CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
PIKIRAN PENUH HAL HAL NEGATIF


__ADS_3

Nabil mengejar zoya dan berusaha mencari penjelasan mengapa dia sampai menyundul kepalanya, dia pun sudah kembali berjalan di sebelah zoya.


‘’hee, kenapa lo nyundul kepala gue?, gue kan udah nolongin elo. Bukannya berterimakasih malah menganiyaya’’.


‘’siapa suruh kamu megang tanganku, jadi tentu saja aku berfikir macam-macam tentangmu’’.


‘’aiss, dasar wanita mesum!’’.


‘’siapa juga yang mesum?, kamu tuh!’’.


‘’orang kamu yang punya pikiran negatif kok!, ya berarti kamu yang mesum!’’.


‘’terserahlah!’’.


Hujan masih belum juga reda, Zoya berjalan beriringan dengan nabil. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka di sepanjang jalan, nabil yang terperangah dengan tindakan dan ucapan zoya menjadi takut berbuat dan berbicara apapun, sebab ia menyadari bahwa zoya tipe wanita yang mudah takut dan selalu berfikir negatif tentang orang lain. Nabil pun hanya memandangi zoya berkali-kali.


‘’apa yang aku lakukan barusan?, apa aku sudah gila?, aku harap aku pingsan sekarang juga!’’, ucap zoya dalam hati dan terus menggigit-gigit jari tangannya.


‘’aduh, nih cewek galak banget, gue jadi takut mau ngantar dia pulang, kalo gue tiba-tiba di bunuh gimana?, hehh, gak kebayang’’, nabil juga sedang bergumam dalam hati.


Mereka terus berjalan, nabil menggosok-gosok leher belakangnya, sedang berfikir keras apa yang harus ia ucapkan untuk memulai pembicaraan, agar suasana tidak terasa canggung diantara mereka.


‘’dimana rumah lo? Masih jauh?, nabil memulai pembicaraan.


‘’udah deket kok!, terus aja, nanti kalo udah sampai aku pasti bilang’’.


‘’ok, kalo gitu’’.


Mereka masih berjalan, dan hujan masih turun menemani mereka. Terlihat sebuah perempatan di depan, zoya berhenti di perempatan.


‘’aku tinggal disana, terimakasih’’.


‘’masuklah, gue akan pergi setelah lo masuk’’, Zoya menganggukkan kepala.


Zoya berjalan beberapa meter lalu behenti, dia melihat adam menunggu di depan gerbang asramanya, Zoya berbalik lagi dan menghampiri nabil yang masih berdiri menunggu zoya perempatan.


‘’kenapa?, kok balik?’’.


‘’dia ada di depan gerbang asramaku, aku cuma gak mau liat dia untuk saat ini’’.


‘’lo punya tempat tujuan lain?, gue bakal antar lo kesana’’.


‘’iya, antar aku ke rumah temanku’’.


Zoya dan nabil kembali berteduh di bawah payung yang sama dan berjalan menuju rumah amel, satu-satunya sahabat zoya. Zoya tiba di depan pintu rumah amel. Zoya mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, lalu amel membuka pintu, zoya melihat banyak orang di dalam rumahnya.

__ADS_1


‘’zoya, ada apa kesini malam-malam?, ayo masuk’’, amel membuka pintu lebar-lebar.


‘’eh, aku cuma mau pinjam flashdisk yang ada materinya pak bondan ’’, zoya masih berdiri di depan pintu.


‘’iya, tapi masuk dulu sini, aku ambilin flashdisknya’’, zoya menengok kebelakang untuk melihat nabil, lalu masuk dan duduk menunggu amel.


‘’ini flashdisknya’’.


‘’makasih, aku permisi dulu ya mel, salam sama tante’’.


‘’loh kok buru-buru?’’.


‘’iya, kan aku mau langsung mencatat’’.


‘’baiklah, sampai ketemu besok yah’’.


‘’ok, bye bye’’.


Zoya keluar dari rumah amel dan mengejar nabil yang sudah agak jauh.


‘’hei, tunggu!’’, zoya mencoba menghentikan langkah nabil, tapi zoya tak tau namanya.


Nabil memalingkan wajahnya, menghentikan langkahnya dan menunggu zoya yang sedang berlari.


‘’gak jadi nginap disana?’’, tegur nabil.


Mereka melanjutkan jalan, hujan sudah reda, namun nabil masih memakai payungnya.


‘’jadi mau kemana?’’.


‘’aku pulang aja ke asrama’’.


