
Luna yang saat itu ada di samping perpustakaan hendak mencuci muka di belakang perpustakaan, dan ternyata di belakang ada zoya yang sedang mondar mandir seperti menunggu seseorang. Luna tersenyum dan hendak menyapa, tiba-tiba ada lelaki lewat di sampingnya berjalan menarik tangan zoya ke arah gudang. Luna penasaran dengan mereka.
‘’mereka mau ngapain?’’, Luna dengan perlahan mengintip mereka.
Adam dan Zoya berciuman, luna langsung mengalihkan pandangannya dan kembali masuk ke perpustakaan.
‘’kenapa tiba-tiba nyium aku?’’, Zoya terperajak sangat kaget, lalu melangkah menjauh dari adam.
‘’apa yang salah?, kan elo pacar gue!’’, Adam memegang tangan zoya mengajaknya kembali ke belakang perpustakaan lalu duduk di bangku.
‘’aku belum sepenuhnya memaafkanmu’’, zoya menjadi agak kesal.
‘’itu ciuman supaya lo maafin gue’’, adam memeluk zoya dengan erat.
‘’ah, lepas!. Kenapa ngajak ketemu disini?’’.
‘’cuma pengen liat elo, gue rindu. Maaf untuk yang kemarin’’.
‘’baiklah, ini kesempatan terakhirmu. Kita akan benar-benar putus kalo kamu membuatku marah lagi’’.
‘’baiklah. Ayo pulang’’.
Adam berdiri, zoya menyodorkan tangannya agar adam menggandeng tangannya, namun nampaknya adam tak melihat jadi adam langsung pergi berjalan meninggalkan zoya.
Tak lama setelah alexa tiba, dia makan malam bersama keluarganya. Dia terus memikirkan ponsel yang ada di kamar nabil.
‘’exa kenapa kamu nggak masuk latihan balet hari ini?’’, papa alexa menatap alexa yang terlihat melamun.
‘’exa!’’, alexa masih tak menyahut.
‘’alexa’’, kakak alexa mencubitnya perlahan.
‘’hah, apa?’’, alexa keluar dari lamunannya dan menatap angel.
‘’exa, papa yang bertanya. Kenapa kamu nggak masuk latihan balet hari ini?’’, papa alexa mulai kesal.
‘’aku merayakan ulang tahun persahabatanku pa’’.
‘’sahabat, sahabat, mereka terus!. Berhenti bergaul dengan mereka, mereka itu laki-laki dewasa sedangkan kamu wanita dewasa, jadi kalian tidak bisa berteman’’.
‘’apa yang salah berteman dengan mereka?’’.
‘’bertemanlah dengan perempuan’’.
Alexa meninggalkan meja makan masuk ke kamarnya. Papanya menjadi sangat marah.
__ADS_1
‘’diam di tempatmu!’’, alexa berdiri membelakangi keluarganya.
‘’mulai sekarang jam 6 sore kamu harus sudah berada di rumah, dan kalo kamu sampe tidak masuk nggak masuk latihan balet lagi, papa akan melarangmu bertemu dengan teman-teman konyolmu itu. Kalo kamu paham kamu boleh pergi’’, alexa melangkah pergi masuk di kamarnya sementara yang lain masih melanjutkan makannya.
‘’pa, jangan terlalu keras dengan alexa, mereka emang sudah berteman sejak lama, mana bisa papa mau melarang alexa bertemu mereka’’, angel, kakak alexa mencoba meredamkan emosi papanya.
‘’angel, jangan ikut campur’’, mamanya menatap tajam pada angel.
Sekitar jam delapan malam, nabil baru bangun dari tempat tidurnya, dia segera mencuci muka. Saat dia melihat cermin di kamar mandi, dia melihat bajunya yang telah terganti, dia langsung bergegas keluar dari kamar.
‘’bik, bik!’’, memanggil-manggil pembantunya dengan sangat keras, mamanya pun keluar.
‘’ada apa nabil?’’. Mamanya memegang segelas susu diatas piring kecil.
‘’bibik mana?’’.
‘’iya tuan muda, ada apa?’’, para pembantunya merasa sangat ketakutan.
‘’apa bibik yang mengganti bajuku?’’, pembantunya terdiam, tak berani menjawab karna takut jawabannya akan menimbulkan masalah baru.
‘’aku yang menggantinya!’’.
‘’kenapa?’’, nabil meredakan emosinya, namun memandang sinis kepada mamanya.
‘’bibik bisa pergi, biar nabil saya yang urus’’.
‘’karna kamu terlihat berantakan, bajumu kotor dan bau alkohol, makanya aku menggantinya. Apa yang salah?’’.
