
Nabil melajukan mobilnya dan sengaja hampir menabraknya. Dia membunyikan klakson agar mengagetkannya, namun zoya tak memperdulikannya. Jalanan sangat sepi, zoya masih berjalan pelan, nabil mengikutnya dari belakang, lalu berhenti di depan zoya.
‘’masuklah, gue bakal antar elo’’. Tanpa berfikir panjang, zoya masuk di bangku belakang.
‘’antar aku ke jalan kenanga’’.
‘’baiklah’’.
Nabil memperhatikan zoya dari spion, dia nampak sangat gelisah. Zoya terus melihat layar ponselnya, dan nampaknya sedang mengirim pesan.
‘’adam lo di mana?, bisa kan kita bicara sebentar, aku di jalan mau kerumahmu’’.
Dia juga terus menghubungi adam namun tak ada jawaban.
‘’nomor yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan’’.
‘’udah sampai nih’’, nabil menghentikan mobilnya.
‘’tolong belok masuk sampai di depan restoran ayam’’, zoya memperhatikan sekeliling berharap melihat adam saat itu.
Nabil menghentikan mobilnya di depan restoran ayam, namun restoran itu tertutup. Zoya keluar dari mobil, mengirim pesan pada adam.
‘’aku di depan rumahmu, tolong keluar sebentar’’.
Zoya mondar mandir menunggu di depan rumah adam, namun tak satu orang pun yang keluar dari rumah itu. Nabil keluar dari mobilnya dan menarik zoya masuk ke mobilnya, dia melajukan mobilnya tanpa memperdulikan zoya yang terus mengomel.
‘’berhenti, kita mau kemana. Turunkan aku, aku punya urusan penting sekarang’’.
Nabil berhenti di tempat parkir apartemennya, zoya segera keluar dari mobil. Nabil menghentikannya dengan meraih tangannya.
‘’urusan yang lebih penting adalah diri lo sendiri. Sepenting apapun itu, gak ada yang lebih penting dari kesehatan lo’’.
Nabil memaksa zoya masuk ke mobil,
‘’gue akan biarkan lo kedinginan dengan pakaian lo yang basah, supaya lo lebih bisa menghargai ksehatan’’.
Nabil menyandarkan punggung dan kepalanya di kursi, melipat kedua tangannya di dada, dan menutup mata tidak memperdulikan zoya yang berada di sampingnya. Zoya masih sibuk berusaha membuka pintu mobil yang sengaja di kunci oleh nabil.
‘’kalo elo tetap mau ngotot berjalan di bawah hujan terserah, tapi kalo lo mau tetap disini, gue bakal antar lo pulang kalau hujan sudah reda’’.
__ADS_1
Zoya memilih untuk tetap diam, dia melipat kedua tangannya, menggigil karena dingin mulai menyerangnya. Namun ia tak menyerah menghubungi adam, adam pun mengangkat telfon dari zoya.
‘’ada apa lagi?’’, adam berbicara ketus.
‘’adam ayo kita bicarakan baik-baik, jangan putusin aku lewat pesan’’.
‘’apapun itu, gue udah gak bisa sama elo, jadi jangan hubungi gue lagi’’.
‘’aku gak peduli lo punya pacar atau enggak, aku juga gak peduli lo suka sama orang lain apa enggak, gue cuma mau kita masih terus pacaran, gue gak akan nuntut apa-apa. Gue cuma belum siap sendiri adam, tolong mengerti’’.
‘’gue gak bisa’’, adam mematikan panggilannya dan menonaktifkan ponselnya.
Zoya kembali menghubunginya, lalu menangis tersedu sedu, ia masih tidak percaya bahwa adam memutuskannya begitu saja padahal tidak ada yang terjadi diantara mereka. Nabil hanya memandanginya, menatap zoya yang sedang menangis, tak tau harus berbuat apa. Melihat zoya menangis karena putus mengingatkan akan dirinya yang kehilangan pacar pertamanya, saat itu nabil pun menangis.
‘’wanita bodoh!’’, nabil meneriaki zoya.
Zoya melihat ke arah nabil dengan wajahnya yang berantakan.
‘’berhenti menangis di dalam mobil gue’’, tambahnya.
Zoya hendak membuka pintu mobil namun nabil masih mengunci pintunya, menatapnya dengan wajah kesal namun dia juga merasa kasihan dengan zoya. Nabil menyentuh kedua pundak zoya.
‘’lo itu gak cinta sama dia, sadarlah!’’.