‘’katanya gak mau ketemu’’.


‘’siapa tau dia sudah pulang’’.


‘’kalau belum?’’.


Nabil dan zoya saling menatap, zoya sedang memikirkan jawaban untuk menjawab pertanyaan nabil.


‘’kalau dia belum pulang gimana?, apa aku temui saja’’, zoya bergumam dalam hati, menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terus memikirkan apa yang harus dia lakukan jika adam masih menunggunya.


Zoya benar-benar sedang berfikir kemana dia harus menginap. Zoya ingin pulang ke asrama tapi dia yakin adam masih disana. Dia tidak punya tempat tujuan lain selain amel, tapi itu juga tidak mungkin.


‘’hey!. Heeeyy!’’, tegur nabil memecah lamunan zoya.

__ADS_1


‘’eh, ya, apa?’’, zoya tak mendengar ucapan nabil padanya.


‘’bengong aja’’.


‘’### aah, enggak kok!’’.


‘’terus lo mau kemana?’’.


‘’pulang’’.


‘’yakin?, gak nyesel?’’.


‘’mau gimana lagi, aku gak punya tujuan lain, jadi biarlah pulang aja’’.


‘’mau nginap di tempat gue?. Maksud gue, e gue kan punya sepupu, e kebetulan dia tinggal sama gue sekarang, jadi lo bisa e sekamar sama dia, e dia perempuan, e dia seumuran kamu, eem.....’’, nabil berbicara terbata-bata karena takut bahwa zoya akan salah sangka dengannya dan memukulnya seperti kejadian di taman beberapa saat yang lalu.


Zoya berfikir matang-matang tentang tawaran nabil, memikirkan konsekuensi dari keputusannya.


‘’bolehkah?’’.


‘’ee bboleh!, e kalo lo nanti gak nyaman karna ada gue, gue bisa ke tempatnya teman gue. e gampang kok!’’.


‘’maaf merepotkan!’’.


‘’gak kok!, jadi kita ke tempat gue aja ya?’’.


‘’iya!’’.


Nabil dan zoya berhenti di pinggir jalan menunggu taksi, setelah menghentikan taksi mereka menuju tempat tinggal nabil.


‘’aku mungkin terlihat murahan hari ini karena aku mau menginap di tempat laki-laki asing yang aku gak tau siapa dia. Aku gak tau harus bagaimana dan kemana, kalo aku pulang, aku pasti ketemu adam dan balikan, kalo balikan sekarang aku merasa menjadi sangat gampangan’’, gumam zoya dalam hati dan kemudian ia menyandarkan diri dan menutup mata.


‘’nih cewek berani banget, padahal dia gak kenal gue, gak tau gue itu siapa, tapi kok percaya banget sama gue, gimana kalo seandainya hari ini yang dia temui orang lain dan bukan gue’’, nabil berkata-kata dalam hatinya menganggap zoya wanita yang aneh.


‘’kenapa juga aku harus nginap di tempatnya, gimana kalo dia orang jahat?, gimana kalo dia adalah pembunuh atau pemerkosa?, gimana kalo aku tiba-tiba di bius dan di ambil organku?, apa aku harus turun disini?, tapi ini dimana?, tuhan, lindungi aku hari ini aja, tolong tuhan’’, zoya mulai cemas dengan keputusannya untuk nginap di tempat nabil, si orang asing yang baru pertama kali ia temui.


Zoya masih menutup matanya, sangat merasa takut, dia terus menggigit-gigit jarinya sebagai tanda bahwa ia sedang memikirkan banyak hal negatif.


‘’pasti dia juga sekarang sedang memikirkan tentangku, dia pasti menganggap aku wanita murahan yang mudah tergoda laki-laki, dia pasti sedang memikirkan bagaimana merayuku, aduh, aku harus apa?’’, zoya makin menejamkan kedua matanya.


Zoya menarik nafas dalam-dalam,


‘’ah, terserahlah apapun yang dia pikirkan, aku cuma butuh sendiri, jadi aku akan percaya sama dia, akan kubuang rasa maluku untuk hari ini, toh setelah ini kita gak akan ketemu lagi’’, zoya masih bergumam dalam hati.


‘’aku sebenarnya takut, tapi aku harus bagaimana?, apa aku berhenti saja?, atau ikut saja?, tolong! Tolong!’’, tambahnya dengan ekspresi tegang penuh kecemasan, dan juga takut kalo nabil adalah orang jahat yang tak bertanggung jawab.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2