
Nabil menengok kebelakang melihat zoya sedang menggendong anak anjingnya dan melambaikan tangannya pada nabil, nabil segera mengakhiri panggilan vidionya dengan brian. Brian pun mulai menaruh curiga bahwa nabil benar-benar berpacaran dan sekarang dia tinggal dengan pacarnya. Zoya mendekat ke arah nabil, nabil memandangi zoya dengan wajah sedikit kesal.
‘’kenapa tiba-tiba keluar kamar?’’.
‘’kenapa?, aku tadi mau minum dan aku lihat kamu sedang melihat ke arahku, jadi aku menyapa. Apa ada yang salah?’’.
‘’waktunya gak tepat aja, soalnya gue lagi vidio call sama brian’’.
‘’apa brian gak tau hubungan kita?’’.
‘’sahabat gue gak ada yang tau soal elo’’.
‘’kenapa?, kamu malu?’’.
‘’bukan begitu, hanya saja gue belum punya kesempatan untuk cerita’’.
Zoya tersenyum, duduk di sofa di dekat nabil, lalu memeluknya.
‘’jika mengatakan kepada mereka membuat kita akan putus, lebih baik nggak usah ada siapapun yang tau tentang hubungan kita’’.
‘’bukan begitu, hanya aja gue belum siap untuk cerita’’.
‘’kenapa?, kamu takut alexa akan sedih?, kamu takut dia terluka?’’.
‘’lo gak tau apa-apa, jadi tidak usah di bahas lagi’’.
‘’kalau begitu bahas lah, supaya gue tau tentang lo, tentang keluarga elo, tentang sahabat-sahabat elo’’.
Nabil akhirnya terbuka untuk membicarakan tentang sahabat-sahabatnya, dia menceritakan dari kebaikan hingga keburukan mereka, nabil pun menceritakan hal-hal yang mendetail tentang mereka. Zoya adalah pendengar yang baik, dia mendengarkan nabil hingga menyelesaikan semua ceritanya, tidak pernah mengeluh ketika nabil terus bercerita tentang alexa, sampai ketika nabil mengatakan bahwa dia mungkin juga menyukai alexa.
‘’benarkah?, jadi apa alexa dan brian tau?’’.
‘’lo gak marah?, padahal gue ngomong kalau suka sama perempuan lain’’.
‘’kenapa mesti marah?, toh itu dulu. Aku kan datangnya sekarang, masa iya aku marah dengan masa lalulu’’.
‘’kalo perasaan itu masih ada sampe sekarang, apa respon lo?’’.
‘’kalo gue bilang gue masih suka sama adam, kira-kira lo marah gak?’’.
‘’entahlah, mungkin enggak’’.
‘’kenapa?’’.
__ADS_1
‘’karena itu tentang hati. Kalau seandainya lo masih suka sama adam, siapa yang bisa di salahkan?, itu kan juga bukan mau elo, jadi kenapa mesti marah’’.
‘’berarti kita beda pemikiran’’.
‘’ahh, gue pernah lihat lo ciuman sama adam di kampus’’.
‘’ciuman?, kamu pasti salah lihat!. Aku mana pernah ciuman di kampus’’.
‘’jangan bohong, gue lihat lo ciuman di depan gudang dekat perpustakaan, sore hari’’.
‘’aa, itu, itu gak seperti yang kamu pikirkan. Aku bukan ciuman tapi di cium’’.
‘’apa bedanya?’’.
‘’jelas beda dong, kalau ciuman mau sama mau, kalau di cium ya hanya ciuman sepihak’’.
‘’ayo ciuman!’’.
‘’aappa?’’, zoya menjadi panik, antara senang dan grogi.
‘’tidak apa-apa kalau tidak mau, gue cuma bertanya!. Lupakan!’’.
Zoya sedikit kecewa karena nabil membatalkan pertanyaannya, bukan malah membujuk atau merayunya.
‘’pulang lah malam ini, kita makan malam bersama’’.
‘’baiklah, sampai ketemu di rumah’’.
Nabil pergi meninggalkan papanya dan memegang tangan zoya menuju mobil, papanya mulai nampak kesal.
‘’kamu mengenal wanita itu nay?’’.
