CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
CINTA LAMA BELUM KELAR


__ADS_3

Keesokan harinya saat malam, nabil menjemput alexa di rumahnya, alexa pun pergi bersama nabil kerumah brian, tempat mereka sering berkumpul. Nabil menuangkan anggur di gelas alexa, dan dia mulai membahas kejadian malam itu.


‘’lo masih marah sama gue?’’, tanya nabil dengan wajah ramah.


‘’menurut lo?’’.


‘’maaf udah bikin lo kecewa dan marah’’.


‘’lo benar-benar pacaran sama dia?’’.


‘’emm’’.


‘’sejak kapan?’’.


‘’sejak dia putus dari adam’’.


‘’berarti yang gue lihat di taman itu dia kan?, dan lo udah pacaran kan saat itu?’’.


‘’iya itu dia. Gue udah pacaran’’.


‘’kenapa lo bohong?’’.


‘’gue gak mau kita bertengkar cuma karena hal gak penting’’.


‘’gak penting?, memangnya apa alasan lo pacaran sama dia?’’.


‘’entahlah, saat itu gue cuma kasihan aja karena dia di campakkan oleh adam di depan gue’’.


‘’kasihan?, kalau begitu putuskan dia’’.


‘’kenapa harus putuskan dia?. Exa, brian gak ada dan sebentar lagi lo udah pergi, apa salah kalau gue pacaran sama dia?’’.


‘’baiklah, putuskan dia setelah gue kembali’’.


’’kenapa?, haruskah?’’.


‘’lo gak ingat janji lo?, lo bilang lo gak akan pacaran. Lo bilang meskipun lo punya pacar lo tetap akan mutusin mereka kalau gue yang minta, terus sekarang apa?’’.


‘’gue ingat, dan gue minta maaf karena mungkin gue udah nggak bisa menepatinya’’.


‘’lo punya waktu 1 bulan buat bersenang-senang sama dia, jadi lupakan dia setelah gue kembali’’.


‘’alexa tolong, jangan memaksa gue untuk putus!’’.


‘’gue gak pernah melarang lo buat pacaran, tapi lo sendiri yang menjanjikan bahwa tidak akan pacaran. Gue izinin lo buat pacaran karena gue dan brian gak ada, jadi tolong tepati janji lo buat tinggalkan wanita itu setelah gue balik’’.


‘’alexa, itu janji lama kita dan sekarang semuanya sudah berubah’’.


‘’berubah?, lalu bagamana dengan perasaan lo, apa sudah berubah juga?’’.


‘’iya, sekarang gue suka sama dia’’.


‘’putuskan dia sekarang, supaya ketika gue balik lo udah gak punya perasaan lagi ke dia’’.


‘’alexa, sejak kapan urusan pribadi gue jadi urusan lo juga. Gue kira kita nggak mencampuri urusan asmara siapapun. Brian punya pacar, lo gak marah, gue juga gak keberatan. Lo pacaran dua kali, gue sama brian gak pernah mengganggu, tapi kenapa pas giliran gue yang punya pacar, elo sama brian gak setuju. Kenapa?’’.


‘’lo gak ingat, siapa yang bikin gue putus sama pacar gue?, saat masih sekolah dan saat sudah kuliah?’’.

__ADS_1


‘’maafin gue ale, gue cuma gak mau lo dapat cowok yang cuma manfaatin elo, gue gak rela lo di sakiti’’.


‘’gue juga gitu, gue gak rela elo di manfaatin sama cewek itu dan di sakiti sama cewek itu’’.


‘’dia beda ale, dia wanita yang memahami gue dan menyayangi gue, gue nyaman sama dia’’.


‘’putuskan dia setelah kita kembali, kecuali lo mau persahabatan kita bubar’’.


Alexa meninggalkan rumah brian, menunggu taksi dan pulang kerumahnya. Nabil masih menegak anggur, tak beranjak dari tempat duduknya, pikirannya kacau memikirkan bagamana hubungannya kedepan, ketika dia harus memutuskan zoya setelah 1 bulan.


Pagi hari, alexa datang kerumah sakit memeriksakan pergelangan kakinya yang sering tiba-tiba sakit.


‘’alexa pernah jatuh, terbentur benda keras atau melakukan aktivitas yang berat, yang menggunakan kaki?’’.


‘’pernah jatuh’’.


‘’sepertinya itu penyebabnya, tapi ligamennya masih baik-baik saja kok. Kurangi saja dulu aktivitas yang menggunakan kaki, mungkin sebulan sudah cukup’’.


‘’kalo untuk berlatih balet bagaimana dok?’’


‘’sebaiknya jangan dulu, berjalan terlalu jauh pun masih sangat beresiko apalagi di pakai latihan balet, akan menimbulkan cedera serius’’.


‘’oh, baiklah dok!, terimkasih’’.


