CINTA LOMPAT LOMPAT

CINTA LOMPAT LOMPAT
KALAH UNTUK MENANG


__ADS_3

Pagi-pagi, nabil dan zoya sudah tiba di apartemen. Nabil mengikuti zoya masuk ke kamarnya.


‘’kenapa kamu mengikutiku?, ini kan kamarku’’.


‘’gue cuma bosan di kamar sendiri’’.


Nabil menarik tangan zoya berbaring di tempat tidur, nabil demam.


Nabil menutup matanya dan masih memeluk zoya. Setelah tertidur lelap, tiba-tiba saja nabil menangis dan terus meminta maaf. Alexa yang telah pulang dari konsernya, menyempatkan untuk singgah di apartemen nabil. Alexa membuka pintu apartemen dan mencari nabil di kamarnya namun tak melihat nabil, lalu dia hendak pergi, namun alexa mendengar seseorang dari kamar luna, alexa pun membuka pintu perlahan dan mendapati nabil tertidur di pangkuan zoya. Zoya kaget melihat mereka berada di kamar yang sama, alexa pergi dari apartemen nabil.


‘’bangun nabil, alexa melihat kita, harusnya kamu ngejar dia dan menjelaskan apa yang terjadi. Bagaimana jika dia salah paham?’’.


Nabil tak mendengar ucapa zoya karena dia benar-benar sakit dan tertidur. Alexa dengan kaki yang sakit memaksakan diri untuk berlari, air matanya jatuh di sepanjang tempat yang ia lewati. Alexa menuruni lift, dan tiba-tiba terjatuh karena kakinya yang mulai terasa sangat sakit, tapi dia tetap memaksakan diri, hingga akhirnya ia pun terjatuh pingsan di pinggir jalan saat hendak menghentikan taksi. Alexa tersadar dan ia sudah berada di rumah sakit terbaring lemah, ada angel dan papanya yang berada di sampingnya. Alexa duduk dan membuka selimut, melihat kakinya yang terbungkus gips dan sangat sakit untuk di gerakkan.


‘’kata dokter kamu kamu tidak boleh terlalu menggerakkan kakimu, istirahatlah!’’.


‘’kenapa?, kakiku gak apa-apa kan?’’.


‘’gak apa-apa kok’’, angel mencoba menutupi sesuatu dari alexa.


Ponsel alexa berdering, brian memanggil. Alexa menarik nafas dan mencoba memperbaiki suaranya yang serak.


‘’emm, emmm’’,


‘’ya halo brian’’.


‘’gue udah nonton pertunjukan lo, lo baik-baik saja?’’.


‘’jelas dong, kenapa memangnya?’’.


‘’gerakan terakhir itu, lo jatuh kan?’’.


‘’haha, lo tau aja. Iya, tiba-tiba kaki gue kesleo dan gue jatuh, untung aja nih gue banyak ide jadi gue pura-pura aja emang gitu gerakannya, dan penonton tetap bertepuk tangan tanpa komentar apapun’’.


‘’gue udah liat kok, terus kaki lo gimana?’’.


‘’kaki gue sementara di bungkus gips sih, tapi kata angel nggak apa-apa kok’’.


‘’oh ya, nabil nonton pertunjukan elo gak?’’.

__ADS_1


‘’ohh, jelas dong dia nonton’’.


‘’benarkah?, baguslah!’’.


‘’cepat latihan sana, besok kan lo kan tanding’’.


‘’baiklah, cepat sembuh ya my queen’’.


Alexa merasa sedih telah berbohong pada brian bahwa nabil datang dan melihat pertunjukannya, brian pun merasa sedih karena juga membohongi alexa tentang kondisinya. Angel sebelumnya telah mengabari brian bahwa kaki alexa cedera dan kemungkinan tidak bisa menari balet lagi, angel pun meminta brian menghiburnya. Brian pergi ke kolam untuk berlatih renang seorang diri, namun di beberapa kali latihannya dia mengalami penurunan rekor. Brian duduk di pinggir kolam, adam datang menghampiri brian.


‘’cuma segitu kemampuan elo?’’.


‘’bukan urusan lo’’.


Brian pergi dari tempat latihan,


‘’nabil pacaran sama zoya lo gak tau?, nabil dan alexa juga bertengkar, lo pasti gak tau karena terlalu sibuk dengan latihan lo. Brian, hidup itu emang hanya punya satu pilihan, lo menang tapi persahabatan lo bubar, atau lo pergi sekarang dan mempertahankan persahabatn lo tapi lo kalah’’.


