CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
CINTA BANYAK RASA


__ADS_3

Angel memposting foto nays dengan adam yang berpelukan saat jatuh di akun pribadinya, dia hanya ngetag naysila karna dia tidak berteman akun dengan adam. Banyak komentar positif dari foto itu, kebanyakan dari mereka mendoakan agar keduanya selalu bahagia.


Amel yang sedang melihat-lihat beranda akun instagramnya dan tak sengaja melihat foto tersebut, lalu menyampaikannya pada zoya, yang sedang berada di ruangan bersamanya.


‘’zoy, kamu udah liat postingan foto yang di unggah angel?’’.


‘’foto apa?’’, zoya mengambil ponsel amel dan melihat foto itu.


‘’foto adam dan naysila tadi pagi’’.


‘’apa mereka pacaran?’’.


‘’aku juga gak tau, kalo kamu mau aku bisa tanyakan langsung sama naysila’’.


‘’memangnya kamu kenal naysila?’’.


‘’sebenarnya dia sepupuku, ibunya dan ibuku adalah kakak beradik’’.


‘’benarkah?, kenapa kamu gak pernah cerita’’.


‘’karna waktunya gak tepat, kamu mau aku cari tau?’’.


‘’iya, cari tau apa mereka pacaran atau tidak’’.


‘’baiklah’’.


Di hati zoya dia benar benar mempercayai adam, sehingga dia tidak ingin mencari tau kebenaran dari hubungan adam dengan naysila, namun akalnya berkata untuk membuktikan apa yang di lihat dan di dengarnya dari orang lain, sehingga ia tidak hanya harus curiga terhadap adam.


‘’jika mereka benar pacaran terus kenapa?, adam mencintaiku, aku mencintai adam, apa yang salah?’’, fikirnya dalam hati.


Adam menghampiri zoya di ruangan,


‘’kenapa gak makan siang?’’.


‘’aku gak lapar’’.


‘’ayo pergi bersama, kita makan siang di luar’’.


‘’aku tidak mau pergi-pergi’’.


‘’lo itu kenapa sih?, ada masalah?’’.


‘’aku tidak ingin cerita’’.


‘’kalo lo gak mau cerita gak apa-apa, tapi setidaknya jangan mengabaikan gue yang bahkan nggak tau apa-apa. Lo juga gak pernah aktifkan ponsel lo’’.


‘’aku butuh waktu sendiri, itu aja!’’.


‘’sampai kapan?, sampe gue bosan?. Lo itu emang cuma mempermainkan gue ya!’’.


Adam pergi dari ruangan meninggakan zoya, zoya memandanginya dari belakang dengan wajah bersalah. Dia tidak bisa bertanya apakah nay pacarnya atau bukan, karna dia takut mendengar jawaban yang mengecewakan dari adam.


‘’meskipun mereka pacaran aku tetap tidak akan minta putus, aku juga pacarnya’’.

__ADS_1


Selesai kuliah, zoya buru-buru pulang agar tak perlu di antar adam, dia segera naik taksi menuju asramanya. Brian dan nabil yang kembali menunggu di depan gerbang asrama zoya, akhirnya melihat zoya pulang sendiri tanpa adam. Nabil segera turun dari mobil dan menemuinya,


‘’hei’’.


Zoya melihatnya dan menghindar, dia berjalan terburu-buru meninggalkan nabil.


‘’hei, tunggu!’’. Zoya berhenti,


‘’ada apa lagi?’’.


‘’emm, tentang ponsel lo’’.


‘’kenapa ponselku, tenang aja sudah di kembalikan kok sama temen kamu’’.


‘’oh, begitu. Em, kalau dompet’’.


‘’dompet kamu kan sudah aku kembalikan lewat temanmu, apa dia belum kembalikan di kamu?’’.


‘’oh, sudah kok!. Gue cuma mau bilang maaf sudah merepotkanmu’’.


‘’urusan kita sudah selesai, toh kita tidak saling kenal jadi aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi. Ah, kalaupun ketemu tidak usaha menyapaku’’.


Zoya pergi masuk ke kamarnya, nabil berbalik dan segera masuk ke mobilnya,


‘’brian gawat brian!’’.


‘’ada apa?, ada adam?’’.


‘’what?, kok bisa?’’.


‘’tuh cewek ngasih dompet gue ke alexa saat alexa kembalikan ponselnya. Gue mesti apa sekarang?’’.


‘’hanya ada dua pilihan, lo mau mati bunuh diri atau di bunuh?’’.


‘’lo aja yang mati kampret!’’.


