CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
KEADAAN MENJADI KACAU


__ADS_3

Di dalam mobil yang di antar supir, papa nabil menghubungi kepala polisi di mana anaknya di tahan, setelah berbincang-bincang cukup lama, papa nabil mengakhiri percakapan.


‘’bagaimana pa?, nabil bisa pulang?’’.


‘’nabil bisa pulang malam ini, namun kita tetap harus bertemu dengan keluarga korban dan menyelesaikannnya secara damai agar dia tidak membuat tuntutan’’.


‘’kita harus segera menemuinya, kita bisa memberi mereka kompensasi yang cukup agar mereka mau berdamai’’.


‘’tentu saja, tidak usah khawatir’’, papa nabil merangkul istrinya.


Polisi tiba di rumah sakit tempat adam dan alexa di rawat. Setelah meminta keterangan dari keluarga alexa, polisi segera menuju ruangan dimana dam dirawat.


‘’permisi apa ini kamar saudara adam?’’.


‘’iya pak polisi, anak kami di pukuli oleh temannya hingga harus masuk rumah sakit’’.


‘’menurut laporan, anak anda memukul seorang wanita bernama alexa di tempat parkir bioskop sore hari tadi, jadi kami akan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai bukti setelah dia siuman’’.


‘’apa?, anak saya yang di pukuli pak, bukan anak saya yang memukul’’. Nay yang baru datang dari toilet mendekat ke mama adam.


‘’ada apa tante?’’.


‘’adam di tuduh memukul seorang gadis, bagaimana ini?’’. Polisi berdiri di depan pintu kamar adam, menjaga adam sampai siuman.


Nay mendekat ke salah satu oknum polisi.


‘’pak, adam itu di pukuli, kenapa bisa dia menjadi tersangka pemukulan?’’.


‘’saya hanya menjalankan tugas berdasarkan laporan yang masuk. Kalau memang pasien di pukul anda juga bisa melakukan penuntutan di kantor polisi’’.


Nay menemani mama adam pergi ke kantor polisi, sedangkan ayah adam menjaganya di ruangn. Orang tua nabil tiba di kantor polisi, mereka bertemu dengan orang nay dan ibu adam, dimana mama adam sedang melaporkan nabil.


‘’nay?’’, panggil mama nabil.


‘’kak, ngapain disini?’’.


‘’kamu sendiri ngapain?’’.


‘’aku menemani mama adam melaporkan kasus pemukulan’’.


‘’mungkinkah, nabil yang memukul adam?’’.


‘’nabil?, nabil mukul adam?’’.


‘’nabil menyerahkan diri karena dia memukul orang, tapi kakak gak tau orang itu siapa?’’.


Ibu adam datang dan memaki kekuarga nabil.


‘’jadi kamu orang tua dari anak yang memukuli anakku?. Aku akan menuntut anakmu’’.


‘’bisakah kita selesaikan masalah ini secara damai buk, saya akan membayar semua pengobatan anak ibu sampai selesai dan memberikan kompensasi atas kesalahan anak saya’’.


‘’kamu pikir segalanya bisa selesai hanya karena kamu punya uang?, apa kamu tau kalau anak saya sekarang terbaring di rumah sakit dan tulang hidungnya patah?. Coba fikir bagaimana jika yang terluka itu anakmu, apa kamu bisa menyelesaikannya secara damai?’’, papa dan mama nabil terdiam, merasa sangat bersalah atas perilaku nabil terhadap anaknya.


‘’kami sebagai orang tua nabil meminta maaf yang sebesar-besarnya, kalau boleh izinkan kami bertemu adam secara langsung, biarkan kami menjenguknya’’, papa nabil berusaha meredamkan emosi ibu adam, dan membujuknya agar mencabut tuntutannya.

__ADS_1


Ibu adam duduk di kursi bersama dengan orang tua nabil.


‘’anak saya juga sedang di tuntut oleh orang yang katanya di pukul oleh anak saya, sedangkan anak saya sekarang terbaring di rumah sakit’’. Nabil keluar dari ruang introgasi.


‘’nabil, kesini!’’, papa nabil menyuruhnya untuk duduk bersama mereka.


‘’kamu yang memukuli anak saya, kenapa kamu memukulnya?’’. Nabil mengehindari pukulan dari ibu adam.


‘’anak ibu duluan yang memukul teman saya hingga pingsan, dia perempuan, jadi apa saya harus diam saja?. Bagaimana jika anak perempuan yang di pukul itu adalah anak ibu, apa ibu hanya akan diam saja dan tidak membalasnya?’’.


‘’nabil, hentikan!’’, papa nabil mencoba menghentikan emosi nabil.


‘’jadi di mana anak itu?, saya akan datang dan meminta maaf atas anak saya dan saya akan memohon agar dia mencabut tuntutannya’’.


