
Ibunda brian melihat brian dari luar butik sedang mengendap endap, lalu mamanya masuk kedalam mobil untuk melihat apa yang terjadi. Melihat brian yang masuk ke dalam mobil dengan seorang gadis membuat ibundanya penasaran, lalu menghampiri mobil brian. Dia mengetuk pintu mobil, brian terperangah melihat ibundanya dari kaca mobil, dia pun membuka jendela mobil.
‘’ya ibunda’’, brian menundukkan wajahnya tanda bersalah.
‘’kamu bolos latihan?’’.
‘’maafkan saya’’.
‘’cepatlah pergi, nanti ayahandamu melihat’’.
‘’terimakasih ibunda, saya pergi dulu’’.
Ibunda brian melambaikan tangannya, tersenyum melihat brian yang memiliki teman dan nampak bahagia walau tinggal jauh dari orang tuanya. Brian mengantar alexa pulang kerumahnya, dan dia kembali ke tempat latihan renang. Brian menghentikan mobilnya di depan kampus nabil karena melihat nabil di tempat parkir. Namun nabil nampak cuek dan berjalan membelakangi brian menuju ruang kuliah.
‘’bil, lo baik-baik saja kan?’’, brian mengejar nabil yang pura-pura tidak melihatnya.
‘’emang gue kenapa?’’.
‘’gak ada. Oh iya, alexa sudah keluar dari rumah sakit, lo gak mau kerumahnya?’’.
‘’gak usah, toh kita bakal ketemu besok. Brai, gue mau ketemu bokap gue dulu yah’’.
‘’oh, baiklah. Sampai ketemu besok’’.
Menuju ruangan direktur, nabil berpapasan dengan zoya, zoya hendak menghentikannya, namun amel datang dan mengajaknya masuk ruangan.
‘’zoya, ayo masuk’’.
‘’iya’’. Zoya memandang ke belakang melihat nabil yang mengabaikannya.
‘’mungkinkah dia marah denganku?’’, ucapnya dalam hati.
Jam 3 sore latihan selesai, brian menunggu nabil di tempat parkir kampus cukup lama. Nabil nampak keluar bersama dengan ayahnya, brian pun menghampiri nabil.
‘’bil, ayo kerumah gue. Orang tua gue datang, lo gak mau ketemu mereka?’’.
‘’oh, baiklah. Gue naik mobil sendiri yah’’.
‘’ok’’.
Di perjalanan, nabil membelikan ibunda brian sebuket bunga matahari, dan membeli makaron kesukaan ayahanda brian.
‘’ibunda, ada nabil datang’’.
‘’oh, nabil, saya sangat merindukan kamu, bagaiman kabar kamu?’’.
‘’saya sehat, bagaimana dengan tante?’’.
‘’seperti yang kamu lihat, saya sangat sehat’’.
‘’ini bunga buat tante, dan ini buat om’’.
__ADS_1
‘’ouh, kamu sangat baik, terimakasih nabil, bunganya cantik sekali. Duduk sana, tante akan siapkan makan malam, kalian pasti belum makan kan?’’.
‘’iya ibunda, kami belum makan’’. ibunda brian masuk ke dapur di temani oleh para pembantunya untuk menyiapkan makan malam.
Brian menghampiri nabil yang sedang duduk di ruang tamu.
‘’kita naik aja, disini gak bisa ngobrol’’. Nabil hanya tersenyum, mengikuti brian yang berjalan menuju tempat berkumpul mereka. Brian membuka bajunya dan masuk ke kamar mandi.
‘’ambilkan baju lo, gue mau mandi’’.
‘’dasar bocah sialan!’’, brian menelfon pembantunya dan menyuruhnya membawakan pakaian ganti untuk nabil.
Nabil keluar dari kamar mandi memakai handuk lalu memakai pakaian di kamar kosong di ruangan kumpul mereka. Sembari keluar, dia menggosok gosok rambutnya dengan handuk.
‘’kita udah berapa hari gak ngumpul gini coba, sekarang pun masih gak lengkap’’, brian mengambil stik game dan melemparkan stik game yang lain kepada nabil.
‘’ya mau gimana lagi, saat itu lo sakit, gak lama gue yang sakit, terus sekarang alexa yang sakit, jadi susah mau ketemu terus’’, nabil juga ikut bermain game.
‘’benar juga. Bdw, lo kenapa mukulin adam?’’.
‘’karena dia mukul alexa’’.
‘’terus kenapa adam mukul alexa?’’.
‘’entahlah, mungkin dendam lama’’.
‘’seandainya gue yang disana, mungkin gue juga bakal mukulin adam sampe mati kalo lihat dia mukul alexa’’.
Setelah beberapa jam bermain game, Nabil dan brian turun. Nabil hendak pulang tapi ibunda brian menyuruhnya untuk makan bersama.
