CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
HAL PERTAMA DENGANNYA


__ADS_3

Nabil dan zoya tiba di apartemen nabil, mereka menaiki lift lalu sampai di depan apartemen nabil. Zoya berhenti, dan menatap pintu itu.


‘’rasanya aneh kembali kesini, terasa canggung karena kita sekarang pacaran. Padahal dulu aku senang karena masuk ke apartemenmu karena kita tidak saling kenal’’.



‘’yakin dulu lo senang?, bukannya lo takut ya?’’.



‘’ahhh, benar aku sangat takut. Aku takut kamu memperkosaku lalu membunuhku, tapi setelah kamu memberikan dompetmu itu membuatku merasa lebih aman’’.



‘’lo sampai segitunya memikirkan betapa jahatnya gue?, waahh!’’.



‘’maaf, maaf. Ayo masuk!’’.


Nabil menunjukkan kamar luna sebagai kamarnya, lalu zoya merapikan pakaian dan barang-barangnya di kamar itu, nabil menemaninya duduk di atas tempat tidur.


‘’luna kemana?, dia sudah nggak tinggal disini?’’.



‘’luna kan kuliah di kanada, saat itu dia di apartemen gue dalam rangka liburan aja’’.



‘’jadi, maksud kamu kita berdua akan tinggal disini?’’.



‘’tentu saja tidak. Gue bakal tinggal di rumah, jadi lo bisa tinggal disini sendiri’’.



‘’sendian?’’.



‘’kalau lo bilang gue bisa tinggal gue akan tinggal, bagaimana?’’.



‘’kalau begitu, tinggalah!’’.


Zoya tersenyum, jantung nabil berdetak sangat kencang, dia terpesona oleh senyuman zoya yang tak henti-henti hilang dari pandangannya.


‘’jangan senyum!’’.



‘’kenapa?’’.



‘’pokoknya jangan. Lo dilarang senyum kalau ada gue, baru gue akan tinggal’’.



‘’kenapa?, peraturan macam apa itu?, eiss!’’.

__ADS_1



‘’gue, pergi pesan makan, silahkan membereskan’’.


Nabil bergegas keluar dari kamar zoya, zoya meneriakinya,


‘’kenapa keluar?, pesan makan kan bisa dari kamar juga!’’.


Nabil menutup pintu, bersandar di dinding dekat pintu lalu mengelus-elus dadanya yang hampir meledak karena jatuh cinta. Zoya hanya tersenyum melihat tinggah nabil yang begitu polos. Nabil berjalan sambil menarik nafas berkali-kali, masuk ke dapur dan meminum segelas air. Dilihatnya alexa duduk di atas meja, dia pun menyemburkan air minumnya, dan itu hanyalah ilusi. Nabil duduk di sofa dan menyalakan televisi, lalu alexa kembali duduk di sampingnya dan membelai wajahnya, nabil melompat dan lagi-lagi itu hanya ilusi. Nabil masuk ke kamarnya, menutup dirinya dengan selimut, seseorang memeluknya, dan dia kembali melihat alexa memeluknya.


Nabil berlari masuk ke kamar zoya dan berbaring di atas tempat tidur zoya, menatap zoya yang sedang melipat pakaian.


‘’kamu kenapa?’’


‘’gue melihat hantu’’.


‘’hantu apa?’’.


‘’hantu alexa di masa depan’’.


‘’maksud kamu apa?’’.


‘’entah kenapa, gue terus-terusan liat alexa dimana-mana’’.


‘’mungkin kamu suka sama dia’’.


‘’benarkah?’’.


Zoya memindahkan kepala nabil dari pahanya, dia pun berhenti melipat baju dan menyuruh nabil untuk segera mandi. Nabil keluar dari kamar zoya dan masuk di kamarnya. Nabil menjadi gelisah, dia menatap cermin di kamar mandi dan melihat foto dia dan alexa di depan cermin. Nabil tersenyum lagi.


‘’serindu ini kah gue sama elo exa, lo apa kabar?’’.


Nabil keluar dari kamar mandi lalu berpakaian, dia pun segera masuk ke kamar zoya.


Nabil segera keluar dan menutup pintu, dia melihat zoya sedang berpakaian. Nabil terus memikirkan kenapa zoya berteriak, hanya karena nabil melihatnya memakai baju.


‘’kenapa dia berteriak?, padahal itu hal wajar. Alexa bahkan memakai baju di depan gue dan gue bahkan pernah mengganti baju alexa saat dia jatuh pingsan karena tenggelam, lalu apa yang salah?’’.


Zoya keluar dari kamarnya, memukul kepala nabil yang masih berdiri di depan pintu.


‘’kalau kamu masih mau aku tinggal disini, jangan pernah masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu, mengerti?’’.


‘’kenapa?, apa yang salah?’’.


‘’apa yang salah?, kamu betul-betul mau dihajar?’’.


Zoya berjalan meninggalkan nabil menuju lift, nabil mengikutinya. Mereka masih berdiam dan tak berbicara satu sama lain.


