
Nabil menarik tangan alexa dan mengantarnya pulang, lalu ia segera kembali ke restoran menemui zoya. Berjam jam menunggu, namun dia tak juga melihat zoya.
‘’apa mungkin dia sudah pulang?, sebaiknya aku ke asramanya saja’’.
Nabil mengetuk pintu kamar asrama zoya namun tak ada jawaban.
‘’apa dia gak ada di kamarnya?’’, setelah menunggu beberapa saat nabil pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya.
Malam harinya alexa menghubungi nabil, namun nabil mengabaikan panggilannya, lalu menonaktifkan ponselnya.
‘’nabil kenapa?’’, alexa memandangi ponselnya menunggu telfon dari nabil hingga jam 2 malam, lalu ia kembali mengkonsumsi obat tidur karena nabil tak juga menghubunginya.
Di kampus, nabil yang berada di dalam mobil mendengar percakapan amel dan zoya di tempat parkir.
‘’ah, berat badaku bertambah 5 kilo’’, amel berdiri di dekat mobil nabil sembari bercerita dengan zoya.
‘’benarkah?, pantas saja wajahmu membengkak’’.
‘’ohh, aku harus bagaimana untuk menurunkan berat badanku ke seperti semula’’.
‘’gimana kalau kita pergi jogging tiap sore, pasti bisa nunurin berat badan’’.
‘’aku mau, tapi aku nggak kuat lari. Sebaiknya naik sepeda, gimana?’’.
‘’eiss, emang lo punya sepeda?’’.
‘’ya kita nyewa aja’’.
‘’tiap hari mau nyewa sepeda?, mending gak usah kurus’’.
Pulang dari kampus nabil datang ke rumah alexa karena alexa hari ini tidak ke tempat latihannya, nabil berlari menuju kamar alexa, melihatnya berbaring tengkurap dan memegang perutnya.
‘’lo kenapa?’’.
‘’lo gak lihat gue lagi sakit?’’.
‘’ya maksud gue lo sakit apa my queen?’’.
‘’gak usah nanya dan gak usah ngomong, ambilin gue coklat di lemari es sekarang’’.
Nabil mengepal tangannya dan meletakkan di atas kepada alexa, dia mengomel tanpa suara, dia cemberut karena datang mengunjunginya tapi malah di perlakukan tidak baik dan di marah-marahi serta terus di suruh-suruh oleh alexa. Nabil membuka lemari es di kamar alexa, dia melihat semua pemberiannya pada alexa masih tersimpan, bahkan coklat yang pernah ia berikan pun masih ada.
‘’kenapa pemberian dari gue gak pernah lo makan?, lo gak suka ya?’’.
‘’bawa sini aja coklatnya, gak usah banyak nanya’’.
Nabil membuka pembungkus coklat dan memberikannya pada alexa yang masih berbaring tengkurap, nabil duduk di sofa dan bermain game, mengabaikan alexa yang teriak-teriak karena perutnya sakit karena datang bulan.
‘’lo itu berisik banget sih, jangan main game di kamar gue’’, alexa kembali meneriaki nabil.
Nabil berjalan dan duduk di tempat tidurnya, mengelus kepalanya dengan lembut, namun alexa masih saja marah-marah. Nabil dengan sabar memberi dan mengambilkan apapun yang alexa minta, menyuruh nabil membuatkan susu hangat, menyuruhnya mengupas jeruk, menyuruhnya memijat-mijat lengannya, walaupun alexa terus marah namun nabil tak beranjak pergi. Angel memperhatikan nabil dari pintu kamar alexa, melihat nabil yang begitu hangat dan lembut pada wanita, angel pun mulai merasa hatinya telah menyukai nabil.
__ADS_1
Pagi-pagi buta, nabil datang ke asrama zoya, mengetuk pintu kamarnya. Zoya membukanya.
‘’hah?’’, zoya kembali menutup pintu karena dia memakai pakaian tidur yang agak terbuka.
Setelah dia berganti pakaian, dia kembali membuka pintu dan melihat nabil masih berdiri di depan kamarnya.
‘’ada apa datang pagi-pagi?’’.
‘’ini hadiah permintaan maaf’’.
‘’minta maaf untuk apa?’’.
‘’karena membiarkan lo di rundung nay dan teman-temannya’’.
‘’gue gak kecewa ataupun marah, toh gue gak menganggap serius hubungan kita’’.
‘’gue pulang’’.
Nabil melangkah meninggalkan zoya, zoya melihatnya hingga ia masuk ke mobil dan pergi.
‘’apa tadi bicaraku kasar?, apa itu menyinggung nabil?’’, zoya kembali berbaring di tempat tidurnya sebelum akhirnya dia mandi.