‘’mudah sekali anda bilang begitu, sedangkan anda saja merasa berat hati mencabut tuntutan saya. Saya tidak keberatan anda memenjarakan saya, tapi jika itu terjadi, saya bisa pastikan anak anda juga akan membusuk penjara’’.


‘’nabil hentikan!’’.


Papa nabil menjadi benar-benar kesal, papanya yang berusaha menghentikan tuntuntannya, tapi nabil malah berkata kasar dan tidak keberatan dengan tuntutan itu. Ibu adam menjadi sangat sedih, dia tak bisa membayangkan anaknya ada di dalam penjara. Nay mencoba menenangkan ibu adam.


‘’adam tidak akan di penjara tante, percayalah!’’.


‘’suruh orang itu mencabut tuntutannya atas anakku, dan saya juga akan mencabut laporan tentang anak anda’’, ibu nabil pergi meninggalkan kantor polisi, nay mengikutinya.


‘’nay, berhenti!’’, nadira merasa kesal dengan nay yang membela orang yang melaporkan nabil.


‘’kita pulang bersama dan jangan lagi ikut campur dengan urusan keluarga adam.


Pagi hari, mama alexa datang ke ruangan alexa, dia mengajak angel pulang dan beristirahat.


‘’kalau mama menjaga alexa aku akan pulang’’.


‘’pa, ajak angel pulang sekarang juga’’.


‘’angel, ayo kita pulang’’. Papanya menarik tangan angel dan memaksanya pulang.


‘’tapi pa, siapa yang jaga exa di sini, kasian dia kalau sendirian’’.


‘’kita pulang dulu, nanti kita bisa kembali’’.


Angel terpaksa pulang dengan papanya mamanya masih berdiri di dekat alexa.


‘’aku sudah bilang bukan, jangan bergaul dengan anak-anak begajulan itu, ini akibatnya jika kamu melawan orang tua’’.


Mamanya meninggalkan ruangan dan dan pergi hendak menemui seseorang. Alexa yang mendengar ucapan mamanya menjadi sangat sedih.


‘’ini hanya luka ringan bagiku, aku bahkan tidak menyesal jika harus mati karena berteman dengan mereka’’, ucapnya dalam hati.


Sekitar jam 8 pagi, Angel menghubungi brian dan memintanya untuk menemani alexa.


‘’ibunda, aku akan pergi ke tempat latihan hari ini, sampai ketemu di rumah’’.


Brian masuk ke mobil dan menyuruh sopirnya mengantarnya ke rumah sakit, brian memutuskan untuk tidak masuk latihan hari ini. Dia berada di rumah sakit sepanjang hari menjaga elexa.


‘’lo tau gak seberapa jelek wajah lo sekarang?’’, ledek brian sembari mengupaskan apel untuk alexa.

__ADS_1


‘’yak!, gue bunuh lo kalo gue udah cantik lagi’’.


‘’lo mau makan apa?, ayam goreng?’’.


‘’gue belum boleh makan makanan yang keras dan berminyak’’.


‘’haruskah gue belikan bubur?’’.


‘’belikan gue yang manis-manis, cake!’’.


‘’lo mau yang rasa apa?’’.


‘’gue mau cake semua rasa’’.


‘’bukannya lo suka yang rasa coklat?’’.


‘’itu mungkin bukan suka, tapi kebiasaan’’.


‘’kebiasaan?’’.


‘’emm, setiap orang yang gue kenal pasti beliin gue coklat, jadi gue terbiasa dengan coklat, tapi kadang gue bosen, jadi menurut gue itu bukan suka’’.


‘’baiklah, gue bakal coba rasa durian’’.


Pengantar pesanan datang ke depan rumah sakit, brian menyuruh sopirnya mengantar pesanan itu ke ruangan alexa.


‘’ini tuan muda, pesanannya’’. Brian menyuapi alexa dan mencoba ketiga cake yang dia pesan.


‘’nabil mana?’’, tanya alexa sembari mengunyah cake.


‘’dia sedang ada urusan’’.


‘’urusan apa?’’.


‘’entahlah, dia tidak bilang, mungkin urusan keluarga’’.


‘’oh begitu. Lo bolos latihan cuma mau nemenin gue?’’.


‘’begitulah, jadi lo berhutang sama gue’’.


‘’catat hutang gue, nanti gue lunasi kalau udah sembuh’’.


‘’kapan lo bisa keluar dari rumah sakit?’’.


‘’besok mungkin sudah keluar’’.


‘’baguslah, lo bukan seperti alexa kalau berbaring disini’’.


‘’terus kayak apa?’’.


‘’kayak cumi mau mati’’.


‘’wahh, resek lo!, yak!, enak aja gue mirip cumi’’.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2