CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
BERSAMA SEMAKIN DEKAT


__ADS_3

Zoya yang berada di kampus mendengar gosip tentang nabil yang memukuli adam hingga ke semua fakultas, mereka sedang membicarakan nabil.


‘’mentang-mentang orang kaya, sok berkuasa’’.


‘’baguslah kalo dia di tahan, walau cuma semalam setidaknya dia dapat ganjaran’’.


‘’dia itu brutal sejak masih di sekolah, kalau hanya di penjara satu malam gak akan ada efeknya.


‘’iya, kamu betul’’.


Zoya menghindari setiap orang yang membicarakan nabil, dia tidak tega mendengar nabil yang di gunjing, dia menemui amel yang berada di kantin.


‘’kamu lapar?, tadi aku ajak bareng gak mau pergi’’.


‘’tadi aku gak lapar, sekarang aku lapar’’.


‘’eh, tau gak kalo nabil mukulin adam sampai tulang hidungnya patah?’’.


Zoya diam,


‘’benarkah?’’.


‘’iya, naysila yang bilang begitu, karena katanya dia ada di rumah sakit menjaga adam tadi malam. Em, maaf, bukannya aku mau bikin kamu cemburu, tapi.... ’’.


‘’nggak apa-apa, aku baik-baik saja’’.


‘’aku pergi dulu ya!’’.


‘’gak jadi makan?’’.


‘’nanti aja!’’.


Zoya berjalan menuju perpustakaan, di depan perpustakaan pun orang masih ramai membicarakan nabil.


‘’katanya ni yah, alexa kena tonjok sama nabil sampai masuk rumah sakit juga’’.


‘’iya, saat itu nabil memukuli adam, lalu alexa mau memisahkan mereka jadi alexa deh yang kena pukul’’.


‘’wah, pantes aja, katanya nyokap gue, nabil sama sekali gak muncul untuk menjenguk alexa, yang ada hanya brian’’.


Zoya akhirnya bolos kuliah, dia pergi ke rumah sakit mengunjungi alexa. dia melihat dari luar pintu kamar alexa, melihat alexa yang tertawa bahagia dengan brian. Lalu ia memutuskan pergi dan tidak jadi mengunjunginya, dia pergi ke kamar adam.


‘’adam bagaimana tante?’’.


‘’kamu tidak usah lagi datang kesini, gara-gara kamu pasti adam jadi begini’’.


‘’maafkan saya tante, saya akan menjaga adam mulai dari sekarang’’.


‘’tidak usah repot, toh kamu hanya temannya, adam juga sudah punya pacar jadi tidak usah mendekatinya. Keluar sana!’’.


Zoya meletakkan keranjang buah di meja, lalu keluar dari kamar adam, dia berjalan menuju lift dan naik di atap rumah sakit. Zoya menangis mengingat kata-kata ibu adam yang mengatakan bahwa zoya hanyalah teman adam dan adam sudah memiliki kekasih.


‘’kenapa dengan hatiku?, kenapa aku berusaha menyangkal bahwa aku hanya satu satunya di hati adam. Aku mau berhenti menyukainya, tapi jauh darinya justru membuatku sakit hati, aku harus bagaimana?’’.

__ADS_1


Siang hari, sekitar pukul 12.00 dokter datang di kamar alexa bersama perawat, dokter memeriksa keadaan alexa.


‘’alexa sudah tidak sakit saat membuka mulut?’’, tanya dokter.


‘’tidak dok’’.


‘’kamu sudah boleh pulang hari ini, jangan lupa ambil obatnya’’.


Brian mengemasi barang-barang alexa, lalu menyuruhnya menunggu di kamar sementara dia membayar administrasinya dan mengambil obat.


‘’ayo, kita pulang’’.


‘’tunggu, tunggu, kita harus berfoto dulu, kenang-kenangan gue pernah masuk ke rumah sakit’’.


Mereka mengambil foto berdua, Brian berjalan di belakang alexa, memperhatikannya yang sangat merasa senang karena pulang ke rumah. Di mobil, alexa bercermin dan melihat wajahnya yang terluka.


‘’wajah gue jadi jelek gini’’, brian menatap alexa cukup lama, memandanginya yang melihat wajahnya di cermin. Brian memegang kedua pipinya, menatapnya dengan dalam dan sangat tulus.


‘’lo tetap cantik di mata gue, jadi gak usah terlalu memikirkan tentang keadaan lo, lo sembuh aja sudah bikin gue senang banget’’.


‘’uhh, gue benar-benar jelek. Si adam harus tanggung biaya sulam benang nih’’.