Saat hendak berangkat ke kampus, zoya mengangkat sepeda dari nabil dan memasukannya ke kamarnya. Dia melihat-lihat sepedanya yang begitu bagus di lihatnya harga sepeda, dan dia terperangah kaget.
‘’11 juta rupiah?’’.
Nabil hendak menjemput alexa, namun ia melihat alexa sudah berangkat bersama angel, diapun mengikutinya dari belakang. Alexa mengirim pesan pada nabil.
‘’gak usah jemput gue, gue berangkat bareng angel’’, nabil membaca pesannya.
Di perempatan, nabil belok ke arah asrama zoya dan menjemputnya, namun ia hanya menunggu di dalam mobil di depan gerbang. Zoya keluar dari gerbang, nabil membunyikan klakson mobilnya.
‘’naiklah, kita pergi bersama’’, nabil menurunkan kaca jendela dan memperlihatkan kepalanya ke zoya, zoya mendekat ke mobil dan masuk.
‘’lo udah sarapan?’’.
‘’aku gak biasa sarapan’’.
‘’bagaimana kalau kita sarapan bareng’’.
‘’baiklah’’.
Nabil menghentikan mobilnya di kedai memories, namun zoya tak mau turun dari mobil.
‘’jangan makan disini’’.
‘’kenapa?’’.
‘’bagaimana jika ada yang lihat kita makan bersama?’’.
‘’tidak mungkin, gue sudah menyiapkan strategi sebelum gue ngajak lo makan bersama, turunlah’’.
__ADS_1
Zoya turun dari mobil.
‘’lo duluan aja masuk terus pesan makan, entar gue nyusul’’.
Zoya berjalan membuka pintu kedai dan memesan makan, lalu nabil masuk dan memesan makanan dan duduk di kursi yang berbeda dengan zoya, sehingga siapapun tidak akan ada yang tau mereka datang bersama. Nabil dan zoya hanya memandang dari kejauhan, keduanya tersenyum.
‘’hubungan yang aneh’’, gumam nabil.
Alasan mereka menyembunyikan hubungan karena, hubungan mereka tanpa alasan yang jelas, bukan karena saling menyukai namun karena mereka berdua saling membutuhkan. Selain itu, alexa menyukai nabil sehingga memberitahunya jika dia memiliki kekasih itu mungkin akan menimbulkan dampak yang buruk bagi persahabatan mereka maupun zoya. Keduanya juga tidak suka saat menjadi pembicaraan, sehingga lebih baik berpacaran diam-diam dan tak memberitahu siapapun, termasuk amel sahabat zoya, maupun sahabat-sahabat nabil.
Alexa datang dan melihat nabil yang duduk sendirian.
‘’lo kok gak ngajak gue sih?’’.
‘’ya kirain lo udah sarapan dirumah, jadi ya gue gak ngajak’’.
Nabil dan alexa makan bersama, selesai makan alexa menemani nabil ke kasir.
‘’ale lo duluan aja ke mobil soalnya gue mau beli satu lagi’’.
‘’ya gak apa apa, gue bisa nunggu’’.
‘’udah gak usah, lo duluan aja ke mobil’’, nabil menarik tangan alexa dan menyuruhnya masuk ke mobil, lalu dia kembali ke kasir karena hendak membayar makanan zoya.
‘’mbak ada kertas sama pulpen?’’.
‘’iya ini’’.
Nabil menulis pesan di kertas untuk zoya.
‘’udah gue bayarin, maaf, gue ke kampus sama alexa. sebagai imbalan sudah gue traktir, hubungi gue di nomor ini’’, nabil menuliskan nomor telfonnya di kertas memberikan kertas itu ke mbak kasir dan menyuruhnya memberikannya pada zoya.
Sore hari zoya mengirim pesan pada nabil.
‘’ini aku, zoya’’.
‘’ke taman sekarang bawa sepeda’’, nabil membalas pesan dari zoya.
‘’eissh, nih anak udah nyuruh gak sopan lagi. Siapa juga yang bakal pergi kalau meminta datang dengan cara seperti itu’’, zoya membanting ponselnya di kursi.
Zoya akhirnya pergi ke taman dengan menaiki sepedanya. Di taman, nabil sudah menunggunya, zoya menghampiri nabil.
‘’kenapa ngajak ketaman?’’.
Nabil membuka bagasi mobil dan mengeluarkan sepeda miliknya.
‘’ajari gue naik sepeda’’.
‘’lo gak tau naik sepeda?’’.
‘’enggak’’.
__ADS_1
‘’lo bener-benar cowok aneh yang pernah aku temui’’.
BERSAMBUNG....