CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
MELINDUNGI SAHABAT


__ADS_3

Alexa tersenyum kesal dan terharu di dalam mobil, mengambil cermin di dalam tasnya dan merapikan make upnya.


‘’pindah lo, gue mau keluar!’’, alexa membuka pintu mobil namun terhalang oleh nabil yang masih sementara duduk.


‘’ah, iya gue pindah!’’, nabil berdiri membukakan pintu mobilnya.


‘’gue turun bukan karena gue maafin lo, tapi karna gue mau ketemu brian’’, alexa masih cemberut, berjalan melewati nabil lalu tersenyum tipis. Membuka pintu apartemen nabil dan mencari brian.


‘’nih anak udah molor aja!, bangun lo, bangun!’’, alexa memukul brian dengan bantal, nabil hanya tersenyum, bersandar di depan pintu kamarnya.


‘’aa, apasih exa?’’, brian menyembunyikan ponsel yang ia pegang di bawah bantal.


‘’ayo pergi, pokoknya tidak ada rencana yang batal, yang ada hanya putar haluan dari rencana sebelumnya’’.


‘’ok, ok!’’. Alexa menarik tangan brian mengajaknya ke ruang tamu.


Alexa masih tak berbicara pada nabil, nabil hanya terus mendekat ke alexa.


‘’lo mandi sana!, kemasi baju lo, kita liburan ke puncak sekarang!’’.


‘’kenapa harus repot berkemas sih, kan kita tinggal ambil aja baju di butiknya brian, gimana?’’.


‘’eh, eh, ******* tak tau diri, itu pakaian yang bahkan belum lounching di pasaran dan lo mau minta gratisan, enak aja lo!’’, brian menendang-nendang kaki nabil yang berada di samping alexa.


‘’gue setuju!’’, alexa melirik ke nabil dan menyodorkan tangannya, melakukan tos persahabatan dengan nabil.


‘’setuju!’’, nabil balik menendang-nendang brian.


Ponsel nabil berdering, jangan diangkat memanggil, nabil keluar di depan apartemennya dan mengangkat telfonnya. Selang beberapa menit setelah nabil keluar, terdengar lagi ponsel berdering,


‘’ponsel lo yang bunyi bee?’’, alexa memeriksa ponselnya.


‘’bbu bukkaan’’, brian cemas,


‘’pasti ponsel yang di kamar nabil’’, ucapnya dalam hati.


Alexa berjalan mengikuti suara dering ponsel.


‘’sepertinya dari kamar nabil’’, alexa mendekat ke kamar nabil, brian mencoba menahannya.


Alexa dan brian sudah di depan pintu kamar nabil, ponsel sudah tak berdering lagi.


‘’ngapain lo disitu?’’, nabil berjalan menuju sofa di ruangan depan kamarnya.


‘’gue denger ponsel bunyi dari kamar lo’’, alexa kembali menuju sofa tempat nabil duduk, brian mengikutinya di belakang.


‘’ponsel luna kali, ponsel gue disini’’, nabil melemparkan ponselnya ke alexa.

__ADS_1


‘’ah, gue punya coklat buat lo my queen’’, nabil berjalan mengambil coklat di kantongan yang ia beli di toserba kemarin.


‘’jangan di bagi sama brian yah, cuma ada satu’’, nabil menyodorkan coklatnya dan tersenyum penuh cinta.


‘’baiklah’’, alexa membalas senyumnya.


‘’lo gitu ya sekarang bil, ok!, gue gak akan minta. Jangankan satu coklat, gudang coklatnya aja gue mampu beli’’, brian pura-pura ngambek karna tak di belikan coklat.


‘’dasar lo yah, si anak keraton, kerjaannya ngambek melulu’’, nabil duduk mengambil remot dan menyalakan televisi.


Alexa mengambil remot dan mematikan televisi,


‘’lo gak jadi pergi ya?, kita mau ke puncak sekarang’’, alexa kembali kesal.


‘’gimana kalo kalian nginap aja di apartemen gue, gak usah ke puncak’’, nabil merangkul alexa, mencoba merayunya agar tak harus pergi berlibur.


‘’brian, gimana menurut lo?’’, tambahnya.


‘’kalo exa setuju gue setuju kok’’.


‘’eiissh, jawaban apa begitu’’, nabil masih mencoba membujuk alexa, mengelus-elus tangannya dan mencubit pipinya,


‘’ya honey, kita gak usah pergi. Ah, besok kan aku kuliah, jadi gak bisa pergi berlibur’’.