Di restoran, nabil memesan spagethi dan wine, dan memaksa zoya memakannya. Amel melihat mereka, karena amel sedang bekerja di restoran itu sebagai pelayan, amel mengambil gambar mereka yang sedang makan bersama lalu mengirimnya pada alexa.


‘’mungkin mereka benar-benar pacaran’’, ucap amel.


Zoya dan nabil keluar dari restoran, namun zoya masih terlihat tidak terlalu senang.


‘’kenapa wajah lo suntuk gitu?’’.


‘’makanannya gak enak’’.


‘’gak enak?, emang lo suka apa?, pizza, berger, sushi, steak?’’.


‘’aku lebih suka makanan biasa, bakso, mie ayam, martabak telur, atau ketoprak’’.


‘’makanan apa itu?, makanan italia?, inggris?, india?’’.

__ADS_1


‘’dasar bodoh IQ 10 digit, itu makanan asli indonesia bodoh!’’.


‘’gue gak pernah dengar tuh!’’.


‘’mau coba?’’.


‘’enggak!’’.


‘’ya sudah jangan coba!’’, zoya melipat tangannya dan mengalihkan pandangannya.


‘’baiklah, ayo kita makan itu’’.


Zoya melihat ke arah nabil dan tersenyum, nabil terdiam dan mengalihkan pandangnnya. Mereka pun berhenti di warung pinggir jalan membeli bakso, lalu makan disana di keramaain yang penuh dengan orang asing. Ponsel nabil berdering, brian melakukan panggilan vidio. Nabil keluar dan menunggu di depan warung makan.


‘’ya?, ada apa?’’.


‘’lo dimana bil?, tempat apa itu di belakamg elo?’’.


‘’ahh, gue lagi makan!, iya makan!’’.


‘’makan dimana?, restoran apa?, lo ke luar negeri?’’.


‘’gue, ini adalah warung makanan’’.


‘’warung?, sama siapa?, siapa yang merekomendaskan tempat itu?’’.


‘’gak ada. Gue cuma makan sendiri karena bosan di restoran. Sudah dulu ya, entar gue telfon balik kalau udah sampai di apartemen’’.


Nabil mengakhiri panggilannya dan kembali masuk melanjutkan makannya. Tak lama setelah itu, nabil dan zoya tiba di apartemennya, zoya masuk ke kamar beristirahat. Nabil duduk di sofa dan mengambil ponselnya untuk menghubungi brian, namun tiba-tiba yang di panggil adalah alexa, dia pun segera mengakhiri panggilannya. Alexa yang saat itu sedang berjalan hendak mengambil ponselnya, lalu melihat panggilan tak terjawab dari nabil, alexa melompat-lompat kegirangan.


‘’nabil menghubungi gue?, kenapa?, apa dia rindu?, atau hanya salah memanggil?’’.


Alexa menelfon nabil,


‘’nomor yang anda tuju sedang sibuk’’.


Alexa tetap optimis dan merasa sangat senang lalu dia melihat pesan dari amel dan melihat foto nabil dan zoya.


‘’mungkinkah dia menelfon gue karena mau menyampaikan bahwa mereka benar-benar berpacaran?, dan tiba-tiba mengakhiri panggilan karena dia kembali ragu untuk menyampaikannya?’’, pikir alexa pada nabil.


Nabil mebuang ponselnya dan jantungnya bergetar kencang,


‘’aissh, kenapa juga gue jadi grogi karna menelfon ale, harusnya gak gue matikan, gue nelfon lagi aja ya!’’.


‘’kamu kenapa bil, kayak ketakutan?’’.


‘’ini gue mau nelfon brian, tapi malah jadinya nelfon ale, jadi gue matiin telfonnya dan belum sempat bicara’’.


Zoya kembali kesal, dia masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamar.


Alexa pesimis karena tidak bisa menghubungi nabil karena nomornya sibuk. Alexa kembali menyimpan ponselnya dan berbaring di tempat tidurnya. Brian yang sedang melakukan panggilan vidio dengan nabil terus menanyakan tentang kejadian tadi, saat nabil makan di warung.


‘’lo udah mati otak ya?, kok lo tiba-tiba makan di warung?’’.


‘’apaan sih, gitu aja jadi masalah. Gue cuma mau menikmati sesuatu yang belum pernah aja’’.


‘’banyak hal yang lo belum pernah lakuin, kenapa pilihan pertama harus makan di warung. Lo belum pernah berenang lagi semenjak nyokap lo meninggal, lo belum pernah merawat binatang, anjing misalnya, lo belum pernah pergi memancing, lo belum pernah pergi camping, lo belum pernah nginap di rumah gue di jogja, lo belum pernah ngajak wanita nginap di apartemen elo, selain exa, lo belum pernah membunuh orang, dan masih banyak lagi. Pertanyaan gue, kenapa hal pertama yang mau lo lakukan itu makan di warung?, lo benar-benar udah jadi sangat aneh’’.


‘’pulanglah, gue aneh karena gue kesepian’’.


‘’nabil siapa wanita yang keluar dari kamar luna?’’.


‘’si...siapa?’’.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2