
Zoya mengejar amel hingga jauh dari aula. Amel menuju ruangan di belakang kolam.
‘’amel tunggu!, ayo kita bicara’’.
Amel berhenti menunggu zoya yang sedang berlari mengejarnya.
‘’amel, kenapa kamu tiba-tiba berubah?, aku salah apa?’’.
‘’zoya kenapa kamu tiba-tiba berubah?, aku bahkan tidak tau kamu itu sebenarnya menganggapku apa?’’.
‘’aku gak pernah berubah mel, aku tetap zoya yang kamu kenal’’.
‘’yang aku kenal, zoya itu tidak menyimpan rahasia apapun. Tapi kamu berubah sejak kenal dengan nabil. Kamu merahasiakan hubunganmu, tiba-tiba kalian mengumumkan kalau kalian pacaran. Di kampus, orang-orang menggunjingku karena mengira aku menutup-nutupi hubungan kalian, padahal aku tidak tau apa-apa. Kamu di gunjing orang, tapi ada nabil yang membela dan membantumu, apa kamu tau kalau aku juga di gunjing orang dan aku hanya sendiri. Kamu terlalu sibuk dengan nabil, sampai kamu lupa bahwa temanmu juga terluka sama seperti yang kamu alami. Tiba-tiba saja, kamu menjauh, datang ke kampus sama nabil, pulang sama nabil, ke perpustakaan sama nabil, ke kantin sama nabil, pernah kamu ingat aku pada saat itu?’’.
‘’amel, kurasa ada kesalahpahaman diantara kita. Aku gak pernah menjauhimu, malah aku mengira kamu yang menjauhiku karena kamu menghindari gunjingan dari orang-orang. Maaf aku tidak tau kalau kamu juga sama menderitanya dengan aku, aku tidak tau kalau kamu juga di jauhi dan di cemoh orang-orang seperti aku, maaf amel’’.
‘’kenapa baru muncul sekarang zoya, apa kamu putus makanya kamu datang kepadaku?’’.
‘’tidak mel, aku datang karena aku sudah gak sanggup hanya melihatmu saja, aku mau kita baikan dan sepreti dulu lagi, kamu mau kan?’’.
Amel dan zoya berpelukan, mereka kini telah berbaikan, nabil melihat itu dari balik pintu karena ternyata dia mengikuti zoya yang pergi darinya. Nabil segera kembali menuju aula hendak menemui brian. Di aula nabil mencari brian, namun nabil tak melihat brian, tak lama kemudian amel masuk ke aula sendirian.
Alexa berdiri di dekat kolam, lalu menghampiri zoya yang berada di sekitar kolam.
‘’zoya, bisakah kita bicara?’’.
‘’ada apa alexa?’’.
Alexa menekuk lututnya di lantai, menundukkan pandangannya dan tak berani menatap zoya, zoya berusaha membuat alexa berdiri.
‘’alexa kenapa?, bicara saja dan jangan seperti ini’’.
‘’zoya, gue berlutut membuat gue kehilangan harga diri gue. gue minta maaf sering kasar sama elo dan banyak salah sama elo. Gue mohon tinggalkan nabil, gue gak mau kehilangan nabil’’.
__ADS_1
‘’alexa, dunia itu gak berpusat sama kamu, aku dan nabil saling mencintai, apa yang salah jika kita bersama’’.
‘’persahabatan gue berakhir karna lo, apa lo gak merasa bersalah sedikitpun?’’.
‘’alexa, nabil menyayangimu sebagai sahabat, gak lebih. Persahabatan kamu gak hancur karena aku, tapi karena kamu sendiri. Harusnya kamu bersyukur bersahabat dengan nabil, karena hubunganmu gak akan putus sampai kapanpun. Aku hanya pacar nabil, yang sewaktu-waktu bisa berakhir. Asal kamu tau, kamu terlalu mengekang nabil, kamu menentukan jalan hidupnya, apa kamu sebagai sahabatnya pernah bertanya apa yang nabil mau?’’.
Brian yang melihat itu merasa marah, lalu menghampiri mereka dan memaksa alexa berdiri. Lalu menatap kesal ke zoya.
‘’alexa nggak pernah memohon pada siapapun, kalo alexa sampai berlutut itu sangat melukai harga dirinya dan lo masih tetap bersikukuh pada pendirian lo itu?, lo wanita jahat bisa-bisanya nabil tergila-gila sama elo. Lo bahkan nggak merasa bersalah sedikitpun karna lo udah menghancurkan persahabatan orang lain’’.