‘’sejak kapan lo peduli kuliah?, aneh-aneh aja!’’.


‘’baiklah, kita gak usah pergi. Gimana kalo anniversary kita di rayain aja disini sekarang’’.


‘’gue setuju!’’, brian mengacungkan tangannya.


‘’gue juga’’, nabil mencium tangan alexa dan memandangnya penuh cinta.


Pembantu nabil mendekat ke nabil,


‘’tuan, saya mau minta uang untuk belanja hari ini’’.


‘’oh, iya bik, tunggu dulu yah aku ambilin uangnya’’, nabil berjalan masuk di kamarnya, mencari-cari dompetnya tapi tak ketemu. Dia keluar dan meminta uang pada brian.


‘’brian kasih uang lo, dompet gue gak ada’’.


‘’nih, ambil aja yang ada di situ’’, brian sibuk bermain game di ponselnya.


‘’2 juta cukup gak bik?’’, nabil menyerahkan uang ke pembantunya.


‘’kalo gak cukup gue tambahin’’, alexa juga sibuk melihat galeri di ponsel nabil.


‘’cukup kok tuan, saya permisi dulu ke supermarket’’, pembantu itu pergi membawa tas keranjang,

__ADS_1


‘’hati-hati ya bik’’, nabil mengantarnya dan membukakan pintu untuknya.


Alexa memeriksa panggilan di ponsel nabil, panggilan masuk 15 menit yang lalu,


‘’jangan diangat, siapa ini?’’, alexa bertanya penasaran.


‘’aah, orang gak penting’’, nabil mengambil ponselnya tapi alexa menahannya,


‘’kenapa tuh baju lo, tumben ada noda’’, nabil bertanya untuk mengalihkan pembicaraan.


‘’bee, masa lo gak tau sih, jangan diangkat itu siapa?’’, brian tertawa geli mendengar alexa menanyakan tentang jangan diangkat.


‘’siapa?, kok gue tau’’, alexa berpindah mendekat ke brian.


Brian berbisik ke telinga alexa, lalu alexa tertawa terbahak-bahak, mentertawakan nabil yang wajahnya berubah menjadi ungu alias malu.


‘’ah udah ah, jangan bicara lagi’’, nabil mulai ngambek, menutup wajahnya dengan bantal kotak yang ada di sofa.


‘’apa gak gila?, dia menyimpan nomor telfon mama tirinya dengan sebutan jangan diangkat?, dan anehnya tetap juga diangkat’’.


‘’nabil kan dari dulu emang gila, buktinya pacaran sama guru’’.


‘’apaan sih, pulang lo sana, pulang!, pulang!’’, nabil mendorong dorong brian menyuruhnya pulang karena terus meledeknya.


‘’bdw bil, emang lo gak pernah ya ciuman sama mantan pacar lo itu?’’.


‘’apaan sih, pertanyaan gila!’’, nabil melempar bantal ke brian yang masih sibuk bermain game. Alexa masih tertawa geli.


‘’pasti ciuman pertama lo sama dia kan?’’, brian melanjutkan pertanyaannya karna penasaran.


Alexa berhenti tertawa, dia memandang ke arah nabil, begitupun juga nabil yang memandang ke arah alexa.


‘’mana mungkin!’’, nabil menyangkal ucapan brian.


‘’exa, nabil pasti bohong tuh, dia gak mau jujur, hajar dia’’.


Alexa dan nabil terdiam, masih saling memandang, brian melihat ke arah mereka, melihat bahwa ada sesuatu diantara mereka, brian tersenyum kecut, menaruh curiga pada keduanya.


‘’nabil, lo emang pas pacaran sama guru Bk tuh serius yah, ada niat buat nikahin dia gitu?’’, brian mencoba mengalihkan perhatian mereka.


‘’pasti serius lah dia, orang guru Bk tuh pacar pertamanya nabil’’, alexa mengalihkan pandangannya dari nabil.


‘’lo itu pada kepo deh sama hidup gue, gue kira kita gak boleh ikut campur soal asmara’’, nabil mengambil ponselnya dari alexa.


‘’ya beda kali, kan ini udah lampau, jadi gak ada masalah dong kalo di bicarakan’’, alexa mengelap-elap noda pada bajunya bekas es krim tadi pagi.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2