
Brian sedang bersiap-siap untuk makan malam bersama alexa, dia memilih-milih baju yang pas untuk bertemu, akhirnya ia memilih memakai jas hitam kemeja abu-abu. Dia merapikan rambutnya, memakai parfum dan memakai sepatu kulit dari italia, kado dari alexa di ulang tahunnya tahun lalu. Dia masuk ke mobil, diantar oleh supirnya dan di ikuti pengawalnya menuju restoran. Brian terus menatap wajahnya di layar ponsel, dia ingin alexa terkesan dengan penampilannya. Pesan masuk dari alexa,
‘’bee, sebenarnya bukan gue yang mau dinner sama lo, tapi orang lain. Terserah lo mau bersikap bagaimana ke dia, yang penting lo jadi ya dinnernya, pliss!’’.
Brian cemberut, penampilan terbaiknya gagal ia perlihatkan pada alexa, sahabat sekaligus wanita pujaannya.
‘’baiklah’’, brian membalas pesan alexa.
Menunggu sekitar 5 menit, amelia datang menghampiri brian,
‘’hay brian, namaku amelia, maaf membuatmu menunggu’’.
‘’oh, tidak apa-apa, santai aja!’’. Makanan yang sudah di pesan alexa datang, brian tersenyum kecut,
‘’silahkan dinikmati makanannya’’.
‘’iya, trimakasih’’. Amel terus memandangi brian yang justru membuat brian menjadi risih dan tak nyaman untuk makan.
‘’makanlah, jangan menatap gue seperti itu’’.
‘’oh, maafkan aku. Soalnya kamu tampan banget, bahkan lebih tampan aslinya daripada di dalam foto’’, brian tersenyum kecut, dia semakin memaksakan senyumannya.
‘’benarkah?’’.
‘’iya, sangat tampan’’.
‘’em, gue mau permisi dulu ke toilet, silahkan di lanjutkan makan malamnya’’.
Brian bergegas ke toilet, sesampainya di sana dia menghubungi alexa dan marah-marah,
‘’exa siapa sih itu yang lo suruh makan malam sama gue, benar-benar lo yah bikin hati gue empet banget’’.
‘’hahahaha, dia ngefans banget sama lo, jadi gue mau wujudkan mimpinya bisa makan malam sama lo’’.
‘’tapi lo kan gak harus nipu gue. Tau gak sih, gue udah berpenampilan tampan banget malam ini dan gue malah makan malam sama wanita aneh’’.
‘’ya kan gue udah bilang, gak usah tunjukkan ketampanan lo dan gak usah pakai baju rapi, siapa suruh lo gak mau dengerin gue’’.
‘’tapi lo tuh harusnya bilang kalo gue bakal makan malam sama orang lain, jadi gue gak bakal serapi ini. Pokoknya hari ini gue marah sama lo!’’.
__ADS_1
‘’jangan marah bee, dinnernya gue ganti jadi nonton ke bioskop minggu ini, gimana?’’.
‘’dan makan malam juga, deal?’’.
‘’baiklah, yang penting lo gak marah lagi’’.
‘’baiklah, bdw lo....’’, brian terperangah kaget dan takut melihat adam yang ada di sampingnya,
‘’bee, bee, kenapa bee?’’, alexa memanggil-manggil brian di telfon.
Adam melangkah semakin dekat dengan brian, hingga tubuh mereka saling menyentuh.
‘’lo berani juga ya ke toilet sendiri tanpa pengawal, dasar pecundang’’.
Brian tak berani menatap mata adam, adam mendorong-dorong kepala brian ke dinding dan brian hanya diam tak berani memberontak.
‘’lo datang ke sini sama siapa?, sama sahabat-sahabat lo itu?’’, brian masih tak menjawab karna sangat ketakutan.
‘’jawab gue ****!’’, adam mendorong brian dan menabrak washtable,
‘’ggue sendirian’’.
‘’ah, dimana nabil, masih di rumah sakit atau udah di pemakaman?. Bikin nabil babak belur aja gue sanggup apalagi cuma elo, cowok culun yang hanya tau main perempuan. Kalo lo ngadu ke nabil, gue bakal bikin nabil, elo atau alexa celaka’’.
