
Naysila terperangah, yang awalnya dia memandang nabil dengan wajah kesalnya kini wajahnya ia tundukkan karena merasa kasihan dengan nabil. Nabil mendekat memegangi kedua pundak nay yang terus menunduk tak berani memandang wajahnya.
‘’apa yang lo maksud dengan hari ini hari peringatan kematian mama gue?, kenapa gak di lanjutin!’’.
‘’nabil, kalau lo mau balik ke apartemen terserah deh, gue capek mau istirahat’’.
Naysila berjalan menuju kamarnya, nabil mengikutinya dan terus meminta penjelasan tentang ucapan naysila. Nay lalu menatap nabil dan mengajaknya masuk ke kamarnya. Dia menceritakan tentang kejadian yang di sembunyikan keluarganya selama 4 tahun dari nabil.
‘’apa?, kenapa kalian mesti bohong?’’.
‘’saat mama lo meninggal, lo masih dalam keadaan koma setelah oprasi, jadi papa lo nunggu lo siuman baru menguburkan mama lo. Papa lo gak mau lo menyalahkan diri lo karena kematian mama lo. Karena saat itu yang hendak menabrak kakak gue adalah mama lo, tapi karena mama lo lihat lo berlari menyelamatkan kakak gue jadi mama lo sebisa mungkin menghentikan mobilnya hingga akhirnya mama lo tertabrak truk dari belakang’’.
Nabil menangis mengingat bahwa mamanya meninggal karena kecelakaan yang di alami bersamanya 4 tahun silam, nabil terus menyalahkan dirinya atas kematian mamanya, hingga nabil pun tertidur di kamar naysila.
Di apartemen, zoya terus mencemaskan nabil yang tak kunjung pulang dan tak juga menghubunginya. Zoya tertidur di sofa terbangun beberapa kali namun nabil tak juga datang bahkan hingga pagi tiba.
Hari ini tanggal 30 Desember, zoya mengemasi pakaiannya hendak pulang ke jogja untuk merayakan tahun baru dengan keluarganya. Sudah 5 hari juga nabil tak datang ke apartemen, dan tiba-tiba nabil muncul dengan wajah tak bersalahnya.
‘’selamat pagi kekasih’’.
‘’setelah tidak berkabar selama 5 hari dan sekarang kamu datang memanggilku kekasih?, jangan harap aku akan luluh!’’.
‘’maaf, gue punya urusan keluarga yang benar-benar tidak bisa di tinggal, jadi gue harus tetap dirumah. Mau kemana?’’.
‘’gak bisa di tinggal bukan berarti gak bisa berkabar bukan?. Aku mau pulang ke jogja’’.
‘’boleh gue ikut?’’.
‘’kamu mau tinggal dimana?, yang pasti gak bisa tinggal dirumahku’’.
‘’gampang kok, gue bisa tinggal di keraton’’.
‘’waahh!, hayalan tingkat tinggi. Aku aja yang orang jogja asli gak pernah masuk ke keraton, mana mungkin kamu yang bukan siapa-siapa masuk kesana. Di keraton tidak menerima uang suap sebanyak apapun, mereka orang jujur yang kompeten’’.
‘’benarkah?. Tunggu, gue juga mau berkemas’’.
Nabil dan zoya mengendarai mobilnya menuju jogja. Di perjalanan yang panjang, zoya tertidur, ponsel nabil berdering brian menelfonnya.
‘’lo dimana?’’.
‘’dijalan, kenapa?’’.
‘’mau kemana?’’.
‘’nggak ada, cuma berjalan-jalan sebentar’’.
‘’jangan lupa menonton penampilan alexa malam tahun baru di stadion’’.
__ADS_1
‘’baiklah, gue usahakan. Bdw kok lo bisa nelfon, bukannya ponsel lo di sita sama pelatih’’.
‘’awas aja kalau gak datang, gue bunuh lo!. Lomba kurang 2 hari lagi, jadi di fokuskan untuk menjaga kesehatan, tentunya ponsel sudah di kembalikan’’.
‘’baiklah, baiklah. sudah dulu, gue lagi nyetir!’’.
Brian mengakhiri panggilannya, nabil kembali menyetir lalu melihat ke arah zoya sekali-sekali, melihatnya yang masih saja terlihat cantik meskipun sedang tertidur. Nabil tiba di jogja, nabil membangunkan zoya.
‘’emm, ada apa?’’.
‘’udah di jogja nih, rumah lo dimana?’’.
‘’terus aja, entar kalau ada sekolah belok kanan’’.
Mobil mereka melewati keraton jogja, zoya pun menunjukkannya pada nabil.
‘’gimana?, yakin bisa tinggal disana?’’.
‘’gue rasa gak bisa, kelihatannya seram karena ada penjaga di mana-mana’’.
‘’kamu sebaiknya cari penginapan saja’’.
‘’baiklah!’’.
