
Nabil mengendarai mobilnya menuju tempat latihan alexa. Nabil masuk menemui alexa di ruangannya, teman-teman balerina alexa pada melongo terpesona melihat nabil yang benar-benar tampan. Bertemu dengan nabil adalah sebuah anugrah terindah, sebab hanya segelintir orang yang dapat melihatnya secara langsung, kecuali teman satu kampusnya. Nabil tidak pernah masuk ke ruang latihan balet, kalaupun datang dia hanya akan menunggu alexa di depan gedung latihan.
‘’ale, mana tiket yang lo kasih ke gue, gue mau deh nonton’’.
‘’udah gue buang, soalnya lo bilang lo gak mau’’.
‘’aishh, wanita ini, ya sini tiket lo’’, nabil mengambil tas alexa.
‘’yak!’’, alexa memukul kepala nabil dan kembali mengambil tasnya.
‘’my queen, beri gue tiketnya, emm?’’.
‘’baiklah, ini. Awas lo kalo gak datang’’.
‘’baiklah, gue pergi dulu yah my queen, ummah!’’, nabil memberikan ciuman jauh untuk alexa yang sontak membuat orang makin kaget dan membicarakan hal itu.
Saat jam istirahat latihan, brian datang ke ruangan alexa untuk mengajaknya makan siang. Sembari berjalan menuju kantin, brian menatap ke semua orang yang membicarakan tentang kejadian pagi ini, tentang hubungan nabil dan alexa.
‘’pengen juga deh punya pacar kayak nabil, yang so sweet banget ke alexa’’, ucap salah seorang balerina.
‘’iyah, aku iri banget. Dia datang jauh-jauh hanya untuk memohon agar di beri tiket lalu memberikan alexa ciuman’’, tambah balerina yang lain.
‘’mereka pasti bukan hanya bersahabat, aku yakin mereka pacaran’’.
‘’mungkin emang benar mereka itu pacaran?’’.
‘’setau gue waktu sekolah emang mereka pernah pacaran, mungkin setelah putus mereka sekarang balikan’’.
‘’mereka memang serasi, sama-sama kaya dan rupawan’’.
Brian mulai kesal dengan pembicaraan mereka tentang hubungan alexa dan nabil, brian merangkul pundak alexa hingga mereka tiba di kantin. Hal itu membuat mereka kembali bergosip.
‘’lalu apa hubungan alexa dan brian?’’.
‘’mungkin brian juga menyukainya’’.
‘’tapi bukannya brian itu punya pacar yang kuliah di luar negri yah?’’.
‘’entahlah, mereka juga terlihat serasi’’, brian yang mendengar hal itu tersenyum dan dia masih duduk di depan alexa sambil terus menatapnya.
‘’kenapa teman-teman lo pada ngomongin lo sama nabil?’’.
‘’ohh, tadi tu nabil datang ngambil tiket nonoton, terus mereka semua terpesona deh sama keampanan nabil’’.
‘’tapi kok lo di gosipkan pacaran sama dia?’’.
‘’kayak lupa aja jurusnya nabil kalo lagi merengek, ya pasti merayu dengan memberikan kecupan jarak jauh, jelas deh yang lain jadi gosipin gue’’.
__ADS_1
‘’oh begitu rupanya!’’.
Jam 15.00, adam menghampiri zoya di depan ruangannya,
‘’zoya ayo nonton’’.
‘’sekarang?’’.
‘’iya, lo sibuk?’’.
‘’gue mesti belajar’’.
‘’ayolah, gue udah pesan tiket nih. Mulai besok gue gak akan ganggu lo belajar deh. Kita pergi ya?’’.
‘’tapi gak lama kan?’’.
‘’enggak kok, paling lama 2 jam, mau ya?’’.
‘’baiklah’’.
Adam mengajak zoya ke bioskop, nabil melihat mereka berboncengan dan segera menyusul mereka. Brian dan alexa baru selesai latihan lalu pergi ke kampus nabil dan menunggu nabil di tempat parkir.
‘’nabil kok lama sih?’’.
‘’mobilnya udah gak ada mungkin dia udah pergi’’.
‘’ya udahlah kita pergi aja sekarang’’. Brian dan alexa masuk ke mobil, sopir brian membawa mereka menuju bioskop.
‘’zoya lo pesan popcorn ya, gue duluan masuk’’.