Adam melepaskan cengkramannya dari baju brian, lalu memukul wajahnya satu kali dan keluar dari toilet. Adam tak sengaja melihat amel yang sedang duduk di belakang meja, tempat dia dan naysila makan, dia segera bersembunyi di balik dinding.
‘’amel makan di restoran mewah kayak gini, dia sama siapa?’’. Adam mengirim pesan ke naysila,
‘’kalo sudah selesai makan keluarlah, kita ketemu di luar’’.
Adam berjalan cepat sambil menutup wajahnya dengan daftar menu sampai melewati meja amel, lalu meletakkan meja menu ke meja kosong di dekat pintu masuk. Brian terduduk di lantai, dia memegang hidungnya dan melihat darah dari hidungnya, dia kemudian berdiri dan membersihkan darah yang ada di hidungnya. Alexa masih terus memanggil-manggil brian dari telfon, brian mengambil ponselnya dan kembali berbicara dengan alexa.
‘’lo kenapa?, kenapa lo tiba-tiba gak bicara?’’.
‘’gue gak apa-apa kok. Gue matiin ya telfonnya gue mau pulang’’. Brian mematikan panggilannya.
‘’tunggu, halo halo brian’’, alexa melihat ponselnya setelah brian mengakhiri panggilannya.
Alexa menelfon nabil dan nomornya masih tidak aktif, alexa membanting ponselnya ke tempat tidur. Seseorang mengetuk pintu kamarnya, angel masuk ke kamar alexa.
__ADS_1
‘’kenapa masuk?’’.
‘’ini kartu kredit gue, lo bisa pakai untuk apapun’’.
‘’gue gak butuh, lo keluar sana dari kamar gue’’.
Angel meletakkan kartu kreditnya di meja dan keluar dari kamar alexa, menutup pintu kamarnya dari luar. Alexa mondar-mandir memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada brian. Alexa memutuskan untuk menyusul brian, dia menyelinap keluar dari kamarnya lewat jendela, dia juga membawa kartu kredit angel.
Brian keluar dari toilet dan menghampiri amelia,
‘’gue harus pulang sekarang. Makanannya sudah di bayar, silahkan melanjutkan makannya, hati-hati di jalan’’.
Brian mengambil jasnya dan pergi menuju mobilnya, di dalam mobil brian melihat ponselnya, alexa terus menghubunginya, brian menonaktifkan ponselnya dan pulang kerumah. Adam dan naysila yang masih berada di luar restoran masuk ke dalam mobil naysila.
‘’trimakasih sudah mau datang makan malam sama gue’’.
‘’gue mau karna lo bilang ini akan jadi hari terakhir lo mengaharapkan gue’’.
‘’bdw, kenapa lo buru-buru mau pulang?, lo ada masalah?’’.
‘’tidak ada, hanya saja gue harus segera pulang’’.
‘’baiklah, kita sudah benar-benar putus bukan?, gue harus pulang sekarang!’’.
Adam keluar dari mobil naysila dan mengendarai motornya menuju asrama zoya. Tanpa sadar, naysila mengikutinya dari belakang. Adam berhenti di depan gerbang asrama, sedangkan nay berhenti di dekat perempatan asrama,
’’jadi ini tempat tinggal pacar baru lo’’, naysila tersenyum sinis.
Alexa naik taksi menuju restoran, sesampainya di depan dia melihat amelia,
‘’kok lo sendirian, brian mana?’’.
‘’dia udah pulang, tadi dia buru-buru, apa ada sesuatu yang terjadi?’’.
‘’tidak ada. Oh ya, gue udah nepatin janji gue jadi untuk saat ini kita tidak usah saling menghubungi lagi’’.
‘’baiklah’’. Alexa kembali masuk kedalam taksi dan menuju kerumah brian. Alexa terus menelfon brian namun ponselnya sudah tidak aktif.
‘’kemana sih ini bocah?, dia udah berani mengabaikan panggilan gue, mau mati ya dia ini’’.
__ADS_1
BERSAMBUNG....