Brian tak berkata apa-apa, dia hanya merasa kesal dengan dirinya sendiri. Brian berpapasan dengan pelatih dan yang lain, lalu brian kembali masuk ke ruang latihan. Brian mulai merasa cemas, terus memikirkan perkataan dari adam. Brian pun perdi diam-diam dari asrama atletik untuk menemui nabil dan alexa.


‘’exa!’’.


‘’gue jengukin elo lah’’.


‘’ya udah, pulang sana. Nanti lo di marahi lagi sama pelatih’’.


‘’lo itu bukannya senang gue jengukin malah ngusir, wahh!’’.


‘’bukan gitu, tapi gue gak mau lo dimarahin pelatih hanya karena datang kesini. Kan lo bisa datang saat lo udah selesai bertanding’’.


‘’emang lo gak ada rencana lihat gue bertanding gitu, emang lo mau lama-lama disini?’’.


‘’besok gue pulang kok dan gue bisa lihat lo bertanding’’.


‘’awas ya kalau gak datang!, baiklah, gue pergi yah!’’.


‘’emm, hati-hati. Harus menang ya!’’.


Brian melambaikan tangan dan menutup pintu kamar alexa. Brian nampak sedih yang tidak tau apa-apa tentang kondisi kakinya, dia tidak tau bahwa dia sudah tidak akan pernah lagi bisa menari balet. Brian masuk kemobil dan menghubungi nabil.

__ADS_1


‘’ya brian, ada apa?’’.


‘’alexa di rumah sakit, kakinya cedera setelah pertunjukan’’.


‘’benarkah?, bagaimana kondisinya?’’.


‘’dia nggak akan bisa menari lagi, tapi dia belum tau soal itu jadi jangan memberitahunya apa-apa’’.


‘’gue nanti jenguk dia, lo kirim aja nomor kamarnya’’.


‘’ah, gue tanding di kampus lo hari besok, awas loh kalau lo gak datang, gue bunuh lo!’’.


‘’baiklah, gue pasti datang’’.


Hari perlombaan brian telah tiba, dimana semua tim atletik akan bertanding di bidangnya masing-masing. Kampus yang saat ini sepi karen libur semester kini menjadi sangat ramai dan di penuhi oleh peserta dan penonton perlombaan. Renang diadakan jam 5 sore. Brian yang mengalami peningkatan rekor sering di puji pelatih namun sejak 2 hari terakhir ini rekor brian di kalahkan oleh adam. Adam adalah lawan terberat brian.


Seleksi olahraga nasional untuk renang sedang berlangsung, atlet renang di beri kesempatan untuk melakukan 3 kali lomba, dimana semua skor akan di gabungkan menjadi satu untuk memilih pemenang. Ronde pertama di menangkan oleh brian, dan ronde kedua di menangkan oleh adam, sekarang adalah babak penentuan, ronde ketiga sebentar lagi di mulai.


‘’brian, ayo! Semangat brian!’’, suara alexa memecah ruangan kolam, dia berdiri di sisi kiri kolam. Banyak juga penonton yang bersorak untuk kontingen lain.


‘’brian!, brian!, brian!, brian!’’, suara nabil, amel dan zoya juga tak kalah heboh dari alexa yang berada di sisi kanan kolam.


Alexa yang mendengar suara nabil pun mengalihkan pandangannya dari brian ke nabil. Dilihatnya nabil dengan zoya yang berdiri bersebelahan meskipun dengan jarak yang agak berjauhan, mereka terlihat serasi bersama, ada rasa cemburu, marah dan juga sedih, karena kini nabil benar-benar telah pergi meninggalkannya dan brian. Brian memperhatikan alexa yang terus memandangi nabil, brian pun bersiap untuk ronde ketiganya.


‘’bersiap’’.


‘’sedia’’.


DOOOOORRR.....


Bunyi letusan pistol yang menandakan untuk melompat kedalam air, brian sempat melamun hingga akhirnya tertinggal jauh dari adam, namun dia berhasil menyusul adam hingga sejajar. Brian melihat alexa yang meninggalkan kolam. Brian akhirnya kalah dari adam.


Perlombaan selesai, semua orang berpindah menuju aula untuk pemberian medali untuk setiap atletik. Brian menemui alexa dan mengajaknya masuk ke aula, begitupun nabil dan zoya yang juga masuk ke aula. Aula di penuhi oleh penonton, cukup ramai hingga berdesak-desakan. Zoya melihat amel di pintu masuk aula, amel hendak masuk namun kembali keluar untuk menghindari zoya. Zoya pun mulai sangat merindukan amel, da ingin bertanya langsung alasan amel mengabaikannya.


‘’nabil aku pergi dulu yah?, aku mau ketemu amel!’’.


‘’baiklah!’’.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2