Setelah dari rumah sakit, alexa di antar papanya pergi ke asrama untuk tim balerina yang akan tampil. Di mobil alexa terus menatap layar ponselnya, menunggu nabil yang tak kunjung menghubunginya. Sebuah pesan masuk, alexa membukanya. Dilihatnya foto zoya dan nabil yang saling menatap dengan wajah berdekatan, seperti hendak berciuman. Alexa hanya tersenyum kesal, memukul-mukulkan ponselnya di tempat duduknya.


‘’ada apa exa?, kok kesal gitu?’’.


‘’si nabil punya pacar pa!’’.


‘’ya terus kenapa kalo dia punya pacar?, kamu suka sama dia?’’.


‘’papa kan sudah pernah bilang, laki-laki dan perempuan dewasa itu tidak bisa berteman, karena salah satunya pasti akan memiliki perasaan lebih dari teman’’.


‘’papa!, ini tuh gak ada hubungannya sama perasaan’’.


‘’baiklah, baiklah!. papa Cuma bisa bilang, teruskan jika kamu bahagia, hentikan jika kamu terluka’’.


Di depan gedung asrama, papa alexa turun dan membantu alexa membawa barangnya di kamar.


‘’kak pelatih, kenalkan ini papa saya’’, alexa menepuk pundak pelatihnya.


Kirana berbalik dan melihat papa alexa, wajahnya menjadi pucat begitupun dengan wajah pak hermanto yang seketika langsung pucat layu dan terus menatap kirana.


‘’oh, iya alexa’’.


‘’pa, salaman dong sama pelatihku’’.


Pak hermanto menyodorkan tangannya,


‘’hermanto’’.


‘’kirana’’, kirana menyodorkan tangannya dan mereka bersalaman.


Kirana pergi meninggalkan mereka, pak hermanto terus menatap punggung kirana hingga tak terlihat lagi.


‘’pa!, papa kenal sama pelatih kirana?’’.

__ADS_1


‘’oh, enggak juga, tapi dia seperti kenalan papa’’.


‘’yaa, mantan pacar papa ya?’’.


‘’emm, kamu bawa sendiri barang-barang kamu yah, papa pulang sekarang’’.


Pak hermanto terburu-buru meninggalkan gedung dan berusaha menemui kirana.


‘’kirana, tunggu!’’.


Pak hermanto dan pelatih kirana duduk berhadapan di dalam cafe,


‘’sejak kapan kamu menjadi pelatih balet alexa?’’.


‘’aku melatihnya sudah sejak 3 tahun yang lalu’’.


‘’kamu tau alexa itu siapa?’’.


Kirana terdiam, matanya berkaca-kaca,


‘’mungkinkah dia?....’’.


‘’iya,itu dia!... anak kita’’.


‘’oh, benarkah?’’.


Pelatih kirana menangis, pak hermanto memberinya sapu tangan miliknya.


‘’kamu tinggal di mana sekarang ana?’’.


‘’aku tinggal di salah satu asrama putri di jakarta’’.


‘’kamu sudah menikah?’’.


‘’belum, aku tidak berniat menikah’’.


Hari terus berlalu, seminggu alexa tanpa kabar dari nabil. Sekalipun, nabil tak pernah lagi menghubunginya, begitupun dengan alexa yang hanya menatap layar ponselnya berharap akan segera baikan. Alexa terus mendapat teguran dari pelatih karena kurang fokus dan terlalu sering melamun, dia juga tidak mampu berinteraksi dengan balerina lain. Hal itu membuatnya terasingkan dan terus sendiri dalam setiap hal, bahkan dia tidak pernah sekalipun mengobrol dengan rekan balerina, hanya berbicara sepatah dua patah kata, menjawab dengan singkat untuk semua pertanyaan dari rekannya.


Saat berlatih, alexa terjatuh karena kakinya kembali terasa sakit, pelatih memberinya semprotan anti nyeri.


‘’kamu gak apa- apa exa?’’.


‘’emm, gak apa-apa kok kak!’’.


Latihan di istirahatkan satu hari, peserta di perbolehkan pergi jalan-jalan selama satu hari. Kirana datang ke kamar alexa,


‘’alexa ada apa?, kenapa jarang fokus latihannya, padahal kamu lah yang terbaik di tim. Apa alexa ada masalah?’’.


‘’maafkan saya kak, saya punya masalah pribadi. Maaf karena tidak fokus latihan dan merugikan yang lain’’.


‘’jika ingin cerita, katakan saja. Kadang jika masalah itu di ceritakan kepada orang lain akan terasa lebih ringan’’.


‘’baiklah, saya akan mengabari kakak kalo saya sudah siap cerita’’.


‘’baiklah, pergilah berjalan-jalan, mungkin perasaanmu akan lebih baik’’.


‘’iya kak!’’.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2