CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
HUBUNGAN RAHASIA


__ADS_3

Nabil kembali ke kampus menunggu zoya. Nay sedang bercanda gurau dengan adam yang berjalan melewati nabil, ada zoya di belakang mereka.


‘’ayo kita pulang bareng?’’, nabil mengaitkan tangannya ke tangan zoya dan memaksanya masuk ke mobil, adam dan nabil kembali memperhatikan mereka.


‘’mereka benar-benar pacaran?, kok mau sih nabil dengan wanita seperti dia?’’, adam menaiki motornya.


‘’naiklah’’.


Kurang dari 1 minggu alexa akan tampil, Alexa selalu pulang lebih awal karena dia berlatih dengan giat sampai tak pernah lagi berkumpul di rumah brian. Jam 11 malam alexa masih juga berlatih, dia bahkan tidak keluar dari kamarnya selain makan dan pergi ke tempat latihan. Ponselnya berbunyi, ada pesan masuk, alexa membacanya.


‘’jangan lupa istirahat’’, pesan dari brian.


‘’iya, istirahatlah bee’’, balasan dari alexa.


‘’baiklah’’, brian mematikan lampu kamarnya dan segera tidur.


Alexa berdiri dari tempat duduknya dan berbaring di tempat tidur. Dia melihat ponselnya dan mengirim pesan kepada nabil,


‘’telfon gue’’.


Cukup lama menunggu, nabil pun menelfonnya,


‘’kirain sudah tidur?’’, alexa mengangkat panggilan nabil.


‘’sorry lama, gue tadi main game’’.


‘’nyanyikan gue satu lagu, gue mau cepat tidur’’.


‘’sampai kapankah aku menunggumu, membuka hatimu untuk terima cintaku, sampai kapankah rasa di hatiku, menanti rasamu akan menyambut rasaku, dan mungkin bila waktu yang bisa mengungkapkan, berseminya cinta di dalam hatimu, izinkan aku mengungkapkan, perasaan cinta yang lama tersimpan di hati, berikan aku kesempatan, membuktikan tulusnya cintaku’’.


‘’kenapa lagu itu?’’, tanya alexa.


‘’kenapa?, liriknya bagus. Bukankah segala sesuatu itu harus diungkapkan, agar tidak timbul penyesalan’’.


‘’benarkah begitu?, lalu adakah yang ingin lo bilang ke gue?’’.


‘’ahh, itu, gue, gue, emm’’.


‘’hahaha, ada apa?, mau ngomong aja susah. Sudahlah gue mau tidur, selamat malam’’.


Nabil mengelus dadanya, nafasnya terengah engah. Nabil membaringkan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut,


‘’hampir aja jantung gue copot’’.


Di kampus saat jam makan siang, brian menunggu nabil di dalam kedai memories. Tak lama kemudian, nabil menghampirinya dan menepuk pundaknya.


‘’haii, alexa mana?’’, tanya brian.


‘’dia di perpustakaan lagi belajar’’.


‘’gak ikut makan siang?’’.


‘’katanya gak mau’’.

__ADS_1


Brian makan siang berdua dengan nabil, Sembari makan, nabil melihat-lihat di sekitar kedai hingga sudut-sudutnya, mencoba mencari cari zoya.


‘’itu cewek kemana sih?, gak kelihatan batang hidungnya’’.


‘’liatin siapa sih?’’, brian juga melihat-lihat sekitar kedai.


‘’enggak ada, gak penting’’.


Setelah makan siang, brian dan nabil masuk ke perpustakaan menemui alexa.


‘’sebaiknya kita duduk aja, biar nggak mengganggu alexa belajar’’, nabil mengajak brian duduk di kursi depan yang agak jauh dari alexa.


‘’terus kita mau ngapain?, masa hanya lihat lihat alexa’’, tanya brian.


‘’biarlah, daripada nggak bisa melihat alexa’’.


‘’baiklah’’, mereka dua memegang buku, nabil membaca sebentar lalu melihat alexa, lalu membaca lagi dan melihat alexa lagi.


Brian duduk menutup wajahnya dengan buku dan memperhatikan alexa. Di bangku depan alexa, ada zoya dan amel yang juga sedang belajar. Setelah lama belajar, hidung zoya mimisan, nabil segera mengambilkan tissu dan berlari ke arahnya.


‘’ale, lo gak apa-apa kan?’’, nabil menggulung tissu dan memasukkannya ke hidung alexa.


Ternyata alexa juga mimisan karena terlalu lama belajar, zoya membanting buku ke meja, amel melihatnya dan memberinya tissu,


‘’lo gak apa-apa?, sebaiknya lo istirahat aja dulu’’, amel menempelkan tissu ke hidung zoya, nabil melihatnya dari bangku alexa.