‘’eeh, dasar wanita!’’.


‘’eh, gimana kalau kita pergi belanja’’.


‘’tapi lo itu baru aja keluar dari rumah sakit’’.


‘’ei, yang sakit kan wajah gue, kaki dan tangan baik-baik saja’’.


‘’iya tuan muda’’.


Alexa memposting fotonya dan brian di instagram


‘’cinta itu menerima apa adanya, saat cantik atau sudah tak cantik lagi, love brian’’.


Sampai di butik, brian meminta karyawan untuk mengeluarkan semua pengunjung, butik pun di tutup selama 2 jam. Alexa memilih-milih pakaian, bolak balik ke ruang ganti baju dan memperlihatkan setiap pilihannya ke brian.


‘’ini cocok gak?’’.


‘’cocok semua kok, pakai yang mana pun lo tetap cantik’’.


Brian tak berhenti menatap alexa, memperhatikan setiap pakaian yang ia kenakan dan semuanya nampak cantik di tubuh alexa. orang tua brian datang ke butik untuk persiapan launching baju di pasaran, ayahnya turun dari mobil dan segera masuk ke butik, dia sudah nampak curiga karena tak ada satupun pengunjung.


‘’kenapa tidak ada satupun pelanggan?. kenapa butik di tutup?’’.


‘’ada tuan muda di dalam sedang memilih pakaian’’.


Ayahnya mendatangi brian yang berada di sebelah tempat pakaian wanita, sedang duduk di sofa asyik bermain ponsel.


‘’apa-apaan ini?, kamu bolos latihan dan malah kesini hanya untuk memilih pakaian?’’.


Alexa yang berada di ruang ganti tak berani keluar, dia menggenggam erat baju yang ia pegang.

__ADS_1


‘’kalau gue keluar mungkin akan menambah masalah’’.


‘’maafkan saya ayahanda, saya hanya bolos latihan untuk hari ini saja’’.


‘’apa sebaiknya gue keluar dan menjelaskan bahwa gue yang ngajak brian kesini’’, alexa mondar mandir sedang memikirkan apa yang harusnya dia lakukan untuk membantu brian.


‘’sama siapa kamu datang kesini?’’.


Brian terdiam beberapa saat, dia ingin berbohong kepada papanya tapi takut itu justru akan membuatnya semakin marah jika tau dia datang bersama alexa. Alexa melangkahkan kakinya keluar dari ruang ganti baju.


‘’aku harus ikut bertanggung jawab’’.


Brian menatap papanya dan meyakinkan diri atas jawabannya,


‘’sendiri ayahnda’’.


Alexa yang melangkahkan kakinya di pintu ruang ganti akhirnya kembali menarik kakinya.


‘’sebaiknya gue disini aja’’, alexa mulai merasa sedikit tenang.


‘’kembali ke tempat latihan sekarang juga’’.


Ayah brian pergi meninggalkan ruangan, para pegawai berjalan mengikuti pak Bondan ramadhan, Direktur butik Grand Plaza, istana barang-barang mewah dengan semua merk terkenal dunia, ada pakaian, tas dan sepatu buatan desainer dalam dan luar negeri yang terkenal. Brian kembali duduk di kursi karena kakinya gemetar.


‘’hampir saja alexa dalam masalah’’.


Alexa keluar perlahan,


‘’brian’’,


Alexa memanggil brian dengan lirih. Brian masuk ke ruang ganti baju.


‘’maaf, gue gak tau kalau ayah gue bakal datang’’.


‘’maaf, gue harusnya keluar dan membela elo’’.


Brian tersenyum, alexa pun tersenyum,


‘’ambil bajunya, kita pergi sekarang’’.


‘’baiklah’’.


Brian mengintip dari pintu melihat apakah ayahnya masih ada di sekitar ruangan itu atau tidak.


‘’sepertinya aman, ayo keluar’’.


Mereka berjalan megendap-endap, bersembunyi di balik pot bunga besar, melirik kanan kiri melihat situasi, lalu berjalan lagi dan bersembunyi di balik tiang, brian melihat ayahnya sedang menjabat tangan seseorang lalu masuk ke ruang rapat. Brian berjalan cepat, menggandeng tangan alexa menuju mobil.


‘’huh, akhirnya kita aman juga’’.


‘’bokap lo ternyata bisa marah juga ya?’’.


‘’tentu saja, dia kan bukan keturunan keraton, yang anak keraton adalah nyokap gue’’.

__ADS_1


‘’oh, pantas saja dia juga bisa marah-marah’’.


BERSAMBUNG....


__ADS_2