Setelah mengantar zoya di depan rumahnya, nabil hendak pergi, namun orang tua zoya melihat mereka sehingga menyuruh zoya mengajak temannya untuk makan malam di rumah. Zoya ragu mengajak nabil kerumahnya, karena tentunya orang tua zoya akan menanyakan pertanyaan dari A sampai Z kepada nabil. Tapi nabil malah sok sok arab dan menerima tawaran makan malam dengan mereka.
‘’bukan om, saya orang jakarta’’.
‘’terus kenapa ke jogja?, tidak mungkin dong kalau hanya mengantar zoya’’.
‘’saya mau mengunjungi keluarga, om’’.
‘’oh begitu, dimana dia tinggal?, kalau wilayah jogja om tau semua’’.
‘’emm, dia tinggal.....’’, zoya memotong pertanyaan ayahnya karena takut nabil akan berbohong lebih jauh lagi.
‘’ayah, jangan bertanya yang berlebihan dong, dia baru pertama kalinya kerumah kita dan ayah malah menanyakan hal tidak wajar’’.
‘’baiklah, kamu kuliah atau kerja?’’.
‘’kuliah om, satu kampus sama zoya’’.
‘’baiklah, makanlah yang banyak. Lalu segera pulang karena ini sudah malam, tidak enak bukan laki-laki berkunjung ke rumah seseorang yang punya anak perempuan?’’.
‘’ayah!’’, zoya menghentikan ayahnya lagi yang memberi kode agar nabil segera pulang.
‘’eh, iya om!’’.
__ADS_1
Nabil pergi dari rumah zoya setelah berpamitan, zoya mengantarnya hingga ke pintu rumah, nabil melambaikan tangannya. Di mobil nabil menghubungi brian agar membiarkannya untuk tinggal di rumah brian.
‘’baiklah, gue hubungi dulu ayah sama ibu gue supaya mereka menyuruh penjaga untuk membuka gerbang istana’’.
‘’ok, gue tunggu di gerbang kraton yah!’’.
Nabil segera melajukan mobilnya menuju keraton jogja, tak lama kemudian penjaga membuka gerbang istana dan melakukan penyambutan.
‘’gerbang istana telah di buka’’, ucap 2 penjaga gerbang.
Nabil melaju menuju gerbang, lalu di hentikan oleh penjaga. Nabil keluar dari mobil mengikuti aturan kerajaan, lalu di periksa seluruh tubuhnya dan di persilahkan masuk tanpa membawa barang satupun.
‘’biarkan saya membawa ponsel, hanya ponsel’’.
‘’maaf, tamu di larang membawa barang apapun, anda hanya boleh memakai barang yang telah disiapkan demi keamanan kerajaan’’.
Nabil menggaruk-garuk kepalanya merasa aneh dengan semua aturan kerajaan yang begitu menyulitkannya. Dia pun terpaksa masuk tanpa ponselnya. Menuju istana para pelayan wanita berdiri menunduk kepadanya sepanjang jalan menuju ruangan utama, dan 2 pengawal mengikutinya di belakang. Pengawal menyuruhnya masuk ke sebuah ruangan sendiri, para pengawal hanya menunggunya sampai di pintu.
‘’kenapa kalian tidak ikut masuk?’’.
‘’kami hanya bisa mengantar sampai disini, silahkan masuk menemui anggota keluarga kerajaan’’.
Nabil pun masuk di rungan itu dan berjalan terus hingga keluar ruangan, barulah dia bertemu dengan pelayan wanita. Dia memakaikan nabil baju berlambang kerajaan lalu dia di antar bertemu ayah dan ibu brian di ruangan kerajaan.
‘’selamat datang di keraton jogja nabil, jangan kapok untuk berkunjung kesini’’.
‘’salam tante, terimakasih atas sambutannya yang begitu mengejutkan’’.
‘’masuklah, sebaiknya kamu beristirahat’’.
‘’masuk ke ruangan yang amar besar, dimana terdapat banyak foto berukuran besar dengan wajah yang berbeda-beda, ada juga foto ibu brian dan brian disana.
‘’mungkin mereka semua adalah keturunan keraton’’.
Ibu brian duduk menemui ayah brian, lalu nabil pun duduk di sofa yang sama. Pelayan mengantarkan suguhan makanan untuk makan malam yang sangat banyak. Lalu memaksa nabil untuk makan malam bersama mereka.
‘’habiskan nabil, jangan sungkan’’.
‘’iya tante, makanan di istana sangat lezat’’.
‘’perut gue mau meletus, mana tadi udah banyak makan lagi!, aduhh!’’, gumam nabil.
Nabil berbaring di tempat tidur, pelayan wanita masuk dan memberikan ponselnya lalu keluar dan menunggu di depan pintu bersama pengawal. Nabil mengirim pesan pada brian, dan mengatakan keluhannya sebagai tamu di istana.
‘’wah, betul-betul lo yah, bikin gue sakit jiwa. Gak bisa gue hidup disini’’.
‘’udahlah, tidur aja sana!’’.
__ADS_1
BERSAMBUNG....