‘’kalian sendirilah yang menghancurkan persahabatan itu, kalian berpura-pura menjadi sahabat padahal kalian bertiga saling menyukai dan mengharapkan lebih. Kalian tidak pernah menghargai keputusan nabil dan cenderung memaksakan kehendak kalian untuknya, itulah yang membuat nabil menjauh’’.
Zoya meninggalkan alexa dan brian, lalu brian mengajak alexa untuk pergi namun alexa menolak.
‘’brian, gue mau sendiri. Lo bisa kan ninggalin gue sendiri di sini?’’.
‘’jangan terlalu memikirkan apapun ok?, gue pergi tapi gue akan kembali lihat lo 30 menit lagi’’.
‘’emm’’.
‘’lo dimana?, ayo kita bicara!, temui gue di kolam’’.
Alexa menyimpan kembali ponselnya, lalu tida-tiba seseorang mendorongnya jatuh ke kolam.
‘’tolong!, tolong!’’.
Alexa yang sama sekali tak bisa berenang menjadi sangat panik dan takut. Tak ada siapapun di tempat itu, zoya berlari mendekat ke kolam.
‘’alexa!, alexa!, tolong ada orang di luar, ada yang tenggelam!’’.
Zoya pun mulai menjadi panik, dia juga tak bisa berenang, dia pun melemparkan tali ke kolam, namun alexa sudah tidak bergerak. Zoya merasa sangat takut lalu dia berlari ke pintu depan mencari pertolongan. Nabil datang dari pintu belakang, melihat zoya berlari, dan melihat alexa yang tenggelam di kolam, nabil berlari dan menceburkan diri ke kolam menolong alexa. Nabil menggendong alexa dan membaringkannya ke pinggir kolam.
‘’exa!, exa!, bangun exa!’’.
__ADS_1
Nabil memukul-mukul wajah alexa namun tak ada respon, alexa sudah tak sadarkan diri. Nabil mencoba mengeluarkan air dari perut tubuh alexa, nabil pun memberi alexa nafas buatan. Alexa masih tak ada respon, nabil kembali memberikan nafas buatan. Zoya datang dari pintu depan membawa ban karet untuk menolong alexa, namun dia melihat nabil yang mencium bibir alexa. Dengan perasaan sedih diapun berbalik dan meninggalkan mereka, lalu dia menyembunyikan diri di balik dinding, terus melihat nabil dan alexa.
‘’akalku bilang, pergilah tak usah melihat mereka, nanti hatimu akan sakit. Namun hatiku bilang, lihatlah mereka dan pastikan bahwa tidak ada apa-apa diantara mereka, supaya aku tidak curiga’’.
Setelah berkali-kali memberikan nafas buatan, alexa akhirnya sadarkan diri, bibirnya pucat dan tak sanggup bicara. Nabil memeluk alexa dengan erat, nabil menangis karena cemas, dan cemasnya kini berubah jadi bahagia karna alexa kembali bernafas.
‘’lo baik-baik saja?, maafin gue exa, maafin gue yang sudah egois menjauhi lo’’.
Nabil menggendong alexa dan membawanya kerumah sakit. Alexa di rawat, nabil menunggunya dan menggenggam tangannya. Kemudian dia menelfon brian.
‘’brian lo dimana?’’.
‘’gue masih di aula, ada apa?’’.
‘’kalo urusan lo udah selesai, lo datang ke rumah sakit yah’’.
Nabil menutup telfonnya. Brian yang masih di aula sementara menerima medali dan hadiah untuk perlombaannya. Orang tua nabil terlihat sedang berbincang-bincang dengan keluarga angel, tak lama kemudian keluarga brian datang menghampiri mereka.
‘’nadira, kenalkan ini tante kirana’’.
‘’tante kirana’’, nadira memeluk kirana.
Mama angel menatap kirana dengan tatapan dingin, kirana juga menatap ke arah ibu margareth lalu menundukkan pandangannya. Ibu margareth mengajak suaminya meninggalkan mereka.
Sementara itu zoya masih berada di dekat kolam, bersandar di dinding dan meletakkan ban karet yang ia pegang. Dia berjalan perlahan keluar dari ruangan itu, dia berpapasan dengan amel.
‘’kamu darimana zo?’’.
‘’aku dari kolam renang’’.
‘’kamu habis berenang?’’.
‘’enggak, cuma lagi lihat kolam aja’’.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....