
Nabil pulang kerumahnya, hatinya sangat gembira karena dia sedang jatuh cinta kepada zoya. Hal itu membuat dia lupa akan rencananya untuk menemui alexa dan meminta maaf. Nabil dan zoya sama-sama tidak bisa tidur karena saling membayangkan yang terjadi hari ini, mereka tersenyum penuh kebahagiaan. Berbeda dengan alexa, dia yang selalu kesulitan tidur mulai sering mengkonsumsi obat tidur setiap malam. Karena dia sudah tidak menghubungi nabil, jadi dia harus mandiri untuk bisa mengatasi insomnianya.
Pagi di kampus, sopir mengantar angel, alexa yang juga berada di dalam mobil bersama angel dan ikut turun di tempat parki. Nabil datang dan membuka pintu mobil, alexa melihat zoya turun dari mobilnya. Alexa yang awalnya hendak menyapa nabil akhirnya pun diam dan mengabaikannya, dia berjalan sendiri menuju perpustakaan kampus nabil. Nabil dan zoya masuk ke perpustakaan bersama, mereka tertawa di sepanjang jalan menuju perpustakaan. Nabil berhenti tertawa karena melihat alexa yang sedang membaca.
‘’lo, duduk duluan ya?, gue mau menghampiri alexa dulu’’.
‘’baiklah’’.
Nabil duduk di samping alexa, zoya duduk dari jauh dan memperhatikan mereka. Amel juga masuk ke dalam perpustakaan, saling bertatapan dengan zoya, namun amel lebih memilih duduk sendiri yang tidak terlalu dekat dari zoya. Zoya dan amel saling memperhatikan, namun enggan saling menyapa. Nabil menyandarkan tangannya di atas meja, lalu menyandarkan kepalanya di tangan, matanya melihat ke arah alexa, namun alexa tetap fokus membaca, menganggap nabil seolah tidak ada di sampingnya. Nabil berbicara sangat lirih.
‘’exa, lo masih marah sama gue?. Exa, maafin gue ya?, emm?. Nanti kita pulang bareng yah, kita ke tempat nongkrong kita, mau kan?’’.
Alexa tetap pada posisinya, tak menghiraukan nabil sedikitpun. Nabil meniup-nium mata alexa, tapi alexa nampak tidak terlihat kesal dan masih mengabaikannya. Nabil mengambil buku yang di baca alexa, alexa berdiri menuju rak buku dan mengambil buku yang lain. Nabil mengikutinya dan terus mengganggu alexa, alexa masih tetap diam. Alexa mengambil buku di rak dan membaca membelakangi nabil, Nabil memeluknya dari belakang.
‘’gue minta maaf alexa, ayo kita bicarakan ini baik-baik, lo boleh tanya apapun gue akan jujur, dan ngomong apapun gue gak akan marah. Kita jangan bertengkar ya?, emm?’’, nabil berusaha membujuk alexa.
Alexa masih diam, melihat kesegala arah agar dapat membendung air matanya yang hendak jatuh, namun nabil terus membujuknya dan air mata alexa pun jatuh. Alexa menundukkan pandangannya, menangis tanpa suara. Nabil menyadari bahwa alexa sedang menangis sehingga ia tetap memeluknya dari belakang, sebab alexa adalah wanita yang tidak ingin di lihat ketika menangis.
‘’setelah kejadian itu, gue benar-benar menyesal, tapi gue bisa apa, waktu tidak bisa di putar dan ucapan gak bisa di tarik kembali. Gue juga menangis saat gue lihat lo menangis, hati gue sakit seperti yang lo rasakan’’.
Air mata alexa semakin jatuh. Sehebat apapun pertengkaran, memang benar kata maaflah yang paling ingin di dengar, dan hanya kata maaflah yang bisa memperbaiki kesalahan. Nabil mencoba berbalik dan ingin menatap alexa, namun alexa menggenggam lengan nabil yang memeluknya, alexa memberi isyarat bahwa dia tidak ingin di lihat oleh nabil.
‘’baiklah, gue hanya akan peluk lo dari belakang, sampai lo siap buat bicara sama gue’’.
Zoya yang terus menunggu nabil dengan alexa yang tak kunjung kembali ke tempat duduk pun akhirnya penasaran, dia melangkah perlahan menuju rak buku. Di lihatnya nabil yang memeluk alexa dari belakang, lalu zoya berjalan kembali menuju bangkunya. Alexa berbalik melihat nabil, nabil tersenyum dan kembali memeluknya mesra. Zoya masih memperhatikan mereka, dan rasa cemburu itu mulai menyelimuti.
