CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
SIAPA YANG DIA SUKA


__ADS_3

Nabil mencari alexa ke bar yang biasa mereka kunjungi namun tak melihat alexa, nabil juga mencarinya ke atap gedung kampusnya dan alexa masih tidak ada, mencarinya ke dekat gudang tapi tak melihat alexa, nabil berlari kesetiap sudut kampus tapi tak menemukan alexa, lalu dia masuk ke perpustakaan. Nabil mencari alexa dan melihatnya sedang tidur di sudut ruangan. Nabil mengirim pesan pada brian bahwa alexa berada di perpustakaan kampusnya.


Alexa meletakkan kepalanya diatas meja dan memandang ke jendela, nabil berjalan perlahan dan duduk di sampingnya. Nabil juga meletakkan kepalanya di atas meja yang sama, memandang alexa yang sedang tertidur. Tak lama kemudian, brian juga masuk keperpustakaan dan melihat mereka, dia lalu pergi dan kembali ke tempat latihannya. Di tempat latihan, brian terus memikirkan apa yang nabil dan alexa lakukan jika berduaan di dalam perpustakaan, hal-hal negatif terus terlintas di fikirannya.


‘’apa exa juga menyukainya?. Apa sebenarnya mereka saling menyukai?. Apa mereka menganggap gue jadi penghalang atas hubungan mereka?. Apa mereka berpacaran di belakang gue?’’.


Brian benar-benar mencemaskan bahwa nabil dan alexa ternyata berpacaran, karena brian juga menyukai alexa. Latihan selesai, brian buru-buru ke perpustakaan melihat nabil dan alexa, namun mereka sudah tidak ada. Brian menelfon nabil, tapi nabil tak menjawab panggilannya, begitupun saat brian menghubungi alexa.


‘’mereka berdua kemana sih?’’.


Brian mendengar suara mereka dari balik jendela perpustakaan, nabil memercikkan air ke wajah alexa.


‘’yak, gue basah tau!’’, alexa menutup wajahnya karena nabil menyiramnya dengan air.


‘’jadi lo udah maafin gue kan?’’, nabil mencoba berbaikan dengan alexa.


‘’gak mau. Gue gak bakal maafin elo’’.


‘’kalo begitu terima ini’’. Nabil kembali menyiram air ke wajah alexa.


Brian melihat mereka sedang bercanda gurau bermain air, tertawa bahagia tanpa mengingatnya. Di samping perpustakaan ternyada ada zoya yang juga melihat kejadian itu.


‘’kenapa tiba-tiba aku iri dengan alexa, aku ingin berada di posisinya’’. Zoya berbalik dan berjalan menuju depan perpustakaan, amel datang ke hadapannya,


‘’udah cuci muka?’’, tanya amel pada zoya.


‘’belum’’.


‘’kenapa kok gak jadi?, mau aku temani?’’.


‘’ah, gak usah. Ayo balik’’, zoya menahan amel agar tidak melihat nabil dan alexa.


Brian keluar dari perpustakaan, dia berpapasan dengan amel, amel tersenyum padanya tapi brian mengabaikannya dan memasang wajah kesalnya. Dia segera menuju mobilnya dan pulang ke rumahnya. Nabil dan alexa pulang kerumah bersama, mereka bergegas menuju rumah brian untuk berkumpul.


‘’sebaiknya jangan ribut, kita harus mengejutkan brian’’, alexa berjalan mengendap-endap menuju lantai dua.


‘’lo duluan aja, gue mau ke toilet’’.


‘’baiklah’’.


Alexa membuka pintu perlahan, melihat brian sedang berdiri menatap jendela ruangan, dia tak menyadari kalau alexa ada di belakangnya.


‘’doorr’’, alexa mengejutkan brian, brian berbalik dan memeluk alexa dengan erat.


‘’lo kenapa?’’, tanya alexa yang berusaha melepaskan pelukan brian.


Brian hanya diam, jantung alexa berdebar,


‘’kenapa brian tiba-tiba memeluk gue’’, alexa berucap dalam hati.

__ADS_1


‘’terimakasih sudah menghawatirkan gue’’, ucap brian lirih.


‘’gue kesini mau minta maaf karena udah nyuruh lo buat semobil sama amel, maaf’!’’, alexa balik memeluk brian.


‘’bukan masalah besar, apapun itu kalo lo yang nyuruh pasti gue lakuin’’.


‘’lo kenapa sih sebanarnya?’’.


‘’gue tau lo datang kerestoran buat nyari gue karena tiba-tiba gue matiin telfon, dan gue tau lo datang kerumah gue karena khawatir gue kenapa-napa setelah dari restoran. Terimakasih exa’’.


Nabil ternyata melihat mereka dari pintu, melihat mereka yang berpelukan, dan nabil melihat brian memeluk exa dengan erat.


‘’apa brian juga menyukai alexa?, apa mereka saling menyukai?, apa mereka sebenarnya pacaran?, apa yang mereka sembunyikan di belakang gue?’’.


