
Berbeda dengan brian yang makin fokus dan terus mengalami peningkatan dalam rekor renangnya. Dia juga masih berhubungan baik dengan nabil, sering berkomunikasi dengan nabil lewat telfon dan saling berkirim pesan. Di hari minggu, brian melakukan panggilan vidio dengan nabil.
‘’wahhh, jam 10 lo masih baring?, lo pasti baru bangun kan?’’, brian berbicara dengan nabil.
‘’emm, kenapa lo menghubungi gue sepagi ini, lo mulai kesepian kan?’’.
‘’gak lah!, gue kan punya kesibukan, jadi gue gak kesepian dong. Yang kesepian itu pastinya elo’’.
‘’brian, kapan sih lo datang?, lo lama banget dsitu’’.
‘’jangan merengek, gue gak akan kasihan. Bil, tunggu dulu yah, gue mau sambungkan ke alexa’’.
‘’ahh, gak usah deh, dia pasti lagi sibuk’’.
‘’gue coba dulu, siapa tau dia sudah istirahat’’.
Alexa bergabung dalam panggilan vidio, namun nabil mengakhiri panggilan mereka, dia menonaktifkan ponselnya. Brian hanya mengobrol dengan alexa, menanyakan kabar dan aktivitasnya, namun brian belum menaruh curiga pada alexa dan nabil.
Alexa berlatih balet, sudah hampir sebulan sejak dia dan nabil bertengkar, nabil sama sekali belum menghubunginya. Saat jam istirahat, dia membuka ponselnya, ada pesan.
‘’sudah makan siang?, bagaimana dengan latihan lo?’’, brian mengirim pesan.
‘’gue masih sementara makan siang. Gue sering gak fokus, jadi pelatih banyak menegur gue. Lo gimana?’’.
‘’rekor gue makin bagus dong pastinya, tapi pelatih menyuruh gue meningkatkan rekor jadi 1 menit’’.
‘’memangnya rekor lo sekarang berapa?’’.
‘’1 menit 15 detik, 5 detik lebih lambat dari pemenang tahun lalu. Bagaimana dengan nabil, kenapa jadi jarang membicarakan elo?, kalian ada masalah?’’.
‘’enggak, kita baik-baik aja. Mungkin dia merasa kesal karena kita berdua nggak ada. Dia juga jarang menghubungi gue, tapi kita nggak ada masalah kok’’.
‘’baguslah, gue kira ada apa’’.
‘’fokuslah berlatih, gue juga bakal fokus. Sampai ketemu lagi di januari’’.
‘’baiklah bee. Gue latihan lagi ya, jaga kesehatan’’.
‘’emm, lo juga’’.
Alexa menjatuhkan air matanya, dia menangis sangat bersedih karena harus berbohong kepada brian bahwa tidak terjadi apa-apa antara dia dengan nabil.
Pagi-pagi, nabil sudah datang ke asrama zoya dan membawakan dia hadiah, sebuah kotak berukurang besar. Zoya mengajak nabil masuk ke kamarnya.
‘’apa ini?’’.
‘’bukalah!’’.
Zoya membuka kotak itu, anak anjing yang sangat lucu melompat dari kotak itu dan menggonggong.
__ADS_1
‘’yak, kenapa memberiku anak anjing?’’.
‘’gue beli karena dia sangat imut dan mirip sama elo, lo mau kan pelihara dia?’’.
‘’ah, gue mau sih tapi gue gak bisa merawatnya, nggak di zinkan merawat atau membawa binatang ke asrama’’.
‘’kalau begitu tinggal sama gue aja’’.
‘’apa?, kamu mau mati ya?, kenapa mengajakku tinggal bersama?’’, zoya memukuli nabil dengan bantal karena merasa bahwa nabil mulai menggodanya.
‘’bukan, bukan begitu maksud gue. Kalau lo tinggal di apartemen gue, lo bisa merawat dan membesarkan anak anjing ini, bahkan kita bisa menjaganya bersama’’.
Zoya diam, ingin bilang bahwa ia sebenarnya mau tinggal dengan nabil, namun gengsinya menahannya untuk segera mengatakan tidak. Mereka pun duduk bersama di sofa, berpelukan dan menonton film terbaru. Seseorang mengetuk pintu, namun keduanya mengabaiakan karena mereka yang mulai tertidur. Orang itu membuka pintu dan masuk ke kamar zoya, ibu kirana si pemilik asrama melihat kemesraan zoya dan kekasihnya.
‘’zoya!, apa-apaan ini?’’.
Zoya dan nabil terperagah kaget mendengar suara ibu kirana, lalu mereka melepaskan pelukan dan berdiri menunduk, merasa takut dengan sikap galak ibu kirana.