Nabil menggerak-gerakkan jari tangannya, sedang berfikir keras bagaimana caranya mengambil dompetnya dari alexa.


‘’brian, sebaiknya kita curi aja dompetnya dari ale, gimana?’’.


‘’kita?, lo aja gue enggak!’’.


‘’lo, bener-bener brengsek yah, lo udah gak mau bantuin gue. Gue ini sahabat lo!’’.


‘’kalo berkaitan dengan alexa, sorry, gue gak bisa bantu karena alexa juga sahabat gue, sama seperti lo!. Jadi mending lo cari cara sendiri’’.


‘’ok, gini aja!, lo ajak ale jalan kemana gitu yang jauh, kalo perlu nginap, trus gue bakal kerumahnya pura-pura pinjam buku dan gue bakal nyari dompet gue dan mengambilnya. Lo mau kan?’’.


‘’apa?, lo nyuruh gue pergi berdua sama exa, lo udah gila!. Ok, gue mungkin bahagia berduaan sama dia, tapi itu ambil resiko, kalau gue di mutilasi gimana?, eishh!. Lo aja yang bertindak, gak usah libatkan gue!’’.


Nabil teringat sikap judes dari cewek ponsel,


‘’brian’’, nabil kembali menatap brian dengan wajah seriusnya.

__ADS_1


‘’apa?’’.


‘’kenapa yah itu cewek jadi jutek banget sama gue, padahal gue udah bilang maaf merepotkan tapi gak ada respon dan dia malah pergi. Harusnya kan dia bilang, oh iya gak apa-apa, gitu kan ya?’’.


‘’ada tiga kemungkinan, yang pertama emang dia gak suka banget lihat lo, makanya dia jutek supaya lo gak salah mengartikan kebaikannya, kedua mungkin saja dia di larang adam buat kenal atau berhubungan dengan kita, alasan ketiga mungkin aja nih, alexa ngomong sesuatu yang membuat dia gak mau ketemu elo’’.


‘’pinter juga lo ya!’’, nabil mengangguk anggukkan kepalanya, merasa bahwa jawaban brian sangat tepat dan masuk di akalnya.


‘’ehh, dewa asmara kok di remehkan’’.


‘’menurut gue alasan kedua dan ketiga lebih cocok’’, nabil kembali menyuarakan pendapatnya.


‘’justru menurut gue alasan pertama dan kedua yang lebih cocok dan masuk akal’’, brian juga memberi pendapat yang berbeda.


‘’tidak, tidak, lo salah. Dia pasti gak akan benci sama gue hanya karna takut gue baper, dia kan tau sendiri, gue aja seatap sama dia tapi gue gak nanya namanya siapa’’, nabil mencoba menjelaskan kepada brian.


‘’justru mungkin karena itu dia jutek, karena lo gak nanya siapa namanya dan malah ninggalin dia sendiri’’.


‘’bisa jadi sih!. Ah, tau lah!, alexa lebih bikin gue pusing’’.


Malam hari, nabil, brian dan alexa sudah janjian akan bertemu di bar langganan mereka, nabil datang menjemput alexa dirumahnya.


‘’ale, coba telfon brian’’.


‘’nomernya gak aktif’’’. Mereka tiba di diskotik, dan ternyata brian telah menunggu mereka di depan pintu masuk,


‘’lo darimana aja sih, lama banget’’.


‘’wah, sudah gak mirip anak keraton luh’’.


‘’jangan gitu dong, biar pakaian kayak gini gue tetap berdarah biru’’.


‘’bukan lagi berdarah biru lo, udah jadi komplotan manusia berdarah hitam, yang kalo malam nongkrong siangnya tidur’’.


‘’lo kata gue vampir’’.


Mereka masuk dan menempati lantai dua, dimana ruangan itu hanya di tempati oleh orang-orang kelas atas dan pelanggan tetap.


‘’kita udah lama ya gak kesini?’’.


‘’iya, udah 2 minggu kali ya!’’.


‘’bukan cuma dua minggu, mungkin udah sebulan’’. Mereka bertiga meminum anggur, nabil tak berbicara banyak, dia hanya terus menegak minumannya.


‘’lo kenapa malah diam, kan lo yang ngajak ketemu disini’’, alexa berbicara menatap nabil yang terlihat lesu.


‘’iya bil, bilang aja sekarang mumpung waktunya lagi pas’’, brian mencoba meyakinkan nabil.


‘’ada apa sih?’’, alexa mulai penasaran dengan apa yang akan di katakan nabil padanya.


‘’bil, di tanya alexa tuh, jawab dong!’’, brian mendesak.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2