‘’dia mahasiswi Tirtayasa jurusan biologi, dia seangkatan sama aku’’.
‘’begitukah!’’.
Papa nabil tersenyum jahat, memandangi nabil yang terus menempel pada pacarnya. Di dalam mobil, nabil mulai takut jika papanya akan berbuat sesuatu yang merugikan zoya, zoya pun membicarakan tentang keluarga nabil.
‘’kenapa kamu buru-buru pergi?, kamu kelihatan tidak senang bertemu papamu!’’.
‘’dia mungkin papa yang baik, namun dia bukan orang yang baik bagi orang lain, jadi tidak usah terlalu menampakkkan diri di depannya’’.
‘’kenapa bicara begitu?’’.
__ADS_1
‘’sudahlah tidak usah di bahas’’.
‘’bisakah aku bertanya?’’.
‘’apa?’’.
‘’siapa perempuan yang di samping papamu?, aku pernah melihat kamu menyimpan fotonya di kamarmu’’.
‘’dia mamaku!’’.
‘’oh, begitukah. Dia nampak masih sangat muda untuk seorang ibu yang punya anak berusia 21 tahun’’.
Nabil mengabaikan zoya, tidak juga mengatakan bahwa nadira adalah mama tirinya. Zoya pun terdiam, tak mengatakan bahwa mama nabil mengenal amel dan bahkan amel menyimpan foto mereka berdua.
Alexa berlatih dengan sangat keras, disaat teman-temannya sudah beristirahat dia masih saja berlatih hingga kakinya penuh luka. Seminggu lagi memasuki tahun baru, dimana hari itu adalah hari penampilan alexa di atas panggung, apalagi di penampilannya itu dia adalah tokoh utamanya. Hal itu semakin mempengaruhi tingkat kecemasan alexa, selain memikirkan penampilannay dia juga tak henti-henti memikirkan nabil yang tak pernah menghubunginya. Alexa semakin sering mengkonsumsi obat tidur untuk menangani insomnianya.
Brian pun menjalani latihan yang sangat ketat, bahkan ponsel brian dan peserta lain sudah di sita oleh pelatih karena 10 hari lagi mereka akan berlomba. Brian terus mencemaskan rahasia nabil saat ini dan mencemaskan alexa yang mungkin saja akan sangat kecewa jika mengetahui nabil tinggal dengan wanita di apartemennya.
Malam hari, nabil meninggalkan zoya di apartemen sendiri, karena nabil hendak pulang kerumahnya untuk makan malam bersama keluarga. Saat makan malam, papa nabil mulai membahas tentang zoya.
‘’papa dengar kamu tinggal dengan seorang wanita?’’.
Nabil mengehentikan makannya, merasa takut untuk menjawab pertanyaan papanya yang mungkin akan membuat papanya marah dan bertindak untuk menyakiti zoya. Dengan hati ragu, nabil pun menjawab lirih.
‘’iya pa’’.
‘’papa tidak akan marah. Kamu sudah dewasa tentunya kamu tau mana yang boleh dan tidak boleh untuk di lakukan, dan papa percaya kamu tidak akan mencemarkan nama baik keluarga’’.
Nabil memandang papanya penuh kecemasan, lalu tersenyum lega karena papanya tidak berkata apa-apa tentang hubungannya dengan zoya.
‘’iya pa, aku akan menjaga amanah papa’’.
Selesai makan, nabil yang berpamitan hendak pulang, di tahan oleh naysila.
‘’lo udah bosan tinggal sama keluarga elo?, sampai-sampai lo gak punya waktu buat tinggal dirumah. Gue tau lo punya pacar, tapi keluarga harusnya masih jadi prioritas dong!’’.
‘’ya kan gue udah datang buat makan malam, apa iya gue harus nginap juga?’’.
‘’heran aja gue sama elo, sepertinya punya pacar membawa dampak buruk buat hidup lo. Lo pasti lupa kenapa malam ini papa lo ngajak makan malam bersama!. Ini hari peringatan kematian mama lo bil, dan lo masih gak mau nginap di rumah?’’.
‘’peringatan kematian mama gue?, bukannya itu masih 2 hari lagi?’’.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1