‘’mulai hari ini, kamu tinggalkan asrama ini zoya, saya tidak mau kamar ini menjadi tempat kotor karena perilaku kalian berdua’’.
‘’tapi buk, kita gak.....’’
‘’baiklah, zoya akan pindah dari asrana ini, terimakasih atas kebaikan ibu selamaa ini’’, nabil memotong pembicaraan zoya.
Ibu kirana keluar dari kamar zoya, nabil pun terlihat senang karena akhirnya zoya akan pindah ke apartemennya. Dengan wajah sedihnya zoya mengemas barang-barangnya, nabil membantunya da terus tersenyum, mengganggu zoya untuk menghiburnya. Nabil membawakan koper zoya, namun zoya mengambilnya dan memasukkannya ke bagasi mobil.
‘’kenapa?, lo gak nyaman gue bantuin?’’.
‘’oh, begitu’’.
Nabil teringat saat-saat seperti ini dengan alexa, dimana nabil lah yang memperlakukan alexa dengan baik, seperti zoya memperlakukannya. Nabil nampak sedih karena merindukan alexa.
FLASBACK
5 TAHUN YANG LALU
Saat itu kelas 3, nabil, brian dan alexa memperingati anniversary persahabatan mereka yang ke satu tahun, mereka berlibur ke Korea selatan. Brian yang tak turun dari mobilnya, sehingga nabil lah yang membantu alexa.
‘’nabil, bawain koper gue!, berat!’’.
‘’baiklah, my queen’’.
Nabil membawa koper alexa dan memasukkannya ke bagasi mobil.
4 TAHUN YANG LALU
Saat itu alexa bertengkar dengan mamanya karena di larang tetap latihan balet, sebab mama alexa hendak ingin dia kuliah ke LA. Alexa pun kabur dari rumahnya dan tinggal di rumah brian, pagi-pagi sekali nabil menjemput alexa.
‘’nabil, bawa koper gue!’’.
__ADS_1
‘’baiklah, my queen’’.
Alexa berjalan masuk ke dalam mobil nabil, sedangkan nabil mengambil koper alexa di depan jendela kamarnya lalu memasukkannya ke dalam bagasi mobilnya.
3 TAHUN YANG LALU
Alexa dan nabil mengunjungi brian di tempat latihannya, karena brian akan mengikuti seleksi lomba renang nasional. Nabil masuk ke kamar alexa untuk menjemputnya.
‘’nabil, bawain koper gue yah!, tangan gue sakit!’’.
‘’biar gak sakit juga tetap gue yang bawa koper lo setiap saat’’.
‘’ya udah sini aja biar gue yang bawa. Biar aja kalau tangan gue makin sakit, gak apa-apa kok!’’.
‘’apaan sih lo lebay banget. Gue aja yang bawa, ok my queen!’’.
Alexa tersenyum lalu berjalan menuju mobil nabil, nabil mengikutinya dari belakang.
2 TAHUN YANG LALU
Saat itu brian, alexa dan nabil tiba di bali untuk merayakan anniversary ke 3 tahun, mereka menginap di rumah milik alexa. Brian membawa kopernya, nabil pun membawa kopernya, namun alexa menyuruh nabil membawakannya.
‘’nabil, lo gak bisa pakai tangan kanan lo buat bawa koper gue?’’.
‘’lo mau nyuruh gue bawakan koper lo?’’.
‘’ehh, enggak gitu, gue cuma nanya apa tangan kanan lo kosong, kan koper lo, lo bawa pakai tangan kiri’’.
‘’eiish, dasar rubah licik. Iya, iya sini gue bawain!’’.
Alexa mengusap-usap rambut nabil karena memahami apa yang dia maksud dan melakukan apa yang dia inginkan. Nabil hanya tertawa melihat alexa yang begitu menggemaskan pada saat itu.
Nabil tertawa mengingat tingkah alexa yang lucu, zoya memperhatikannya namun nabil masih terus tertawa sendiri.
‘’lo kenapa bil?’’.
‘’oh, enggak kok. Gue ingat sesuatu yang lucu aja!’’.
‘’lo gak mikir aneh-aneh kan karena gue nginap di apartemen gue?’’.
‘’apaan sih, ya enggak lah. Lo itu bukan wanita pertama yang nginap di apartemen gue’’.
Zoya berdiam merasa kesal,
‘’maksud lo, semua mantan lo, pernah lo bawa ke apartemen?’’.
‘’oo, bukan gitu!. Maksud gue ada alexa dan luna wanita yang pernah nginap di apartemen gue sebelum elo’’.
‘’alexa lagi, alexa lagi’’.
__ADS_1
‘’jangan ngambek, dia kan emang duluan kenal gue daripada elo’’.
BERSAMBUNG....