Zoya kembali ke tempat duduknya, alexa melepaskan pelukan nabil darinya.
‘’gue masih marah’’.
__ADS_1
‘’nanti malam gue jemput, kita bicarakan tentang hal kemarin, ok?’’.
Alexa tak menjawab, dia kembali ke tempat duduknya dan mengambil tas lalu pergi meninggalkan perpustakaan menuju tempat latihan. Nabil kembali ke zoya, duduk di sampingnya dan menatapnya.
‘’ayo pulang’’, ajak nabil.
‘’kenapa?’’.
‘’bosan’’.
‘’kamu duluan aja!’’.
‘’gue mau nungguin elo. 1 jam cukup?’’.
‘’baiklah’’.
‘’ok, bangunkan gue kalau lo sudah selesai’’.
‘’sepertinya mereka benar-benar pacaran!’’.
‘’benar. Zoya bahkan menjauhi amel karena pacaran dengan nabil’’.
‘’benarkah?, pantas saja mereka sudah tidak pernah bareng lagi’’.
‘’jelas dong, zoya sangat beruntung pacaran dengan nabil, mana mungkin dia akan melepaskannya begitu saja’’.
‘’tapi gue dengar mereka hanya pacaran pura-pura’’.
‘’untuk apa?’’.
__ADS_1
‘’supaya perjodohan nabil dan angel batal’’.
‘’iya, gue dengar juga begitu. Nabil membayar zoya agar berpura-pura menjadi pacarnya’’.
‘’pantas saja nabil gak terlalu peduli pada zoya, dan masih saja nempel dengan alexa’’.
‘’dia betul-betul tidak tau malu, pacaran demi uang’’.
Amel yang mendengar gosipan orang-orang segera meninggalkan perpustakaan, dia tidak tahan orang menjelek-jelekkan zoya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena zoya pun tidak lagi menganggap amel ada di hidupnya.
Nabil mengantar zoya pulang ke asramanya, lalu zoya mengajaknya makan malam di asramanya, nabil pun masuk dan membantu zoya untuk menyiapkan makan malam. Nabil memotong daun bawang hingga air matanya menetes, lalu dia tidak mau lagi melanjutkannya.
‘’gue gak mau motong daun, daun ini membuat mata gue pedis dan menangis’’.
‘’baiklah, kamu kesini. Kamu motong tempe dan tahu aja, ok?’’.
Nabil kembali memotong-motong tempe dan tahu, zoya akan memasakkannya oseng-oseng tahu tempe, mie ayam dan ceker ayam pedas. Saat memotong, jari nabil teriris, zoya langsung berlari dan menghisap darahnya hingga berhenti. Nabil tertegun, karena selama ini tidak ada yang pernah menghawatirkannya hingga melakukan hal seperti itu kecuali almarhum mamanya. Zoya menyuruh nabil untuk duduk di sofa lalu memasangkan plaster ke jarinya.
‘’kamu duduk aja, biar aku aja yang masak’’.
‘’maaf, lo jadi masak sendirian’’.
‘’gak apa-apa tinggal di masak doang kok’’.
Masakan sudah jadi, zoya memindahkannya ke meja makan dan membangunkan nabil yang tertidur di sofa, mereka makan malam bersama. Setelah makan malam, zoya mencuci piring dan nabil hendak membantunya namun tidak tau apa-apa. Zoya mengajari nabil mencuci piring, dan mereka pun tertawa bahagia.
Dirumah, nabil terus tersenyum mengingat tentang zoya. Bersama zoya, nabil melakukan hal-hal baru yang pertama kali ia lakukan. Makan coklat, menemani seseorang yang sedang menangis, makan pop mie, mengajak pacaran walaupun tidak ada perasaan apapun, makan tahu dan tempe, memotong daun bawang, dan bahkan memperkenalkan seseorang sebagai pacarnya di depan banyak orang.
Namun tiba-tiba saja, ingatan tentang alexa muncul di benaknya. Nabil juga melakukan banyak hal untuk pertama kalinya dengan alexa. Nabil mengingat dia mengeringkan rambut alexa hampir setiap hari, menemani alexa saat sakit, bertengkar dengan alexa, dan bahkan nabil mengingat ciuman pertamanya dengan alexa. Nabil hanya menggeleng-gelengkan kepala, sebab perasaannya saat ini sedang kacau. Dia jatuh cinta pada zoya, namun juga hatinya masih tertinggal untuk alexa.
__ADS_1
BERSAMBUNG....