‘’tante, saya permisi mau pulang’’.
‘’kok pulang?, ayo makan dulu, itu ada om juga’’.
‘’baiklah kalau begitu’’.
Saat makan malam berlangsung, ayah dan ibu brian mulai menanyakan soal brian kepada nabil.
‘’di jakarta brian bergaul dengan siapa saja bil?’’.
‘’ayahanda, tolong jangan menanyakan hal itu kepada nabil’’, brian merasa tidak enak dengan nabil.
‘’apa yang salah?, ayah hanya ingin tau’’, bantah papa brian.
‘’brian hanya bergaul dengan saya dan satu teman lagi, namanya alexa’’.
‘’perempuan?’’, ayahnya merasa kaget.
‘’iya om, dia perempuan. Eh, dia anak baik kok om, pintar dan seorang balerina yang terkenal, jadi tidak akan mempengaruhi brian’’.
‘’benarkah?, baguslah!. Tolong jaga brian ya nabil’’.
__ADS_1
‘’iya, om, saya pasti jaga dia’’.
‘’oh iya, saya dengar papamu sudah menikah?’’.
‘’iya om, sudah’’.
‘’aku jadi ingin menemuinya, titip salam ya sama papamu, bilang pada papamu besok saya akan menemuinya’’.
‘’iya om, nanti saya sampaikan’’.
Setelah makan nabil berpamitan, alexa menghubunginya, tapi nabil mengabaikan panggilannya berkali kali hingga ia menonaktifkan ponselnya. Setelah tiba di rumah, keluarga nabil mengajaknya makan malam di luar dengan keluarga alexa.
‘’nabil bersiaplah, kita akan makan malam dengan keluarga alexa’’.
‘’aku gak ikut ya pa, aku baru makan malam di rumahnya brian. Oh iya, orang tua brian datang ke jakarta, katanya mereka mau ngajak makan malam papa’’.
‘’baiklah, kalau begitu kamu di rumah saja. Dan papa akan segera menghubungi orang tua brian untuk makan bersama’’.
Tiba di restoran, keluarga alexa telah menunggunya,
‘’nabil gak ikut om?’’, alexa menanyakan nabil.
‘’maaf alexa, nabil tidak ikut karena katanya dia baru saja makan malam di rumah brian’’.
Setelah makanan datang, papa nabil memulai pembicaraan,
‘’apa sebaiknya kita bekerja sama untuk mempererat hubungan kita buk margareth?’’.
‘’tentu saja pak alex, itu ide yang bagus. Saya dengar mahasiswa kedokteran di universitas Tirtayasa memiliki prestasi yang bagus’’.
‘’oh, itu hanya gosip, tidak sebaik yang anda dengar. Apa bisa jika lulusan kedokteran kami bekerja di rumah sakit anda?, sebagai hadiahnya kami hanya akan mengirim dokter terbaik dari universitas kami’’.
‘’boleh juga. Saya bahkan bisa menerima mereka semua untuk tahun ini, tapi apa tidak sebaiknya kita juga mendirikan rumah sakit lagi?, rumah sakit Universitas Tirtayasa. Rumah sakit elit yang hanya menerima pasien VIP. Jika anda setuju saya akan memberikan investasi untuk pembangunannya serta beasiswa untuk mahasiswa kedokteran di kampus anda’’.
‘’benar-benar wanita yang hanya mengutamakan uang, hanya pasien VIP itu berarti pasien hanyalah dari kalangan keluarga kaya’’, ayah nabil mengucapkannya dalam hati.
‘’Motto Universitas saya adalah, pendidikan itu milik kita semua, tiada batas, terbanglah bebas’’, jadi saya kurang setuju jika mendirikan rumah sakit hanya untuk pasien VIP’’, tegas pak alex.
‘’oh, kita tetap bisa menerima pasien gratis biaya kok, bagaimana?’’.
Alexa berdiri, saling bertatapan dengan mamanya dengan tatapan sinis, terdiam sejenak lalu meninggalkan meja makan.
‘’maaf om tante saya permisi keluar sebentar’’.
Alexa mulai kesal dengan mamanya yang memiliki rencana untuk bekerja sama dengan ayah nabil. Mamanya adalah orang yang ambisius, menginginkan keuntungan yang banyak tanpa peduli apapun. Keluarga alexa dan keluarga nabil sudah lama bermusuhan karena mereka berbeda prinsip dan berbeda dalam segala hal.
‘’sekarang mereka malah mau bekerja sama, hah?, apa yang mama rencanakan kali ini?’’, alexa berbicara sendiri di luar restoran.
Ayah nabil melanjutkan percakapannya,
‘’tentu saja, itu tidak buruk untuk sebuah kerja sama, tapi harusnya hubungan kita lebih dari itu. Bagaimana jika nabil dan putri anda di jodohkan?’’.
__ADS_1
BERSAMBUNG....