‘’ itu bukan cinta, tapi kebiasaan. Lo terbiasa liat adam, datang di jemput adam, pulang di antar adam, makan bareng adam, jalan bareng adam. Alasan lo gak siap buat berpisah dengan dia bukan karena lo cinta sama dia tapi lo gak siap ngapa-ngapain sendiri, lo gak siap liat dia jalan sama wanita lain, gak siap datang dan pergi kuliah sendiri. Kalo lo sudah terbiasa gak sama dia, gue yakin lo bakal baik-baik saja. Sebaiknya lo cari hobi yang bisa bantu lo lupain dia’’, zoya terdiam mencoba menerima ucapan nabil.
Di kampus, zoya menunggu adam datang di ruangannya, dia melihat adam yang datang bersamaan dengan naysila dan teman temannya yang lain.
‘’adam bisa kita bicara sebentar, ada yang ingin aku tanyakan’’.
‘’baiklah, tapi lain kali tolong yah jangan datang ke ruangan gue soalnya nanti orang lain akan salah paham’’.
Zoya berjalan melewati mereka. Adam mengikutinya dengan jarak agak jauh, Lagi- lagi nabil melihat kejadian itu.
‘’ada apa lagi?’’, tanya adam.
‘’kasih aku alasan kenapa kamu tiba-tiba mutusin aku?’’.
‘’mutusin?, sebenarnya itu bukan mutusin, itu lebih ke mengingatkan lo bahwa gue punya pacar, jadi tolong jangan dekati gue lagi’’.
__ADS_1
Adam berbalik, hendak meninggalkan zoya, namun zoya menahan adam dan memegang tangannya.
‘’apa kamu selingkuh dari aku?’’.
‘’selingkuh dari lo?, lo kayaknya salah paham. Gue pacaran sama nay sudah 2 tahun, dan kita baru kenal kurang lebih 2 bulan, jadi siapa sebenarnya yang selingkuhan?. Dan gue pun mau sama elo karena lo yang terus terusan goda gue, jadi ya gue kasian lihat lo kalau cinta lo gak terbalas, jadi selama ini hubungan kita hanyalah hubungan kebaikan hati gue sama elo, anggap aja begitu’’.
Amel memukul adam dari belakang dengan tasnya berkali kali yang membuat adam marah dan mendorongnya hingga terjatuh, adam hendak menginjak tangannya, namun brian datang dan menendang kaki adam dengan keras hingga adam terjatuh. Zoya berlari menolong amel dan membantunya berdiri, adam menjadi sangat kesal.
‘’lo pecundang udah mulai berani rupanya’’. Adam berdiri dan mendekat ke brian, brian sama sekali tidak merasa takut lagi.
‘’berani-beraninya elo nendang gue brengsek!’’, adam memegang kerah baju brian, brian melepaskan tangan adam dari bajunya.
‘’gue sekarang udah lebih hebat dari elo, mau bukti?’’, brian memelintir telapak tangan adam.
‘’kalo lo berani muncul lagi di hadapan gue, leher lo yang bakal gue pelintir’’, brian menjatuhkan adam dan pergi.
Nabil dan alexa tersenyum dari kejauhan yang melihat brian aksi brian, merekapun berjalan bersama menghampiri brian. Sementara itu Zoya membersihkan baju amel, dan mengajaknya duduk di bangku.
‘’amel maaf, kamu jadi di sakiti adam karena kamu membelaku’’.
‘’aduh zoya, ini bukan apa-apa, dia pantas mendapatkan pukulan dariku’’.
‘’nay dan adam sudah pacaran selama 2 tahun, jadi kamu adalah selingkuhan adam selama 3 bulan ini’’.
‘’benarkah?, nay pasti akan menyakitiku bukan?’’.
‘’aku akan menjagamu, tenang saja!’’, amel memeluk zoya yang sedang bersedih.
Malam hari, angel sudah berdandan cantik dan rapi, karena dia dan keluarganya akan makan malam diluar bersama keluarga nabil. Angel masuk ke kamar alexa.
‘’exa, dandan yang cantik sana, kita makan malam di luar’’.
‘’gue gak ikut’’.
‘’lo bakal nyesel gak ikut, kita makan malam bareng keluarganya nabil’’.
‘’benarkah?, dalam rangka apa?’’.
‘’entahlah, makanya lo harus ikut kalau mau tau’’.
__ADS_1
‘’ok’’.
BERSAMBUNG....