brian mulai cemas kalau-kaalu amel akan menyapanya.
‘’kenapa?’’, alexa mencoba menahan brian agar tidak pergi.
‘’kalau dia lihat gue gimana?’’.
‘’memangnya kenapa kalo dia lihat elo?’’.
‘’gue malas aja ketemu dia’’. Adam, zoya dan amel menyudahi makan siangnya, mereka keluar dari cafe,
‘’adam kamu pulang sendiri aja ya, aku mau pulang sama amel’’, zoya mengganndeng tangan amel, hendak pulang bersama.
‘’amel kan datang sendiri, kenapa pulang mesti berdua sama elo’’.
‘’kenapa kamu gak suka?, aku mau pulang sama sahabatku!’’, amel juga merangkul lengan zoya.
Alexa segera keluar dari cafe, brian dan nabil menyusul.
__ADS_1
‘’amel lo bisa kok pulang bareng brian’’, alexa mencoba untuk menjauhkan nabil dari zoya.
‘’benarkah?’’, amel sangat senang karena alexa memintanya [ulang dengan brian.
‘’iya kan brian?, alexa memegang tangan brian dan tersenyum manis dengan tatapan mengancam,
‘’apa?, ppulang bareng dia?’’, brian merasa mulai kesal.
‘’iya, gak apa-apa kan?’’, alexa merayu brian.
‘’baiklah’’. Brian menuju mobilnya dengan hati penuh amarah.
‘’sana ikut brian’’, alexa menyuruh amel mengikut brian ke mobil.
‘’nabil, ayo kita pulang!’’. Alexa menggandeng tangan nabil menuju mobil. Zoya terus memperhatikan mereka,
‘’ayo pulang’’, adam menggandeng tangan zoya, zoya tak memperhatikan dan masih terfokus melihat nabil dan alexa.
‘’kenapa bengong?’’, tanya adam.
‘’oh, enggak kok!’’, zoya tersenyum yang mengalihkan pandangannya dari nabil dan alexa.
Di mobil, brian mendiamkan amel dan berbicara sedikitpun, dia juga menyuruh supirnya melajukan mobil dengan kencang.
‘’saat di restoran, alexa datang mencari kamu’’, amel memulai pembicaraan agar ia bisa mulai dekat dengan brian.
‘’emm, dia sepertinya sangat khawatir pada saat itu, mungkin aja dia langsung kerumahmu pada saat itu’’.
Sampai di depan gerbang, brian menyuruh amel turun, karena dia tidak ingin mahasiswa lain melihatnya semobil dengan amel.
‘’lo turun disini!. Gue mau pergi ke tempat latihan’’.
‘’iya, terimakasih tumpangannya brian’’. Amel keluar dari mobil dan menutup pintu mobil, brian segera pergi ke tempat latihan.
Nabil yang melajukan mobilnya perlahan, mulai membicarakan kekesalannya pada alexa,
‘’ale lo kenapa nyuruh cewek tadi pulang bareng brian, lo kan tau brian gak suka banget sama itu cewek’’.
‘’karena cewek itu menyukai brian’’.
‘’sejak kapan lo lebih peduli perasaan orang lain daripada perasaan temen lo sendiri’’.
‘’sejak beberapa saat yang lalu, sejak seseorang muai sering berbohong dengan temannya sendiri’’.
Nabil menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dan melanjutkan percakapan dengan alexa,
__ADS_1
‘’yang lo maksud gue?’’, tanya nabil dengan wajah kesalnya.
‘’gue cuma ngomong, lo tersinggung?’’.
‘’jelas gue tersinggung, karena gue kemarin bohongin elo’’.
‘’baguslah, kalo lo udah sadar diri’’.
‘’ale, apa lo pernah mengatakan sesuatu sama pacarnya adam?’’.
‘’sesuatu tentang apa?’’.
‘’sesuatu yang buat dia membenci gue’’.
‘’kenapa memangnya?, lo mulai peduli sama dia?’’.
‘’ini bukan tentang peduli atau tidak, gue cuma khawatir lo bakal jadi wanita jahat yang menyakiti orang lain’’.
‘’sepertinya yang lo khawatirkan bukan gue tapi wanita itu’’, alexa melepas sabuk pengamannya.
Nabil menatap dan memegang kedua pipi alexa,
‘’ale lo tau perasaan gue, meskipun gue gak bisa ungkapin itu, dan gak akan pernah bisa. Lo pasti bisa merasakan untuk siapa kasih sayang gue, tolong berhenti menghawatirkan tentang apapun, hati dan perasaan gue gak akan pernah berubah untuk orang itu, jadi jangan menyakiti diri lo sendiri hanya untuk melindungi gue dari wanita lain’’.
‘’nabil, cinta abadi itu tidak ada. Perasaan yang permanen itu tidak ada. Hati manusia itu berubah ubah, dan itu ketentuan, mutlak. Lo mungkin sekarang suka sama si A, tapi kalo lo gak bisa sama dia, tidak ada jaminan bahwa lo gak akan suka sama si B, dan saat lo berakhir dengan si B, lo pasti akan jatuh cinta dengan si C, begitulah siklus mencintai, cinta itu lompat-lompat. Ah, kalo lo gak punya perasaan sama pacarnya adam kenapa lo harus peduli dia membenci lo apa tidak, harus peduli dia marah sama lo apa tidak, jawab pake hati lo bukan dengan akal lo. Dan elo harus sadar kalo dia pacarnya adam, orang yang menyakitiki brian dan gue’’.
Alexa menangis turun dari mobil, nabil terdiam di tempat duduknya, memikirkan semua kata-kata alexa. alexa menghentikan taksi dan kembali ke tempat latihan. Nabil memukul mukul setir mobilnya.
‘’kenapa juga gue mesti peduli dia marah sama gue atau enggak. Apapun itu, harusnya gue lebih menghawatirkan perasaan sahabat gue bukan orang lain’’.
Nabil mengendarai mobilnya kembali ke kampus. Dia memarkir mobilnya lalu menghubungi brian.
‘’lo dimana?’’.
‘’gue di tempat latihan, kenapa?’’.
‘’ale sama lo?’’, tanya nabil.
‘’bukannya exa sama elo?’’.
‘’dia bilang dia mau ke tempat latihan, gue kira dia lagi sama lo disitu’’.
‘’dia gak ada, gue akan cari dia’’.
Brian menutup telfonnya dan segera berlari mencari alexa meninggalkan latihan renang yang sementara berlangsung. Begitupun dengan nabil yang juga terburu-buru mencari alexa. Brian mencari ke ruangan latihan balet, namun alexa tidak ada di sana. Brian datang ke kedai memories tapi tak melihannya, lalu ke taman juga tak ada. Hingga akhirnya brian pulang kerumahnya untuk memastikan apakah alexa ada di rumahnya atau tidak, ternyata alexa tidak ada di sana.
__ADS_1
BERSAMBUNG....