Nabil tak berkutik. Dia yang awalnya sangat marah karna mengira yang mengganti pakaiannya adalah pembantunya seketika menjadi luruh karna tau bahwa mamanya lah yang mengganti pakaiannya. Nabil berbalik meninggalkan mamanya menuju kamar. Mama nabil kembali ke meja makan menyiapkan makan malam bersama dengan pembantunya. Nabil masuk kamar mandi, membuka pakaiannya dan menyiram kepala hingga tubuhnya dengan air. Dia memegang luka gores di dadanya, dan membayangkan bagaimana ia mendapatkan luka itu.
FLASBACK
4 TAHUN YANG LALU
Saat itu nabil Smk kelas tiga, dia menunggu pacarnya yang seorang guru Bk di sekolahnya, namun karena guru itu pintar dia pun membuka tempat les matematika di dekat sekolah. Nabil menunggunya dari sebrang jalan, lalu melihat pacarnya sudah menutup tempat les dan berdiri di pinggir jalan melambaikan tangan pada nabil. Lampu merah menyala, pacar nabil menyebrang jalan hendak menghampiri nabil, namun tiba-tiba ada mobil silver yang hendak menabraknya, nabil segera berlari untuk menyelamatkan pacarnya. Mobil itu merem mendadak melihat nabil yang sedang berlari, nabil mendorong pacarnya hingga jatuh namun nabil tertabrak mobil lain yang melambung mobil silver, hingga nabil terlempar menabrak sebuah toko di dekat jalan itu. Tubuh nabil di penuhi oleh pecahan kaca, bahkan sampai merobek di bagian dadanya. Nabil harus menjalani oprasi dan baru sadarkan diri setelah 2 hari di ruang ICU.
Nabil mengenakan pakaiannya, seseorang mengetuk pintu kamarnya,
‘’masuk’’, mamanya berdiri di pintu, dia bergegas memakai bajunya.
‘’ayo makan malam bersama’’.
‘’aku nanti aja!’’.
‘’ada papamu juga, dia ingin makan malam denganmu’’.
__ADS_1
‘’pergilah, aku akan menyusul’’. Mamanya kembali menutup pintu dan berjalan menuju kamar untuk membantu papa nabil berjalan ke ruang makan.
‘’nabil mana ma?’’, tanya papa nabil.
‘’dia masih pakai baju, dia pasti segera kesini’’.
Nabil menarik kursi dan duduk di kursi samping papanya,
‘’apa papa baik-baik saja?’’, tanya nabil yang sama sekali tak menatap wajah papanya.
‘’papa baik-baik saja karena sudah melihatmu. Papa senang kamu datang’’.
‘’sudah panggil dokter?’’.
‘’ya, dokter sudah datang selama 2 hari ini’’.
’katanya papa sakit apa?’’.
‘’kolesterol dan tekanan darah papa meningkat, jadi papa sakit kepala dan gak bisa bangun’’.
‘’kurangi bekerja, jangan terlalu banyak pikiran pa’’.
‘’baiklah!, papa akan ikuti nasehatmu’’.
papanya tersenyum sangat bahagia mendengar nabil bertanya tentang kondisinya. Meskipun kadang nabil berbicara dengan nada datar seolah tak perhatian, namun papanya percaya bahwa nabil sangat khawatir terhadap kesehatan papanya.
Nabil memang sudah meninggalkan rumah sejak 3 tahun yang lalu, sejak papanya memutuskan menikah lagi dengan nadira, guru nabil saat masih sekolah. Namun, sejak papanya sakit, nabil tak pernah luput mengunjungi papanya, meskipun baru sekali ini ia mau makan malam bersama dan bahkan nginap di rumah. Hari ini adalah kemajuan besar dari nabil bagi papanya, nabil sudah mulai bisa menerima keputusan papanya dan menerima mama tirinya menjadi bagian dari keluarga. Papanya terus memandangi nabil, anak sematawayangnya dari istri pertamanya, mayang sari.
‘’makanlah yang banyak’’, pak alex meletakkan daging ke piring anaknya.
‘’papa juga’’.
Naysila yang baru datang langsung menyusul untuk bergabung makan malam bersama mereka. Naysila adalah adik dari nadira. Naysila juga merupakan teman satu jurusan nabil di kampus.
‘’darimana kok baru pulang?’’, nadira mengambilkan nasi untuk naysila.
‘’biasa, baru ketemu adam’’.
‘’adam?’’, nabil terkejut mendengar bahwa naysila pergi bersama adam.
‘’bukannya perempuan itu adalah pacarnya adam’’, ucap nabil dalam hati.
‘’iya, adam temen sekelas kita’’, naysila tersenyum ramah. Nabil tersenyum sinis pada naysila.
‘’jadi adam punya dua pacar’’, nabil bergumam dalam hati.
__ADS_1
BERSAMBUNG....