Alexa melepaskan pelukannya, nabil segera pindah dari pintu.


‘’lo sahabat gue, lo berharga buat gue, gue bakal lindungin elo dari apapun, jadi jelas dong gue khawatir kalo lo tiba-tiba matiin telfon. Gue sebenarnya sempat dengar seseorang berbicara sama elo di toilet, makanya gue khawatir banget. Gue khawatir lo bakal di apa-apain sama orang, dan kalo elo kenapa-napa pada saat itu, itu salah gue’’.


Alexa meneteskan air mata, brian kembali memeluknya.


‘’ehm, ehm, apa apain ini?’’, nabil masuk dan menghampiri mereka.


Nabil berdiri diantara mereka,


‘’ale lo kenapa nagis, brian nyakitin elo?’’, nabil memandang ke arah alexa.


‘’lo nyakitin alexa?’’, nabil berbalik melihat brian.


‘’jadi siapa yang bicara sama elo di toilet brian?’’, alexa membuka buku novel di meja dekat tempat duduknya.


‘’itu adam’’.


‘’adam ngapain elo?, dia nyakitin elo?’’, nabil kaget dengan apa yang baru saja di ucapkan brian.


‘’dia bilang gue pecundang yang terus bersembunyi dibalik ketiak elo dan exa. Terus dia mukul gue sekali’’.


‘’waah, si brengsek itu berani mukul elo. Dia benar-benar brengsek nggak bisa diampuni’’, alexa menjadi sangat kesal dan meletakkan bukunya kembali di meja.


‘’dan sepertinya dia yang mukulin nabil di depan bar’’.


‘’apa?. Dia pelakunya?. Kita harus laporin dia ke kantor polisi sekarang juga. Nabil lo jangan diam aja dong’’, alexa berdiri duduk diantara nabil dan brian.


‘’gue marah karena dia udah mukul brian, dan gue bakal bikin perhitungan sama dia’’.


‘’dia juga mukulin elo, lo mau diem aja’’, tanya brian.


‘’sebenarnya gue tau kalo itu dia dan teman-temannya, tapi gue yang mukul mereka duluan, jadi gue gak akan nuntut apa-apa’’.


‘’kita harus gimana sekarang?’’, alexa menanyakan pendapat mereka tentang adam.

__ADS_1


‘’gue pusing kalo bahas adam, rasanya gue pengen nonjok dia’’, nabil menjadi geram.


Brian berpindah tempat duduk di dekat nabil,


‘’nabil, ajari gue bela diri’’, brian merengek supaya nabil mengajarinya beladiri.


‘’emang lo sanggup latihan setiap hari?’’.


‘’gue bakal usahakan, gue gak akan banyak mengeluh’’.


‘’kenapa tiba-tiba lo kepikiran buat belajar bela diri?’’.


‘’gue gak mau adam meremehkan gue dan manggil gue pecundang’’.


‘’lo beli aja ring tinju di rumah lo, terus suruh pengawal lo buat ngajarin. Mereka lebih jago dari gue’’.


‘’baiklah kalo lo gak mau’’.


‘’bukan gue gak mau brian, gue gak ada bakat buat ngajarin orang. Lo tau kan gue itu emosian, kalo udah marah bawaannya pengen nonjok orang. Kalo lo latihan sama gue yang ada wajah tampan lo jadi penyok’’.


‘’iya iya, bil’’.


Alexa mengambil tasnya, dan berdiri di depan nabil,


‘’antar gue pulang’’.


‘’baru juga jam 6 sore, lo masa latihan sampe segitunya sih’’.


‘’pertunjukan gue seminggu lagi, gue mesti banyak latihan dan’’. Ponsel alexa berdering, angel menelfonya,


‘’halo alexa, lo udah dapat buku yang gue suruh beli belum?’’, alexa melihat ke ponselnya,


‘’apa dia salah nomer?’’, ucap alexa perlahan.


‘’oh, lo masih nyari. Iya, pokoknya lo harus dapat buku itu ya, entar gue bilang kok di mama kalo lo pulang telat karena gue yang nyuruh’’, alexa semakin bingung dengan yang di ucapkan angel kepadanya di telfon.


‘’oh, baiklah, maaf merepotkan, gue tutup telfonnya’’. Angel mengakhiri panggilannya, alexa memasang wajah bingungnya,


‘’angel nelfon gue bicara aneh’’.


‘’dia ngomong apa?’’, brian menatap alexa.


‘’dia bilang gue gak masalah pulang larut, karena dia nyuruh gue buat belikan dia buku, dan nyokap gue gak bakal marah’’.


‘’bagus dong, itu kode supaya lo bisa bebas malam ini’’, brian benar-benar memahami apa yang di maksud oleh angel.


‘’gimana kalau kita ke bar?’’, nabil mengajak mereka pergi bersama.


‘’setuju’’, brian mengangkat tangannya dan melakukan tos persahabatan dengan alexa.

__ADS_1


‘’setuju’’, alexa membalas.


BERSAMBUNG....


__ADS_2