Brian tertidur, kepalanya ia letakkan di meja beralas buku, banyak gadis-gadis mengambil fotonya saat tertidur karena wajah tampannya. Nabil hanya menggeleng-gelengkan kepala ketika gadis-gadis mengerumuni brian. Nabil menemani alexa belajar sambil terus memandanginya, zoya melihat kebelakang dan melihat nabil memandangi alexa.


‘’zoya, coba lihat ini, apakah sudah terlihat baik’’, amel menunjukkan proposal di laptopnya kepada zoya.


Zoya membanting bukunya karena kesal dengan nabil yang bahkan tidak melihat ke arahnya sedikitpun dan hanya memperhatikan alexa, padahal zoya adalah pacarnya.


‘’maaf, aku gak bermaksud mengganggu’’, amel menarik kembali laptopnya dari hadapan zoya.


Zoya masih tak memperhatikan amel dan pandangannya masih berfokus pada nabil yang memandangi alexa tak henti-henti.


Saat ini bulan November, sehari setelah ujian semester selesai. Brian pergi untuk mengikuti seleksi provinsi, dan untuk tiga terbaik akan mengikuti pelatihan di asrama atlet nasional selama 2 bulan untuk persiapan olimpiade renang Internasional. Alexa terlihat murung, duduk menatap kaca jendela mobil, menaikan dan menurunkan kacanya.


‘’baru juga di tinggal sejam yang lalu, lo udah murung kayak **** mau mati, gimana kalau sebulan?’’.


‘’haruskah kita mengunjunginya besok?’’.


‘’dia hanya pergi latihan, kalau lo datang mana bisa dia fokus latihan’’.


‘’emmm, entahlah, rasanya sangat sunyi tidak aka brian yang suka ngambek’’.


‘’mau makan siang?, atau nonton?’’.


‘’makan siang saja, gue mau makan cumi, kepiting, lobster yang pedas’’.


‘’baiklah my queen’’.


Di restoran, nay menyapa alexa dan nabil,

__ADS_1


‘’kalian gak mau gabung dengan kita?’’, nay menunjuk mejanya dengan teman-teman wanitanya.


‘’sejak kapan gue mau semeja sama elo, pergilah’’, alexa berbicara ketus, nay kembali ke tempat duduknya.


Zoya datang sendiri, duduk dan memesan makanan, dia menghubungi amel,


‘’kamu dimana?’’.


‘’aku masih di jalan, sebentar lagi sampai’’.


‘’mau gue pesanin sekalian?’’.


‘’gak usah, lo pesan aja duluan’’.


‘’baiklah’’.


Nay dan teman-temannya datang ke meja zoya,


‘’ini dia si wanita perebut pacar orang’’, nay mengambil foto zoya berkali-kali.


‘’apa apaan kalian?, merebut pacar?, kamu fikir aku merebut adam?’’. Teman nay menumpahkan sup di mejanya ke pakaian zoya.


‘’wanita yang berselingkuh dengan pacar orang emang pantas di siram cabai, hati-hati itu supnya pedas dan masih panas’’. Zoya berdiri membersihkan bajunya,


‘’wanita jahat memang pantas dengan laki-laki seperti adam, aku bahkan sekarang sangat menyesal pernah terhasut rayuannya’’. Zoya meninggalkan meja, namun nay menahannya.


‘’tanduk lo mau keluar, apa gak sebaiknya lo di dinginkan dulu’’. Teman nay menuangkan jus ke kepalanya, lalu nay meninggalkan uang di meja.


‘’ini bayaran untuk makanan yang lo pesan’’. Mereka bersama-sama keluar meninggalkan restoran.


Zoya melihat ke samping, melihat nabil yang masih makan bersama alexa dan tidak membantunya. Nabil mengalihkan pandangannya dari zoya, kemudian nabil berdiri dan menghampiri zoya.


‘’ini tissu, sebaiknya lo ke toilet’’.


Nabil kembali ke mejanya, zoya masih menatapnya dengan wajah sangat kecewa. Zoya bergegas ke toilet membersihkan bajunya dan menunggu amel datang. Alexa mulai mencurigai sikap baik nabil kepada zoya.


‘’sejak kapan lo baik sama dia?’’.


‘’dia siapa?’’.


‘’zoya, teman amel’’.


‘’oh, gue cuma ngasih tissu, apa ada yang salah?. Jika bukan dia pun gue bakal tetap melakukan hal yang sama’’.


‘’benarkah?, baiklah lo kan emang baik kepada semua wanita’’.


‘’rugi dong jadi tampan kalau tidak di manfaatkan untuk menolong wanita’’.


‘’ya ya ya, makanlah’’.


Amel datang dan menemui zoya di toilet, nabil merasa sedikit lega.


‘’ayo pulang, gue ngantuk’’.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2