‘’baiklah’’.
Adam terburu buru masuk ke bioskop dan bersembunyi di belakang tempat duduk zoya sebab dia akan memberikan ponsel baru untuk zoya. Tak lama kemudian zoya masuk mencari-cari kursinya, lalu ia duduk di kursi pinggir baris ke dua dari belakang, memakan popcorn sambil mencari-cari adam.
Nabil masuk ke dalam bioskop, dan langsung mengahampiri zoya di tempat duduknya, lalu duduk di bangku samping zoya.
‘’hay, kita ketemu lagi’’.
‘’kamu sengaja kan duduk disini?’’.
‘’enggak tuh, emang ini tempat duduk gue’’, nabil menunjukkan nomor kursinya yang benar bahwa dia memang menempati kursi yang bersebelahan dengan zoya.
‘’kamu pergi aja, tukar kursi dengan yang lain atau gak usah nonton’’.
‘’gak mau’’.
‘’baiklah, kalo kamu gak mau pergi aku aja yang pergi’’. Zoya berdiri menatap ke arah nabil.
__ADS_1
‘’lo itu sebenarnya kenapa sih benci banget sama gue?, gue punya salah apa sama lo?’’.
‘’gak ada’’.
‘’ya terus kenapa lo menghindar banget kalo ketemu gue, seolah-olah gue pernah nyakitin lo’’.
‘’tolong jangan ganggu aku, aku punya pacar!’’. Zoya hendak melangkah, namun nabil menahannya.
‘’kasih gue alasan yang masuk akal, gue yakin bukan tentang adam kenapa lo benci gue, setelah itu baru gue gak akan pernah ganggu lo lagi’’.
‘’temanmu bilang aku wanita ******. Dia juga membanting ponselku hingga pecah dan tidak bisa di pakai lagi. Dia akan melakukan hal lebih buruk jika masih melihatku dekat atau berbicara denganmu, jadi tolong jangan menggangguku’’. Zoya menjadi sangat kesal, dia melepaskan tangan nabil dari tangannya.
Zoya keluar dari bioskop, adam muncul dari belakang bangku zoya dan pergi mengikutinya dari belakang. Zoya berlari dan menangis.
‘’zoya tunggu!’’.
Zoya tetap mengabaikan adam dan berjalan dengan cepat, adam memegang tangan zoya. Adam menahannya dan mengajaknya duduk untuk menenangkannya.
‘’gue udah denger apa yang lo omongin tentang alexa, kenapa lo gak ngomong ke gue kalo alexa ngomong gitu ke lo?’’.
‘’apa yang berubah kalo aku ngomong ke kamu adam’’.
‘’gue masih pacar lo kan?, tolong perlakukan gue sebagai seorang pacar. Kalo lo di sakiti ngomong ke gue. Gue gak bisa jamin apa-apa tapi setidaknya gue akan ada buat lo’’.
‘’aku, aku hanya benar-benar sakit hati tapi aku tidak mau membesar-besarkan masalah’’, zoya terus meneteskan air matanya.
‘’ayo kita pergi!’’.
‘’kemana?’’.
‘’ke tempat yang mungkin akan bikin lo lebih baik’’. Adam dan zoya berjalan bergandengan tangan menuruni lift menuju tempat parkir, disana adam melihat alexa.
Nabil terdiam masih duduk di dalam bioskop, nabil menjadi sedikit kesal dengan alexa, namun nabil tak akan bisa marah pada alexa. nabil menghubungi alexa.
‘’lo udah dimana?’’.
‘’gue di tempat parkir bioskop, lo dimana?’’.
‘’tunggu gue disitu 10 menit lagi’’. Nabil mengakhiri panggilannya dan segera berlari menemui alexa. Alexa sedang menunggu brian di tempat parkir.
‘’brian kemana sih?, tumben banget dia punya urusan yang mendesak’’.
Adam yang masih menggandeng tangan zoya menghampiri alexa yang tak sengaja ia lihat sedang berdiri sendirian.
‘’exa apa maksud lo bilang ke zoya kalo dia wanita ******?’’.
‘’tanya saja sama pacar lo!’’.
__ADS_1
‘’lo pikir gue gak berani sama lo karna lo cewek, iya?. Jawab, apa alasan lo ngomong gitu?’’.
BERSAMBUNG....